
Disepanjang jalan Axel Zayn mengendarai mobilnya dengan pandangan kosong, ke empat roda mobilnya melesat sangat cepat memecah jalanan ibukota.
"Besok? mana mungkin aku akan sampai di kota Seoul besok!"
Bug!!
Axel Zayn sungguh sangat frustasi, ia memukul kemudi mobil dengan kepalan tanganya. ia telah sadar jika jaraknya saat ini masih sangat jauh untuk bisa sampai ke kota Seoul malam ini juga. itu tidak akan mungkin!
Pria muda itu lantas menginjak gas nya semakin dalam, tentu saja agar mobil mewahnya semakin cepat mengantarkanya menuju kediaman Zayn Keenan.
ππππ
Malam itu tidak hanya Axel Zayn seorang yang merasa sangat gelisah, di sebuah kamar mewah bahkan seorang wanita terus menangisi kenyataan akan besok adalah hari pernikahanya bersama Zayn Keenan.
Wanita itu duduk bersandar memeluk lutut di atas tempat tidurnya, ia terus menatap jam mewah yang melekat di dinding. menatap sangat dalam betapa jarum panjang jam itu terus berdetak tiada henti mengantarkanya menyambut mentari yang akan hadir di pagi hari.
Wanita itu kini tertunduk menenggelamkan wajahnya, ia mengepalkan sepasang telapak tanganya dan berteriak sekuat tenaga.
"Aku tidak mau menikah denganmu Zayn Keenan!" Ucapnya.
Hu..hu..hu..hu.....
Suara tangisnya kian terdengar, air mata bahkan tak kunjung habis. Zayn Keenan yang saat ini sedang berada di dalam kamar mandi. ia terdiam menopang tubuh dengan menggunakan sepasang tanganya di hadapan wastafel dengan air yang terus menetes dari wajahnya.
Zayn lantas membasahi wajahnya lagi dengan air yang terus mengalir dari keran wastafel itu saat ia mendengar teriakan Violet.
"Kita tetap akan menikah.." Ucap Zayn Keenan, ia menatap cermin sangat tajam menatap sepasang bola mata mengerikan pria yang saat ini ada di hadapanya, pria itu adalah dirinya sendiri.
Zayn Keenan lantas menarik satu sudut bibirnya, ia menoreh senyum sangat mengerikan di wajahnya dan hahahaha.... ia tertawa sangat bahagia di atas tangis wanitanya.
Mendengar prianya tertawa di dalam kamar mandi, Violet lantas meraih gelas yang telah kosong yang ada di atas meja, ia menatap sangat mengerikan pintu kamar mandi yang ada di dalam kamarnya dan...
Craaannngggg!!!!
Zayn Keenan menoleh ke arah kanan, ia melihat gelas itu hancur berkeping-keping di dekatnya. Zayn lantas menoleh ke arah Violet yang saat ini menatapnya penuh kebencian dan amarah.
Zayn Keenan pun melangkah menghampirinya, wanita yang melemparkan gelas dengan niat untuk melukainya saat ia keluar dari dalam kamar mandi.
Kini sepasang bola mata tajam keduanya saling menatap. Violet lantas menoleh ke sebelah kanan dan ia meraih sebuah vas bunga yang ada di atas meja.
"Matilah kau Zayn Keenan!!" Teriaknya.
Craaannngg!!!
Zayn kembali menoleh menatap sebuah vas bunga bernilai ratusan juta itu hancur berkeping-keping di lantai saat ia menghindar dan pada akhirnya vas itu menghantam diding kamarnya.
Sepasang mata tajam bagaikan elang seorang Zayn Keenan kini menatap kembali wanitanya yang terus menerus menangis. ia mengayunkan lagi sepasang kaki jenjangnya untuk menghampiri Violet Grizelle.
"Sayang.. sikapmu semakin lama semakin manis, aku semakin menyukaimu." Ucap Zayn Keenan, ia bicara bagaikan pesikopat gila.
"Aku membencimu tuan Zayn! aku sangat membencimu!" Ucap Violet, ia menyeret tubuhnya ke belakang saat ia melihat pria mengerikan itu terus melangkah dan semakin dekat ke arahnya.
