Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
"Besok?"




Mendengar pernyataan cinta pria itu Violet lantas mengalihkan pandanganya lagi kedepan, ia tidak menjawabnya, bahkan tidak berniat untuk menjawabnya.


Melihat Violet hanya diam, Zayn pun meraih kepalanya, ia menyandarkan kepala wanita itu di pundaknya. namun Violet segera menjauh lagi dan Zayn meraihnya lagi, tidak berhenti sampai wanita itu menyerah dan pada akhirnya Violet pun menyerah, ia duduk di atas kap mobil mewah itu di sisinya, bersandar di pundaknya.


Tidak henti air mata mengalir, Violet sungguh hanya bisa meratapi nasib akan dirinya yang harus selalu bersentuhan dengan pembunuh orang-orang yang sangat ia sayangi. entah dosa apa yang ia lakukan di masa lalu atau dosa apa yang kedua orang tuanya lakukan di masa lalu. kenyataanya semua ini sangat berat baginya. ia sedikitpun tidak memiliki cinta pada sosok Zayn Keenan. maka sekuat apapun pria itu berusaha menyita hatinya atau bersikap sangat lembut patanya bahkan memberinya se isi dunia sekalipun. sungguh semua hanyalah sia-sia.


Suasana malam di pantai itu sangat sejuk, angin pantai bahkan mampuh memberinya sedikit ketenangan, ia hanya diam mendengarkan suara gemuruh ombak sambil bersandar di pundak Zayn Keenan. wanita itu pun menghapus air mata dengan menggunakan telapak tanganya.


Menyadari akan wanitanya terus menangis, Zayn pun merebahkan kepala wanita itu di dadanya, ia memeluknya sangat erat hingga membuat Violet semakin deras menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya. Violet bahkan mulai tidak bisa menahan suara tangisnya, sungguh demi apapun hatinya sangat rapuh, ia sedih, ingin sekali menangis sangat kencang hingga semua bebanya terlepaskan. hingga kini wanita itu sungguh-sungguh melakukanya, suara tangisnya mulai terdengar di telinga Zayn Keenan, tangisan yang terdengar sangat memilukan.


Malam itu sangat terang, rembulan membulat sempurna menemani malamnya bersama pria gila itu, bintang-bintang bahkan berkedip menatapnya, mereka mungkin ikut bersedih bersamanya atau mungkin... mereka bahagia melihatnya bersama dengan prianya.


"Aku tidak mencintaimu tuan Zayn." Ucap Violet.


Zayn Keenan mendengarnya, ia masih menatap wanitanya yang saat ini berada di pelukanya, bersandar di dadanya, mendengarkan detak jantungnya. ia menatap sendu wanita itu dan mengucap..


"Biar aku saja yang mencintaimu."


🍁🍁🍁🍁


Waktu terus berputar, berdetak tiada henti. di rumah sakit Joe Nathan mulai membuka sepasang kelopak matanya, ia telah bangun dari tidur panjangnya hingga membuat nyonya Rea dan tuan Jasson sangat bahagia.


Ditempat lain Axel Zayn tidak bisa duduk manis, ia di sembunyikan oleh adiknya Racel Zayn di sebuah mansion milik Racel, tentu tempat itu sangat aman untuk Axel mengingat Zayn Keenan tidak pernah mengunjungi mansion milik putrinya.


Axel Zayn menghampiri jendela, ia membuka tirai dan mendapati mansion milik Racel itu di penuhi patung manusia di setiap sisinya. pria muda itu pun mulai menyadari akan sesuatu.


"Kamu menahan kakak di sini Racel?" Gumam Axel Zayn.


Axel memutar tubuh dan duduk di atas tempat tidur, ia terdiam dengan pandangan kosong.


"Apa maksud dari ini semua Racel Zayn? apa kamu berpihak pada ayah? bukan pada kakak?" Ucap Axel.


Tok... tok...


Seseorang mengetuk pintu dan masuk kedalam kamar gelap itu, Axel menoleh ke arah pintu dan ia bisa memastikan jika yang datang adalah seorang wanita, Axel dapat melihat sosoknya dari pantulan cahaya dari luar kamar yang mengambarkanya di lantai.


Ctakk... tap.. tap.. tap..


Lampu satu per satu menyala hingga menerangi se isi kamar mewahnya. Axel Zayn pun hanya diam duduk di atas tempat tidurnya menatap mata wanita yang datang untuknya.


