Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Terbakar api cemburu




"Maafkan aku ayah." Ucap Joe Nathan, ia langsung bergegas menyusul Violet.


Tuan Harry melihat pria muda itu nampak menyesalinya, ia pun menoleh pada Axel saat Joe Nathan menghilang di balik pintu kamar putrinya.


Joe Nathan masuk kedalam kamar Violet, ia melihat Violet sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, Joe Nathan pun menutup pintu kamar itu dan langsung menghampirinya.


Dengan membawa rasa cemburu yang begitu besar Joe Nathan meraih lengan Violet hingga wanita itu menoleh, "Joe.... eemmm~" Joe Nathan membungkam mulut wanita itu dengan mulutnya, ia melangkah maju hingga membuat Violet melangkah mundur dan tertahan di sisi dinding.


Joe Nathan meraih sepasang tangan wanitanya dan meletakanya di kedua sisi pundaknya, dengan gerak cepat Joe Nathan meraih kedua sisi pinggang ramping Violet untuk ia mendekap dan merasakan hangat tubuh wanita itu.


Rasa cemburu telah menguasai Joe Nathan saat ini, ia yang sangat marah melihat Axel Zayn berani mencium bibir wanitanya tepat di depan matanya. membuat Joe Nathan tidak berniat untuk melepaskan ciumanya seolah ia membalas rasa cemburu itu dengan menikmati bibir Violet sebagai obatnya.


Sepasang bola mata Violet yang membelalak seketika meredup saat ia merasakan begitu kuat pria itu menciumnya, begitu dalam pria itu mencari kenikmatan dari sosoknya. Joe Nathan meraih sepasang kaki Violet, ia menggendong wanita itu dan mendudukanya di atas meja dengan ciuman manis yang tidak bisa ia hentikan.


Joe Nathan yang begitu tidak bisa mengendalikan diri, ia bahkan terus mendekat hingga membuat tubuh Violet semakin mendoyong ke belakang dan pada akhirnya berbaring di atas meja, ia mulai lemas dan kesulitan mengontrol nafas, Violet bahkan tidak bisa bergeser dari posisinya saat tubuh atletis seorang Joe Nathan telah berada di atas tubuhnya.


"Eeemmm~" Violet mendorong kedua sisi lengan Joe Nathan untuk ia ingin pria itu segera melepaskanya, ia ingin Joe Nathan memberinya sedikit waktu untuk bernafas. namun nampaknya usaha itu hanya sia-sia, Joe Nathan bahkan tidak berniat melepaskanya, ia bahkan semakin kuat menyesap bibirnya dan menjajah seisi mul*ut manis wanita itu.


Seolah tidak puas dengan hanya mendapatkan kenikmatan dari satu bagian sosok wanitanya, Joe Nathan mulai menjajah tiap lekuk tubuh Violet hingga sepasang bola mata mata indah wanita itu kembali membelalak.


"Eeemm~ !" Usahanya semakin keras saat ia menyadari jika Joe Nathan telah lepas kendali, Violet mulai memukuli dada bidang pria itu.


"Haaaaahhhh~" Engah Violet, ia bangkit dan terhuyung hampir terjatuh hingga Joe Nathan langsung mendekap tubuhnya di dalam pelukan, Violet yang telah lemas, ia bahkan hanya bersandar di dada pria itu, ia meremas kuat kemeja bagian lengan Joe Nathan dengan menggunakan sepasang tanganya, Violet memejamkan mata seraya ia mencari udara untuknya bernafas lega.


"Joe...." Panggil Violet dengan suaranya yang gemetar.


Joe Nathan meraih dagu wanita itu untuk ia menatap matanya, mereka saling menatap dalam hingga Joe Nathan menyadari bibir bawah wanita itu telah terluka dan mengeluarkan darah, Joe Nathan pun segera mengapus darah itu dengan menggunakan mulutnya lagi, seolah ia tidak pernah puas, Joe Nathan terus melakukanya meski Violet meringis merasakan pedih.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di saat yang sama tuan Harry bersama Axel menuju salah satu kamar tamu, tuan Harry membuka pintu dan mempersilahkan Axel untuk masuk kedalamnya.


Axel melangkah maju dan sepasang bola mata pria itu mulai menjelajah sekeliling menatap betapa mewah tempat tinggal yang Joe Nathan peruntukan untuk Violet, ia sadar jika pria itu memberikan semua yang terbaik untuk wanita yang berasal dari kalangan bawah itu, tidak seperti Joe Nathan sediri ataupun dirinya yang berasal dari kalangan elit.


"Nak Axel istirahatlah di kamar ini." Ucap tuan Harry.


"Terimakasih ayah." Sahut Axel, ia tersenyum pada tuan Harry.


"Saat makan malam nanti ayah akan bangunkan, sekarang pasti lelah lebih baik tidur sebentar." Ucap tuan Harry sambil ia menepuk lengan kokoh seorang Axel Zayn yang tanpa ia sadari jika pria muda dan tampan itu adalah putra sulung seorang sahabat yang sangat ia takuti.


