Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Kelemahan Ben




"Baik tuan." Sahut Jeon.


Saat itu juga Jeon langsung melaksanakan perintah dari tuanya, ia keluar dari dalam ruangan Zayn Keenan menuju ruang Presdir Axel Zayn untuk menemui Ben.


Jeon mengetuk pintu dan masuk, ia melihat Ben sedang sibuk dengan salah satu dokumen yang menumpuk di atas mejanya, itu semua adalah dokumen yang harus Axel Zayn tanda tangani.


Sadar akan kehadiran seseorang di dalam ruanganya, Ben mendongak dan bersandar di kursinya, ia menatap datar seorang Jeon yang sangat-sangat jarang datang ke ruangan itu. kali ini Ben sadar akan ia pasti akan mendapatkan masalah.


"Selamat sore tuan Ben, tuan Zayn Keenan memanggil anda keruanganya." Ucap Jeon.


Dengan wajah datar tanpa ekspresi Ben hanya menjawab "Iya, aku akan segera datang." Sahutnya.


"Baik, permisi tuan." Ucap Jeon, ia mulai memutar tubuh dan meninggalkan ruangan.


Pletakkk!!


Ben melemparkan pena yang di genggamnya ke atas meja, ia mendongak sambil mengibas rambutnya kebelakang.


"Apa Zayn menyadari jika aku membantu Axel?" Gumamnya.


Ben bangkit dari duduk, ia keluar dari dalam ruangan dan langsung menuju ruangan pribadi CEO untuk menemui Zayn Keenan yang entah kenapa kali ini dia datang ke Perusahaan One Zayn Group meski di sana tidak ada Axel Zayn putranya.


Ben mengetuk pintu dan masuk, ia melihat Zayn Keenan sedang duduk bersandar di sofa dengan kaki yang menumpang dan kedua tangan yang merentang di atas sandaran sofa. Zayn di dampingi Jeon yang hanya berdiri di dekatnya bagaikan patung hidup.


"Sekertaris Ben." Sapa Zayn, ia tersenyum dan bangkit dari duduk.


Ben mendekat dan tuan Zayn mengulurkan tangan untuk berjabat, sejenak Ben terdiam dan ia mengulurkan tangan untuk menerimanya, saat itu mereka berjabat dengan senyum yang tertoreh di wajah Zayn sedangkan Ben hanya diam dengan wajah datar, Ben tidak dapat menerjemahkan senyuman Zayn Keenan kali ini.


"Silahkan duduk." Ucap Zayn.


Ben patuh, ia duduk di sofa tepat di hadapan Zayn sedangkan Zayn kembali duduk seperti semula, pria itu menatap mata Ben sangat tajam hingga membuat Ben merasa ada yang salah dengan situasi saat itu.


Jeon menghampiri kulkas, ia menyuguhkan dua kaleng kopi dingin untuk tuanya dan Ben. Zayn pun mengulurkan tangan pada Jeon dan Jeon menyerahkan sebuah dokumen padanya.


Zayn meletakan dokumen itu di atas meja di hadapan Ben, Ben menatap dokumen itu dan mulai menebak-nebak apa isi di dalamnya.


"Silahkan di baca." Ucap Zayn.


Ben kembali menatap Zayn yang saat itu kembali bersandar di sofa tempatnya duduk saat ia telah meletakan dokumen itu di atas meja, Ben langsung meraih dokumen itu dan membaca tiap lembar dari dalamnya.


"Ini? ini semua.... data pribadi perusahaan dan keluargaku?" Batin Ben, ia mulai gemetar dan menatap mata Zayn Keenan yang sangat tajam.


"Hahahaha... Sekertaris Ben, bisnis ayahmu sedang berkembang pesat. jelas reputasi perusahaan ayahmu sangat bagus saat ini. ibumu juga seorang dokter bedah jantung yang sangat hebat. tentu kau tau apa yang bisa aku lakukan bukan?" Ucap Zayn, ia tidak basa-basi dan langsung ke intinya.


"Dia bisa membuat keluargaku semakin sukses dan dia juga bisa menghancurkan mereka dengan satu perintah saja." Batin Ben.


