
Axel mendapat perawatan dari dokter Hans, Racel nampak tidak dapat menerima akan kekacawan yang terjadi pada keluarganya. dia hanya berfikir..
"Jika saja ayah dan kakak tidak mengenal wanita itu, maka mereka tidak akan samapai seperti ini."ucap Racel dalam hati.
Waktu terus berputar tiada henti, Joe Nathan menutup rapat akan keberadaan Violet, sedangkan Zayn masih belum dapat menemukan keberadaan wanitanya.
"Tunggu aku, aku akan datang."ucap Joe Nathan dalam hati.
Joe Nathan datang untuk menemui tuan Hari dan Violet, dengan berbagai trik agar tidak di curigai. Joe Nathan sangat cerdas menutupi persembunyian Violet.
"Aku di depan rumah."isi chat yang Nathan kirim pada Violet.
Membacanya membuat Violet yang berbaring di atas tempat tidur langsung bangkit dan menemui Joe Nathan.
"Kau kembali?"ucap Violet berlari kepelukan Joe Nathan.
"Tentu saja, aku merindukanmu."saut Nathan.
"Dimana ayahmu?"tanya Nathan.
"SEpertinya ada di dapur, tadi dia bilang ingin membuat sesuatu untuku."saut Violet.
"Ayo temui ayahmu."ajak Nathan.
Nathan menaraik tangan Violet untuk menemui Hari ayahnya.
"Tuan Hari."sapa Nathan.
"Oh~ Nathan kau datang?"saut tuan Hari memeluk pria muda itu.
"Ia, untuk memastikan kalian baik-baik saja."saut Nathan tersenyum.
Merekapun mengobrol di ruang keluarga di dalam rumah itu, para pelayan melayani kebutuhan mereka sangat rapih dan ditel.
"Nathan aku sangat berterimakasih karena sudah membantu kami."ucap tuan Zayn.
"Jangan sungkan tuan Hari, kita kenal cukup lama."saut Nathan.
"Ia, kau pria baik. apa kau sudah ada pacar?"tanya Hari ingin tau.
"Tentu saja sudah ada."saut Nathan.
Mendengar jawaban Nathan Violet pun menoleh ke arahnya dan perlahan menundukan kepalanya lagi.
"Joe Nathan punya kekasih?"tanya Violet dalam hati.
"Wah.. siapa wanita beruntung itu?"tanya Hari penasaran.
"Wanita itu putrimu tuan.."saut Nathan menatap Violet.
Violet pun terkejut dan menatap Nathan lagi.
"Wah bagus, ayah akan merestui hubungan kalian."saut tuan Hari menepuk pundak Nathan.
"Ayah masih harus melanjutkan aktivitas di dapur, ayah sedang membuat makanan kesukaan Violet. kau harus mencobanya Nathan. tapi sepertinya masih sedikit lama."ucap Hari.
"Tentu saja aku akan menunggu tuan, makanan buatanmu pasti enak. apalagi kau membuatnya dengan cinta untuk putri kesayanganmu."saut Nathan.
"Wah, kau benar. mulutmu manis sekali Nathan aku menyukainya."ucap tuan Hari tertawa melangkah kedapaur.
Melihat tuan Hari yang pergi, Nathan bangkit dari duduknya dan duduk di dekat Violet.
"Aku merindukanmu."ucap Nathan menggenggam tangan Violet.
"Ia, aku juga rindu padamu."saut Violet menyandarkan kepalanya di pundak Nathan.
"Disini kamu hanya di dalam rumah, apa kau merasa bosan?"tanya Nathan.
"Tidak, aku tidak bosan."saut Violet.
"Situasi disana masih belum aman, si tua bangka itu masih belum menyerah."ucap Nathan mencium tangan Violet yang duduk di sampingnya.
"Dalam sekejap mulut manismu berubah menjadi sangat beracun."ucap Violet tersenyum manis pada Nathan.
Melihat senyum manis Violet, degup jantung Nathan menjadi labih kencang.
"Tidak, aku sangat sehat."saut Nathan.
"Kau datang apa tidak ada yang mengikutimu?"tanya Violet.
"Tidak ada, aku sudah memastikanya. Violet tetaplah di sini, bersabar sampai Zayn berhenti mencarimu."ucap Nathan mengelus kepala Violet.
"Ia, aku akan menurut padamu Nathan."saut Violet.
"Bagus, kau memang wanita yang manis."ucap Nathan mengacak-acak rambut Violet.
"Kauu..."ucap Violet tertawa dan menggelitiki Nathan, Nathan pun tertawa dan bercanda dengan wanita itu.
