Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Melewati Malam Bersama




Axel pun menyuruhnya untuk duduk di atas tempat tidur. dan dia bergegas menyiapkan air hangat untuk Violet berendam di bak mandi mewah di rumah besar itu. setelah dia menyiapkan air hangat dia pun berdiri di hadapan Violet.


"Berendamlah air hangat agar tubuhmu tidak sakit."ucap Axel.


"Terimakasih."saut Violet lirih.


"Aku akan memanggil pelayan untuk membantumu mandi."ucap Axel.


"Tidak! jangan. aku akan melakukanya sendiri."ucap Violet meraih tangan Axel untuk menghentikan niatnya.


Axel pun menatap tanganya yang di genggam Violet.


"Maaf, aku tidak ingin tubuhku di lihat orang lain."ucap Violet yang dengan cepat menyingkirkan tanganya dari tangan Axel.


"Baiklah aku akan ambil es batu untuk mengompres wajah dan lehermu."ucap Axel.


Violetpun melangkahkan kakinya untuk mandi air hangat yang di siapkan oleh Axel sendiri.


"Sikapmu yang seperti ini..."ucap Violet yang sedang berendam ia tidak dapat melanjutkan perkataanya.


Sedangkan Axel nampak sibuk di dapur untuk menyiapkan kompres untuk Violet.


"Sedang apa ka?"tanya Racel.


"Kamu bisa lihat kenapa harus bertanya."ucap Axel.


"Kenapa kau memperdulikan wanita itu?"tanya Racel dengan kedua tangan yang melipat di dadanya.


"Karena aku mencintainya."saut Axel yang sibuk.


"Jelas-jelas bukan wanita baik-baik kenapa masih saja perduli padanya."ucap Racel.


"Tutup mulutmu dan tidurlah."ucap Axel yang berlalu pergi menuju kamar Violet.


"Kau terlalu lemah padanya ka!"ucap Racel pada kakaknya yang semakin menjauh.


Axel pun duduk di sofa untuk menunggu Violet selesai mandi. Violet pun keluar dari kamar mandi dengan di balut handuk. Melihat tubuh Violet yang mulus membuat detak jantung Axel berdegup kencang.


"Apa ada pakaian yang bisa aku pakai?"tanya Violet yang berdiri di depan pintu kamar mandi.


Axel pun wajahnya memerah dan tidak bisa mengontrol degup jantungnya.


"Aku akan segera kembali."ucap Axel yang berlalu pergi.


"Wanita itu.. baru kali ini aku melihat tubuh di balik pakaianya. membuatku sulit mengendalikan diri."ucap Axel yang berjalan cepat dengan wajah yang memerah.


"Racel."panggil Axel di balik pintu kamar Racel.


"Apa?"tanya Racel yang membuka pintu dan berdiri di pintu kamarnya.


"Minggir."ucap Axel menerobos masuk ke kamar Racel.


Axel membongkar lemari Racel untuk memilih pakaian yang cocok di kenakan Violet.


"Cari apa?"tanya Racel.


"Violet tidak ada baju ganti."ucap Axel sambil membongkar pakaian Racel di dalam lemari.


"Terus kenapa kakak ke sini? aku tidak kasih pinjam ya jangan bawa bajuku!"ucap Racel kesal.


"Sejak kapan kau tidak mematuhi kakak?"ucap Axel.


"Aku tidak sudi bajuku di pakai wanita itu!"ucap Racel.


"Ini cocok untuknya."ucap Axel.


"Kakak itu baju kesayanganku!"ucap Racel menghampiri kakaknya.


"Pinjam. nanti kakak belikan baju yang banyak untukmu sebagai gantinya."ucap Axel berlalu pergi.


"Benar ya! aku akan menagih janjimu!"ucap Racel pada kakaknya yang berlalu pergi.


"Kakak kenapa kau menjadi bucin begitu!"ucap Racel kesal.


Axel pun masuk ke kamar Violet dan melihat Violet yang duduk manis menunggunya di sofa kamarnya.


"Ini baju Racel, ukuranya terlihat pas denganmu, pakai ini untuk sementara."ucap Axel menyerahkan pakaian pada Violet.


"Terimakasih."ucap Violet mengulurkan tanganya untuk menerima pakaian untuk di kenakanya.


"Aku akan memakaianya di kamar mandi."ucap Violet melangkah menuju kamar mandi.


