
Zayn merebahkan tubuh Violet diatas tempat tidur, dia menatap Violet yang lelah. Zayn mengambil selimut yang ada dikaki Violet untuk menutup tubuhnya dengan selimut itu, Zayn terpaku melihat kaki jenjang nan mulus Violet yang hanya mengenakan Rok mini, dia menatapnya sangat lama tidak tau apa yang ada didalam pikiranya. Zayn yang tersadar dengan cepat menutup tubuh Violet yang menggoda, dia duduk didekatnya dan mengelus rambut Violet yang masih terlelap, Zayn mengecup keningnya dan beranjak pergi meninggalkan calon istrinya untuk kembali kerumah.
Dipagi hari Violet nampak berlari kecil, dia bangun kesiangan, rambutnya yang terurai sedikit mengibas dan membuat rekan kerja pria meleleh melihat pancaran aurah kecantikanya. Violet yang merasa rambut panjangnya mengganggu gerak cepatnya dia berjalan cepat sambil mengikat rambut panjangnya. Violet yang sangat cantik membuat rekan-rekan prianya menganga dan..
Craaangg...Seorang rekan prianya menjatuhkan gelas yang ada digenggamanya, Violet yang ada di dekatnya menoleh kearahnya dan mendekat kearah pria itu. Pria itu gemetar melihat Violet dari dekat, Violet mencoba membantunya membereskan pecahan gelas dilantai dan melihat wajah pria itu, soantak iapun terkejut.
"Kamu sakit ya? itu.. Hidungmu mimisan."Ucap Violet khawatir.
Violet membuka tasnya dan mengambil tissu dari dalamnya untuk mengelap hidung rekan kerjanya. Pria itu gugup hingga terlihat bodoh. Violet yang menjulurkan tanganya untuk mengelap darah dihidung pria itu tiba-tiba terhenti.
"Sedang apa kamu?!"Tanya Axel yang menggenggam tangan Violet dan menjauhkan tangan Violet dari pria itu.
"Itu.. Dia mimisan."Saut Violet.
"Lalu apa urusanya denganmu?!"Tanya Axel didampingi Ben.
"Ya memang tidak ada urusanya tapi..."Saut Violet.
"Kembali ketempatmu!"Paerintah Axel yang menarik tangan Violet.
Violet menatap kearah Ben, Ben yang berjalan mengikuti mereka berdua nampak terdiam melihat tangan Axel yang menggenggam tangan Violet. Mereka melangkah cepat dan terhenti didepan meja kerja Violet.
"Kerja!"Perintah Axel.
Violet yang terdiam dia tidak menjawab dan langsung duduk dikursinya untuk bekerja seperti apa yang dikatakan Axel. Violet menatap kearah Ben lagi yang saat itu Ben menatapnya dalam.
Axel masuk kedalam ruanganya bersama dengan Ben, Ben mencium aroma kecemburuan dari Axel.
"Kau cemburu?"Tanya Ben yang berjalan disampingnya.
"Tidak."Saut Axel yang menoleh kearahnya sambil berjalan.
"Tidak salah lagi."Saut Ben.
Axel tidak dapat menjawab ucapan Ben, dia hanya terus berjalan menuju mejanya.
"Jika aku yang ada didekatnya apa kau akan menariknya pergi?"Tanya Ben.
"Tentu saja."Saut Axel.
"Kau selangkah lebih maju dariku."Ucap Ben yang memulai pekerjaanya.
Violet sibuk dengan pekerjaanya, rekan-rekan wanitanya nampak sedang bergosip. suara mereka sampai ketelinga Violet.
"Dengar-dengar Pak Han General Manager kita mau dipindah ke One Zayn Group Amerika ya?"
"Ia, dengar-dengar sih begitu."
"loh Kenapa?"
"Katanya pertukaran antar General Manager."
"Dengar-dengar yang akan menggantikan Pak Han masih sangat muda usianya seperti tuan kita Axel."
"Masa sih?"
"Ia, katanya dia juga sangat tampan, dia pernah kuliah di UNI dan pindah ke Amerika."
"Siapa namanya?"
"Nathan, tapi aku juga tidak tau nama panjangnya."