"Waktu terus berputar, kau ada dimana? aku ingin bertemu. jika saja saat itu aku tau kau akan meninggalkan aku, aku pasti mengikutimu dan menjagamu."ucap Axel yang berdiri di dekat jendela kamarnya.
"Violet, kau meninggalkan cincin perunangan kita begitu saja. aku tidak akan mengampunimu lagi, jika aku menemukanmu, aku pastikan kau tidak akan bisa kabur lagi dariku."ucap Zayn melangkah keluar rumahnya.
Violet menghilang tanpa jejak, Zayn terus mencarinya. Nathan masih bekerja seperti biasa. semua sudah berjalan selama 1 bulan.
"Nathan, kau masih bekerja untuk Zayn?"tanya Violet.
"Ia, apa kamu khawatir?"tanya Nathan.
"Aku sudah 1 bulan di rumah ini, apa mereka masih mencariku?"tanya Violet.
"Ia, Zayn masih sangat gigih. kau memang luar biasa Violet."saut Nathan.
"Apanya yang luar biasa? Nathan kenapa kamu tidak fokus pada bisnis propertimu?"tanya Violet.
"Aku pun mulai berfikir untuk berhenti bekerja dan menjalankan bisnisku yang telah lama berjalan."saut Nathan.
"Saat waktunya tepat, aku akan mengundurkan diri dan menemuimu."saut Nathan.
"Ia, dengan begitu kekhawatiranku mungkin akan berkurang."ucap Violet.
"Violet.."ucap Nathan menatap mata Violet.
"Ia."saut Violet menatap mata Nathan.
"Terimakasih telah memilihku."ucap Nathan memegang kedua sisi pipi Violet.
"Ia."saut Violet.
Nathan menatap mata Violet sangat dalam dan pelahan mendekati wajahnya.
"Aku mencintaimu."ucap Nathan.
Joe Nathan pun mencium lembut Violet, mereka yang saling mencintai menghabiskan waktu bersama.
"Violet, aku sangat mencintaimu, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat. tapi aku akan menunggu. tapi bisakan kau memakai cincin ini? sebagai ikatan suci aku melamarmu. aku memintamu untuk hanya mengingatku sebagai calon pendamping hidupmu yang akan selau menjagamu sampai habis usiaku. utuk selalu mengingat bahwa kau adalah miliku. aku berjanji akan melakukan segala cara untuk membuatmu bahagia, percayalah padaku dan habiskan sisa hidupmu bersamaku, samapi kita tua bersama dan melihat anak cucu kita Violet. maukah kau menikah denganku?"ucap Nathan dengan sebuah cincin berlian di dalam sebuah ktak perhiasan berwarna merah maroon yang ada di genggamanya.
Violet terkejut dan berkaca-kaca, dia sangat bahagia.
"Tentu saja aku mau, mari kita habiskan sisa hidup bersama samapai kita berdua menua dan tidak mampu untuk bernafas lagi."saut Violet meneteskan airmatanya.
Joe Nathan pun akhirnya bisa mewujudkan inmpianya untuk memakaikan cincin berliat itu di jari manis Violet, Nathan mengeluarkan cincinya dan memasangkanya dengan penuh perasaan, Nathan pun tersenyum saat melihat tangan Violet yang semakin cantik dengan cincin berlian darinya, cincin tanda ikatan cinta mereka berdua, cincin tada menguatnya harapan untuk hidup bersama selamanya. Nathan pun mencium tangan Violet.
Nathan yang berlutut, dia pun bangkit dan duduk di dekat Violet lagi. dia meraih Violet dan memeluknya.
"Terimakasih sayang."ucap Nathan.
"Mari kita bicarakan tentang ini pada ayahmu."ucap Nathan melangkah menarik tangan Violet untuk menemui tuan Hari.
Joe Nathan dan Violet pun meminta restu dari tuan Hari. dan tentu saja tuan Hari merestui mereka berdua dengan kedua tangan tuan hari yang memegang kepala Nathan dan Violet, ia memberi mereka berdua doa yang terbaik dengan harapan yang terbaik.
"Aku merestui kalian berdua."ucap tuan Hari menangis.
"Kenapa kau menangis ayah?"tanya Violet.
"Ini air mata bahagia sayang, ayah selalu berdoa agar kamu menikah dengan pria pilihanmu yang menyayangimu, jadi saat ayah telah tiada ayah bisa tenang meninggalkanmu bersamanya. dan sekarang harapan ayah akan terpenuhi."ucap tuan Hari memeluk Violet dan Nathan.
"Aku akan mengupayakan semua yang terbaik untuk membahagiakan putrimu tuan."ucap Joe Nathan sepenuh hati.