
"Luka di kepala nona Violet tidak terlalu serius, dia akan segera sadar, anda jangan khawatir tuan Zayn." Ucap dokter.
Pernyataan dari dokter itu sungguh membuat Zayn merasa tenang, ia pun bergegas untuk menemui Violet yang sudah di pindahkan keruang rawat dan telah di perbolehkan pulang saat Violet telah sadar nanti.
Zayn membuka pintu dan masuk, ia menghampiri wanita muda yang berbaring di atas ranjang pasien. wanita itu belum juga membuka matanya. dengan wajah sendu Zayn menarik kursi dan duduk di dekat wanita itu, ia meraih tangan Violet dan menciumnya.
"Ini sudah kedua kalinya kamu berusaha mengakhiri hidupmu sayang.. apa yang akan terjadi jika saat itu aku terlambat? sungguh aku tidak bisa membayangkanya." Ucap Zayn, ia tertunduk semakin dalam.
Violet menggerakan jemarinya, sontak Zayn terkejut dan menoleh untuk memandang wajahnya, Violet mulai membuka mata, samar-samar ia melihat lampu yang menerangi ruangan itu, ia pun menoleh dan melihat senyum yang tertoreh di wajah Zayn. Violet langsung mengalihkan pandanganya lagi dan ia hanya diam saat ia telah sadar jika dirinya masih hidup.
"Sayang.." Sapa Zayn.
Violet mendengar, namun ia tidak berniat untuk menjawabnya, ia sungguh hanya diam seribu bahasa meski pria itu mengajukan pertanyaan yang berbeda-beda padanya.
Diruangan inap itu hanya ada Zayn yang selelu memandangi wajah wanitanya yang dingin, mereka kini saling diam hingga dokter melakukan pemeriksaan dan memperbolehkan wanita muda itu untuk pulang. jika saja boleh, sejujurnya Violet lebih memilih tinggal di rumah sakit dibandingkan ia harus pulang dan tinggal di rumah mewah bak neraka milik Zayn Keenan calon suaminya. Namun sekali lagi, Violet tidak ber hak atas hidupnya sendiri.
Mereka meninggalkan rumah sakit, sesampainya dirumah Zayn Keenan memarkirkan mobil dan merangkul Violet menuju kamarnya. Langkah keduanya terhenti saat mereka berpapasan dengan Racel di tangga, Racel hendak kelantai dasar sedangkan ayah dan calon ibunya hendak ke lantai dua menuju kamar. Racel melanjutkan langkahnya, ia menabrak lengan Violet sangat kasar meski tau saat itu Violet terlihat tidak dalam kondisi baik.
"Racel Zayn!" Panggil Zayn Keenan.
Racel menoleh dan Zayn kembali menuruni anak tangga untuk menghempiri putrinya.
Plaaakkk!!!
Suara itu nyaring terdengar, Zayn menampar wajah Racel yang telah tidak sopan pada Violet calon ibunya, saat itu Violet hanya diam menonton drama keluarga Zayn, ia bahkan melanjutkan langkahnya untuk segera merebahkan tubuh, malam itu Violet sungguh merasa sangat pusing akhibat kepalanya membentur batu namun ia akan sangat bersyukur jika ia langsung mati saat itu juga.
Zayn masuk kedalam kamar setelah ia telah selesai dengan putrinya, ia menghampiri Violet yang sedang berbaring di atas tempat tidur, ia meletakan kantong berisi obat milik calon istrinya itu di atas meja dan menuju balkon saat ponselnya bergetar, Zayn menerima panggilan dari seseorang di balkon kamarnya.
Violet menoleh dan menatap kantong obat yang ada di atas meja, ia lantas bangkit dan meraihnya, ia melihat isi dari dalamnya dan meraih botol berisi kapsul pereda rasa nyeri untuk mengobati kepalanya. Violet menatap botol itu, ia mulai membukanya dan menuang semua isi kapsul dari dalam botol itu ke telapak tangan kirinya, rupanya wanita itu masih menginginkan kematian segera menjemputnya.
Violet meraih gelas berisi air mineral yang ada di atas meja, ia meminumnya setengah dan mulai mendongak hendak memasukan semua kapsul itu kedalam mulutnya.
"Apa yang kamu lakukan!! Tanya Zayn, ia meraih lengan wanita itu sangat kasar untuk membuatnya bangkit dari duduk.
Violet pun bangkit, ia lantas berusaha merampas kembali kapsul-kapsul yang ada di tangan Zayn untuk ia ingin meminum semuanya.
"Kembalikan padaku!" Tegas Violet, ia masih berusaha untuk merampasnya hingga kapsul-kapsul itu berserakan di lantai.
Plaaakkk!!!
Satu tamparan kuat Zayn Keenan mampuh membuat Violet langsung ambruk tidak bergeming lagi di atas tempat tidurnya, Zayn pun terkejut dan tersadar jika ia telah menyakiti wanita itu dengan menggunakan tanganya sendiri hingga rasa bersalah dan khawatir kini menguasai dirinya.
"Maafkan aku sayang, sungguh aku tidak mau mengambil resiko." Ucap Zayn, ia mulai melepaskan dasi yang melingkar di lehernya, ia meraih kedua pergelangan tangan Violet dan mulai mengikatnya dengan dasi itu.
Kini Zayn mengambil duduk di dekat Violet, ia tertunduk sambil sesekali menoleh untuk memandang wajah calon istrinya, tidak dapat di pungkiri pria paruh baya itu di kuasai rasa gelisah akan kenyataan jika dirinya memang menyukai wanita yang jauh lebih muda darinya, ia sangat mencintai wanita itu dan selalu merasa takut akan ia bisa di tinggalkan olehnya kapan saja.
Zayn bangkit lagi, ia meraih tubuh Violet dan merapihkan posisi tidurnya agar wanita itu nyaman sehingga ia bisa tidur nyenyak, Zayn pun meraih selimut dan mulai menyelimuti wanitanya.
"Ini yang ke 3 dan aku tidak akan mengizinkanmu untuk mencoba yang ke 4 kalinya." Ucap Zayn.
Zayn meninggalkan Violet menuju kamar mandi untuk ia membersihkan diri, pria itu membuka seluruh kancing kemejanya, melepaskan dan melemparkanya ke dalam keranjang pakaian. sepasang kaki jenjang pria itu kembali mengayun menuju shower namun seketika ia terhenti. Zayn menoleh ke sisi kanan, ia menatap gambaran sosoknya dari dalam cermin kamar mandi yang sangat besar dan tinggi, ia berdiri tepat di depan cermin itu untuk menatap sosok seorang Zayn Keenan, sepasang mata tajam bagaikan elang keduanya saling beradu tatapan sangat mengerikan.
Zayn memutar tubuh sambil ia menggertakan gigi. pria itu mengepalkan sepasang telapak tanganya hingga otot-otot lengan dan dada pria itu mengencang sempurna, Zayn Keenan adalah pria tampan bertubuh kekar.
Zayn kini berdiri di bawah shower yang membasahi sekujur tubuhnya, ia keluar dari dalam kamar mandi setelah selesai membersihkan diri, Zayn mengganti jubah handuknya dengan jubah tidur, ia mulai mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu duduk yang ada di atas meja. pria itu kini menghampiri Violet lagi.
Malam semakin larut, Zayn merebahkan tubuh di dekat Violet, ia memeluk tubuh wanita itu dari belakang sangat erat sambil ia memejamkan mata untuk ikut terlelap bersamanya, Zayn mengatakan...
"Selamat tidur sayang..."
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....