
Sesaat setelah Violet pergi meninggalkan restoran, Joe Nathan mengakhiri panggilan dari sekertaris Andrew. sesuai janjinya, dia hanya sebentar meninggalkan Violet sendirian di kursinya. Joe Nathan memutar tubuh sambil dia menyimpan ponselnya di dalam saku jas, Joe Nathan memperlambat langkahnya saat dia tidak melihat kehadiran Violet di kursinya.
"Violet?" Batin Joe Nathan.
Joe Nathan menoleh ke sisi kanan dan kiri dengan pandangan kedua bola mata yang berkeliaran mencari wanita cantik bergaun hitam, Joe Nathan melangkah sambil dia melihat satu persatu wanita yang ada di dalam restoran itu.
"Apa mungkin pergi ke toilet?" Batin Joe Nathan.
Joe Nathan memutar tubuh dan menatap ke arah toilet wanita, dia melangkah cepat dengan perasaan yang mulai dipenuhi ke khawatiran. saat ini Joe Nathan sudah berdiri di depan pintu toilet wanita, dia menghentikan seorang wanita yang baru saja keluar dari dalamnya.
"Nona apa kau melihat wanita cantik bergaun hitam di dalam?" Tanya Joe Nathan.
"Tidak ada tuan, di dalam kosong."
"Kosong?"
"Iya, permisi tuan."
Wanita itu pergi, Joe Nathan seolah tidak percaya, ia masuk kedalam dan membuka pintu toilet satu per satu. Joe Nathan segera keluar dan mencari di tempat lain setelah dia memastikan sendiri jika Violet benar-benar tidak ada di dalam.
"Pelayan." Panggil Joe Nathan.
"Iya tuan."
"Melihat wanita cantik bergaun hitam? dia duduk di sana." Tanya Joe Nathan sambil dia menunjuk kursi tempat Violet duduk.
"Tadi masih ada di sana tuan."
"Apa saya bisa cek CCTV resoran?"
"Bisa tuan tapi harus seizin manager restoran."
"Aku ingin menemuinya."
"Baik, ikut saya tuan."
Joe Nathan membuntuti pelayan menuju ruang manager restoran.
*Kediaman keluarga Zayn.
Zayn Keenan yang saat itu hendak menuju kamarnya, dia terhenti di depan pintu kamar Violet yang di jaga dua patung hidup di sisi kanan dan kiri pintu kamarnya. saat itu juga Zayn mengurungkan niatnya dan dia menghampiri pintu kamar Violet.
"Buka." Perintah Zayn pada para pengawalnya dan salah satu dari mereka pun membuka pintu kamar Violet.
Pintu kamar terbuka lebar, nampak kamar yang sangat gelap tanpa satupun cahaya yang dapat meneranginya. Zayn Keenan masuk dan menutup pintu kamar itu, dia terdiam di pintu mendengar suara tangisan wanita yang sangat di gilainya.
Ctakkk.... Lampu kamar itu menyala, Zyan terdiam menatap wanita cantik bergaun hitam yang saat ini berbaring di atas ranjang dengan kedua tanganya yang masih terikat di belakang tubuh. Zayn menghampirinya dan duduk di dekat wanita itu, dia menoleh dan menatap wanita yang berpenampilan kacau di hadapanya.
Zayn bangkit dari duduk, ia meraih tisu dan sisir yang ada diatas meja rias, dia kembali duduk di dekat Violet.
"Sayang.. kamu kemana saja? aku sampai frustasi mencarimu." Ucap Zyan, dia mengusap air mata Violet dengan tisu namun Violet hanya diam.
"Selama ini kamu tinggal di mana? bersama siapa? apa Harry bersamamu?" Tanyanya lagi dan Violet masih diam seribu bahasa.
Zayn terdiam menatap wanita yang bahkan tidak menganggap kehadiranya, dia meletakan tisu bekas pakai itu di atas meja di dekat tempat tidur Violet. Zayn meraih sisir dan dia mulai menyisir rambut panjang wanita yang telah lama menghilang dari pandanganya.
Zayn meletakan sisir dalam genggaman tanganya di atas meja setelah dia selesai menyisir rambut Violet, Zayn mulai meraih tangan Violet yang terikat oleh dasi salah satu pengawal. Zayn membuka ikatanya dan terdiam menatap kedua pergelangan tangan Violet yang melebam biru.
