Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Berjanjilah kau akan menikahiku Joe Nathan




Violet pun bangkit dan bergegas membersihkan diri untuk pergi bekerja. Violet keluar dari kamarnya dengan menggunakan setelan baju kerja yang di siapkan Axel, setelan yang bagus hingga membuatnya sangat cantik hari itu.


Violet melihat kebawah dan menuruni anak tangga di dekatnya. Axel yang sudah duduk di meja makan nampak menatapnya.


"Cih.."Racel tersenyum kecut melihat Violet.


"Kemarilah sarapan dulu."ucap Axel.


Violet pun duduk dan para pelayan dengan sigap mengambilkan piring dan semua kebutuhan lainya untuk Violet sarapan.


"Tidak usah biar aku ambil sendiri."ucap Violet pada pelayan yang hendak menaru roti panggang di piringnya.


"Tapi nona.."ucap pelayan.


"Aku bisa melakukanya sendiri."ucap Violet yang menyiapkan sarapanya sendiri.


"Biarkan saja tidak usah di layani."saut Racel menyambar.


Racel nampak menatap Violet seolah sangat menjijikan, namun Violet tidak memperdulikan sikap Racel padanya meski terkadang Violet juga sedih. Violet mulai memakan sarapanya.


"Orang miskin bisa makan dengan tenang begitu."ucap Racel pada Violet yang sedang sarapan.


Violet pun terdiam dan menundukan kepalanya.


"Racel."ucap Axel menatap adiknya.


"Apa? kakak juga mau membelanya seperti ayah? aku kenyang. aku pergi ke kantor duluan."ucap Racel mengambil tasnya dan pergi.


Axel nampak memperhatikan Violet yang melanjutkan sarapanya.


"Dia memang tidak sopan pada orang yang belum dikenalnya. jangan diambil hati."ucap Axel.


"Ia."saut Violet yang mesih menunduk.


Violet pun menghabiskan sarapanya dan pergi kekantor bersama Axel. Axel nampak memperhatikan Violet yang pendiam dan dingin.


"Setelah pulang kerja pergilah bersamaku untuk menemani Racel beli baju dan aku akan belikan baju untukmu juga."


"Aku akan antar tapi aku tidak mau beli baju."saut Violet.


Violet pun melihat ke jendela mobil untuk melihat pemandangan di luar. Axel nampak sesekali menatap kearahnya.


"Kau tidak terlihat mata duitan tapi kenapa kamu mau bersama ayahku? apa lasanmu yang sebenarnya?"tanya Axel dalam hati.


Merekapun sampai di parkiran One Zayn Group. Mikka nampak masih di dalam mobilnya dan melihat Violet yang keluar dari mobil Axel. Mikka pun kesal dan dengan cepat menghampiri Axel.


"Sayang kenapa kamu bersama Violet?"tanya Mikka merangkul tangan Axel dan menatap Violet.


Violet nampak tidak memperdulikan Mikka, ia terus berjalan dan terlihat tenang hingga membuat Mikka makin kesal.


Violet pun duduk di kursinya dan mulai menyalakan komputer. Axel nampak menatap Violet yang tidak menghiraukan Mikka dan Axel pun masuk kedalam ruanganya.


"Apa kamu tidak cemburu samasekali melihat Mikka sangat dekat denganku?"tanya Axel dalam hati.


"Melihat Mikka menggandeng tangan Axel membuatku sedikit kesal."ucap Violet di dalam hati.


"Violet."sapa Nathan.


"Ia."saut Violet menoleh ke arah Nathan.


"Datanglah keruang Meeting aku ingin bicara."ucap Nathan.


Joe Nathan melangkah menuju ruang Meeting di ikuti Violet di belakangnya, mereka pun duduk.


"Ada apa?"tanya Violet.


"Aku hanya ingin melihatmu."saut Nathan yang duduk menatap Violet.


"Ini masih pagi aku belum memulai pekerjaanku."ucap Violet menatap Nathan yang ada di dekatnya.


"Kamu menghindariku, Kenapa?"tanya Nathan.


"Aku tidak menghindari siapapun."saut Violet.


"Tapi aku merasa kamu menghindariku."saut Nathan.


"Belakangan aku hanya ingin sendirian."saut Violet.


"Kau pernah bilang padaku, jika ada sesuatu maka kau akan mengatakannya padaku."saut Nathan.


