
"Pengawal!" Panggil Zayn.
Para pengawal datang dan mata Zayn seolah memberi mereka aba-aba untuknya menahan Axel dan para pengawal pun dengan sigap melaksanakan perintahnya.
Craaanggg!!! Gerak cepat Axel meraih guci dan menggunakanya untuk memukul kepala pengawal yang hendak menangkapnya.
Zayn melanjutkan langkahnya saat Axel di sibukan dengan para pengawal, dia membawa paksa Violet kembali ke kamarnya, Zayn mengunci kamar wanita muda itu dan dia menyimpan kuncinya di saku jas bagian dalam.
Bruuugg...bruuugg...bruuugg...
"Buka pintunya tuan Zayn! tolong jangan sakit Joe Nathan dan Axel! buka pintunya!!" Pinta Violet, dia memukuli pintu dengan kedua kepalan tanganya. namun Zayn meninggalkanya untuk hendak menemui Joe Nathan.
Ditengah langkah kaki Zayn Keenan menuju ruang utama, ia terhenti lagi di hadapan Axel yang tertahan oleh para pengawalnya.
"Kurung dia di kamarnya!" Perintah Zayn, dia melanjutkan langkahnya saat para pengawal memaksa Axel menuju kamar.
Axel menggertakan gigi sambil dia tertunduk dengan kedua tangan yang tertahan di belakang tubuh, para pengawal ayahnya mendorongnya masuk kedalam kamar dan mereka menguncinya.
"Breng*sek!!" Ucap Axel kesal pada dirinya sendiri yang tidak berdaya melawan ayahnya.
Zayn Keenan telah sampai di ruang utama rumahnya, dia menatap pria muda yang bangkit dari duduk saat dia melihat kehadiranya di tempat itu.
"Joe Nathan, lama tidak bertemu." Sapa Zayn dengan senyum yang tertoreh di wajahnya, dia mengulurkan tangan untuk hendak berjabat dengan orang kepercayaanya di One Zayn Group Amerika yang kini telah mengundurkan diri.
Senyum di wajah Zayn Keenan perlahan memudar saat Joe Nathan tidak menerima uluran tanganya. Joe Nathan langsung duduk kembali dengan ekspresi wajahnya yang datar.
"Hahahaha..." Tawa Zayn Keenan, dia mengepalkan telapak tanganya dan duduk di sofa di hadapan Joe Nathan.
Zayn Keenan menumpang kaki, dia bersandar di sofa dengan kedua tangan yang merentang di atas sandaran sofa, Zayn dan Joe Nathan saling menatap tajam.
"Ada apa datang kerumahku?" Tanya Zayn, dia berpura-pura tidak tau.
"Cih...!" Senyum kecut Joe Nathan tersenyum sambil mengalihkan pandanganya. namun perlahan senyum di wajahnya memudar dan dia kembali menatap mata Zayn sangat tajam.
Joe Nathan mengeluarkan amplop coklat berisi cek dengan angka 7 triliun rupiah yang ia tulis. braaakkk..!! Joe Nathan meletakanya di atas meja sambil dia menggebrak meja itu. Zayn terdiam menatap amplop coklat yang Joe Nathan letakan, dia kembali menatap mata Joe Nathan yang sangat tidak bersahabat.
"Aku tidak punya waktu untuk berbasa basi dengan anda tuan Zayn. kedatanganku kemari untuk menjemput tunanganku Violet." Ucap Joe Nathan tanpa rasa takut ia bicara lancang di hadapan Zayn Keenan.
"Hahahaha.... pria muda yang sungguh sangat berani. tapi.. siapa tunangan yang kau maksud tuan Joe Nathan?" Tanya Zayn.
Joe Nathan meletakan telapak tanganya kembali di atas amplop coklat itu, dia mendorongnya mendekat ke arah Zayn Keenan.
"Amplop ini terdapat cek senilai 7 triliun rupiah, sesuai dengan kesepakatan anda dengan tunanganku Violet, aku menebusnya sesuai perjanjian dan sebaiknya anda menepati perjanjian itu. segera lepaskan Violet." Ucap Joe Nathan lantang.
"Hahahaha...Joe Nathan, selama aku bernafas. baru kali ini ada pria muda yang sungguh sangat berani padaku sepertimu. nampaknya kau tau semua tentangku, harry dan Violet. kau bahkan mengakui tunanganku sebagai tunanganmu, aku pikir kau sudah bosan hidup." Saut Zayn merasa lucu.
"Hahahaha... Zayn Keenan, selama aku bernafas, baru kali ini aku menyaksikan pria tua bangka yang menginginkan seorang gadis muda, bahkan memaksa dan menjebak gadis itu tanpa rasa malu." Saut Joe Nathan menohok, dia tersenyum lucu menatap mata Zayn Keenan yang semakin tajam menatapnya.