Cup~ Zayn mencium kedua punggung telapak tangan wanita yang merasa semakin hancur saat Zayn semakin banyak menyentuh bagian-bagian tubuhnya, meski itu hanya sepasang tangan, Violet seolah tidak terima.
"Kenapa kamu masih menangis?" Tanya Zayn.
Zayn meraih dagu Violet untuk meminta wanita itu tidak membelakanginya lagi, Violet pun berbaring dan dia langsung bangkit, Violet duduk dan perlahan mundur menjauh dari jangkauan Zayn Keenan.
Zayn terdiam menatapnya, wanita yang semakin meringsek kebelakang menjauh darinya, membuat Zayn tertunduk memejamkan mata dengan suara desahan kecewa. Zayn bangkit dari duduk dan dia melangkah menghampiri Violet, Violet hendak menjauh lagi namun Zayn segera meraih kedua lenganya, Zayn merebahkan tubuh Violet di atas tempat tidur.
"Tuan anda terlalu dekat!" Ucap Violet, dia gemetar ketakutan dengan air mata yang belum juga berhenti mengalir.
"Kenapa? kenapa aku tidak bisa dekat dengan calon istriku?" Tanya Zayn, dia menatap mata Violet sangat dalam.
"Aku tidak mencintaimu tuan, tolong lepaskan aku dan ayah." Pinta Violet memohon lagi.
"Lalu siapa yang kamu cintai sayang? aku ingin kamu memberitahuku." Tanya Zayn namun Violet terdiam dan tidak bisa menjawab, dia tidak akan melibatkan Joe Nathan.
"Violet sayang, aku akan mempercepat tanggal pernikahan kita." Ucap Zayn, dia meraih tangan Violet untuk menciumnya lagi, namun Zayn terhenti seketika setelah sadar jika sebuah cincin berlian telah melingkar di jari manis wanitanya.
"Cincin pertunangan kita kamu tinggalkan. lalu siapa yang memberimu cincin ini? siapa yang sudah berani memasangkan cincin pertunangan di jari manis wanita milik Zayn Keenan? siapa dia? jawan Violet!" Tanya Zayn sambil dia menggoyang kasar kedua lengan Violet.
"Cincin ini aku membelinya." Saut Violet, dia menangis semakin menjadi.
Kedua bola mata Zayn yang semula membelalak seketika meredup, dia mendekatkan wajanya ke wajah Violet yang masih tertahan berbaring di atas tempat tidur. Violet menelan ludah saat dia melihat Zayn semakin dekat denganya, Violet pun mencoba untuk melepaskan kedua tangan Zayn dari kedua lenganya.
"Anda mau apa tuan?" Tanya Violet semakin panik.
"Sudah aku katakan kamu adalah wanita milik Zayn." Saut Zayn, dia berbicara dengan wajah yang hanya berjarak beberapa cm saja dari wajah Violet yang mematung tidak bergerak.
"Kenapa kamu sangat tegang sayang? kamu bahkan mematung seperti ini?" Tanya Zayn.
Violet sungguh sangat takut pada pria itu, dia menatap sepasang mata Zayn yang mulai memperhatikan tiap inchi dari wajahnya, di dekat pria itu sungguh membuat Violet merasa sangat sesak nafas.
Violet yang tidak sanggup lagi menatap mata Zayn, dia mengalihkan pandanganya ke samping dan air mata menetes berbarengan saat dia menutup kedua kelopak matanya.
Kedua kelopak mata wanita itu kembali terbuka dan sepasang bola matanya membelalak saat dia merasakan hidung mancung Zayn Keenan bersentuhan dengan lehernya, Violet semakin membeku.
Zayn mulai melu*mat dan menikmati leher wanita muda itu, Zayn bahkan memejamkan mata untuk merasakan nikmatnya. air mata Violet semakin deras saat dia merasakan setiap desir pergerakan dari lidah dan bibir pria yang saat ini ada di atas tubuhnya.
🌸Stay With Me Violet🌸
Jangan lupa dukung author:
Vote
Like
Love
Komen positif
🙏