
Violet duduk di kursinya dan mulai melanjutkan pekerjaanya, dia nampak tidak mau memikirkan hal yang sudah terjadi. dia melanjutkan designnya dengan sisa waktu yang di miliki, dia sangat serius hingga melupakan waktu. hari mulai petang, rekan-rekanya mulai berhamburan.
Violet yang terburu-buru dia bergerak cepat agar tidak membuat Nathan menunggu. Nathan pun menghampirinya.
"Belum selesai?"tanya Nathan membungkukkan tubuhnya di kursi Violet.
"Oh~ sebentar lagi."ucap Violet.
Nathan nampak memperhatikan Violet yang sangat dekat denganya saat itu.
"Kau sangat cantik."kata yang di ucapkan Nathan tanpa sadar.
Violet pun menoleh ke arahnya dan tertawa.
"Apa siiihh."ucap Violet.
Nathan pun tersenyum dan mereka pergi bersama untuk pulang, Axel yang menatap mereka berdua dari ruanganya nampak kehilangan semangat.
"Kau terlalu dekat denganya, membuat hatiku sangat sakit hingga aku tidak dapat melampisakanya lagi."ucap Axel yang terdiam di dalam ruanganya.
Violet dan Nathan yang sedang di perjalanan mereka nampak tertawa dan bercanda sangat akrab seolah tidak ada yang mereka sembunyikan satu sama lain. sepanjang jalan Nathan menyetir dengan satu tanganya karena dia selalu menggenggam tangan Violet dan tidak mau melepaskanya.
Violet pun sampai di halte dekat rumah kediamnya saat ini, dia melambaikan tangan pada Nathan dan berjalan menyusuri jalan dengan senyum indah di wajahnya, ia memegangi tanganya yang di genggam Nathan dan nampak mengingat saat Nathan menggenggam tanganya. Violet nampak sangat bahagia.
Sesampainya dirumah seperti biasa para pengawal dan pelayan nampak menyambut kedatanganya dan seperti biasa Violet langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri.
Malam itu Violet memakai dress tidur yang terbuka di bagian punggung dan dadanya, dress yang panjangnya sepaha itu membuatnya nampak sangat menawan, dia mematikan lampu kamarnya dan melangkah mendekati jendela, jendela besar yang setiap hari bahkan setiap malam terbuka dengan tirai panjang yang selalu beterbangan terhempas angin malam,dia berdiri di belakang jendela kamarnya dan menatap langit malam yang indah, ia nampak menarik nafas dan merasakan kedamaian dari tiap hembusan angin malam itu.
Ceklak...brakk....Seseorang masuk kedalam kamarnya, Violet menoleh kearah pintu yang sudah tertutup rapat, kamar itu sungguh gelap hingga Violet tidak bisa melihat siapa yang datang, terdengar suara langkah sepatu orang itu, langkah kakinya semakin mendekati Violet yang berdiri di dekat jendela. perlahan wajah orang itupun nampak terlihat oleh sinar rembulan yang menyinari separuh dari kamar Violet. sontak Violet pun kaget dan membatu karena yang masuk ke kamarnya adalah seorang pria yang ia kenal.
"Sayang."ucap Pria itu memeluk Violet dari belakang.
Violet mematung, iapun mulai merasakan ketakutanya lagi.
"Tuan Zayn~ bukankah anda pergi ke Amerika untuk beberapa minggu? ini baru beberapa hari."tanya Violet gemetar.
"Ia, aku pulang karena merindukanmu. dan akan kembali ke Amerika besok."bisik Zayn Keenan di telinga Violet.
"Besok? itu artinya dia akan bermalam disini?"tanya Violet dalam hati.
Zayn yang merindukanya nampak memeluk erat tubuh Violet, Zayn menyandarkan kepalanya di pundak Violet. namun Violet hanya mematung dengan perasaan yang tidak nyaman jika berhadapan dengan Zayn.
Zayn mendekatkan wajahnya di telinga Violet hingga hidungnya menyentuh telinga Violet, Zayn menghembuskan nafasnya di leher Violet hingga membuat Violet tegang dan merinding.