Senyum di wajah Zayn Keenan seketika lenyap saat dia mendengar ucapan lancang Joe Natahan yang telah menginjak harga dirinya.
"Hahaha..... tuan Zayn, kenapa wajahmu muram? apa ucapanku sangat menyentuh hatimu? Hem??" Tanya Joe Nathan menohok.
"Cih...!! Joe Nathan, aku Zayn Keenan tidak membutuhkan uangmu. aku tidak akan melepaskan Violet meski perjanjian itu tidak pernah ada. saat aku Zayn menginginkanya, maka aku akan mendapatkanya bagaimanapun caranya." Saut Zayn dengan senyum mengerikan di wajahnya yang tampan.
Mendengar pernyataan dari mulut Zayn Keenan, senyum di wajah Joe Nathan seketika memudar. dia sadar jika cek senilai 7 triliun rupiah itu tidak akan berarti apapun bagi Zayn Keenan, Joe Nathan telah sadar jika pria tua bangka itu tidak akan melepaskan Violet meski ia menukarnya dengan nyawa.
"Joe Nathan, aku memperingatkan Violet. jika aku akan menghukum siapapun yang telah berdiri di belakangnya. dan kau datang dengan sendirinya. hahahaha.... apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Zayn.
Tangan Zayn Keenan yang semula berada di dalam saku celananya perlahan keluar, dia membuka kancing jasnya dan meraih benda yang ada di dalam saku jas bagian dalamnya. sebuah senjata kini berada di genggaman tangan Zayn Keenan.
"Aku akan segera meledakan kepalamu Joe Nathan." Ucapnya.
Di waktu yang sama Axel mendobrak pintu kamarnya, para pengawal di buat terkapar dengan sabetan tongkat yang Axel ayunkan ke arah kepala mereka. dengan langkah cepat Axel mencari keberadaan ayahnya.
Cetakk!! Suara peluruh yang telah siap meledakan kepala Joe Nathan kapan saja. membuat Joe Nathan mati kutu, terdiam sambil berpikir akan bagaimana caranya dia bisa membawa Violet pergi dari rumah itu. Joe Nathan mendongak dan dia menarik sudut bibirnya, tersenyum menatap Zayn Keenan.
Baakk...!! Axel memukul punggung ayahnya sendiri hingga Zayn seketika ambruk di hadapan Joe Nathan.
"Kali ini aku membantumu! cepat bawa Violet pergi!" Perintah Axel.
Joe Nathan bangkit dari duduk, dia mulai melangkah cepat dan seketika terhenti saat Axel menepuk pundaknya untuk menghentikan langkahnya, Joe Nathan pun menoleh untuk menatap mata pria yang juga mencintai wanita yang sama.
Mereka saling menatap tajam dan Axel mengatakan, "Sebagai gantinya kau harus memberitahuku dimana kau menyembunyikanya nanti!" Ucap Axel.
"Iya. aku janji." Saut Joe Nathan, dia menyingkirkan tangan Axel dari pundaknya dan mulai mencari keberadaan Violet.
Para pengawal tidak ada yang berani melawan Axel karena dia adalah putra dari tuanya, sedangkan mereka hanya mematuhi perintah dari tuanya Zayn Keenan yang kini tidak sadarkan diri di sofa tempatnya duduk.
Axel terdiam mematung di tempatnya berdiri, dia menoleh dan menatap pria tampan yang sedang mencari keberadaan wanita yang juga sangat di gilainya.
"Violet." Panggil Joe Nathan sambil dia membuka satu persatu pintu semua ruangan di lantai dua.
Violet yang saat ini sedang berbaring di atas tempat tidur, dia langsung bangkit saat mendengar suara Joe Nathan memanggilnya.
"Joe Nathan." Panggil Violet, dia berlari ke arah pintu dan mulai menggedornya lagi.
Bruuugg...bruuugg...bruuugg...
"Joe Nathan." Panggilnya lagi.
Joe Nathan menoleh, matanya terfokus pada salah satu pintu, dia melangkah cepat dan menghampirinya. Joe Nathan meraih gagang pintunya begitu pula Violet, mereka berdua terpisah oleh pintu kamar yang terkunci.
"Violet." Panggil Joe Nathan.
"Buka pintunya Joe." Pinta Violet.
"Sayang, menyingkirlah dari pintu." Pinta Joe Nathan.
"Iya." Saut Violet.
Joe Nathan melangkah mundur dan berlari cepat sambil menggunakan kakinya untuk mendobrak pintu.
Braaakkk!!
Pintu terbuka hingga menghantam tembok sangat kuat, Violet langsung berlari dan masuk kedalama dekapan Joe Nathan.
🌸Stay With Me Violet🌸
Jangan lupa dukung author:
Vote
Like
Love
Komen positif
🙏