Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Cafe Rose bersama Nathan dan Axel




Zayn malam itu kembali ke Amerika dengan menggunakan Helikopter pribadinya. Malam itu Violet keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat di tubuhnya, di kamar yang gelap itu Violet melangkahkan kaki dengan tatapan kosong, Violet memakai pakaianya dan berbaring di tempat tidur. Vio bersyukur karena Zayn sudah pergi, diapun bisa menghabiskan malamnya dengan tenang.


Gelap berganti terang, Jendela besar yang terbuka lebar nampak di basahi embun pagi, Sinar mentari menerangi kamar megah nan mewah itu lagi.


Violet masih memejamkan kedua matanya di atas tempat tidur, hari ini adalah hari liburnya. ia perlahan membuka matanya dan berganti posisi. Violet yang baru bangun nampak masih berbaring malas di atas tempat tidur.


Violet bangkit dan melangkah ke arah jendela, ia berdiri di sana memandang suasana pagi yang sejuk dan hijau. Violet pun bergegas untuk mandi dan memakai pakaian santai.


Violet keluar dari kamarnya dan menatap kebawah diapun beranjak menuruni anak tangga berlapis marmer itu. nampak para pelayan berlarian menghampirinya dan menundukan kepala seolah mereka siap menjalankan perintah dari tuanya.


Namun Violet hanya berjalan tanpa menghiraukan kehadiran para pelayan, Violet tidak suka di layani, ia lebih suka melakukan aktivitasnya sendiri.


Violet ke dapur dan membuka kulkas yang berjajar, kulkas yang besar nampak seperti lemari pakaian. di dalamnya ada semua kebutuhan dapur yang lengkap. semua Zayn lah yang mengatur.


Violetpun mengambil beberapa roti dan selai, ia menaruhnya di atas meja untuk hendak di panggang.


"Nyonya kami sudah siapkan sarapan, jika ingin roti panggang biar kami saja yang melakukanya."ucap para pelayan yang membuntutinya.


"Aku bisa melakukanya sendiri."ucap Violet sopan.


"Tuan Zayn akan membunuh kami jika ia melihat nyonya membuat sarapan sendiri."ucap para pelayan itu ketakutan.


"Tenang saja, Zayn tidak ada di sini."ucap Violet.


Violet pun memanggang rotinya dan makan di tempat, ia tidak makan di meja makan. para pelayan masih berdiri di dekatnya. Deeerrtt..... ponsel Violet bergetar. ia langsung menyambar ponselnya untuk melihat isinya.


"Selamat pagi."sapa Nathan melalui chat dengan stiker yang lucu.


"Pagi.."saut Violet yang tersenyum.


"Sedang apa?"tanya Nathan.


"Memanggang roti, apa kau mau?"saut Violet.


"Kau boleh melemparkan rotimu dari sana, dan aku akan menangkapanya di sini."ucap Nathan bergurau.


"Baik, bersiaplah aku akan melemparnya dari sini."ucap Violet tersenyum melihat isi ponselnya dengan roti di tanganya.


"Aku belum mendapatkan roti yang kau lemparkan padaku, apa kau bisa mengantarnya untukku?"ucap Nathan.


"Kau akan membayar mahal untuk tenagaku."saut Violet.


Seketika Violet pun kaget dan tersedak melihat isi ponselnya.


"Violet bisakah kita bertemu?"isi chat dari Axel.


"Axel?"dalam hati Violet.


Violet nampak bingung, ia sebenarnya tidak ingin menemui Axel namun...


"Untuk apa?"tanya Violet membalas chat Axel.


"Hanya ingin melihatmu."saut Axel.


"Aku sedang ingin bersantai di rumah. kita bisa bertemu di kantor hari senin."saut Violet.


"Jika begitu aku akan datang kerumahmu."saut Axel.


Violet pun tersedak lagi.


"Orang ini selalu saja memaksa. dia tidak boleh datang kerumah karena rumah lamaku sudah kosong. bagai mana ini?"


"Kita ketemu di Cafe Rose jam 09:00."saut Violet.


"Baik aku akan menemuimu di sana."saut Axel.


Violet pun membuka Chat dari Nathan, dia pun tersedak lagi.


"Violet aku di dekat rumahmu untuk mengambil rotiku."ucap chat Nathan.


