
"Tidak!! aku tidak mau!!" Sahut Violet, ia mendorong tubuh Zayn Keenan sangat kasar untuk membuat pria itu menyingkir darinya.
Zayn Keenan yang terhempas, ia menarik satu sudut bibirnya, tersenyum mengerikan pada wanita muda yang bisa menghempaskan tubuh kekarnya. Sepasang kaki jenjang nan mulus seorang Violet Grizelle kini menapakan kakinya di lantai marmer kamar itu, ia berlari ke arah pintu tanpa menggunakan alas kaki.
"Pintunya di kunci?" Batin Violet.
Violet kembali menoleh dan mencoba memperjelas apa yang ia lihat di kegelapan itu, ia lantas meraih stop kontak yang ada di dekatnya.
Ctakkk!! tap... tap... tap... semua lampu di dalam kamar itu menyala, kini Violet melangkah mundur.
"Hahahaha....."
Tawa mengerikan seorang Zayn Keenan kini mendominasi kamar mewahnya, ia terus melangkah maju mendekati Violet, pria itu hanya menggunakan jubah tidur hingga dadanya nampak sangat jelas.
"Tidak tuan Zayn... tolong bebaskan aku, lepaskan aku." Pinta Violet, ia menggelengkan kepalanya sambil terus melangkah mundur hingga ia tertahan di sudut kamar.
"Jangan bermimpi." Sahut Zayn.
Satu kalimat jawaban pria itu mampuh membuat sekujur tubuh Violet kembali gemetar hebat, wanita itu kini tidak dapat berpikir lagi saat ia melihat Zayn Keenan semakin dekat ke arahnya.
"Berhenti di situ tuan Zayn!" Perintah Violet.
Zayn tidak menggubrisnya, ia masih saja mengayunkan sepasang kaki jenjangnya mendekat ke arah Violet hingga membuat Violet semakin panik.
"Diam di situ tuan Zayn!!" Perintahnya lagi.
Sadar akan pria itu tidak akan mematuhi ucapanya, Violet pun tidak memiliki cara lain. ia memutar tubuh dan meletakan sepasang telapak tanganya di sisi tembok berlapis marmer.
Dug!.. dug!.. dug!.. dug!..
Suara itu jelas terdengar, sangat cepat dan beruntun hingga membuat dinding menimbulkan gema suara yang begitu berat.
"Violet!!" Teriak Zayn, langkah pria itu semakin lebar dan cepat.
"Violet!! apa yang kamu lakukan!!!" Tegas Zayn, ia mendekap tubuh wanita itu dari belakang dan segera menyingkirkanya menjauh dari dinding.
Violet yang sungguh tidak sudi menyerahkan tubuhnya pada Zayn Keenan, ia bahkan tidak segan menyakiti dirinya sendiri dengan membenturkan kapala ke dinding kamar berlapis marmer. dia sungguh ingin mengakhiri hidupnya namun selalu gagal karena Zayn Keenan tidak akan pernah mengizinkanya untuk MATI.
"Violet... sayang!"
"Cih! hee~" Wanita itu tersenyum lucu, ia tidak bisa bergerak di dalam dekapan prianya, namun tidak dapat di pungkiri jika ia mulai tidak memiliki tenaga untuk berdiri. kepala wanita itu tertunduk dengan rambut panjang yang terurai menutup wajah, gerak tubuhnya kini mengikuti gerakan tubuh prianya. sepasang kaki jenjangnya kini tidak lagi bisa berdiri hingga sepasang tangan wanita itu mulai terkulai tidak bergeming, Violet telah ambruk di dalam dekapan Zayn Keenan lagi.
"Violet!!" Panggil Zayn, ia yang terhuyung menahan beban tubuh wanita itu kini kembali tegap dan dengan sigap ia meraih sepasang kaki wanitanya. Zayn Menggendongnya dan merebahkan tubuh Violet di atas tempat tidurnya lagi.
"Haaahh~" Engah nafas seorang Zayn Keenan, ia menelan ludah sambil menatap wanitanya terbujur di hadapanya lagi, jujur saja Zayn sangat stres atas perbuatan nekat yang Violet lakukan berulang kali dalam janga waktu yang berdekatan.
"Aaaaaahhh!!!!" Teriak Zayn.
