Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Mari kita menikah




Waktu tak henti berputar, semua hal baik dan buruk yang berlalu telah menjadi kenangan, saat ini bulan ke 5 Violet pergi. Violet masih menyembunyikan dirinya.


Meski Violet pergi sudah cukup lama, namun kenyataanya Zayn Keenan malah semakin gigih untuk mencari keberadaanya, Zayn tidak menyerah. dia sangat mencintai Violet dan akan terus mencarinya, tak akan berhenti.


Di One Zayn Group, Axel tidak bisa bekerja dengan benar, dia banyak membuang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna seperti saat ini, dia hanya diam termenung di ruangan kerjanya.



"Axel, kau masih memikirkanya? sampai kapan kau akan seperti itu? cobalah melihat wanita lain." Ucap Ben.


"Jangan mengatakan hal-hal yang tidak mungkin aku lakukan." Saut Axel.


"Ayahmu masih mencarinya?" Tanya Ben.


"Tentu saja, ini sudah bulan ke 5 Violet pergi, ayah menjadi semakin gigih mencarinya, entah Violet berada di mana sekarang. aku ingin bertemu lagi denganya." Ucap Axel.


"Joe Nathan, dia mengundurkan diri?" Tanya Ben.


"Iya." Saut Axel.


"Apa alasanya?" Tanya Ben.


"Dia punya bisnis proprti sama sepertiku, dia bilang bisnisnya semakin besar dan dia sudah tidak bisa membagi waktunya."


"Kau percaya alasanya?"


"Entahlah, aku pun tidak bisa menahanya meski dia orang yang Violet cintai tapi aku akui dia orang yang sangat berpengaruh di One Zayn Group."


"Iya.. kau benar."


"Ayo kita pergi."


"Kemana?"


"Aku ingin minum." Saut Axel, dia melangkah keluar dari ruanganya.


"Kau jadi sering minum, itu tidak baik untuk kesehatanmu." Ucap Ben, dia membuntuti Axel.


***


Sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah, Violet saat itu hendak menuju ruang keluarga, namun langkah Violet terhenti saat sekilas dia melihat sebuah mobil masuk dan terhenti di halaman rumah. dengan tatapan penasaran Viloet menuju ruang utama, dia terdiam di pintu.


"Mobil Joe Nathan."Batin Violet.


Joe Nathan membuka pintu mobilnya, dia keluar dari dalam mobil dengan wajah berhiaskan senyuman khas ala Joe Nathan yang sangat tampan, Violet pun terkejut akan kehadiran pria itu, dia melangkah cepat menghampiri Joe Nathan dan tanpa basa basi Violet langsung memeluknya sangat erat.


"Sayang.." Sapa Joe Nathan.


"Joe Nathan kamu datang.." Ucap Violet, dia memejamkan mata saat memeluk tubuh Joe Natahan yang hangat dan menenangkanya.


Joe Nathan tersenyum, dia mengelus puncak kepala Violet dan menghujani kening wanitanya dengan kecupan manis.


"Ayah kemana?" Tanya Joe Nathan.


"Sudah tidur." Saut Violet, kedua tanganya mulai menggelayut di leher Joe Nathan.


"Kamu bosan?" Tanya Joe Nathan.


"Iya, hanya sedikit."


"Jika begitu aku akan membuatmu senang sekarang." Ucap Joe Nathan, dia menggendong tubuh Violet dan berjalan menuju kamar.


"Sayang, aku takut ayah dan pelayan melihat kita." Ucap Violet.


"Biarkan saja." Saut Joe Nathan, dia terus melangkah dan masuk kedalam kamar, Joe Nathan merebahkan tubuh Violet di atas tempat tidur, dia menatap mata wanitanya sangat dalam penuh perasaan.


"Sayang.." Panggil Joe Nathan.


"Iya."


"Apa kamu sudah bisa melupakan Axel?" Tanya Joe Nathan.


Joe Nathan meraih dagu Violet untuk ia menatap mata wanitanya, dia ingin mengetahui jawaban dari pertanyaanya melalui mata Violet yang selama ini tidak bisa berbohong.


"Sepertinya kamu belum melupakanya, matamu sangat jujur padaku." Ucap Joe Nathan.


"Aku sudah melupakanya Joe, aku mau kamu jangan bertanya tentangnya lagi."


"Sayang kamu tidak bisa membohongiku." Batin Joe Nathan.


"Sayang.. aku ingin menikahimu." Ucap Joe Nathan, dia membelai rambut panjang Violet.


