Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
I Love You




Di perjalanan Violet hanya diam, dia menatap keluar jendela. Joe Nathan menoleh ke arahnya dan ia meraih telapak tangan Violet untuk menggenggamnya.


Violet tersentak dari lamunan, dia menoleh pada Joe Nathan yang tersenyum hangat padanya. Violet pun tersenyum dan ia mencium punggung telapak tangan calon suaminya.


"Kamu lebih cantik saat tersenyum." Ucap Joe Nathan.


"Terimakasih sayang." Saut Violet, ia meletakan tangan Joe Nathan di pangkuanya.


"Jangan di pikirkan lagi." Ucap Joe Nathan, dia mengelus kepala Violet sangat lembut.


"Maaf aku telah menempatkanmu di posisi yang berbahaya." Ucap Violet penuh penyesalan.


"Cepat atau lambat kamu akan terbebas darinya, kita hanya perlu untuk tidak mudah menyerah." Saut Joe Nathan.


Violet menatap Joe Nathan yang saat ini sedang mengemudikan mobilnya, dia melihat betapa calon suaminya itu sangat tampan. Violet bangkit dari duduk dan cup~ ia mencium pipi Joe Nathan.


Joe Nathan terkejut, dia menoleh dan menatap Violet tersenyum padanya. Joe Nathan menepi dan memarkirkan mobilnya di sisi Jalan.


"Kenapa berhenti?" Tanya Violet.


"Ada yang harus aku selesaikan." Saut Joe Nathan.


"Apa?"


"Kemarilah biar aku memberitahumu."


Violet patuh, dia mendekat dan Joe Nathan langsung meraihnya, ia mencium bibir Violet lagi sangat lama.


"Joe..." Ucap Violet, ia menarik diri namun Joe Nathan menariknya lagi untuk melanjutkanya.


Sepasang kekasih itu tertawa dan bercanda di dalam mobil mereka, sejenak mereka melupakan persoalan pelik tentang hubungan rumit Violet dan Zayn Keenan.


*Dirumah sakit.


Racel pergi untuk menebus obat di bagian farmasi, ia meninggalkan kakaknya Axel sendirian di ruang inap. Axel bangkit dari tidurnya perlahan, ia duduk tertunduk merasakan sekujur tubuhnya bagaikan remuk.


Axel menurunkan sepasang kakinya, ia mulai melangkah perlahan menuju jendela kamar inapnya, Axel pun membuka tirai dan jendelanya.


"Sudah malam." Batin Axel.


Axel menoleh ke arah meja yang ada di dekat tempat tidurnya, dia meraih ponsel yang berada di atas meja itu untuk melakukan panggilan pada Joe Nathan.


Deeerrrtt.... Ponsel Joe Nathan bergetar, Joe Nathan meraihnya dari dalam saku jas untuk memeriksa siapa yang melakukan panggilan padanya.


"Axel.." Batin Joe Nathan.


Joe Nathan menoleh pada Violet, ia nampak bingung akan menerima panggilan itu atau tidak. Violet terdiam memperhatikanya.


"Siapa?" Tanya Violet.


"Axel." Saut Joe Nathan.


"Axel?" Tanya Violet.


"Iya."


Kedua bola mata Violet mulai mengalihkan pandangan saat ia menatap mata Joe Nathan, Violet pun terdiam dan menatap keluar jendela lagi.


"Halo." Sapa Joe Nathan, pada akhirnya ia menerima panggilan dari Axel.


"Dimana?" Tanya Axel.


"Jalan."


"Kau akan membawanya kemana?"


"Aku akan kirimkan alamatnya padamu nanti saat aku dan Violet telah sampai." Saut Joe Nathan, ia langsung mengakhiri panggilan telpon dari Axel.


Tut... tut... tut... Axel terdiam menatap layar ponselnya yang mulai meredup, "Dimatikan?" Ucapnya.


Axel meletakan ponselnya kembali di atas meja, dia menghampiri Jendela lagi dan menatap suasana malam itu.


Violet dan Joe Nathan telah sampai, mereka keluar dari dalam mobil di sambut tuan Harry yang sangat bahagia melihat Violet kembali. merka masuk kedalam rumah, Joe Nathan berniat akan membawa Violet dan tuan Harry pergi ke tempat lain karena orang-orang Zayn sudah menjangkau lokasi mereka yang tidak menutup kemungkinan mereka akan datang lagi ketempat mereka menemukan Violet tempo hari.


