Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Datanglah bekerja lagi besok !




Zayn pun terdiam menatap Violet yang menolaknya. perlahan ia memalingkan wajahnya dan melihat ponsel Violet yang tergeletak di lantai, Zayn pun melangkahkan kaki untuk mengambil ponsel Violet yang mati selama 3 hari terakhir.


"Ponselmu mati, aku akan is dayanya."ucap Zayn yang beranjak pergi untuk mengisi daya ponsel Violet.


"Biar aku yang melakukanya."saut Violet yang tidak ingin Zayn mengetahui isi ponselnya.


Violet merampas ponselnya dari tangan Zayn dan bergegas mengisi daya. Zayn pun nampak membiarkan Violet yang melakukanya. Violet pun meletakan ponselnya di atas meja. dan melangkah menuju pintu kamar untuk keluar.


"Mau kemana?"tanya Zayn yang masih berdiri di dekat tempat tidur Violet.


"Kedapur."saut Violet yang berusaha menghindari Zayn.


Violet pergi kedapur dan membongkar kulkas, dia lebih baik menyibukan diri di dapur daripada harus berlama-lama bersama Zayn. para pelayan nampak melarangnya untuk melakukan aktivitas di dapur.


"Nyonya tuan Zayn sedang ada di sini, biar kami yang melakukanya, anda tinggal bicara saja mau makan apa?"ucap pelayan di rumah mewah itu.


"Aku akan melakukanya sendiri."saut Violet.


"Tapi nyonya tuan akan..."ucap Pelayan.


"Dia tidak akan menyakitimu, pergilah."saut Violet.


Pelayan yang ketakutan mereka nampak saling mencolek dan menoleh ke pelayan lainya, merekapun kaget setelah melihat Zayn masuk ke dapur. dengan cepet kepala pelayan menghampiri Zayn Keenan.


"Maafkan saya tuan, tapi nyonya ingin melakukanya sendiri."ucap kepala pelayan yang membungkukan badanya pada Zayn.


Zayn pun kanya mengangkat tanganya dan memberi kode kepada kepala pelayan untuk mereka segera pergi dari tempat itu, merekapun dengan sigap langsung melaksanakan perintah tuanya. di dalam dapur besar itu hanya ada Zayn dan Violet yang nampak tidak perduli dengan kehadiran Zayn.


Zayn pun duduk di kursi yang ada di dapur, dia memperhatikan Violet yang menyibukan diri dengan pisau dan beberapa jenis lauk yang belum di oleh.


"Kamu bisa masak?"tanya Zayn yang bangkit dari duduknya dan menghampiri Violet yang sibuk.


"Sedikit."saut Violet pada Zayn tampa melihat wajah Zayn.


Zayn memeluknya dari belakang namun Violet pun dengan cepat melepas tangan Zayn yang ada di pingganya. Zayn nampak mematung melihat sikap Violet yang jadi semakin dingin padanya.


"Apa kau sedang menghindariku?"tanya Zayn yang menatap Violet.


Violet tidak menghiraukan pertanyaan Zayn padanya, dia hanya diam saja dan melakukan aktivitasnya.


"Cih....ku harap kau tidak lupa bahwa kau adalah calon istriku."ucap Zayn tersenyum kecut. namun Violet benar-benar tidak berniat untuk bercakap dengan Zayn.


Melihat Violet yang hanya diam dan tidak menghiraukanya, Zayn pun tidak dapat bersabar lagi, dia dengan cepat melangkah menghampiri Violet dan meraih dagu Violet agar dia menatap wajahnya. Zayn melakukanya dengan sangat kasar hingga Violet kesakitan.


"Sayang.. kuharap kamu jangan menguji kesabaranku."ucap Zayn yang menekan dagu Violet dengan tanganya.


"Tuan.. Anda tidak perlu mengingatkanku berulang kali karena akau tidak akan melupakan tentang ini seumur hidupku."saut Violet dengan mata yang berkaca.


Melihat Violet yang hampir menangis lagi Zayn pun dengan cepat melepaskanya dan pergi begitu saja meninggalkan Violet.


"Besok datanglah ke kantor untuk bekerja lagi!"ucap Zayn sambil melangkah cepat meninggalkanya.


Violet pun menundukan kepalanya dan melanjutkan aktivitasnya.


"Pria gila."ucap Violet yang meneteskan airmatanya.