Zayn telah tau apa kelemahan dari Ben, maka ia langsung menyerang pria muda itu tepat di pusat terlemahnya. kali ini Ben tertunduk, ia sadar jika dirinya tidak akan bisa menghindar dari Zayn Keenan.


"Apa yang anda inginkan dariku tuan Zayn?" Tanya Ben.


"Hahahaha.... kau pemuda yang cepat tanggap dan pintar. aku hanya perlu, kau bekerja sama denganku." Ucap Zayn.


🍁🍁🍁🍁🍁


Joe Nathan memeluknya dari belakang, ia terus menggelendoti Violet dan mengikuti kemanapun langkah kaki wanita yang saat ini sedang melakukan aktivitasnya.


Violet menoleh, cup~ dia mengecup bibir pria tampan itu dan mencubit hidungnya, "Kamu sangat mengganggu aktivitasku, pergi duduk sebelum seisi rumah ini melihat perilakumu yang seperti ini." Ucapnya.


Joe Nathan tersenyum namun ia tidak juga melepaskan pelukanya, pria itu malah menyandarkan kepalanya di pundak Violet dan pada akhirnya Violet membiarkan pelayan yang menyiapkan semuanya.


"5 Hari lagi kita akan sah sayang." Ucap Joe Nathan.


"Laluuuu?" Tanya Violet, ia mendongak menyandarkan kepala di pundak Joe Nathan.


Cup~ Joe Nathan mengecup leher Violet dan pasangan itu pun tertawa saat Violet merasa geli dan langsung menyatukan pundak dengan kepalanya.


"Hey.. kenapa kamu mengerucut seperti ini hah? kemarilah biar aku menciumu di tempat yang lain." Ucap Joe Nathan.


"Hahaha... Sayang, lepas nanti ayah lihat kita akan kehilangan muka." Sahut Violet, ia melepaskan diri dari Joe Nathan yang manja dan selalu ingin menempel padanya.


Violet berhasil melepaskan diri, ia tersenyum pada Joe Nathan dan memutar tubuh untuk hendak melanjutkan aktivitasnya, namun baru ia memutar dan 1 kali melangkahkan kaki, Violet terhuyung saat ia menabrak seseorang yang saat itu berada di dekatnya.


Seseorang itu langsung menangkap tubuhnya dan seketika keduanya membeku saling menatap sangat dalam.


"Kenapa anda selalu muncul di mana-mana dan mengagetkanku tuan Axel?" Tanya Violet.


Joe Nathan pun langsung meraih lengan Violet, ia langsung menariknya menjauh dari Axel Zayn.


"Selamat malam." Sapa tuan Harry, ia langsung menyapa saat melihat kedua pria muda itu saling berhadapan lagi.


"Ayah ayo makan, semua sudah menunggu." Ucap Violet, ia segera meraih tangan ayahnya.


"Hahaha... apa ayah terlalu lama? ayo kita makan." Sahut tuan Harry.


Mereka mulai duduk memutari meja makan mewah dengan hidangan spesial di atasnya, namun kali ini tuan Harry sungguh tidak bisa berpikir jernih saat ia melihat kedua pria itu duduk di sebelah kanan dan kiri Violet putrinya. Violet menatap ayahnya yang juga saat itu sedang menatapnya, tuan Harry sadar akan putrinya yang merasa tidak nyaman karena kedua pemuda itu selalu menatapnya, memperhatikan semua yang ia lakukan.


"Hahaha... mari makan." Ucap tuan Harry.


Violet bangkit dari duduk ia mengambilkan nasi untuk ayahnya, di susul Joe Nathan dan Axel Zayn yang juga ingin di layaninya. Violet meletakan nasi di piring kedua pria itu, ia menuangkan air untuk Joe Nathan, "Apa kamu bisa menuangkan air untukku?" Tanya Axel, ia meletakan gelasnya di dekat Violet.


"Tentu saja tuan Axel." Sahut Violet, ia menuangkan air di gelas Axel dan kembali duduk untuk makan.


Sungguh suasana itu sangat tidak nyaman dan sangat canggung hingga Violet ingin segera menghabiskan makananya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ben Giorgino



🍁Stay With Me Violet🍁