
Waktu terus berputar Violet masih menikmati perjalanan panjangnya.
Sedangkan Zayn memantau keberadaan Violet dia nampak tenang di tengah perjalananya kembali dari Amerika.
"Violet masih di kantor? dia lembur?"tanya Zayn dalam hati.
Zayn pun melakukan panggilan telpon namun tidak ada yang menerima, Zayn pun melakukan panggilan telpon pada putra sulungnya Axel.
"Halo~"ucap Axel.
"Axel kau dimana?"tanya Zayn pada putranya.
"Dirumah."saut Axel singkat.
"Violet, apa dia lembur?"tanya Zayn.
"Tidak, dia pulang tepat waktu. ada apa?"tanya Axel pada Zayn ayahnya.
"Apa dia meninggalkan ponselnya di kantor? ayah tidak bisa menghubunginya."ucap Zayn.
"Aku akan mencarinya."saut Axel.
"Ia, bantu ayah, ayah sedang dalam perjalanan pulang."ucap Zayn.
"Baik."saut Axel memutuskan sambungan telponya.
Axel menghela nafas panjang dan merebahkan tubuhnya di sofa dan menatap langit-langit rumahnya.
Axel pun bangkit dan melangkah cepat sambil melakukan panggilan telpon kepada Violet.
"Dia tiadak mengangkat panggilanku? ayah bilang posisi ponselnya di kantor? lebih baik aku ke kantor."ucap Axel.
Axel pun datang ke kantor dan berjalan cepat menuju meja kerja Violet.
"Tidak ada di kantor? dia sudah pulang?"Axel pun memutar tubuhnya untuk hendak kembali dan melakukan panggilan telpon lagi.
Axel pun menghentikan langkahnya saat ia mendengar nada dering ponsel Violet yang terdengar dari dalam laci mejanya.
Axel pun kembali ke meja Violet dan membuka lacinya.
"Violet apa kau melupakan ponselmu?"tanya Axel dalam hati dengan ponsel Violet yang ada di genggamanya.
Axel pun bergegas meuju kediam Violet, namun Violet tidak ada di rumahnya. Axel pun menuju rumah lama Violet namun rumah itu sudah nampak usang dan mulai di tumbuhi ilalang. Axel pun mencarinya ke kediaman Nadine namun Nadine tidak mengetahui keberadaanya.
"Kemana kamu Violet?"tanya Axel yang mengendarai mobilnya.
"Jangan katakan padaku kau pergi meninggalkanku? tak apa kamu memilih joe Nathan tapi.. bisakah kau tetap di sini agar aku bisa melihatmu setiap saat?"ucap Axel yang tidak tau harus mencari Violet kemana lagi.
Malam yang sudah sangat larut, Zayn pun melakukan panggilan lagi pada putranya.
"Halo~"ucap Axel.
"Kau sudah menemukanya?"tanya Zayn.
"Belum, sepertinya dia melupakan ponselnya dan tertinggal di kantor."saut Axel.
"Brengsek!"ucap Zayn mematikan sambungan telponya.
Zayn pun memerintah para pengawalnya untuk mencari keberadaan Violet. Zayn nampak sangat mengerikan, dia sangat marah dan ketekutan. takut akan kehilangan wanita yang sangat di cintainya.
Violet yang sudah merasa Zayn akan kembali, dia memutuskan untuk pergi saat itu juga untuk bertemu ayahnya.
"Kita pergi sangat jauh."ucap Violet.
"Ia, tuan Joe Nathan memilih tempat ini karena di sini paling aman nyonya."saut tuan Ari yang sedang mengemudi.
"Apa keberadaan kita bisa di lacak dari CCTV?"tanya Violet.
"Tidak, mereka tidak akan bisa melacak dari CCTV karena sistem kami retas untuk menghentikan sementara.
"Percayalah pada tuan Joe Nathan, dia merencanakan ini dengan rapih untuk anda nyonya.
"Ia, Aku percaya padanya."saut Violet yang perlahan memejamkan matanya.
Hari mulai pagi, Zayn yang klimpungan nampak mengerahkan seluruh orang-orangnya untuk mencari keberadaan Violet.
Sedangkan Axel yang terjaga sepanjang malam nampak melamun di dalam ruanganya. dia sangat kacau. Axel pun bangkit dan menemui JOe Nathan.
"Bisa kita bicara?"ucap Axel.
"Tentu saja. ini kali pertama kau mendatangiku."saut Nathan.
Axel dan Nathan pergi ke Cafe dekat One Zayn Group.
"Apa yang ingin anda bicarakan? nampaknya sangat penting?"ucap Joe Nathan.
"Violet, aku tidak menemukanya sejak kemarin sore."ucap Axel.
"Lalu?"tanya Nathan.
"Kau dekat denganya, apa kau mengetahui keberadaanya?"tanya Axel.
"Cih.."saut Nathan tersenyum lucu.
"Kau pun dekat denganya harusnya kau pun tau segalanya tentangnya bukan?"tanya Nathan.
"Apa kau sedang membalasku? ucapanmu terdengar sama saat kau menanyakan Violet padaku."ucap Axel memutar-mutar cangkir kopi di atas mejanya.
"Ingatanmu sangat bagus."saut Nathan mencicipi kopinya.
"Dimana dia?"tanya Axel.
"Mana aku tau?"tanya Nathan.
"Jangan membohongiku."saut Axel.
"SEandainya aku taupun aku tidak akan memberitahukanya padamu."saut Nathan.
"Kau terlihatsantai tidak seperti saat pertama kali Violet menghilang."ucap Axel menatap mata Nathan.
"Aku tidak tau Violet dimana, jika tidak percaya kau boleh menyelidiki aku atau menggeledah rumahku."ucap Nathan santai.
Axel pun terdiam dan menundukan kepalanya, dia membisu dan nampak stres. Joe Nathan menatap Axel yang sangat rapuh saat itu.
"Maafkan aku. tapi akupun sangat mencintainya dan tidak akan merelakanya untukmu atau ayahmu."ucap Nathan dalam hati.
Di tempat yang sangat jauh akhirnya Violet sampai di tempat ayahnya. dia keluar dari mobil dan tersenyum melihat rumah mewah di hadapanya.
"Violet."ucap tuan Hari berlari utntuk memeluk putrinya.
"Ayah."ucap Violet yang merentangkan kedua tanganya.
Mereka saling mendekap dan menangis, saling merindukan satu sama lain.
"Akhirnya ayah bisa melihatmu lagi sayang."ucap Hari menangis.
"Ia ayah aku sangat merindukanmu."saut Violet.
Mereka yang saling bercengkrama nampak menghabiskan waktu unutk mengobrol dan saling bercerita satu sama lain.
"Priksa semua CCTV!"ucap Zayn yang berteriak pada semua pengawalnya.
"Baik tuan."saut para pengawal serentak.
"Cari sampai ketemu! bagaimanapu caranya!"ucap Zayn dengan wajah yang menegerikan.