Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Sesak dan air mata




Violet membeku di tempatnya berdiri hingga hidungnya dan hidung pria itu saling beradu.


Tok... tok...


"Nona Violet." Panggil Bodyguard.


Violet terkejut, ia menoleh ke arah pintu dan mulai bergegas untuk meninggalkan tempat itu.


"Iya." Sahutnya.


"Aku harus pergi Ben." Ucap Violet pada Ben yang terdiam menatap matanya sangat dalam.


Violet pun terdiam menatapnya namun ia segera menundukan kepala seraya kakinya mulai melangkah dan kembali terhenti.


"Aku tidak memaksamu untuk mencintaiku, aku pun tidak memaksamu untuk kamu harus menjadi milikku. aku hanya mau kamu bisa memberiku 1 kenangan manis yang tidak akan pernah aku lupakan karena aku sadar, kamu memang bukan untukku." Ucap Ben, ia menggenggam pergelangan tangan Violet sangat erat.


Violet menoleh dan memutar tubuh menatap punggung kekar Ben Giorgino yang saat ini mulai menoleh padanya. Ben mendekatinya lagi dan meraih kedua sisi pipi Violet, ia menatap sepasang mata indah wanita itu dan mulai mendekatkan wajahnya lagi ke wajah Violet, semakin dekat hingga bibir mereka mulai saling bersentuhan.


"Maaf aku tidak bisa Ben." Ucap Violet, ia mengalihkan pandanganya.


"Kenapa?" Tanya Ben, suara pria itu sangat halus saat ia bertanya apa alasan Violet yang bahkan tidak bisa menerima ciuman darinya.


"Di hatiku tidak ada kamu." Sahutnya.


"Kamu hanya perlu memejamkan mata dan anggap aku sebagai Axel Zayn."


"Axel Zayn?"


"Iya, anggap aku adalah dia."


Violet terdiam, ia semakin dalam menatap wajah Ben, entah kenapa ia sungguh menatap wajah itu adalah wajah Axel Zayn, entah kenapa Violet bahkan mengingat saat Axel Zayn menciumnya, ia ingat semua saat pria itu selalu memaksanya.


Violet melangkahkan kakinya mendekati Ben, ia sungguh menganggap pria itu adalah Axel Zayn yang telah menghilang. sepasang bola mata wanita itu kini memerah dan berkaca, tubuhnya bahkan gemetar.


"Axel Zayn... tuan Axel..." Gumamnya menatap Ben Giorgino.


Violet meraih kedua sisi pipi Ben, ia menatapnya sangat dalam. Ben pun sadar jika saat itu Violet telah benar-benar menganggap dirinya sebagai Axel, Ben pun terdiam meski hatinya bersedih sekaligus kecewa.


"Kamu benar-benar menganggapku adalah dia." Batin Ben.


"Axel Zayn... tuan Axel..." Gumamnya lagi.


Meski sakit, Ben pun masih menginginkanya, ia menginginkan sebuah kenangan manis dari wanita itu. kini sepasang tangan Ben meraih kedua sisi pinggang Violet, ia mendekati wanita itu dan mulai mendekatkan wajanya ke wajah Violet. Ben terhenti saat hidung mancungnya beradu dengan hidung mancung Violet, ia menatap wanita yang bahkan menyerahkan dirinya sekarang. Violet mulai memejamkan matanya menanti ciuman manis itu dari Axel Zayn yang sesungguhnya adalah Ben Giorgino.


"Axel, aku minta maaf." Batin Ben.


Kini sepasang bibir itu menyatu, Ben bahkan memejamkan matanya saat ia mencium wanita yang bukan miliknya. wanita yang bahkan tidak memberinya cinta dan yang lebih menyakitkan adalah wanita itu menganggap dirinya saat ini adalah pria lain.


Meski sakit, Ben menciumnya sangat lembut, ia menikmati bibir manis wanita itu penuh perasaan. Violet bahkan mulai meresponya, ia sangat menikmatinya hingga sepasang tangan Violet kini berada di punggung kekar Ben, Ben pun mulai mendekapnya semakin erat.


Violet menarik diri, kini kening mereka saling beradu, "Tuan Axel..." Ucapnya pada Ben.


