Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Kamar mandi




Setelah perdebatan itu keduanya hanya diam dengan air mata yang terus mengalir. pintu kamar pun kembali terbuka, Zayn masuk kedalam dan langkahnya terhenti saat ia melihat Violet menangis di lantai kamarnya, Racel menangis duduk di sofa dan nampan makanan Violet yang berantakan di lantai. Zayn menghela nafa panjanga dan menoleh kembali pada Racel.


"Racel Zayn! kembali kekamarmu!" Perintah Zayn.


Racel mendengar perintah ayahnya, tanpa banyak bicara lagi ia bangkit dari duduk dan bergegas pergi, Racel bahkan melewati ayahnya yang berdiri di dekat pintu kamar sambil ia menghapus air mata yang membasahi pipi, tidak dapat di pungkiri jika Racel Zayn sangat kecewa pada Violet yang sungguh telah mencampakan kakak kesayanganya, kakak yang begitu mencintainya namun tidak berbalaskan.


"Sungguh hatiku yang terluka kakak. mungkin selama ini kau lebih terluka dan sakit!" Batin Racel.


Zayn menutup pintu kamarnya saat Racel telah pergi, ia menghampiri Violet dan meraih kedua lengan wanita itu sangat lembut, Violet yang saat ini tidak dapat melakukan apapun, ia juga telah sadar jika sekuat apapun ia melawan Zayn, Zayn tetap tidak akan melepaskanya, kini yang bisa Violet lakukan hanyalah patuh pada pria itu, kini sudah tidak ada lagi yang bisa melindunginya, Joe Nathan, Axel Zayn entah mereka kemana? hidup atau mati? Violet tidak tau. satu yang telah pasti, tuan Harry ayahnya sudah menghadap sang pencipta dan meninggalkanya sendirian di dunia yang mengerikan ini, dunia yang di huni manusia-manusai serakah, kejam, baik dan psikopat gila seperti Zayn Keenan.


Zayn membawa Violet masuk kedalam kamar mandi, ia menekan tombol on untuk mengisi air hangat di bathtub untuk wanitanya berendam, Violet hanya berdiri memperhatikan semua yang di lakukan Zayn Keenan. pria gila itu bahkan mau menyiapkan semua perlengkapan untuknya membersihan diri.


Zayn kembali menghampiri Violet, ia meraih dagu wanita itu untuk menatap matanya, namun Violet tidak mau menatap mata Zayn, ia mengalihkan pandangan mata sayupnya, dia hanya diam dengan wajah datar dan sendu.


Zayn tersenyum padanya, apapun yang Violet rasakan saat ini sungguh Zayn tidak perduli, satu yang tepenting baginya adalah kehadiran Violet di sisinya, kehadiran Violet hanya untuk dirinya seorang, wanita cantik itu kini menjadi miliknya dan tidak satu orang pun akan bisa merampas Violet darinya lagi, Zayn telah menyingkirkan semua batu penghalang hubunganya bersama Violet.


Melihat Violet tidak mau menatap matanya, ia lantas meraih pinggang ramping wanita itu, ia menariknya kedalam pelukan dan mencium bibir manis wanitanya penuh gairah. Violet hanya diam, ia tidak melawan, ia juga sudah tidak perduli akan apa yang terjadi saat ini, nanti malam, besok, lusa dan watu demi waktu yang akan ia jalani nantinya, Violet tidak menginginkan kehidupanya lagi, ia telah pasrah akan apa yang terjadi pada diri dan tubuhnya, hidup ataupun mati, ia serahkan semuanya pada Zayn Keenan.


Di dalam kamar mandi itu Zayn Keenan nampak leluasa akan diri Wanitanya, ia mencium bibir wanita itu tak berhenti sampai benar-benar telah puas, ia menjajah seisi mulut wanitanya dengan penuh nafsu. pria itu bahkan mulai menikmati tiap inchi dari leher dan pundak wanitanya yang hanya diam dengan pandangan kosong.