Zayn Keenan kembali tersenyum sambil ia menaikan satu kaikinya ke atas tempat tidur, pria itu melihat wanitanya hendak mengambil vas bunga yang ada di atas meja lagi dan Zayn meyakini jika wanita itu masih belum menyerah untuk bisa melukainya.
"Kamu sangat gigih sayang.. sudah sangat lama aku menunggu, kamu bahkan masih menolakku? hahahaha...." Ucap Zayn Keenan, ia sangat erat menggenggam pergelangan tangan Violet untuk menghentikan niat buruknya.
Zayn Keenan mendekatkan wajahnya ke wajah cantik wanitanya dan mengatakan...
"Sayang... semakin hari aku di dekatmu, aku semakin jatuh cinta padamu."
Mendengar ucapan pria itu, Violet semakin deras menjatuhkan air matanya. sungguh setiap kalimat yang keluar dari mulut pria gila itu selalu membuatnya merasa sangat takut. Violet lantas tertunduk tidak berdaya, ia sungguh sangat putus asa dan telah lelah menanti sesuatu yang tidak kunjung datang.
"Tuan Axel Zayn, Joe Nathan... siapapun, tolong jemput aku. demi tuhan aku tidak mau menikah denganya, aku takut padanya.. aku sangat takut!" Batin Violet.
Violet terkejut saat pria itu tiba-tiba menggendong tubuhnya dan membawanya menuju kamar mandi, "Apa yang akan ada lakukan tuan Zayn?!" Tanyanya.
"Kamu bilang mau mandi bukan? biar aku membantumu mandi sayang, hahahaha....." Sahut Zayn Keenan seraya ia tertawa sangat mengerikan.
"Tidak! turunkan aku tuan Zayn!" Pintanya seraya ia terus memukuli dada kekar Zayn Keenan yang bahkan tidak menggubris permintaanya.
Zayn bersama dengan wanitanya masuk kedalam kamar mandi dan ia menurunkan Violet di bathtub, Violet lantas langsung bangkit dari duduk hendak pergi namun Zayn Keenan menahanya, pria itu melepaskan dasi dari lehernya dan menyatukan sepasang tangan Violet sambil ia mengacungkan dasi itu di depan mata wanitanya.
"Patuh atau aku akan mengikat kedua tanganmu lagi." Ucap Zayn Keenan.
"Ak... aku akan mandi sendiri tuan Zayn." Sahut Violet dengan suaranya yang gemetar, nafas wanita itu bahkan terpenggal-penggal karena terus menerus menangis.
Mendengarnya, Zayn Keenan lantas melepaskan tanganya dan ia meletakan dasinya di lantai, pria yang saat ini jongkok di dekat bathtub itu kini meraih keran air untuk mengisi bathtub wanitanya dengan air hangat.
Violet tentu langsung tertunduk menatap sepasang kakinya kini mulai tenggelam oleh air yang terus mengalir, ia gemetaran. Zayn Keenan masih berada di sampingnya, menatapnya dengan tatapan matanya yang sangat mengerikan.
"Aku takut ayaaahh, kenapa kalian semua meninggalkan aku bersama denganya." Batin Violet.
Zayn Keenan pun meraih kerah pakaian Violet dan sraaakkk!!! ia merobeknya dengan tangan kosong.
"Jangan tuan Zayn!" Pinta Violet, ia menggenggam kedua pergelangan tangan Zayn Keenan sangat erat dengan sepasang tanganya yang gemetar hebat.
Zayn pun terhenti saat ia melihat sepasang tangan wanita itu bahkan seluruh tubuhnya gemetar. sungguh! Violet sangat ketakutan!
Zayn Keenan lantas bangkit dan duduk di atas closet yang tertutup, ia memperhatikan wanitanya yang saat ini memeluk tubuhnya sendiri, tertunduk dengan air yang mulai mengalir keluar dari dalam bathtub karena telah penuh dan tak kunjung di matikan. di dalam kamar mandi itu tersisa suara tangisnya dan suara gemericik air yang menyertainya.
"Mandi sendiri atau aku yang akan memandikanmu." Ucap Zayn Keenan, ia menatap wanitanya sangat dalam.
Violet tertegun dan perlahan menoleh. Zayn memperhatikanya, wanita dengan air mata yang membasahi pipi, rambut panjang yang berantakan terlihat sangat menyedihkan.
πStay With Me Violetπ
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....