Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
"Violet! tunggu aku!"




Kedua pelayan wanita itu telah selesai mengganti sprai, mereka lantas saling mencolek dan menghampiri Zayn Keenan penuh rasa takut. kedua pelayan itu menelan ludah seraya mereka tertunduk menghentikan langkah kaki tepat di hadapan Zayn Keenan.


"Tu.. tuan... sprainya telah selesai di ganti." Ucap salah satu pelayan.


Zayn pun mendongak dan menatap kedua pelayan wanita itu hingga pelayan lainya muncul dari dalam kamar mandi.


"Tuan Zayn, kamar mandi telah selesai di bersihkan." Ucap pelayan.


"Kalian semua pergilah." Perintah Zayn Keenan.


"Baik tuan."


Semua pelayan itu pergi dan menghilang di balik pintu, Zayn pun kembali menatap wajah wanitanya yang pucat, ia lantas segera bangkit dari duduk menggendong Violet dan merebahkanya kembali di atas tempat tidur.


Tok.. tok...


Seseorang mengetuk pintu, Zayn pun menoleh dan pintu kamarnya terbuka. rupanya Jeon telah sampai dengan dokter Hans di sampingnya.


"Silahkan masuk dokter Hans." Ucap Jeon.


Dokter Hans mengangguk, ia mengayunkan sepasang kakinya untuk menghampiri tuan rumah yang tidak lain adalah Zayn Keenan.


"Tuan Zayn, senang bertemu anda." Sapa dokter Hans, ia mengulurkan tangan untuk berjabat dengan konglomerat itu.


"Iya." Sahutnya singkat, Zayn pun menerima uluran tanganya.


"Ada apa memanggilku?" Tanya dokter Hans.


"Wanitaku sakit, cepat lihat keadaanya." Pinta Zayn.


Dokter Hans lantas menoleh ke arah tempat tidur, ia menatap wanita muda yang sangat cantik tengah berbaring di atasnya.


"Wanitaku?" Batin dokter Hans, ia mulai mengerutkan dahinya menatap Violet.


"Apa ada masalah?" Tanya Zayn hingga membuat dokter Hans tersadar dari pemikiran liarnya, Hans tertunduk saat ia merasa jika Zayn Keenan dapat menebak apa yang saat ini ia pikirkan.


"Ah~ tidak ada tuan, saya akan langsung memeriksanya." Sahut dokter Hans, ia mulai terbatah dan kedinginan meski suhu AC di ruangan itu normal.


Dokter Hans lantas meninggalkan Zayn Keenan di tempatnya berdiri, ia menghampiri Violet dan meletakan tas berisi alat medisnya di atas tempat tidur di dekat Violet, dokter muda itu pun langsung memeriksa kondisi Violet saat ini.


🍁🍁🍁🍁


Ditempat lain, Axel Zayn kembali membuka matanya, sayup-sayup ia menatap lampu-lampu sebuah ruangan mewah namun terlihat sangat asing baginya. Axel lantas menoleh ke sekeliling, ia melihat beberapa pria berjas hitam dengan logo mata elang di dadanya tengah tertidur pulas. mereka semua tidur di sembarang tempat, ada yang di sofa bahkan ada juga yang tertidur dengan posisi duduk di kursi jaga.


"Aaaahhh~" Erangnya lirih, Axel lantas meraih dadanya.


"Sakit!" Batin Axel.


Kondisi Axel saat ini semakin membaik setelah sebelumnya ia di hadiahi satu peluruh yang menembus dadanya. peluruh yang melesat dari senjata api dalam genggaman tangan ayahnya.


Meski sangat sakit, nyatanya pria muda itu sangat gigih untuk ia segera ingin bangkit. Axel tidak mau berlama-lama dalam tahanan ayahnya. ia pun mulai menggunakan sikunya untuk menopang tubuh dan perlahan ia bisa menekan tuas ranjangnya untuk mengambil posisi duduk.


"Violet.. dimana dia sekarang? apa dia baik-baik saja?" Batin Axel Zayn, ia duduk bersandar di ranjangnya dengan tatapan kosong.


Axel mulai menatap sekeliling, ia melihat jam dinding saat ini waktu menunjukan pukul 05:01 pagi dan Axel kembali menatap para bodyguard ayahnya.


