Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Mendaftarkan pernikahan




Kedua kelopak mata Violet terbuka, sayup-sayup dia menoleh dan menyadari akan kehadiran Joe Nathan di dalam kamarnya yang gelap.


"Joe.. apa itu kamu?" Tanya Violet.


"Iya sayang." Saut Joe Nathan, dia bangkit dari duduk dan menghampiri Violet. Joe Nathan duduk di dekat wanita itu dan wanita itu pun bangkit, dia langsung memeluk tubuh Joe Nathan lagi.


"Kamu hari ini manja sekali." Ucap Joe Nathan terkekeh.


"Heemm.. aku sangat suka memelukmu, tubuhmu harum, aku merasa nyaman." Saut Violet.


Joe Nathan mengelus puncak kepala Violet lagi, "Besok pergi bersamaku, kita daftarkan pernikahan kita ke kantor catatan sipil." Ajak Joe Nathan.


"Heemm." Saut Violet ber hem ria.


"Masih malam, tidurlah lagi." Pinta Joe Nathan.


"Kamu tidur dimana?" Tanya Violet.


"Di rumah ini banyak kamar, aku akan pergi saat sudah mengantuk."


"Kamu tidak bisa tidur di sini?"


"Kamu mau aku temani?"


"Iya."


"Baiklah, aku akan menemanimu tidur di sini."


Violet berbaring lagi dan Joe Nathan pun berbaring di dekatnya, keduanya menutup tubuh dengan selimut tebal dan berbaring saling berhadapan, keduanya saling menatap di dalam kegelapan.


Joe Nathan mengeluarkan tanganya dari dalam selimut, dia mengelus pipi Violet sangat lembut.


"Tidurlah." Pintanya.


Violet hanya diam, dia hanya terus menatap Joe Nathan.


"Sayang...." Panggil Joe Nathan.


"Aku takut Joe." Ucap Violet.


"Apa yang membuatmu takut?"


"Saat kita menikah nanti, aku takut Zayn akan menyakitimu, bagaimanapun aku masih tunanganya, aku dan ayah masih terikat perjanjian denganya."


"Sayang, kamu memikirkan hal itu terus menerus. Kita akan menghadapi suka dan duka bersama, aku juga tidak akan membiarkan si tua bangka itu menyakitiku ataupun menyakitimu."


"Joe..."


"Heemm?"


"Apa aku boleh memelukmu lagi?"


"Kemarilah sayang."


Violet mendekat dan tanganya mulai melingkar di tubuh Joe Nathan, Joe Nathan memberikan lenganya untuk di jadikan alas kepala Violet, dia menyelipkan tiap helai anak rambut yang menutupi wajah Violet ke atas sela telinganya.


"Terimakasih Joe." Ucap Violet, dia menenggelamkan wajanya di dada bidang Joe Nathan.


"Jangan memikirkan hal yang membebanimu sayang, selama aku ada di dekatmu kamu tidak perlu merasa takut pada apapun termasuk pada Zayn Keenan." Pinta Joe Nathan.


"Iya."


"Tidurlah."


Violet memejamkan kedua kelopak matanya, dia menghirup harum tubuh Joe Nathan yang sangat menenangkan baginya, perlahan Violet telah terlarut dalam tidurnya lagi malam itu, namun kali ini ada sosok yang menemani dan menjaganya, Violet sungguh sangat merasa tenang berada di dekat sosok itu.


Menyadari jika Violet sudah tidur nyanyak, Joe Nathan pun memejamkan kedua kelopak matanya, malam itu dia mencoba ikut terlelap bersama wanita kesayanganya sejak lama.


*Kediaman Zayn Keenan.


Seperti bisa, Zayn selalu menghabiskan malamnya untuk termenung di ruang utama di temani anggur dan rokoknya, setiap malam dia bahkan kuat menghabiskan satu bungkus rokok untuk mengurangi stresnya.


"Brengsek!!!"


Craaannnggg!!!!


"Siapapun kau bajing*an yang telah menyembunyikan wanitaku, kau pasti akan mati mengenaskan di tangan Zayn Keenan." Ucap Zayn Keenan dengan senyum mengerikan di wajahnya, senyuman penuh kekecewaan dan amarah.