Axel nampak menatap tubuh Violet yang hanya di balut handuk, ia nampak gemetar melihat punggung dan kaki mulus nan jenjang Violet.


"Jantungku hampir lepas melihatnya."ucap Axel yang merebahkan tubuhnya di sofa.


Violet pun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Axel.


"Kau benar ini pas dengan tubuhku. apa Racel tidak keberatan jika aku memakai bajunya?"tanya Violet.


"Baju itu Racel yang memilihnya."ucap Axel berbohong agar Violet tidak merasa tidak enak memakai baju Racel.


"Sungguh?"tanya Violet.


"Ia, ayo ikut aku."ucap Axel menarik tangan Violet.


"Berbaringlah. aku akan mengompre lehermu."ucap Axel.


"Taruh saja di sini aku akan melakukanya sendiri. ini sudah jam 23:01 besok kau harus ke kantor."ucap Violet.


"Menurutlah!"ucap Axel tegas.


Violet pun menurut dan berbaring. Axel pun mulai mengompres luka di wajah dan di leher Violet.


"Aku melihat kepala ayah juga terluka, sebenarnya apa yang terjadi."tanya Axel.


"Aku memukul kepalanya dengan Vas bunga."saut Violet jujur.


"Kau tidak taku aku marah padamu berkata seperti itu padaku?"tanya Axel.


"Kau bertanya dan aku mejawabnya"saut Violet yang berbaring dengan es batu di lehernya.


"Kenapa kau melakukanya?"tanya Axel.


"Karena dia ingin meniduriku."saut Violet lirih.


Axel pun membatu dan menatap Violet.


"Kau belum pernah tidur denganya?"tanya Axel.


"Belum."saut Violet.


"Lalu.. kenapa kau tidak menyangkal tuduhanku waktu itu?"tanya Axel.


"Aku hanya malas menjawab pertanyaanmu."saut Violet.


"Syukurlah."saut Axel.


"Kenapa bersyukur?"tanya Violet.


"Aku hanya lega mendengarnya."saut Axel.


Violet pun terdiam. dia nampak menatap langit-langit di rumah mewah itu. sedangkan Axel dia bangkit dari kursinya dan duduk di atas tempat tidur di dekat Violet. Axel menggenggam kedua tangan Violet yang berbaring di atas tempat tidur. Axel menatap matanya dalam-dalam sangat lama dan perlahan wajahnya semakin mendekat ke wajah Violet. Axel pun mencium bibir manis Violet dengan lembut dan penuh perasaan. keduanya nampak menikmati momen itu dan memejamkan mata.


"Lupakan Joe Nathan untuk malam ini dan lihatlah aku saja."ucap Axel dalam hati.


"Aku akan mendapatkan hukuman yang berat karena mencintai dua pria."ucap Violet di dalam hatinya.


"Violet kenapa aku merasa kau akan melupakanku."ucap Joe Nathan di balkon kamarnya.


Joe Nathan nampak memandang langit malam dan mengingat senyum manis yang seminggu terakhir tidak di perlihatkan Violet padanya.


"Aku harap kau tidak akan merubah perasaanmu padaku."ucap Nathan yang melangkah cepat menuju kamarnya.


Sedangkan di kediaman Zayn. Nampak Axel yang memandangi Violet yang tertidur pulas. dia tidak ingin melewatkan momen langka itu. Axel nampak tidak posan melihat wajah polos Violet yang tidak mengenakan Make up nampak natural dan menawan.


"Tidurlah yang nyenyak, bermimpilah yang indah, kau bahkan sangat cantik saat tertidur. kau yang sangat dingin padaku nampak lebih penurut saat tidur. membuatku semakin menginginkanmu."ucap Axel yang menatap Violet dengan senyum yang tertoreh di wajahnya.


Axel pun menyelimuti tubuh Violet dan tidur di dekatnya.


Di pagi hari Violet membuka matanya dan bangkit dari tidurnya.


"Semalam aku bermimpi, aku tidur di pelukan Axel."ucap Violet dalam hati.


"Kamu sudah bangun? mandi dan bersiaplah kita sarapan dan pergi ke kantor bersama."ucap Axel di depan pintu kamar Violet yang terbuka sambil memakai dasinya.


"Satu lagi.. pakailah baju di kotak itu."ucap Axel menatap kotak di atas meja di dekat tempat tidur dan Violet pun menoleh ke arah kotak itu.


"Ia."saut Violet dan Axel pun pergi.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™