Waktu terus berputar, Violet melewati waktunya hanya berdiam di kamar dan melamun lagi, tidak ada semangat untuknya menjalani semuanya.


Sedangkan Axel nampak berdiam di dalam mobilnya dan memperhatikan kediaman Violet dari jauh. Axel melihat mobil ayahnya yang keluar dari gerbang rumah itu dan dia pun memutuskan untuk kembali kekantor.


Di kantor Nathan masih memandangi ponselnya, dia merindukan Violet yang menghilang dari pandanganya. seketika Nathan pun terkejut melihat Violet mulai Online. Nathan pun dengan sigap menelpon Violet.


Deerrttt.....Violet memeriksa ponselnya yang bergetar.


"Joe Nathan?"ucapnya dalam hati.


Violet pun menyambungkan panggilan dari Nathan.


"Violet. apa yang terjadi? kenapa tidak datang bekerja? kenapa sulit sekali di hubungi? aku kerumahmu tapi di sana banyak sekali pengawal di setiap sisi rumah. aku tidak di izinkan untuk masuk dan menemuimu. bicaralah Violet."ucap Nathan khawatir.


"Aku baik-baik saja."saut Violet.


"Ia."saut Violet.


"Kenapa tidak bisa di hubungi? kau membuatku khawatir."tanya Nathan lirih.


"Aku hanya ingin istirahat."saut Violet.


"Jangan sembunyikan apapun padaku Violet, bicaralah jika ada kesulitan."ucap Nathan.


"Ia."saut Violet singkat.


"Aku merindukanmu."ucap Nathan.


Violet hanya diam dan tidak menjawab Nathan.


"Aku akan akhiri panggilan, bekerjalah yang fokus."ucap Violet yang bergegas mematikan sambungan telpon dari Nathan.


Nathan pun terdiam dia nampak menatap ponselnya dan bertanya-tanya, sikap Violet berbeda padanya.


***


Keesokan harinya Violet pun datang kekantor sesuai perintah Zayn padanya, namun Violet kali ini nampak lebih dingin dari Violet yang sebelumnya.


"Violet."sapa Nathan yang menghampiri kursi Violet.


"Ia."saut Violet tanpa senyum di wajahnya.


"Sudah lebih baik?"tanya Nathan.


"Ia."saut Violet lagi.


"Kau marah padaku?"tanya Nathan menatap Violet yang nampak tidak terlalu merespon.


"Tidak. aku hanya sibuk."saut Violet.


"Jika begitu aku tidak akan mengganggu lagi, Aku akan Meeting bersama tamu dari PT. NV mungkin akan sedikit lama. kamu jangan lupa makan siang."ucap Nathan yang masih menatap Violet dang dingin padanya.


"Ia."saut Violet.


Joe Nathan pun melangkah meninggalkan Violet yang nampak lain, kali ini Nathan tidak akan mudah melewati harinya.


Kriing....telpon di meja Violet berdering, diapun mengangkatnya.


"Datang keruanganku!"ucap Axel dari telpon.


Violet pun langsung menutup telponya dan datang menemui Axel di ruanganya. dia mengetuk pintu dan masuk.


"Kemana saja kau? tidak masuk bekerja selama 3 hari tanpa izin dan tampa rasa malu masuk lagi?"tanya Axel yang mencari alasan agar bisa bertemu Violet.


"Aku tidak akan masuk lagi jika bukan karena ayah anda yang menyuruhku."saut Violet dengan wajah datar.


"Kau menggunakan ayahku sebagai alasan? kau pikir kau siapa? bisa seenaknya seperti itu?"ucap Axel sambil mengetuk pulpenya di atas meja.


"Jika anda tidak senang anda punya kewenangan untuk memecatku dan aku tidak perlu repot untuk datang lagi ketempat ini."saut Violet tegas.


"Kau lupa sedang bicara pada siapa?"tanya Axel yang menghampiri Violet.


"Apa aku salah bicara?"tanya Violet.


"Jangan pernah berharap aku akan memecat karyawan tidak sopan sepertimu! sebelum aku puas membuatmu menangis di tempat ini!"ucap Axel memegang dagu Violet.


"Lakukan saja apa yang membuat anda senang."saut Violet yang menepis tangan Axel dari dagunya.


"Cih.."senyum kecut Axel yang terkejut dengan sikap Violet yang berubah 180 derajat.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™