"Haaahhhh!!!


Praaannggg!!!


Zayn Keenan membalik meja bahkan dia menghempas semua benda yang ada di dekatnya, dia duduk tertunduk di tengah kegelapan.


Axel keluar dari dalam kamar setelah dia mendengar suara gaduh di ruang utama, dari lantai dua Axel terdiam di sisi pagar tangga, dia menatap ayahnya Zayn sedang duduk tertunduk dengan sebilah pisau belati yang dia mainkan di genggaman tangan kananya.


"Haaahhh!!!"


Craaaanngg...!!!


Zayn melemparkan pisau belati itu tanpa ia membidiknya terlebih dahulu, namun pisau belati itu mendarat tepat menghancurkan guci bernilai miliaran yang terpajang cantik di sisi dinding ruang utamanya.


Axel terdiam menatapnya, dia sadar jika Violet tidak akan bisa lolos lagi setelah ayahnya Zayn menemukanya. Axel memutar tubuh dan menghilang di balik pintu kamarnya, dia duduk tertunduk di atas tempat tidur.


"Dimana kamu Violet? aku berharap kamu tidak muncul di hadapan ayah lagi, namun aku berharap kamu dapat menampakan dirimu di hadapanku. aku sangat rindu." Ucap Axel di kegelapan.


Waktu terus berputar, suasana hati tak kunjung membaik hanya karena satu wanita muda yang sangat cantik jelita, para pria dibuatnya tak bisa tidur dengan nyenyak, baik itu Zayn, putranya ataupun Joe Nathan calon suaminya.


Meski tersiksa namun pada kenyataanya semua tetap harus di lewati, meski berat namun semua tetap tidak bisa merubah keadaan, semua bak sekenario yang sudah di rancang sedemikian mungkin, membuat keadaan menjadi sangat rumit dan pada akhirnya mereka tetap harus siap untuk menyambut mentari yang hadir di pagi hari lagi dan lagi.


Di pagi yang cerah ini Violet berdandan sangat cantik, hari ini dia bersama Joe Nathan akan mendatangi kantor catatan sipil untuk mendaftarkan rencana pernikahan mereka, keduanya mulai meninggalkan rumah yang saat ini hanya ada tuan Harry, pelayan dan para pengawal. Joe Nathan dan Violet menjalankan setiap proses hingga nama keduanya telah terdaftar dan penikahan akan di gelar dua minggu lagi.


Mereka meninggalkan kantor catatan sipil dengan senyum bahagia, seolah mereka akan hidup selamanya dan bahangia seperti saat ini untuk selama-lamanya.


Violet dan Joe Nathan menuju area parkir mobil , Joe Nathan membukakan pintu mobilnya untuk Violet, Violet pun masuk kedalam mobil di susul oleh Joe Nathan, mereka meninggalkan kantor catatan sipil untuk kembali kerumah.


"Sayang." Panggil Joe Nathan.


"Heemm?"


"Nanti malam aku ingin mengajakmu makan malam di luar, kamu pasti bosan terkurung di dalam rumah selama berbulan-bulan."


"Aku akan berdandan cantik untukmu nanti malam."


"Benarkah? aku tidak sabar menunggu sampai nanti malam."


Joe Nathan meraih telapak tangan Violet, dia menggenggamnya sangat erat dan hanya mengemudi dengan satu tanganya, dia mencium punggung telapak tangan wanita itu dan mengatakan.


"I Love You Violet."


"I Love You To Joe Nathan."


*Kediaman Zayn Keenan.


"Cari lagi bodoh!"


Plaakkk!!! Suara itu nyaring terdengar berulang kali, Zayn sedang sibuk memukuli anak buahnya lagi. kali ini dia sungguh sangat kecewa akan hasil nihil yang setiap hari mereka laporkan padanya.


Kata "bodoh" bahkan terucap dari mulutnya berulang kali, "Cari! gunakan cara lain! kerahkan lebih banyak orang!" Perintah Zayn.


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