"Katanya dia sangat menjanjikan bagi One Zayn Group. Dia salah satu orang kepercayaan Tuan Zayn Keenan di One Zayn Group Amerika. dan Tuan Zayn sendiri yang memilihnya untuk menggantikan Pak. Han."
"Waaah General Manager Han bagian Design pindah, bagaimana nasib kita kedepan?"
"Ia sih maksudnya apa Tuan Nathan itu baik atau tidak?"
"Kalau itu lihat nanti, kita juga tidak tau."
"Kapan dia datang?"
"Belum tau tapi katanya segera."
"Kata siapa?"
"General Manager Han sendiri yang bicara padaku."
...
Violet yang mendengar perbincangan rekan-rekanya dia terdiam dan mengingat masa lalu.
"Dulu aku juga kuliah di UNI, nama itu seperti tidak asing bagiku, Nathan apa itu kau? saat aku menjadi mahasiswi baru kamu ketua ospek yang selalu mengerjaiku, dan pada akhirnya saling mencintai dan menjalin hubungan yang sangat dekat. Aku yang saat itu sangat mencintaimu kau tinggalkan untuk pindah ke Amerika dan menempuh pendidikan disana. Jika itu benar kamu apa kamu masih mengenalku? Selama kau meninggalkan aku, aku masih sering mengingatmu dan kenangan kita. Kau meninggalkan aku disaat kau juga sangat mencintaiku bukan? Aku mengakhiri hubungan kita karena aku yang tidak bisa pacaran jarak jauh, yang harus mendengar suaramu hanya dari ponselku dan berbincang denganmu hanya melalui Chat. Aku sangat tersiksa tapi aku masih sangat merindukanmu dan masih berharap bertemu lagi denganmu, jika bertemu aku sangat ingin memelukmu. Tapi mungkin Nathan yang mereka maksud adalah orang yang berbeda, aku tidak boleh terlalu berharap."Ucap Violet dalam hati.
Violet bangkit dari kursinya dan menemui Nadine. Dia menarik kursi disamping Nadine dan duduk termenung. Nadine yang sedang sibuk menoleh kearahnya.
"Nadine."Panggil Violet.
"Ia."Saut Nadine.
"General Manager Han mau pindah?"Tanya Violet.
"Dengar-dengar sih begitu."Saut Nadine yang sibuk.
"Boss kita ganti dong?"Tanya Violet dengan wajah manjanya.
"Kau seperti anak kecil saja, melihat wajahmu seperti itu membuat mataku sakit."Ucap Nadine.
"Hehee~ Kamu lagi PMS ya?"Tanya Violet menggoda Nadine.
"Apa sih pergi sana mengganggu saja."Saut Nadine.
"Yakin? Memang perut karungmu yang sudah kosong itu mau dibiarin begitu saja?"Tanya Violet.
"Oh ya ampun sudah jam makan siang ya, ko kamu tidak bilang dari tadi?"Ucap Nadine.
"Udah ayo."Ajak Violet sambil menarik tangan Nadine.
Mereka pergi kekantin bersama, seperti biasa Violet hanya dapat tertawa dan melupakan segalanya ketika ia bersama Nadine sahabat baiknya. Mereka makan dengan tenang meskipun Mikka menatap Violet sangat mengerikan.
"Kamu inget Joe Nathan tidak?"Tanya Violet.
"Mantan pacarmu yang baik itu?"Tanya Nadine.
"Ia, apa mungkin pengganti Tuan Han adalah Nathan mantan pacarku?"Tanya Violet yang sangat penasaran.
"Eeemmm~ Bisa jadi sih. Soalnya dari ciri-cirinya mengarah ke Joe Nathan mantan pacarmu."Ucap Nadine.
"Jika itu benar dia, apa dia masih mengenalku?"Tanya Violet dengan tatapan kosong.
"Tentu saja, dia sangat mencintaimu saat itu, bahkan rela menggantikanmu tertabrak mobil apa kau lupa? Dia juga meninggalkanmu ke Amerika karena untuk menempuh pendidikan bukan? Bukan untuk tujuan lain dan lagi yang mengakhiri hubungan kalian itu bukan dia, tapi kamu sendiri yang mengakhirinya. Padahal kamu saat itu cinta mati dan menangis setiap hari. Sampai aku bosen mendenger curhatanmu yang semua isinya tentang Joe Nathan."Ucap Nadine sambil makan dengan lahap.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