"Katakan."ucap Nathan menatapnya.


"Aku pun tidak mengerti kenapa aku begitu.."saut Violet.


"Baiklah tidak usah di bicarakan lagi, tapi aku harap kamu jangan menghindariku lagi. itu membuatku banyak berfikir."ucap Nathan.


"Aku minta maaf."saut Violet.


Violetpun bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu.


"Tunggu."ucap Nathan.


Violet pun terhenti dan menoleh ke arahnya yang sedang masih duduk.


"Buka maskermu."ucap Nathan.


"Aku Flu."ucap Violet.


Nathan pun bangkit dari duduknya dan melangkah cepat mendekati Violet. Nathan curiga pada Violet yang hari itu mengenakan pakaian yang menutup seluruh lehernya dan menggunakan masker. Nathan pun merampas masker yang dikenakan Violet. sontak Nathan kaget melihat wajah Violet yang membiru.


"Siapa yang memukulmu? katakan!"tanya Nathan yang bereaksi sama dengan Axel.


Melihat Violet yang diam dan nampak bingung, Nathan pun melihat setiap sisi dari tubuh Violet. Nathan yang curiga dengan leher yang tertutup rapat membuatnya tidak sabar untuk membukanya.


"Kamu mau apa?"tanya Violet menahan tangan Nathan.


"Jangan sembunyikan apapun dariku Violet!"ucap Nathan marah.


Nathan pun membuka kancing baju Violet dan melihat lehernya yang tertutup rapat. soantak Nathan terkejut melihat luka lebam dan membengkak di leher Violet. Violet nampak bingung dan mencari alasan untuk membuat Nathan tenang.


"Siapa yang melakukanya? kenapa kau tidak bicara padaku? kenapa kamu menutupinya? jelaskan padaku!"ucap Nathan.


"Aku.. hanya..."ucap Violet bingung mau berkata jujur atau berbohong.


"Jujur!"ucap Nathan tegas.


"Zayn! Zayn mencekiku dan memukulku! dia yang melakukanya."saut Violet panik karena Nathan marah padanya.


"Aku.. Aku memukul kepalanya dengan vas bunga dan dia pun memukulku dan mencekik leherku."saut Violet.


"Kenapa kau memukul kepalanya?"tanya Nathan.


"Dia.. ingin meniduriku."saut Violet.


Nathan pun melepaskan kedua tanganya dari kedua lengan Violet dan mengibas rambutnya kebelakang. ia nampak menghela nafas panjang dan terlihat sangat marah.


"Nathan."ucap Violet menarik jas Nathan untuk membuatnya tenang.


"Kenapa kau menyembunyikanya dariku Violet?!"tanya Nathan menggoyangkan tubuh Violet dengan kedua tanganya yang ada di lengan Violet.


"Aku...hanya tidak mau membahasnya dan mengingat kejadian itu lagi."saut Violet berkaca.


Melihat Violet yang berkaca Nathan pun memeluknya dan menangkan diri.


"Lupakan. jangan mengingatnya lagi.. aku tidak akan bertanya lagi."saut Nathan.


"Aku baik-baik saja."ucap Violet menenangkan Nathan.


"Violet aku sangat mencintaimu. sejujurnya aku tidak terima kamu di perlakukan seperti ini olehnya."ucap Nathan.


"Aku berkali-kali bicara padamu aku ingin menikahimu, tapi kau tidak menjawab ucapanku.. aku ingin menanyakanya lagi Violet apa kamu mau menikah denganku saat aku bisa membawamu pergi dari Zayn?"tanya Nathan yang mendekap Violet.


"Aku... aku sejujurnya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. sesungguhnya akupun menyukai Axel tapi aku tidak ingin menjauh dari Nathan dan di tinggalkan lagi olehnya."ucap Violet dalam hati.


"Ia.. aku mau menikah denganmu saat aku terlepas dari Zayn, aku akan menjaga diriku darinya. kita akan menikah. berjanjilah kau akan membebaskan aku dan menikahiku."ucap Violet menangis di dekapan Nathan.


"Ia aku berjanji akan melepaskanmu dan menikahimu. aku berjanji."saut Nathan mendekap Violet lebih kencang lagi.


"Aku akan menunggu saat itu tiba Joe Nathan."saut Violet.


"Aku mencintaimu Violet. tetaplah di sini untuku."ucap Nathan.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™