Sadar akan Violet yang seperti patung hidup saat ini, patung hidup yang bisa menangis, Zayn terhenti saat air mata wanita itu deras membasahi pipi dan hidungnya yang saat itu sedang menimati tubuhnya.


Zayn pun menghapus air mata Violet dengan menggunakan kedua telapak tanganya, ia meraih wanita itu, mencium keningnya sangat lembut penuh perasaan, Zayn bahkan memeluknya erat penuh kasih sayang, ia berulang kali mencium puncak kepala Violet yang hanya diam.


"Jangan menangis lagi sayang..." Ucapnya sambil mengelus lembut hingga membelai rambut panjang wanita itu.


Suaranya mendominasi kamar mandi mewah itu, "Bersihkan dirimu dan kita makan bersama." Ucapnya.


Zayn menarik diri, ia meraih dagu wanita itu lagi untuk memandang wajahnya yang sangat cantik, pria itu mendekat lagi dan ia memutar tubuh Violet hingga membuat Violet terkejut saat Zayn memeluknya dari belakang, bagaikan tidak puas hanya dengan menciumnya ia bahkan mendekap tubuh Violet untuk merasakan nikmat dan hangat tubuh wanitanya.


Zayn meraih rambut panjan Violet yang terurai, ia lantas mengedepankan rambut panjang itu hingga leher bagian belakang wanita itu terlihat nampak jelas.


"Indah." Ucapnya.


Suara tangis wanita itu mulai terdengar, semakin lama semakin jelas, ia tidak lagi bisa menahanya. Violet menoleh pada cermin besar di dalam kamar mandi itu, di dalam cermin itu ia melihat seorang wanita cantik yang sangat berantakan, wanita itu di peluk erat oleh pria yang sangat mengerikan, pria itu sedang menikmati leher bagian belakang wanita itu, ia membasahi leher wanita itu dengan mulunya hingga semakin dalam wanita di dalam cermin itu menundukan kepala menjatuhkan air mata.


"Menjijikan." Ucapnya gemetar.


Zayn mendengarnya, ia pun menghentikan apa yang ia lakukan, Zayn kembali memutar tubuh Violet.


"Saat kamu menjadi istriku, mau tidak mau aku akan mengambil semua yang kamu miliki, saat kita telah menikah.. jiwa dan ragamu hanyalah milikku seorang, hanya milik Zayn Keenan." Ucapnya.


Violet saat itu hanya menangis, Zayn pun mulai membuka borgol yang membelenggu kedua pergelangan tangan Violet, ia juga meraihnya lagi untuk mencium keningnya, Zayn pun pergi meninggalkan kamar mandi dan menghilang di balik pintu.


Violet menatap cermin, ia melepaskan seluruh pakaianya dan terdiam menatap sekujur tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun, ia memeluk dirinya sendiri sangat erat dan semakin kencang suara wanita itu menangisi nasibnya.


"Joooeee....." Panggil Violet.


"Sayaaaaang....." Panggilnya lagi.


"Joe Nathaaaaaaan..... hu..hu..hu..."


"Mari kita menikah sayaaaaang...."


"Joe Nathaaaaaaan....."


"Hu..hu..hu..."


Telah lelah ia menangis, air mata mungkin telah habis, kini Violet memutar tubuh dan menghampiri bathub, ia masuk kedalamnya dan duduk merendam sekujur tubuhnya, Violet bersandar, ia menatap langit-langit kamar mandi mewah itu dan mulai memejamkan matanya untuk mengingat kembali kenangan indah bersama Joe Nathan, Axel Zayn dan tuan Harry ayahandanya.


Violet melihat kembali dalam ingatanya, senyum ketiga pria itu saat melihat kehadiran dirinya, bagaikan slide demi slide, bayang wajah mereka secara bergantian melintas di ingatanya, kenangan indah namun di ingat dengan air mata yang membasahi pipi, bukan dengan senyum manis yang tertoreh di wajahnya.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....