
Axel tersenyum dan mereka kembali duduk namun kali ini tuan Harry ikut mengobrol bersama kedua pemuda tampan itu.
"Joe Nathan, dimana Violet?" Tanya tuan Harry.
"Di dapur yah." Sahut Joe Nathan.
"Dapur? oh iya, apa nak Axel akan menginap?" Tanya tuan Harry.
"Ti...." Ucap Joe Nathan terhenti.
"Iya." Sambar Axel memotong pembicaraan Joe Nathan.
Joe Nathan menoleh pada Axel begitu pula dengan Axel, mereka saling menatap tidak senang.
"Wah... jika begitu nak Axel harus mencoba masakan putri ayah, Violet sangat pintar memasak." Puji tuan Harry pada putrinya yang cantik, ia terlihat sangat bahagia.
"Tuan Harry.." Panggil Axel.
"Iya." Sahut tuan Harry.
"Apa boleh aku memanggilmu ayah?" Tanya Axel.
"Tentu... tentu saja boleh nak Axel, ayah senang memiliki dua putra tampan sekarang, benarkan Joe Nathan?" Ucap tuan Harry sambil ia menepuk-nepuk punggung Joe Nathan yang semakin tajam menatap mata Axel yang juga membalas tatapan matanya.
"Hahaha... tentu saja ayah." Sahut Joe Nathan tersenyum kaku.
Craaaaanngg!!!
"Suara apa itu?" Tanya tuan Harry, mereka menoleh ke arah sumber sura secara bersamaan.
"Violet!" Ucap Joe Nathan langsung bangkit dari duduk dan melangkah cepat menghampiri dapur.
Axel dan tuan Harry pun segera bangkit dan menyusul, Joe Nathan masuk kedalam dapur dan ia langsung menghampiri Violet yang sedang mengumpulkan serpihan gelas yang berserakan di lantai.
"Sayang." Panggil Joe Nathan.
Violet menoleh dan "Aaaww!" Sebuah serpihan gelas telah melukai ujung dari jari telunjuknya.
Joe Nathan langsung jongkok di hadapanya dan meraih tanganya, ia menghisap ujung jari telunjuk Violet yang terluka, Violet pun terdiam menatapnya.
Axel dan tuan Harry terhenti saat mereka melihat Joe Nathan sedang menghisap ujung jari telunjuk Violet, tuan Harry pun melanjutkan langkahnya.
"Violet, kamu tidak apa-apa nak?" Tanya tuan Harry, ia jongkok di tengah antara Joe Nathan dan Violet.
"Tidak apa ayah, hanya tergores sedikit." Sahut Violet.
"Joe Nathan bawa Violet pergi dari sini, biar ayah yang bereskan serpihan gelasnya." Ucap tuan Harry pada calon menantunya.
"Ayo sayang." Ucap Joe Nathan.
Violet dan Joe Nathan bergegas bangkit dan tuan Harry mulai merapihkan serpihan gelas yang Violet jatuhkan, Joe Nathan dan Violet menuju pintu dan langkah Violet terhenti saat ia melihat kehadiran Axel.
"Tuan Axel?" Ucapnya terkejut.
Axel menoreh senyum hangat padanya dan Violet menoleh pada Joe Nathan seolah ia meminta penjelasan dari calon suaminya itu.
"Aku yang mengundangnya." Ucap Joe Nathan sambil ia merangkul Violet meninggalkan dapur.
Violet berpapasan dengan Axel dan sungguh, pandangan Axel selalu menatap sepasang bola mata indah wanita itu.
Violet dan Joe Nathan menuju sofa ruang utama, mereka duduk bersama di susul Axel yang mengambil posisi duduk tepat di hadapan mereka berdua.
"Aku akan ambilkan kotak P3K." Ucap Joe Nathan, ia bangkit dan meninggalkan Violet.
Axel bangkit dari duduk saat Joe Nathan telah pergi, ia duduk di dekat Violet dan meraih tanganya. Violet menoleh sekaligus terkejut saat Axel langsung menyesap ujung jari telunjuknya yang masih mengeluarkan darah.
"Tuan Axel..." Ucap Violet, ia menoleh ke arah perginya Joe Nathan sambil berusaha menarik tanganya yang tidak Axel lepaskan.
"Tuan Axel... Joe Nathan akan melihat kita." Lanjutnya merasa khawatir.
Axel melepasnya namun ia tidak melepas genggaman tanganya, pria tampan itu begitu dalam menatap tiap inchi wajah cantik Violet yang sangat ia rindukan.
"Kamu meninggalkan aku, kamu bersembunyi dariku dan kamu sudah sangat menyiksaku." Ucap Axel, dia mencium punggung telapak tangan Violet.
Violet menoleh lagi ke arah perginya Joe Nathan dan ia langsung menarik tanganya secepat kilat saat ia melihat Joe Nathan terdiam menatap Axel yang sedang mencium punggung telapak tanganya.