Joe Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Violet, dia mencium lembut bibir wanita yang saat ini berbaring di atas tempat tidur. Keduanya menikmati momen itu, tiap momen yang menjadi semakin manis, semakin lama keduanya semakin merasakan cinta yang menggebu-gebu. Joe Nathan menciumnya sangat lembut sepenuh perasaan, dia sangat mencintai tunanganya sekaligus tunangan Zayn Keenan.


Wajah Violet semakin memerah, Joe Nathan menciumnya sangat lama hingga membuatnya lemas dan tidak bertenanga lagi, bahkan Violet kesulitan hanya untuk bernafas.


"Joe.." Ucap Violet, kedua tangan wanita cantik itu mulai mendorong tubuh Joe Nathan yang saat ini ada di atas tubuhnya.


"Aku tidak bisa bernafas." Ucapnya lagi pada Joe Nathan yang terdiam menatapnya.


Joe Nathan tersenyum melihat ekspresi wajah Violet yang memerah, namun Joe Nathan malah mengulangnya lagi dan lagi hingga Violet semakin melemah dan sempat berfikir untuk menyerahkan semua miliknya pada Joe Nathan saat itu juga.


"Joe.." Ucap Violet.


"Iya." Saut Joe Nathan menarik diri.


"Kamu akan membunuhku." Ucap Violet.


"Jika begitu aku akan melakukanya di tempat yang lain." Saut Joe Nathan, dia mulai menciumi leher dan pundak Violet.


"Joe Nathan, tidak bisa bersabar sebentar lagi kah?" Tanya Violet.


"Tidak bisa sayang." Saut Joe Nathan, dia masih mencumbu tubuh wanita yang ada di bawah tubuhnya.


"Joe Nathan, mari kita menikah." Ucap Violet.


Joe Nathan terhenti dan menatap mata Violet saat dia mendengar ucapan wanita itu, seolah Joe Nathan mencari kejujuran dan ketulusan dari sorot matanya


"Matamu berkata jujur, Violet... mari kita menikah." Ucap Joe Nathan.


Malam itu juga Joe Nathan mulai menyiapkan segala sesuatunya untuk ia mendaftarkan pernikahanya bersama Violet, Joe Nathan berencana akan mendaftar besok pagi-pagi sebelum dia mulai sibuk dengan pertemuanya bersama rekan bisnis mengingat sekarang Joe Nathan sudah mengundurkan diri dari One Zayn Group demi untuk hidup tenang bersama Violet tanpa harus berurusan dengan Zayn Keenan.


Joe Nathan akan sepenuhnya mengurus perusahaanya sendiri yang saat ini semakin besar, dia mulai merekrut lebih banyak karyawan.


Begitu besar cinta Joe Nathan pada Violet hingga dia bahkan mengabaikan Zayn Keenan, pria muda yang bernyali besar, dialah Joe Nathan.


Saat malam telah larut Joe Nathan masuk kedalam kamar Violet, dia terdiam di pintu dan perlahan menutup pintu kamar, Joe Nathan mendekat perlahan menghampiri tubuh wanita yang terbungkus rapat oleh selimut tebal berbulu.


Joe Nathan meletakan berkas persyaratan untuk mendaftarkan pernikahnya diatas meja di dekat tempat tidur. dia duduk di atas tempat tidur dan membuka selimut perlahan untuknya sekedar ingin melihat wajah cantik Violet.


Selimut perlahan terbuka, wajah cantik Violet semakin terlihat jelas, Joe Nathan tersenyum tipis dan Cup~ dia mengecup kening Violet, Cup~ dia mengecup hidung wanita itu, cup~ cup~ cup~ seolah tidak puas hanya dengan mengecup kening dan hidung wanita cantik itu, Joe Nathan mengecup kedua kelopak mata dan bibir Violet secara bergantian.


"Selamat tidur sayang, semoga mimpimu indah malam ini." Ucap Jeo Nathan.


Setelah puas menciumi wanitanya, Joe Nathan bangkit dari duduk, dia mematikan lampu kamar, menutup jendela dan tirai, dia menyalakan lampu duduk yang ada di atas meja di dekat tempat tidur Violet.


Joe Nathan menghampiri Sofa, dia duduk bersandar di atas sofa itu dengan pandangan kosong.


"Aku tidak takut jika harus mati di tangan Zayn Keenan, tapi.. yang aku takutkan adalah kamu sayang. aku takut dia akan menyakitimu jika dia mengetahui kita atau tepatnya kamu telah menghianatinya. meski begitu, aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk melindungimu." Batin Joe Nathan.


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