Ben terdiam, Violet lantas menyatukan kembali bibirnya pada bibir Ben, wanita itu bahkan menjatuhkan air mata dari kedua sudut matanya dan menarik diri lagi. kini Violet menangis dan terisak saat ia telah sadar jika pria itu bukanlah Axel Zayn.


"Jangan menangis." Pinta Ben, ia mendekap tubuh wanita itu sangat erat sambil mengusap kepala hingga membelai rambut panjangnya.


"Aku berjanji akan mencari mereka untukmu." Sahut Ben.


"Aku merindukan mereka, aku takut bersama Zayn, aku tidak mau menikah denganya tapi aku tidak bisa melakukan apapun."


"Bersabarlah Violet, aku akan pikirkan cara untuk melepaskanmu darinya."


"Tidak Ben, jangan lakukan apapun untukku, aku akan menanggungnya sendiri, aku tidak akan melibatkan siapapun lagi. cukup... cukup ayahku, Joe Nathan dan Axel Zayn yang menjadi tumbal karena ke egoisanku telah membiarkan mereka menentang Zayn Keenan."


"Tapi kamu tidak akan bahagia menghabiskan sisa hidupmu bersamanya, kamu masih sangat muda, hidupmu masih panjang."


Violet menarik diri, ia menatap mata Ben dan mengatakan, "Ben, jika kamu ingin membantuku.. cukup kamu bantu cari Axel Zayn untukku." Pintanya.


Tok... tok...


"Nona Violet, jika tidak segera keluar maka kami akan masuk." Ucap Bodyguard.


Mendengarnya, Violet tertunduk dan bergegas pergi meninggalkan Ben.


"Violet Grizelle." Panggil Ben.


Violet terhenti namun ia tidak menoleh dan tidak memutar tubuhnya untuk menatap Ben.


Ben menghampiri wanita itu, ia mencium kening dan puncak kepala Violet seraya ia memejamkan matanya.


"Jangan takut, pegang janjiku.. aku akan mencari Axel Zayn untukmu." Ucapnya sambil ia menghapus air mata Violet dengan menggunakan kedua telapak tanganya.


"Terimakasih Ben." Sahut Violet, ia melanjutkan langkahnya.


Ben terdiam menatap kepergian wanita itu, ia tau jika ia mungkin tidak akan menemukan momen seperti saat ini lagi bersamanya. Ben bersandar di sisi dinding saat ia melihat wanita itu menghilang di balik pintu. Ben mendesah kecewa seraya ia menundukan kepala. ia menyentuh bibirnya mengingat betapa lembut dan manis ciuman yang baru saja mereka lakukan di tempat itu.


"Violet Grizelle, aku mencintaimu." Ucap Ben.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Violet dan kedua bodyguardnya kembali menuju ruangan VVIP CEO Perusahaan besar itu, namun langkah kaki Violet dan kedua bodyguadnya tiba-tiba terhenti.


Violet menatap lurus kedepan, ia melihat Zayn Keenan calon suaminya keluar dari dalam ruangan. ia menghampiri Violet dengan senyum bahagia di wajahnya.


"Psikopat gila itu bahkan bisa tersenyum bahagia di saat aku merasakan sakit yang luar biasa." Batin Violet.


"Sayang." Sapa Zayn Keenan, ia semakin mendekat.


Violet tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya, Zayn kini memeluknya dan mengatakan, "Aku sudah selesai, mari kita pulang." Ucapnya.


"Iya." Sahut Violet lirih.


Zayn pun menarik diri, ia meraih pinggang wanitanya dan membawanya pergi dari tempat itu bersama dua orang bodyguard yang berada di belakang mereka.


Melihat wanita itu tersiksa karena berslimut rasa takut dan sedih, Ben yang saat ini berada di balik dinding salah salah satu ruangan, ia kembali bersandar saat wanita itu di bawa pulang oleh calon suaminya.


"Aku harap kamu tidak akan melakukan hal bodoh Violet, bersabarlah aku akan mencarinya." Ucap Ben, ia mulai mengayunkan kaki jenjangnya untuk meninggalkan tempat itu.


๐ŸStay With Me Violet๐Ÿ


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....