
Zayn mulai menggendong tubuh Violet, ia membawanya ke tempat tidur dan merebahkan tubuh wanita itu di atasnya. Zayn memandanginya sangat dalam, ia sadar akan apa yang telah ia lakukan pada wanita itu, ia juga sadar akan dirinya telah menghancurkan wanitanya menjadi serpihan-serpihan kecil tak berbentuk dan tidak akan bisa utuh kembali, ia sadar akan apa yang telah ia lakukan akan membekas di hati dan ingatan Violet seumur hidupnya.
Zayn mulai mengayunkan sepasang kakinya menuju brangkas, ia membuka brangkas pribadinya dan mengambil borgol dari dalamnya. Zayn kembali mendekati Violet setelah ia mengunci kembali brangkasnya.
"Maafkan aku sayang, tapi aku harus melakukan ini agar kamu tidak bisa menyakiti dirimu sendiri lagi." Ucap Zayn Keenan, ia mulai memborgol kedua perggelangan tangan Violet.
Malam itu Zayn tidak bisa melanjutkan tidurnya, ia meraih selimut dan menyelimuti tubuh Violet. pria itu lantas memutar tubuh dan duduk di atas sofa di dalam kamarnya, ia memandangi wanita muda yang kini berbaring di atas ranjangnya yang sangat mewah.
Tidak dapat di pungkiri jika Zayn Keenan sunggu sangat cinta mati pada Violet, ia bahkan tetap berniat untuk menikahinya, ia bahkan berniat menikahi wanita itu secepat mungkin agar ia tidak bisa melarikan diri lagi darinya.
Zayn meraih sebungkus rokok yang ada di atas meja, ia mengeluarkan satu batang dari dalamnya dan meraih korek api, ia mulai membakar ujung dari rokok yang sudah ada di mulut, di antara jemarinya.
Zayn melemparkan korek apinya ke atas meja, ia mulai mengepulkan asap dari mulutnya, ia bersandar di sofa tempatnya duduk sambil memandangi Violet yang kini sudah kembali berada dalam cengkramanya. malam itu Zayn hanya memandangi wanitanya dan kebalkon kamar hingga kembali lagi ke dalam kamar, ia bahkan menghabiskan malamnya dengan minum minuman beralkohol untuk menghilangkan beban di dalam pikiranya, malam itu botol-botol berserakan di atas meja, putung rokok memenuhi asbak dan pada akhirnya Zayn tetap gelisah sampai mentari kemblali menyambutnya di pagi hari.
Sadar akan langit mulai terang, Zayn bangkit dari duduk dan menghilang di balik pintu kamar mandi untuk ia hendak membersihkan diri. saat itu Violet kembali membuka matanya, ia benar-benar lemas tidak bertenaga, wanita itu hari ini sangat berbeda dari sebelumnya, ia bahkan telah sadar jika sepasang tanganya kini terborgol. kini wanita itu hanya bisa menjatuhkan air mata tanpa suara.
Violet mulai menggunakan siku untuk menopang tubuh untuk membantunya bangkit, ia duduk bersandar di atas tempat tidurnya dan menoleh ke arah jendela. Violet melihat langit sudah kembali terang.
Sadar akan hari ini adalah hari ke 2 setelah malam naas itu, Violet yang bahkan telah mengetahui jika tuan Harry ayahnya telah mati, Joe Nathan yang belum di temukan jasadnya, kini Violet hanya bersandar lemah dengan pandangan kosong dan air mata yang membasahi pipi.
Kenyataan yang sangat memilukan baginya telah benar-benar terjadi menimpanya, Violet kini hanya bisa mengenang kenangan indah bersama Joe Nathan dan ayahnya. kini ia telah kehilangan keduanya.
Zayn Keenan keluar dari dalam kamar mandi, ia hanya menggunakan jubah handuk sambil mengeringkan kepala dengan menggunakan handuk kecil, pria itu melihat wanitanya sudah bangun tidur. namun... ia melihat Violet hari ini hanya diam dengan pandangan kosong.