"Kakak tidak senang melihatku datang?" Tanya Racel.


"Kamu mengurung kakak di sini?" Tanya Axel.


"Tempat ini paling aman, ayah tidak akan menemukanmu di sini." Sahut Racel, ia melangkah anggun menghampiri kakanya, ia duduk di dekat Axel dan memeluknya sangat erat.


"Aku merindukanmu kakak." Ucapnya.


"Kakak pulang untuk Violet, jika kakak terus di sini...."


"Jangan panggil nama itu lagi." Sambar Racel, ia memotong pembicaraan Axel.


"Kakak harus menemuinya." Ucap Axel, ia bangkit dari duduk dan bergegas pergi.


Racel pun bangkit dari duduk dan menyusulnya, ia berjalan sangat anggun dan tersenyum saat ia melihat kakaknya terdiam di pintu karena para bodyguard menutup jalanya.


"Kakak akan tetap di sini sampai semua telah aman." Ucap Racel, ia terhenti sambil melipat sepasang tanganya di dada.


"Apa maksudmu semua telah aman? apa yang harus aku tunggu hingga aku harus bersembunyi?" Tanya Axel, ia menoleh pada adiknya.


Axel lantas membuntuti adik wanitanya, ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Racel padanya.


"Sudah 4 hari kakak di mansion, berikan kunci mobilmu sekarang." Ucap Axel ia masih mengikuti kemana adiknya melangkah.


"Untuk apa?" Tanya Racel, ia sungguh sangat tenang dan bertanya bahkan tidak menoleh.


"Racel Zayn." Panggil Axel, kali ini Racel menoleh dan menatap wajah kakaknya sangat datar menatapnya.


"Cepat makan." Sahut Racel, wanita itu pun sangat datar menatap mata kakaknya.


Axel terdiam, ia lantas menghampiri Racel dan merampas kunci mobil yang sedang di genggamnya.


"Kakak!" Panggil Racel.


Axel Zayn terus melangkah, ia tidak berhenti meski Racel terus berteriak memanggilnya.


"Kakak!" Racel meraih perggelangan tangan Axel dan Axel langsung menepisnya.


"Kakak tidak mengerti apa yang sedang kamu lakukan Racel! apa sekarang kamu memihak ayah?" Tanya Axel.


"Kakak tidak perlu mengerti apa yang aku lakukan."


"Lalu untuk apa kamu melibatkan kakak?"


"Kembalikan kunci mobilku!" Pinta Racel, ia berusaha merampas kunci mobilnya namun Axel selalu menjauhkan kunci itu dari jangkauanya.


"Kakak!"


"Kakak harus menemui Violet." Sahut Axel, ia kembali melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


"Hahahaha.... untuk apa kakak mau menemui wanita sialan itu?" Tanya Racel.


Axel terhenti lagi dan menoleh, ia tidak terima Racel selalu memanggil Violet dengan sebutan wanita sialan, Axel mendekati adiknya dan menatap matanya seraya ia semakin mendekat.


"Kau terlambat kakak." Ucap Racel, ia begitu dalam menatap mata Axel.


"Apa maksudmu?" Tanya Axel, ia mulai mengerutkan dahinya.


"Besok... Violet akan resmi menjadi istri ayah secara hukum, dia akan menggantikan mamah... lalu untuk apa kakak mau menemuinya? besok dia akan resmi menjadi ibumu hahahaha.... sangat lucu bukan?" Ucap Racel pada Axel yang mematung dengan sepasang bola mata yang memerah dan berkaca.


"Besok Violet akan menikah dengan ayah?" Tanya Axel, suara pria itu bergetar seolah menahan amarah.


"Iya." Sahut Racel.


Mendengar jawaban Racel, Axel memutar tubuh sambil menggertakan giginya, wajahnya memerah bahkan urat-urat di wajahnya nampak sangat jelas.


"Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan ayah Violet, kau adalah milikku. milik Axel Zayn." Batin Axel.


Axel keluar dari mansion di ikuti Racel yang terus memanggil dan memintanya untuk berhenti. namun Axel seolah menjadi tuli, ia tidak menghentikan langkahnya dan masuk kedalam mobil.


Racel berusaha membuka pintu sambil ia memukuli jendela mobil mewahnya berharap Axel akan membuka pintunya.


"Kakak!!" Panggilnya saat mobil yang di kendarai Axel mulai menjauh dan menghilang dari pandanganya.


"Pria bodoh!!"


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....