"Matilah aku."ucap Violet dalam hati.


Violet pun segera bangkit dari duduknya dan melangkah cepat menuju kamar, dia berdandan dan mengganti pakaian. Saat itu Violet memakai celana jeans dengan atasan yang terbuka di bagian pundak sampai ke dadanya. membuat dia terlihat sangat modis.


Violet pun keluar dari rumah itu, seperti poin yang sudah ia tulis di dalam surat perjanjian bahwa ia akan melakukan rutinitasnya tanpa di larang oleh Zayn namun tentu saja dia harus sembunyi-sembunyi untuk bertemu pria lain, jika tidak Violet dan teman lelakinya harus merasakan konsekwensinya karena Zayn bisa saja membunuh mereka. dari jauh Violet melihat mobil Nathan diapun menghampirinya.


"Ini rotimu. lain kali aku tidak akan melemparkan roti lagi padamu."ucap Violet.


Nathan pun tersenyum dan memakan roti yang di buat Violet, Nathan nampak melahap habis roti itu dengan cepat. sambil memandangi Violet.


"Apa kau kelaparan?"tanya Violet.


"Ia, karena roti yang kamu lemparkan padaku tidak kunjung sampai."saut Nathan.


Violet pun tertawa dan memukul lengan Nathan. sejenak Violet terdiam karena dia ingat pada Axel.


"Apa kamu ada rencana keluar?"tanya Nathan.


"Ia, aku harus menemui Axel di Cafe Rose."saut Violet.


"Kau sangat dekat dengan Axel?"tanya Nathan kurang senang.


Violet pun terdiam, dan menatap Nathan yang sedang menatapnya.


"Aku akan ikut bersamamu."ucap Nathan.


"Jangan. aku tidak enak dengan Axel."ucap Violet.


"Lalu apa kamu akan mengusirku dan menemuinya?"tanya Nathan.


"Tidak, tapi...."ucap Violet.


"Tapi apa?"tanya Nathan.


"Tidak, kau boleh ikut jika ingin. tapi aku tidak mau sampai kalian bertengkar lagi!"ucap Violet.


"Ia, tenang saja."ucap Nathan.


Mereka pergi bersama untuk bertemu Axel di Cafe Rose dengan mobil yang di kemudikan Nathan, Violet nampak banyak bicara dan bercanda, Nathan yang menatapnya tersenyum nampak tidak mau melewatkan momen itu dia terus memandang paras cantik dari Violet.


"Aku sedang siapkan tempat di sebuah pulau kecil yang jauh dari keramaian kota, saat semua siap aku akan menyembunyikanmu di sana. sampai Zayn berhenti mencari keberadaanmu aku akan membawamu pindah dari tempat itu ke kota lain. di sana sangat aman. Zayn tidak akan menemukanmu."ucap Nathan serius.


"Terimakasih Nathan."ucap Violet menatap wajah Nathan yang sedang mengemudi.


Nathan pun mengelus kepala Violet dan tersenyum padanya.


"Hanya saja akan sedikit beresiko apabila dia menemukanmu."ucap Nathan.


"Tetap berada di sisinya lebih beresiko."saut Violet.


Joe Nathan pun tersenyum padanya. Nathan dan Violet sampai di parkiran Cafe Rose mereka pun keluar dari mobil dan masuk bersama. Nampak Axel yang menatap mereka dengan tatapan seolah tidak senang.


"Pagi tuan Axel."sapa Violet membungkukan badan.


Axel nampak menatap Nathan tidak senang, nathan pun menatap Axel ia tau Axel tidak senang dengan kehadiranya.


"Kau membawanya?"tanya Axel pada Violet.


"Ia, tidak apa-apa kan?"tanya Violet tersenyum canggung.


"Hem.."saut Axel yang menatap Nathan lagi.


"Mau pesan apa?"tanya Violet.


"Latte."saut Axel dan Nathan berbarengan.


"Eng~ baik."ucap Violet bingung dan menatap Axel dan Nathan yang saling menatap.


"Situasi macam apa ini? jangan bilang mereka akan bertengkar lagi."tanya Violet dalam hati.


Violet pun memesan Coffee sesuai yang Nathan dan Axel inginkan, sedangkan Violet hanya memesan coklat hangat. Violet nampak memperhatikan kedua pria di hadapanya keduanya saling menatap.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™