
Selangkah Racel maju kedepan, ia terdiam melihat kondisi Violet yang terlihat sangat menyedihkan. tapi sungguh rasa benci Racel pada wanita itu tidak kalah besar daripada rasa ibanya. bagaimanapun Racel telah menganggap semua kekacauan yang terjadi pada keluarganya adalah akhibat kehadiran Violet di antara mereka.
"Bujuk Violet agar mau makan." Perintah Zayn, ia berlalu sambil menerima panggilan dari seseorang.
Racel menoleh pada ayahnya Zayn, ia melihat pria itu keluar dari dalam kamar meninggalkanya bersama Violet. namun Zayn Keenan mengunci pintu kamarnya.
Racel semakin mendekat, ia melihat Violet hanya diam dengan pandangan kosong, ia melihat kedua perggelangan tangan wanita seusia denganya itu terborgol dengan luka sayat senjata tajam di pergelangan tangan kirinya, darah bahkan masih membekas di tangan wanita itu.
Racel memperhatikan wanita itu dari ujung kaki hingga ujung kepala, rambut panjang Violet bahkan sangat berantakan dan sedikit menutup wajahnya, make up tipis wanita itu bahkan memudar, ia sangat-sangat pucat dengan air mata yang terus mengalir menetes membasahi pakaianya.
Racel pun menoleh dan meraih nampan makanan yang sudah di siapkan pelayan untuk Violet, ia menghampiri wanita itu dan duduk di dekatnya.
"Nih makan!" Ucap Racel, ia mulai meraih sendok dan menyendok nasi beserta lauknya.
"Buka mulutmu!" Ucapnya, sendok dengan isinya kini telah berada di dekat mulut Violet, tapi Violet hanya diam tidak mau membuka mulutnya, ia seperti tidak mendengar dan tidak melihat Racel Zayn di dekatnya.
"Cepat buka mulutmu! jangan menyusahkan aku!" Ucap Racel, ia mulai tidak sabar.
Mendengar suara Racel yang terdengar ketus, Violet mulai sadar akan kehadiran Racel, ia menoleh dan melirik sendok berisi makanan yang kini ada di dekat mulutnya.
"Pergi kau! kau putri seorang pembunuh!"
Praaaannggg....!!!
Violet mendorong Racel yang saat itu sedang duduk di dekatnya di atas tempat tidur, Racel pun terjatuh dan menumpahkan nampan berisi makananya. Racel menoleh dengan sepasang mata yang membelalak menatap wanita itu, ia segera bangkit dan merapihkan pakaian mahalnya.
"Heh! kau wanita gila! tidak tau terimakasih! tidak tau di untung! sudah baik aku mau menyuapimu!" Ucap Racel marah.
"Wanita gila? tidak tau terimakasih? tidak tau di untung?" Batin Violet.
Violet menoleh dan menatap mata Racel sangat tajam, ia bangkit dari duduk dan mendekati adik wanita dari Axel Zayn itu. Racel mulai merasa heran, ia tidak tau apa yang akan Violet lakukan, kenapa wanita itu menatapnya seperti itu, perlahan Racel pun mundur saat melihat Violet semakin dekat.
"Wanita gila?" Tanya Violet, ia mendorong lengan Racel dengan sepasang tanganya yang menyatu oleh borgol yang melingkar kuat di perggelangan tanganya. Racel pun terhuyung dan hampir terjatuh namun ia segera berdiri lagi untuk menatap betapa wanita itu sangat kasar padanya.
"Tidak tau terimakasih?" Tanya Violet pada Racel, ia mendorong wanita itu lagi.
"Tidak tau di untung katamu?!! apa kau tau?! aku gila karena ayahmu! dia menghancurkan hidupku! membunuh ayahku dan Joe Nathan calon suamiku! apa aku harus berterimakasih atas semua ini?! apa keuntungan yang aku dapatkan dari keluarga Zayn??! Tidak ada!! aku tidak merugikan kalian sedikitpun! atas dasar apa kau menghakimiku?!!" Ucap Violet, ia sangat marah hingga sepasang bola matanya membelalak.
Racel pun terdiam, ia menatap Violet yang telah kacau, satu yang baru saja Racel ketahui.
