Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Aku mencintaimu Violet




"Tidak, jangan memaksaku."Ucap Violet.


Axel menatap Violet yang terlihat tidak menginginkan pakain-pakaian bagus ditempat itu, Axel pun mulai berfikir lagi.


"Jika dia tidak menginginkan kemewahan lalu apa yang dia harapkan dari ayah?"Tanya Axel dalam hati.


"Apa kamu mencintai Ayah?"Tanya Axel menatap Violet yang duduk disampingnya.


Violet membatu mendengar pertanyaan Axel dan perlahan dia menoleh kearah Axel yang menatapnya.


"Tidak semua yang terjadi dalam hidup harus diberi tahukan kepada orang lain."Saut Violet menatap Axel.


"Bisakah kamu menceritakan padaku tentang hidupmu?"Tanya Axel.


"Tidak."Saut Violet menundukan kepala.


"Sejujurnya aku sangat penasaran tentang apa alasanmu mau menikah dengan ayah, dan aku sangat penasaran akan dirimu yang menutup diri sangat rapat."Ucap Axel.


"Anda tidak membeli baju tuan?"Tanya Violet mengalihkan pembicaraan.


Axel menyadari jika Violet tidak ingin membahas pertanyaanya, dia pun mengalah.


"Apa kamu bisa pilihkan baju untukku?"Tanya Axel.


"Ayo, aku akan bantu pilihkan."Ucap Violet melangkah untuk memilihkan pakaian Axel.


Axel memperhatikan Violet, dia sangat mencintai wanita itu, wanita yang sulit diraihnya bahkan sangat sulit hanya untuk mengenal dan mendapatkan kepercayaannya.


"Aku sungguh mencintaimu."Ucap Axel menatap Violet tanpa sadar.


Ucapan Axel membuat Violet semakin ragu akan perasaanya sendiri, dia memilih diam dan melanjutkan memilih pakaian.


"Aku mencintaimu."Ucap Axel lagi.


Violet pun menoleh kearahnya dan menatap matanya.


"Aku mencintaimu Violet."Ucap Axel menatap mata Violet.


Violet pun memalingkan pandanganya dan memilih pakaian untuk Axel lagi.


"Aku sangat mencintaimu Violet."Ucap Axel berulang kali.


"Tuan..."Saut Violet.


"Aku.. sangat.. mencintaimu Violet."Ucap Axel menatap mata Violet.


"Aku ingin bersamamu selamanya."Ucap Axel dengan mata yang berkaca.


"Tuan, Aku..."


"Jangan bicara."Ucap Axel memeluk Violet dari belakang.


"Orang-orang melihat kita."Ucap Violet.


"Biarkan saja."Saut Axel.


"Racel akan semakin membenciku."Ucap Violet.


"Biarkan saja."Saut Axel.


"Kamu keras kepala."Ucap Violet.


"Sama sepertimu, kamu lebih keras kepala dariku."Saut Axel.


"Apa yang kalian lakukan?! lepaskan kakaku pela*cur!"Ucap Racel melepaskan kakaknya dari Violet.


"Aku yang memeluknya, bisakah kamu jangan mengucapkan kata-kata buruk itu lagi padanya?"Pinta Axel pada Racel adiknya.


"Kau pendiam tapi sangat menjijikan."Ucap Racel mendorong Violet hingga terduduk dilantai.


Axel membantu Violet berdiri dan membawanya pergi.


"Jika sudah, datanglah ke kasir."Ucap Axel pergi membawa Violet menjauh dari adik wanitanya.


"Ini.. cobalah, aku rasa ini cocok untukmu."Ucap Violet memberikan Axel pakaian yang dipilihnya.


"Aku percaya pada pilihanmu, kita langsung bayar saja."Saut Axel.


Axel menarik tangan Violet dan menyuruhnya duduk didekat kasir, Racel pun menghampiri Axel yang sedang membayar setumpuk pakaian yang di belinya.


"Sekarang kamu mau beli apa lagi? cepat katakan selagi aku masih berbaik hati."Ucap Axel pada adiknya.


"Aku mau beli sepatu."Saut Racel melangkah masuk ketoko sepatu.


"Violet pilihlah sepatu yang kamu inginkan."Ucap Axel.


"Aku tidak ingin."Saut Violet masih duduk dikursi tunggu toko itu.


Melihat Violet hanya menundukan kepala, Axel pun menatapnya dan melihat air yang menetes ditangan Violet.