"Kau sangat Cantik dengan baju ini."ucap Zayn di telinga Violet yang sedang berada di pelukanya, hidung Zayn nampak menyentuh telinga hingga turun ke leher Violet, setiap hembus nafas Zayn yang masuk ke dalam pori-porinya membuat Violet perlahan merasakan hal lain.
Zayn merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Violet nampak menatap mata Zayn yang mendekat ke arahnya.
"Violet aku tidak bisa berada jauh darimu."ucap Zayn yang berbisik di telinganya lagi, setiap kata yang keluar dari mulut Zayn membuat Violet melemah, Zayn mendekatkan wajahnya di punggung Violet yang saat itu mengenakan pakaian terbuka, punggung mulus yang cantik, Zayn mengesampingkan rambut panjang Violet yang terurai dia nampak menempelkan hidungnya dan menyusuri tiap lekuk dari punggung indah Violet, sehingga membuat Violet perlahan merasa tubuhnya mengambang dan nafasnya mulai tidak beraturan, tiap hembusan nafas Zayn di punggungnya membuatnya merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan.
"Violet..."ucap Zayn berbisik.
"Ku mohon....jangan bicara lagi."ucap Violet terengah.
"Setiap kata yang keluar dari mulutnya membuatku merasakan hal lain, setiap hembusan nafasnya membuatku merasa mengambang hingga aku tidak dapat mengendalikan diriku lagi... aku sudah tidak tahan."ucap Violet dalam hati.
Violet yang tidak tahan lagi dengan apa yang di lakukan Zayn padanya, Zayn yang sedang mencoba membangkitkan gairahnya. dengan cepat Violet bangkit dan menghempaskan tubuh Zayn yang sangat dekat dengan tubuhnya.
"Aku mau ke kamar mandi."ucap Violet berjalan cepat masuk ke kamar mandi dengan wajah memerah dia pun mengunci pintunya.
Zayn pun bangkit dan duduk di atas tempat tidur, nampak senyum tertoreh di wajahnya. senyuman yang tidak dapat di mengerti.
Violet yang sedang berada di kamar mandi ia melangkahkan kakinya dan berdiri di hadapan cermin, ia nampak memejamkan matanya dan mengingat kembali apa yang baru saja Zayn lakukan padanya, Violet nampak melipat kedua tanganya untuk kenutupi tubuhnya dan ia menangis lagi.
"Aku sungguh menjijikan."ucap Violet dengan air mata yang membasahi pipinya.
Violet nampak menatap gambaran dirinya di dalam cermin, dia hanya berfikir...
"Sampai kapan aku akan seperti ini? kapan mimpi buruk ini akan berakhir? apakah aku benar-benar bisa menjaga kesucianku di tempat ini? Zayn sungguh membuatku takut."ucap Violet di dalam hatinya. ia menangis di hadapan gambaran dirinya di dalam cermin.
Violet pun mulai melangkahkan kakinya menuju shower dan menyalakanya untuk membasahi sekujur tubuhnya, ia memejamkan mata, nafas Zayn masih terasa dan teringat. membuatnya menggosok tubuhnya dengan sangat kasar.
Zayn yang merasa Violet ingin sendiri iapun bangkit dari duduknya.
"Sayang aku akan kembali ke Amerika saat ini juga. aku akan menemuimu lagi nanti."ucap Zayn di balik pintu kamar mandi. namun Violet hanya diam dan menangis.
Zayn pun keluar dari kamar Violet dan menuruni satu persatu anak tangga yang ada di depanya.
"Violet...Menghindarlah selagi kau masih bisa menghindariku, karena cepat atau lambat hidupmu dan tubuhmu akan menjadi milikku seutuhnya. semua yang kau miliki akan menjadi milikku Zayn Keenan, semuanya... tak terkecuali."ucap Zayn di dalam hati. dia melangkah cepat dengan senyum mengerikan di wajahnya.
Violet yang menangis di dalam kamar mandi nampak membasahi sekujur tubuh bersama pakaian yang masih melekat di tubuhnya. ia ingin semuanya cepat berakhir.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