"Ayah ku membunuh Joe Nathan dan ayah mu??" Tanya Racel.
"Iya! ayah mu membunuh mereka! ayah mu pembunuh! kau putri seorang pembunuh!!" Ucap Violet, ia mendorong tubuh Racel lagi hingga Racel terhempas dan jatuh ke lantai.
"Kau wanita yang tidak punya hati!" Ucap Racel.
"Kau hanya ingat ayahmu dan Joe Nathan!! apa kau ingat Axel Zayn kakak ku?" Tanya Racel.
"Axel Zayn???" Batin Violet.
Violet baru sadar dan ingat, terakhir kali ia bersama Axel Zayn di lokasi jatuhnya mobil Joe Nathan di jurang malam itu, ia baru menyadari akan dirinya tidak melihat Axel Zayn lagi setelah kejadian itu.
"Axel Zayn?? tuan Axel?? dia dimana? apa dia baik-baik saja? apa aku bisa bertemu denganya?" Tanya Violet, ia maju mendekati Racel namun Racel melangkah mundur untuk menjauh darinya.
"Jadi kau baru ingat Axel Zayn sekarang hah?? Violet Grizelle??" Tanya Racel, ia melihat wanita itu begitu kebingungan.
"Dimana Axel Zayn, Racel?" Tanyanya lagi.
"Seharusnya aku yang bertanya padamu! dia pergi menyusulmu! kau bersama denganya di kota itu! lantas kenapa kau ada di rumahku sedangkan kakak lenyap begitu saja?? ia bahkan tidak dapat di hubungi! dimana kakak ku Violet!" Ucap Racel, ia melangkah maju dan mendorong tubuh Violet.
Violet pun terhuyung dan jatuh kelantai, ia bangkit dan duduk di lantai mengingat kembali apa yang terjadi malam itu.
"Saat itu? aku... Axel bersamaku... kenapa aku tidak ingat apapun lagi?" Gumamnya dan Racel pun mendengarnya.
"Terakhir kali ia bersamamu? lalu sekarang dimana kakak ku Violet!!" Tanya Racel dengan nada yang semakin tinggi. ia membentak Violet yang saat ini duduk di lantai kebingungan sambil mengingat apa yang terjadi malam itu.
"Aku tidak ingat apapun..." Gumamnya.
Racel mendengar dan menghampirinya lagi, ia jongkok di hadapan Violet dan langsung meraih kedua lengan wanita itu, Racel menggoyang tubuh Violet sangat kasar sambil ia bertanya...
"Kenapa tidak ingat?!! kau tidak ingat kakak ku hah?? tapi kau ingat Joe Nathan dan ayah mu!! kau wanita berhati batu Violet! kakak ku sangat mencintaimu!! kenapa kau selalu menyakitinya?? kenapa kau bahkan melupakanya! asal kau tau! Axel Zayn bahkan rela mati di tangan Zayn Keenan ayahnya sendiri demi kau yang mengabaikanya!! dia bahkan sudah membeli cincin untuk melamarmu tapi kau malah mau menikahi ayahnya!! di mana letak otakmu Violet! kau wanita bodoh! kau sangat jahat! kau selalu membutnya terluka dan kau bahkan melupakanya!!" Ucap Racel, ia sangat marah hingga ia menghempaskan tubuh Violet.
Violet bangkit lagi, ia masih duduk di lantai dan menyadari akan sesuatu yang selama ini tidak ia sadari, ucapan Racel sungguh membuatnya sadar akan cinta Axel Zayn padanya memang tidaklah main-main.
Kedua wanita muda itu kini menangis, Violet sendiri menyesali keadaan yang telah terjadi. ia mengingat bahwa waktu yang telah berlalu sungguh sangat di sia-siakan olehnya.
Vioet sungguh tidak tau Axel Zayn berada dimana dan apa yang terjadi padanya Violet tidak ingat apapun, entah kenapa saat ini ia merasa begitu bodoh hingga ia bahkan melupakan seseorang yang sangat mencintainya sepenuh hati sama seperti Joe Nathan yang juga mengorbankan diri demi dirinya.
πππππππ
Racel Zayn
πStay With Me Violetπ
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....