"Kamu menangis?"Tanya Axel meraih dagu Violet.


Violet langsung menepis tangan Axel dari wajahnya.


"Apa yang kamu pikirkan?"Tanya Axel.


"Tidak ada."Saut Violet.


"Ayo kita berkeliling."Ucap Axel menarik tangan Violet.


Axel menduga-duga mungkin Violet merasa bosan atau dia sedih karena Racel tidak menyukainya, banyak hal-hal yang Axel pikirkan hanya untuk menebak-nebak isi hati wanita yang sangat dicintainya.


Seketika langkah mereka terhenti, Axel pun menoleh kearah Violet yang menghentikan langkahnya, Violet melihat sesuatu yang ada didalam sebuah toko, Axel menatap matanya dan melihat apa yang dilihat Violet.


"Ayo masuk."Ajak Axel menarik Violet masuk kedalam toko itu.


Mata Violet tak terelakan, dia melangkah masuk kedalam toko itu dan menghampiri seekor kucing yang sangat menggemaskan, dia terlihat sangat mengaggumi hewan itu.


"Aku beli kucing itu."Ucap Axel pada penjaga toko.


"Tidak-tidak."Ucap Violet menarik tangan Axel keluar dari dalam toko.


"Ayo kita temui Racel."Ajak Violet berjalan cepat menggenggam tangan Axel.


"Kamu menyukainya kan? kenapa tidak mau membelinya?"Tanya Axel.


"Aku memang suka, tapi bukan berarti harus memilikinya."Saut Violet berjalan cepat.


"Kenapa?"Tanya Axel.


"Kamu akan tau saat kamu ingin makan tapi tidak ada sesuatu untuk dimakan dan kamu akan sadar betapa uang itu sangat berharga, jadi berhentilah menghambur-hamburkan uang dan belajarlah memberikan uangmu pada mereka yang miskin."Saut Violet.


Axel terdiam dan menatap Violet, mendengar perkataan Violet membuat Axel tersadar dan semakin mengaguminya.


"Sudah sangat jelas, dia bukan wanita yang menggilai uang, lalu apa alasanya mau bersama ayah? Violet.. kau membuatku sakit kepala karena banyak berpikir."Ucap Axel dalam hati.


"Darimana saja?"Tanya Racel berdiri dengan tangan yang melipat didadanya.


"Melihat-lihat."Saut Axel.


"Mana kartumu ka."Ucap Racel menodong kakaknya.


Axel memberikan kartunya pada Racel yang gemar berbelanja, setelah selesai membayar Racel mengembalikan kartu Axel, Racel melihat Violet yang hanya membeli satu stel pakaian kerja.


"Cih.. Kau hanya beli satu stel? apa kau masih malu-malu?"Tanya Racel meledek.


"Tidak usah bersembunyi dibalik topeng cantikmu itu, dasar wanita...."


"Hentikan Racel."Tegas Axel memotong pembicaraan Racel.


"Violet tidak seperti yang kamu pikirkan."Ucap Axel pada adiknya.


"Terserah."Saut Racel memalingkan pandanganya.


"Kamu mau makan apa?"Tanya Axel.


"Sushi."Saut Racel.


"Sudah tutup."Ucap Axel.


"Jika mau aku bisa buatkan sushi untuk Racel."Ucap Violet pada Axel.


"Kau akan meracuniku?"Tanya Racel.


Axel yang sudah pernah memakan makanan yang dibuat Violet, dia tersenyum dan menginginkan Violet membuatkan makanan lagi untuknya.


"Ayo kita pulang, aku akan bantu Violet membuat Shusi untukmu."Ucap Axel melangkah dengan menggandeng tangan Violet.


Racel menghentikan langkah kakinya, dia sangat kesal dan tidak ingin memakan makanan yang dibuat oleh Violet.


"Awas saja kalau makananmu tidak enak, akan aku buang ketempat sampah."Ucap Racel duduk bersandar didalam mobil.


Violet menahan diri, dia berusaha untuk bersabar menghadapi Racel yang sangat membencinya, Violet pun tersenyum pada Racel dan menoleh keluar jendela untuk melihat suasana luar malam itu.


"Ayah... sedang apa? apa ayah sedang memikirkan aku? seperti aku yang memikirkanmu sekarang? aku akan membuat sushi kesukaanmu malam ini."Ucap Violet dalam hati.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™