Zayn bergegas menghampirinya, ia berdiri tepat di dekatnya bahkan duduk di depanya, Zayn memperhatikan tiap inchi dari wajah cantik seorang Violet Grizelle yang sangat berbeda dengan hari sebelumnya, Zayn terus memandanginya, Violet yang seperti tidak bisa merasakan kehadiran dirinya di tempat itu, dia hanya diam membisu dengan wajah yang semakin lama semakin pucat.
"Sayang.. kamu belum makan sejak kemarin," Ucap Zayn, namun Violet hanya diam tidak ada respon sedikit pun.
Zayn terdiam menatapnya, ia kini mulai bangkit dari duduk dan meninggalkan kamar menuju meja makan. saat itu di meja makan hanya ada Racel yang juga hanya termenung memikirkan kakaknya Axel Zayn.
"Racel kenapa hanya diam? makan sarapanmu." Perintah Zayn.
Meski mendengar perintah ayahnya, Racel masih hanya diam, ia melihat ayahnya mulai memanggil pelayan wanita dan ia meminta mereka menyiapkan sarapan untuk wanitanya Violet yang sejak kemarin tidak terlihat meski ia berada di dalam rumah itu, tepatnya di dalam kamar ayahnya.
"Ayah." Panggil Racel pada ayahnya yang kini duduk satu meja makan denganya.
Zayn Menoleh, namun ia tidak menjawab panggilan putrinya.
"Dimana kak Axel?" Tanya Racel.
"Kamu tidak perlu ikut campur." Jawabnya.
"Apa yang ayah lakukan pada kakak? ayah melukainya? dimana ayah menyembunyian kak Axel sekarang? apa dia baik-baik saja?" Tanya Racel, namun semua pertanyaan itu bahkan tidak di gubris oleh ayahnya Zayn Keenan.
Braaakkk!!!
Zayn menatap mata putrinya sangat tajam seolah mengancam, ia menggebrak meja hingga semua benda yang ada di atas meja itu bergetar kuat, Racel pun perlahan tertunduk menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya.
"Kakak putra ayah..." Ucapnya.
"Jika sebelumnya Violet bersama kakak, lalu kenapa Violet berada di sini sedangkan kakak tidak kembali dan tidak bisa di hubungi? aku merasa sesuatu yang buruk telah menimpanya." Ucap Racel.
"Sudah berapa kali ayah peringatkan! jangan ikut campur persoalan Violet ataupun kakakmu!" Tegas Zayn Keenan.
"Apa ayah membunuh kakak?!! katakan ayah!!" Tanya Racel.
Braaakkk!!!
"Racel Zayn!!" Tegas Zayn Keenan, ia menggebrak meja makan lagi untuk menekan putrinya agar berhenti bertanya.
Pelayan yang telah siap menyiapkan sarapan untuk Violet, dengan penuh rasa takut ia melangkah mendekati Zayn Keenan.
"Tuan, sarapan sudah siap." Ucap pelayan, ia terbatah dan gemetar.
Zayn bangkit dan terhenti di dekat Racel, ia mengatakan pada putrinya, "Violet harus makan, dia tidak akan mau makan jika ayah yang menyuapinya, sekarang bangun dan bantu ayah membujuknya!" Perintah Zayn.
"Cih! aku? aku harus membujuk wanita pembawa petaka itu untuk makan?" Tanya Racel, ia menoleh pada ayahnya.
"Kau tidak mau?" Tanya Zayn.
"Aku tidak mau! aku tidak sudi!" Sahut Racel.
"Jika begitu ayah harus memaksamu!" Ucap Zayn, ia meraih lengan Racel dan menariknya menuju kamar.
"Ayah bahkan melakukan apapun demi wanita itu! ayah bahkan sekarang memaksaku seperti ini.." Ucap Racel.
"Diam!! kamu hanya perlu mematuhi perintah ayah Racel." Tegas Zayn, mereka semakin dekat menuju kamar.
Zayn membuka pintu kamarnya, ia masuk kedalam bersama Racel di susul pelayan wanita yang membawa nampan berisi makanan di atasnya.
Zayn melepaskan lengan putrinya saat mereka sudah berada di dalam kamar, seketika Racel membeku menatap pemandangan yang ada di depan matanya saat ini.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....