Praaaannnggg!!!
Zayn Keenan menghempaskan semua benda yang tersusun rapih di atas meja. ia sungguh frustasi melihat darah kembali mengotori wajah wanita itu lagi.
Dengan kasar ia melangkah menghampiri Violet yang terbujur tidak bergeming di atas tempat tidur, Zayn menaikan satu lututnya ke atas tempat tidur itu, ia Meraih kerah pakaian Violet dan menariknya mendekat ke tubuhnya.
"Kenapa?! kenapa kau sungguh tidak sudi hidup bersamaku Violet! kau tidak sudi aku sentuh! kita akan menikah! kau akan menjadi istriku! kenapa kau tidak sudi menerimaku!!" Tanya Zayn, ia berteriak pada Violet yang bahkan tidak membuka matanya.
Zayn Keenan telah habis kendali, telah habis kesabaran menghadapi Violet yang begitu gigih menginginkan kematian untuk bisa terlepas darinya. air mata kini mengalir dari kedua sudut mata Zayn Keenan, pria itu menangis karena seorang wanita muda. sungguh siapapun tidak akan percaya jika mengetahuinya. seorang Zayn Keenan telah MENANGIS.
Pria itu membeku dengan sepasang tangan yang masih mencengkram erat kerah pakaian Violet, air mata membasahi pipinya melihat wanita itu tidak bergeming, melihat wanita itu terkulai mendongak mengikuti arah kemana ia menggerakan tubuhnya.
Tangan kiri Zayn mulai meraih kepala bagian belakang Violet dan tangan kanan pria itu mulai mendarat di leher belakang wanita itu untuk ia memperbaiki posisi kepala wanitanya yang tidak bergerak. Zayn Keenan memandangi wajahnya yang cantik meski berlumur darah.
"Luka di kepalamu bahkan belum sembuh sayang, kenapa kamu menambahnya dengan luka yang baru?" Tanya Zayn, air mata pria itu menetes di leher Violet dan kini pria itu mendekap erat tubuh wanitanya lagi.
"Ayah..." Batin Racel, ia mematung di balik pintu kamar ayahnya.
Kegaduhan yang terdengar dari dalam kamar Zayn Keenan membangunkan Racel Zayn putrinya, Racel lantas mencari sumber suara itu, terdengar seperti benda yang hancur ke lantai.
Wanita muda itu bahkan tidak mampuh berkata-kata saat ia mendengar ucapan ayahnya dari dalam kamar. Racel Zayn kini telah menyadari jika Zayn Keenan ayahnya juga sangat mencintai Violet sama seperti kakak laki-laki kesayanganya Axel Zayn.
"Apa-apaan ini?" Batin Racel.
Dengan pandangan kosong racel kembali ke kamarnya, ia sungguh di buat tidak percaya akan kenyataan jika kedua pria itu jatuh cinta pada wanita yang sama, ayah dan anak yang bahkan sama-sama tidak mau mengalah, ayah yang bahkan telah melenyapkan Axel Zayn kakaknya yang sampai saat ini belum di ketahui keberadaanya. sungguh membuat Racel gelisah.
"Jadi Violet juga mengabaikan ayah?" Batin Racel.
Racel duduk di atas tempat tidurnya, ia meraih gagang laci dari meja yang ada di dekatnya saat ini. sebuah foto ia keluarkan dari dalam laci itu.
"Mamah." Ucap Racel, sambil ia mengelus foto wanita cantik berambut panjang yang sedang menggendong kakaknya saat kecil.
"Ayah." Ucapnya sambil ia mengelus wajah pria tampan yang sedang menggendongnya saat kecil.
"Aku sungguh menyayangi kalian." Ucap Racel.
Wanita muda itu meletakan foto kebersamaan mereka di dadanya, ia memejamkan mata merasakan rindu yang teramat dalam akan kebersamaan itu telah lama lenyap dari kehidupanya. air mata Racel mengalir ketika ia mengingat semua kenangan indah yang telah terukir di ingatanya.
"Aku mencintai kalian." Ucapnya membuka mata dan kembali menyimpan foto itu di dalam laci agar Zayn Keenan ayahnya tidak melihat dan menghancurkan foto itu karena foto itu adalah foto terakhir yang racel miliki.
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....