"Mereka semua tertidur, saat ini waktu yang paling tepat untuk meninggalkan tempat ini." Batin Axel.


Axel Zayn tidak ingin membuang waktu, selintas pemikiran untuk melarikan diri itu muncul dan saat itu juga ia berusaha beranjak dari tempat tidurnya. meski susah payah dan sakit luar biasa, sungguh Axel tidak mau hanya diam dibawah pengawasan para bodyguard ayahnya.


Axel Zayn mulai menurunkan sepasang kaki jenjangnya hingga ia kini berdiri di sisi ranjang, ia tertundunk dengan tangan kanan yang memegangi dadanya, bibir pria itu memucat, ia gemetar sekujur tubuh menahan rasa sakit, kini sepasang kakinya mulai melangkah perlahan.


"Aku tidak mungkin meninggalkan tempat ini dengan stelan pakaian rumah sakit." Batin Axel.


Sepasang bola mata Axel Zayn kembali memperhatikan sekeliling hingga ia melihat sebuah mantel yang tergeletak di atas sofa milik salah satu bodyguard ayahnya. Axel pun menghampiri dan meraih mantel itu, ia memakainya dan melangkah perlahan menuju pintu tanpa satu bodyguardpun menyadarinya.


Berhasil keluar dari dalam ruang perawatan, Axel Zayn melangkah cepat sambil ia meringis kesakitan memegangi dadanya, wajah pria itu semakin memucat dan tiba-tiba ia menghentikan langkah kakinya, Axel segera menyembunyikan diri di balik dinding salah satu ruangan saat ia melihat pria berjas hitam dengan logo mata elang di dadanya, pria itu menuju kamar inapnya bersama seorang dokter dan suster.


"Gawat, mereka akan segera menyadari jika aku melarikan diri, aku harus keluar dari tempat ini secepat mungkin." Batin Axel.


Sadar akan sebentar lagi para bodyguard Zayn Keenan akan menyadari jika ia pergi, tanpa pikir panjang Axel melanjutkan langkahnya, ia melangkah semakin cepat hingga ia berulang kali menabrak suster di dalam rumah sakit itu.


Dengan langkah sempoyongan, Axel Zayn menabrak lengan seorang suster lagi, namun kali ini suster itu menoleh padanya.


"Tuan! tunggu!" Panggilnya.


Dengan nafas terpenggal-penggal Axel tidak berhenti, ia semakin kuat mencengkram pakaianya menahan rasa sakit yang menusuk di dada, jujur saja saat ini pandanganya mulai kabur, ia tidak dapat melihat dengan jelas namun ia pun tidak akan menyerah begitu saja.


"Violet! tunggu aku!" Ucapnya.


"Tuan! tunggu!" Panggil suster.


Sadar akan suster itu terus mengikuti dan memanggilnya, Axel takut semua orang di tempat itu akan menyadari jika ia hendak melarikan diri. tanpa banyak pertimbangan Axel pun menghentikan langkahnya, ia merasa jika ia harus membereskan suster itu dulu. Axel lantas memutar tubuh dan melangkah cepat menghampirinya.


Suster wanita itu pun terkejut saat ia melihat Axel mendekat dengan ekspresi wajah mengerikan, ia lantas melangkah mundur.


"Tuan! eemmm~"


Axel meraih lengan suster itu sambil membungkam mulutnya, ia lantas mendorongnya ke sisi dinding, "Diam!" Perintahnya, semakin kuat ia membungkam mulut suster dengan menggunakan telapak tangan kananya, sepasang bola mata suster itu pun kini membelalak, ia sangat ketakutan.


"Dengar! Aku tidak bisa terus berada di sini, aku harus pergi untuk menemui kekasihku! dia pasti ketakutan sendirian! aku harus menemuinya! kau jangan berisik mengerti! atau aku akan merobek mulutmu!" Ucapnya.


"Eeemm!" Sahut suster, ia mengangguk cepat tanda ia mengerti. Axel lantas melepaskanya dan melanjutkan langkahnya semakin cepat.


"Tuan!" Panggil suster.


Axel terhenti lagi, ia menoleh dan menatap suster itu nampak gemetaran menatapnya.


"Aku bisa membantu anda keluar dari rumah sakit tanpa pemeriksaan petugas keamanan di pintu utama." Ucapnya.


Axel Zayn terdiam, ia lantas menoreh senyum pada suster itu.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....