Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Menangis




"Bersihkan dirimu ka, aku tunggu di meja makan."ucap Racel yang melangkah menuju meja makan.


Axel masuk kekamar mandi untuk membersihkan wajahnya. dia menatap wajahnya sendiri di dalam cermin dan mematung. saat itu Axel tidak bersemangat, Axel keluar dari kamar dengan mata yang memerah.


Axel berjalan menuruni anak tangga dan duduk di samping Racel. ia menatap ke arah Violet yang duduk di dekat ayahnya, Violet yang telah mengganti pakaianya dan hanya diam di meja makan.


Axel memperhatikan Violet dengan tatapan penuh kekecewaan, sedangkan Violet tidak berani menatap mata Axel.


Setelah semua sudah berkumpul Zayn menggerakan jemarinya pada semua pelayan. para perlayanpun dengan sigap melayani Zayn dan keluarganya untuk makan malam.


"Selamat makan."ucap Zayn pada kedua anaknya dan calon istrinya.


Merekapun mulai makan, suasana saat itu sangat canggung, Zayn mengambilkan sepotong daging dan menaruhnya di piring Violet.


"Makanlah yang banyak."ucap Zayn menatap Violet yang terdiam.


"Cih.."Racel tersenyum kecut.


"Racel jaga sikapmu dan makan yang benar!"ucap Zayn pada putrinya.


"Hebat. ayah bahkan lebih perhatian padanya dibanding aku putrinya."ucap Racel menggerutu.


"Kalian harus belajar menghormati Violet mulai saat ini."ucap Zayn sambil memakan makananya.


"Ayah apa kau tau? wanitamu itu satu angkatan denganku di UNI, semua orang di kampus mengenalnya, semua cerita tentangnya berisi hal-hal baik. semua orang bilang wanitamu orang yang baik, tapi sepertinya mereka salah. Wanitamu sama saja dengan mereka yang haus akan uang."ucap Racel dengan tatapan tajamnya pada Violet.


Brraakkk...!! Zayn menggebrak meja makan dan menatap Racel dengan tatapan mengerikan.


"Ayah bilang jaga sikapmu Racel!"ucap Zayn marah.


Ponsel Zayn bergetar, diapun menyambungkan panggilan dari sekertarisnya yang ada di Amerika. telpon itu nampak sangat penting hingga Zayn melupakan makananya. setelah berbincang Zayn bangkit dari duduknya.


"Ayah harus kembali ke Amerika saat ini juga. Axel tolong antar Violet pulang kerumah karena ayah tidak akan sempat."perintah Zayn pada putra sulungnya Axel.


Zayn langsung pergi dari rumah mewah itu bersama para pengawalnya dan meninggalkan Violet di sana. Racel pun bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah Violet.


"Ayah sudah pergi, sekarang tidak ada yang bisa membelamu lagi."ucap Racel yang berdiri di dekat Violet yang tidak menghiraukanya.


"Violet kau mengenalku bukan?"tanya Racel. namun Violet masih diam dan tidak ingin bicara.


"Kenapa hanya diam? jujur saja padaku kau mau menikah dengan ayah karena hartanya kan? kalau tidak manamungkin wanita cantik sepertimu mau menikah dengan pria yang bahkan terlihat seperti ayahnya? orang miskin sepertimu memang tidak tau malu!"ucap Racel dan dengan gerakan cepat dia menjambak rambut Violet yang tidak mau menjawab semua pertanyaanya.


Racel pun mendorong Violet hingga Violet hampir terjatuh dari kursinya, Violet pun bangkit dari duduknya dan berdiri. Racel dengan cepat mengambil gelas berisi air dan menyiramkanya lagi pada Violet.


"Ini untuk kau yang berani menggoda ayahku! dan satu lagi untuk kau yang melukai kakakku!" ucap Racel menyiramkan 2 gelas air di wajah Violet.


Violet sangat tidak menyangka jika Racel sampai sebenci itu padanya dan Axel hanya diam tidak membantunya. wajah dan pakaian Violet basah lagi, dia pun melangkahkan kakinya untuk pulang.


"Pe**cur! jangan pernah temui ayahku lagi! apa kau dengar!"ucap Racel berteriak pada Violet yang semakin menjauh.


Violet menangis sepanjang ia melangkah, Violet melepas sepatunya yang tinggi dan duduk di halte untuk menunggu bus, namun dia tidak tau apakah masih ada bus atau tidak karena hari sudah sangat larut. Violet mengingat semua perlakuan Racel padanya dan semua ucapan Racel yang menyayat hatinya terlebih yang membuatnya lebih sakit adalah sikap Axel yang tidak perduli padanya lagi.


"Ini semua bukan keinginanku!"ucap Violet menangis tersedu-sedu.


"Masuk ke mobil!"perintah Axel pada Violet yang duduk di halte.


Violet bangkit dari duduknya dan pergi menjauh, Violet takut dirinya akan di caci maki lagi. Axel pun dengan sigap mengejarnya dan menyeretnya masuk ke mobil.


"Aku akan pulang sendiri."ucap Violet.


"Diam!"ucap Axel mengunci pintu mobilnya.


Violet pun diam, dia hanya menundukan kepala. Axel menatap Violet yang saat itu menangis dengan pakaian basah dan riasan yang berantakan. Violet tidak dapat menahan rasa sedih dan sakit hatinya ia hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya. dia berfikir itu baru Racel dan dia tidak dapat membayangkan jika itu orang lain yang mengetahui hubunganya bersama Zayn. Violet yang sepanjang jalan menangisi jalan hidupnya ia nampak tidak dapat menahan lagi suara tangisanya, ia pun melepas semua kesedihanya semua rasa sakit yang menyesakan di dadanya. Violet yang harus menjalani semuanya. ia nampak tertegun tak berhenti menangis. airmata mungkin hampir mengering karena terkuras semenjak dirinya mengenal Zayn Keenan, semua kehidupanyapun berubah.


Axel yang terdiam, mengemudi dengan tatapan kosong, Axel tidak pernah bisa melihat Violet yang menagis, dia tidak pernah melihat Violet yang menangis sampai sepilu ini. namun Axel pun tidak dapat memungkiri bahwa dirinya sangat terluka dan kecewa pada Violet.


"Berhentilah menangis!"ucap Axel berteriak.


Namun teriakan Axel hanya membuat Violet menangis semakin menjadi. Axel pun menghentikan mobilnya dan menatap Violet yang tidak bisa mengendalikan emosinya. Axel ikut merasakan rasa sakit dari tiap tetesan airmata yang keluar dari mata Violet.


"Aku tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu saat ini! apa yang kamu tangisi dan apa yang membuatmu seperti ini! aku sungguh tidak mengerti akan dirimu Violet! kau membuatku gila! kau melukaiku dan mempermainkan perasaanku! kau... tidak ada bedanya dengan mereka!"ucap Axel yang meluapkan perasaanya.


Violet hanya mendengarkan dan tidak mampu berkata-kata, ucapan Axel hanya membuatnya semakin terluka lebih dalam lagi. Axel pun melajukan mobilnya lagi dengan wajah merah dan mata yang berkaca, Axel nampak lemah dan tidak bertenaga, sedangkan Violet masih tidak bisa menahan perasaan sedihnya.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™