"Iya, terimakasih..." Sahutnya.


Tuan Harry yang sangat bahagia setelah banyak kesulitan yang ia alami selama ini, ia sungguh sangat bersyukur Violet putrinya mengenal pria baik seperti Joe Nathan yang bahkan memiliki niat baik untuk mempersuntingnya dan kini bertambah satu pria muda yang baru saja ia kenal. tuan Harry sesungguhnya telah menyadari akan Axel yang begitu terlihat sangat menyukai putrinya, hanya saja tuan Harry tidak akan membahas itu untuk menjaga perasaan Joe Nathan yang telah menjadi calon menantunya.


"Ayah tinggal ya." Ucap tuan Harry, ia memutar tubuh dan menghampiri pintu.


Tuan Harry pun menoleh dan menatap sendu wajah pria tampan itu, wajah pria yang nampak tidak asing baginya, namun tuan Harry masih belum menyadari akan sepasang mata Axel itu sekilas mirip dengan siapa, namun ia terus beruasaha untuk menebak dan mengingatnya, ia belum menyadari jika sepasang mata indah pria tampan itu sekilas mirip ayahnya Zayn Keenan.


"Ada apa nak? membutuhkan sesuatu?" Tanya tuan Harry.


"Apa ayah dan putri ayah bahagia?" Tanya Axel.


Tuan Harry terdiam, ia pun melangkah kembali mendekati Axel untuk ia menepuk pundak pria itu lagi, tuan Harry tersenyum hangat padanya.


"Kamu menyukai putriku?" Tanyanya.


"Iya. aku sangat menyukai putrimu." Sahut Axel tidak menyangkal.


Tuan Harry yang bahkan langsung bisa menyadari akan perasaan Axel terhadap Violet, ia hanya bisa menepuk pundak pria muda itu seraya memberi senyum hangat padanya.


"Ayah bisa merasakanya, ayah tau kamu pun pria baik sama seperti Joe Nathan. tapi semua kembali pada Violet, ayah tidak bisa membantu apapun nak Axel, biar Violet yang memutuskan ingin hidup bersama siapa, yang penting dia memilih pasangan yang menyayanginya maka ayah tidak akan khawatir padanya." Sahut tuan Harry.


Tuan Harry tersenyum lagi dan memutar tubuh, ia meninggalkan Axel yang masih terdiam di kamarnya. jujur saja tuan Harry sendiri tidak bisa melakukan apapun karena semua menyangkut kebahagiaan Violet maka ia akan menyerahkan sepenuhnya pada Violet ingin menghabiskan sisa hidupnya berasama siapa, yang jelas tuan Harry akan mendukungnya meski pria itu adalah Joe Nathan ataupun pria muda yang baru saja ia kenal yaitu Axel Zayn. meski di dalam hati kecilnya tuan Harry mendukung penuh Joe Nathan yang telah menariknya dari kemiskinan bahkan jerat kuat Zayn Keenan dengan mengorbankan dirinya sendiri demi tuan Harry dan putri sematawayangnya Violet Grizelle.


Meski begitu Axel Zayn tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Violet walaupun pada akhirnya ia harus berhadapan dengan Zayn Keenan ayahnya. yang Axel tau saat ini hanyalah dia harus meraih hati Violet yang terbagi terlebih dahulu, entah Axel tidak tau sebesar apa cinta wanita itu padanya selama ini, Axel bahkan tidak dapat mengukur dan menebak isi hati wanita yang menutup rapat akan kepribadianya bahkan isi hatinya, wanita yang sangat pintar menutupi perasaanya. sungguh membuat Axel seolah berdiri di sisi jurang yang dalam. jurang yang telah siap kapan saja menanti Axel melemparkan tubuh kedalamnya saat ia telah putus asa dan menyerah.


Sedangkan di One Zayn Group, tuan Jeon menghadap Zayn Keenan yang saat itu sedang menikmati sebatang rokok di balkon ruang pribadinya.


"Tuan Zayn." Sapa Jeon.


"Katakan." Sahut Zayn Keenan.


"Dari pantauan kamera CCTV Rumah sakit, tuan Axel menggunakan mobil tuan Ben ke arah barat, meski ia menutup wajah dengan masker namun saya dapat memastikan dari gerak tubuhnya dan di dukung dengan ia masuk kedalam mobil tuan Ben yang tidak lain adalah sekertarisnya." Ucap Jeon melapor.


"Panggil Ben keruanganku sekarang!" Perintah Zayn Keenan dengan wajahnya yang dingin dan tatapan sepasang bola mata yang tajam menusuk.


Suasana itu tidak terlihat baik!


🍁🍁🍁🍁🍁


Tuan Harry



🍁Stay With Me Violet🍁


🍁


🍁


🍁