Malam semakin larut, obrolan mereka pun telah usai, Violet kembali kedalam kamarnya dan Joe Nathan datang untuk menemuinya, mereka berdua duduk di sofa di dalam kamar Violet.


"Geli~" Ucap Violet, ia tertawa.


"Geli? hanya begitu saja geli? bagaimana jika seperti ini?" Tanya Joe Nathan dia mulai nakal lagi.


"Iiiihh tanganmu mau aku potong?" Tanya Violet, ia menahan tangan Joe Nathan yang mulai menyelinap masuk kedalam pakaianya.


"Cih... " Senyum Joe Nathan merasa lucu, dia menghentikan perbuatan nakalnya dan memejamkan mata di pangkuan calon istrinya.


Violet bersandar di sofa tempatnya duduk, dia juga menyandarkan kepalanya untuk menatap langit-langit rumah mewah yang ia tinggali selama beberap bulan ia menyembunyikan diri Zayn Keenan.


"Sayang." Panggil Joe Nathan.


"Heemm" Saut Violet.


"Kamu harus percaya, aku akan melakukan apapun untuk membebaskanmu dari Zayn. aku mau kamu jangan khawatir dan jangan memikirkanya lagi. aku bicara seperti ini karena aku sering melihatmu melamun." Ucap Joe Nathan.


"Iya, aku percaya kamu." Saut Violet, dia mulai memejamkan mata sambil terus membelai rambut Joe Nathan yang saat ini berada di pangkuanya.


Suasana kamar itu menjadi sangat sepi, Joe Nathan bangkit dan duduk di dekat Violet saat ia merasa wanita itu sudah tertidur pulas, Joe Nathan menoleh dan menatapnya.


Joe Nathan bangkit dari duduk, ia mulai menggendong tubuh Violet untuk memindahkanya ke tempat tidur. Joe Nathan memandangi wajah cantik wanitanya dan dia berbaring di dekatnya. malam itu Violet tidur di temani hangatnya tubuh Joe Nathan yang memeluknya sepanjang malam.


Saat langit malam tergantikan dan mentari mulai terbit di pagi hari. Violet membuka kedua kelopak matanya, ia terdiam sejenak dan perlahan mulai sadar akan sepasang tangan telah melingkar di perutnya, sepasang tangan kekar itu milik Joe Nathan yang menghangatkan malamnya.


Violet menoleh ke belakang dan menatap Joe Nathan yang masih terlelap dalam tidurnya, ia merubah posisi perlahan agar tidak membangunkan tidurnya, Violet pun menenggelamkan wajanya di dada bidang Joe Nathan, ia melingkarkan tanganya di perut Joe Nathan untuk membalas pelukan hangatnya.


"Kamu hangat Joe.." Ucap Violet, ia memejamkan matanya lagi.


Cup~ Joe Nathan mengecup keningnya di pagi hari hingga membuat Violet terkejut dan langsung membuka kedua kelopak matanya lagi.


"Sayang, pelukanmu membuatku merasakan hal lain." Ucap Joe Nathan.


"Hal lain?" Batin Violet.


Sepasang mata Violet langsung membelalak saat ia mulai mengerti hal lain yang Joe Nathan maksud itu apa. dengan sigap Violet langsung melepaskan pelukanya dan ia terperanjak.


"Mau kemana?" Tanya Joe Nathan, ia menarik Violet kembali untuk berbaring di dekatnya.


"Hahaha~" Violet tersenyum kaku. "Aku mau mandi." Ucapnya mulai beranjak lagi.


"Diam atau aku akan membantumu mandi." Saut Joe Nathan, kini pria itu berada di atas tubuh Violet yang membeku.


"Sayang." Panggil Joe Nathan.


"Heemm?" Saut Violet.


"Aku sangat mencintaimu." Ucap Joe Nathan, dia menarik selimut tebalnya dan menutup seluruh tubuh bersama Violet di dalamnya.


"Joe! iiiihh geli! hahahaa~ diam! Joe Nathan!" Ucap Violet.


"Cium aku dulu baru aku lepaskan." Saut Joe Nathan.


"Hahahahaha....." Tawa bahagia itu terdengar hingga keluar kamar. sepasang kekasih itu bercanda di atas tempat tidur di bawah selimut yang menutup sekujur tubuh keduanya.


"I Love You Joe.."


"I Love You to sayang."


"Hahahaha...."


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