"Joe..." Ucap Violet, ia mulai tertunduk.
Joe Nathan duduk di sisi kanan Violet sedangkan Axel masih duduk di sisi kiri wanita cantik itu, Axel tidak berniat untuk kembali duduk di kursinya semula, dia melihat Joe Nathan mulai membalut luka wanitanya dan Violet pun sungguh tidak merasa nyaman dengan keadaan saat ini.
"Sayang.." Panggil Violet.
"Hmm~" Sahut Joe Nathan, ia mendongak dan menatap sepasang bola mata wanitanya.
Violet menoreh senyum untuknya dan Joe Nathan pun mulai bisa tersenyum lagi.
"Malam ini kita makan di luar saja ya." Ucap Joe Nathan.
"Tidak perlu, aku dan pelayan akan menyiapkan makan malam untuk kita." Sahut Violet.
"Tapi tanganmu terluka, kita makan di luar saja sekalian bersama ayah."
"Kalau begitu biar pelayan saja yang memasak."
"Baiklah."
"Sayang.." Panggil Violet lagi.
"Iya?" Sahut Joe Nathan.
"Firasatku tidak enak."
Mendengarnya, Axel dan Joe Nathan semakin dalam menatap wanita itu, mereka mulai di hantui rasa khawatir meski mereka tidak patut menghawatirkan sebuah firasat yang belum tentu adanya dan hanya perasaan saja.
"Kamu tidak perlu memikirkanya, ada aku dan ayah." Ucap Joe Nathan, ia mencium punggung telapak tangan Violet saat ia telah selesai membalut lukanya.
"Dan ada aku." Sambung Axel, ia meraih tangan kiri Violet untuk menggenggamnya erat.
Violet menoleh dan menatap sepasang bola mata pria yang tidak bisa menyembunyikan rasa rindu dan rasa cinta pada dirinya meski itu di depan Joe Nathan calon suaminya.
"Jaga sikapmu tuan Axel." Pinta Joe Nathan sambil ia merampas tangan wanitanya dari genggaman tangan Axel.
Kedua pria itu saling menatap tajam di antara Violet yang mematung di tengah-tengan, mereka berebut sebuah tangan wanita yang sama, keduanya bahkan terlihat mengerikan saat Axel tidak mau melepaskan tangan wanita itu.
"Anda tidak mau melepaskanya?" Tanya Joe Nathan.
"Iya." Sahut Axel.
"Jika begitu aku yang akan melepaskanya." Ucap Violet, tangan kanan wanita itu mulai sibuk melepaskan genggaman tangan Axel yang begitu erat. Violet menoleh pada Axel dan menatap begitu dalam pria itu menatap matanya, Violet tidak bisa melepaskanya, Axel terlalu kuat menggenggam tanganya.
"Tuan Axel.." Ucap Violet.
Axel menarik satu sudut bibirnya saat ia mendengar wanita itu memanggilnya "Tuan Axel" sedangkan ia memanggil Joe Nathan "Sayang."
Joe Nathan meraih tangan Violet lagi namun Axel menghempaskanya, Axel langsung meraih leher belakan Violet dengan menggunakan tangan kirinya, Axel langsung mencium bibir wanita itu di hadapan calon suaminya hingga refleks sepasang bola mata Violet membelalak.
"Cukup breng*sek!" Ucap Joe Nathan, ia bangkit dari duduk dan meraih kerah kemeja Axel, ia menarik pria itu bangkit dari duduk dan mulai mengayunkan kepalan tanganya saat ia melihat Axel menyeringai padanya.
"Bajing*an!" Ucap Joe Nathan.
"Joe Nathan!!" Panggil tuan Harry, Ayahanda Violet itu terkejut akan apa yang Joe Nathan lakukan meski ia tidak mengetahui persis detail permasalahan mereka, yang tuan Harry tau hanyalah ia keluar dari dapur dan mendapati Joe Nathan hendak memukul wajah Axel.
Kepalan tangan Joe Nathan sudah berada di dekat wajah Axel, namun ia segera menghempaskan Axel saat tuan Harry melihatnya.
Axel tersenyum sedangkan Joe Nathan menggertakan gigi, ingin sekali dia menghancurkan wajah tampan Presdir Axel Zayn saat ini juga.
Kedua pria itu menoleh saat menyadari Violet pergi begitu saja meninggalkan mereka yang di kuasai emosi akan rasa ingin kedua pria itu memiliki satu wanita yang sama.
Violet menaiki satu per satu anak tangga dan menghilang di balik pintu kamarnya, tuan Harry menatap putrinya yang sangat murung saat itu, ia pun kembali menoleh dan menatap kedua pria tampan yang mulai tertunduk saat ia menatap mata mereka.
ππππππ
Axel Zayn
πStay With Me Violetπ
π
π
π