
"Ayah..." Gumam Violet.
Mendengar wanitanya bergumam, Zayn Keenan lantas terperanjak, ia memandangi wanitanya yang kini menangis saat kedua kelopak matanya masih terpejam.
"Sayang.." Panggil Zayn Keenan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Violet seraya ia mengusap lembut kening wanita itu.
"Mamah..." Gumam Violet lagi, air mata wanita itu semakin deras mengalir dari kedua sudut matanya yang masih tertutup.
"Sayang." Panggil Zayn lagi, ia menghapus air mata Violet dengan menggunakan kedua telapak tanganya.
"Ayah!" Gumamnya lagi seraya ia bangkit dari tidur dan langsung memeluk tubuh Zayn Keenan hingga membuat Zayn Keenan membeku di pelukan wanitanya.
"Ayaaahh..." Ucap Violet, ia semakin erat memeluk tubuh Zayn.
Zayn terdiam, Violet menganggap dirinya sebagai Harry ayahandanya yang telah ia bunuh. Zayn mendengarkan suara isak tangis Violet yang saat ini sangat erat mendekap tubuhnya.
"Jangan pergi lagi ayah.. aku mau ikut ayah, aku takut sendirian... aku tidak mau hidup. aku mau ikut bersama ayah." Ucap Violet, ia menangis sangat pilu.
Mendengar ucapan wanitanya, Zayn pun tertunduk. ia merasa sangat bersalah karena telah membunuh tuan Harry sahabatnya sendiri. sepasang tangan kekar Zayn Keenan pun kini mulai mendekap erat tubuh Violet, ia juga mengelus kepala hingga membelai rambut panjang wanita itu. Zayn pun mencium puncak kepala Violet seraya ia mengucap...
"Maaf..."
Kata itu terucap lirih penuh penyesalan, Zayn mengucapkan kata "Maaf" dari relung hati terdalamnya. tidak dapat di pungkiri jika ia kini teringat akan sosok Harry sahabatnya. ia teriangat akan kebersamaan dirinya bersama ayahanda Violet dulu.
"Maafkan aku sayang.." Ucapnya lagi.
Sadar akan suara itu bukan suara tuan Harry ayahnya, Violet lantas segera melepaskan dekapanya, ia mulai menyeret tubuhnya ke belakang seraya tertunduk semakin dalam.
"Kamu merindukan ayahmu?" Tanya Zayn Keenan, ia mengulurkan tanganya untuk meminta wanitanya mendekat lagi.
Violet semakin tertunduk, ia menyembunyikan wajahnya di balik rambut panjang yang terurai seraya ia menggelengkan kepala dan semakin mengerucutkan tubuhnya di sisi tempat tidur.
"Kamu takut padaku?" Tanya Zayn Keenan, ia sangat lembut dan mulai mendekati Violet.
Sadar akan pria itu semakin mendekat, Violet lantas menghindarinya. ia sangat takut pada pria itu, pria yang hampir membunuhnya semalam, pria yang telah membunuh ayahnya, membunuh Axel Zayn dan Joe Nathan.
"Sayang.." Panggil Zayn Keenan, ia masih berusaha untuk mendekati wanitanya.
Violet terdiam tertahan oleh meja di dekat tempat tidur dan dinding, Zayn Keenan lantas bangkit dan menghampirinya lagi namun Violet pun menghindari pria itu lagi hingga membuat Zayn terdiam di tempatnya berdiri.
Sadar akan wanita itu ketakutan melihatnya, Zayn pun memutuskan untuk menghilang dari pandangan Violet, ia memutar tubuh dan menghampiri pintu kamarnya. kini pria itu menghentikan langkah kakinya di dekat pintu dan ia memutar tubuhnya lagi untuk memandangi wanita yang sangat ia cintai.
"Sayang, kamu belum makan... makanlah bubur yang ada di atas meja, aku membuatnya untukmu." Ucap Zayn Keenan.
Mendengar ucapan pria itu, Violet lantas menoleh ke arah meja, ia melihat sebuah nampan dengan semangkuk bubur di atasnya. wanita itu lantas terdiam dan dengan gerak cepat ia...
Craaaannngggg!!!
Violet menghempaskan bubur buatan tangan Zayn Keenan dari atas meja hingga mangkuk itu hancur berkeping-keping di lantai kamarnya. hancur berkeping-keping seperti hati dan perasaanya.
Zayn Keenan hanya diam di dekat pintu, ia takut jika meninggalkan wanita putus asa itu sendirian di dalam kamarnya mengingat Violet sudah berulang kali mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Zayn pun menutup pintu kamarnya lagi, ia kembali masuk dan duduk di sofa, terdiam memandangi wanita yang mengerucutkan tubuh di sudut tempat tidurnya.
Kini mereka hanya saling diam di dalam kamar itu, kamar yang sangat mewah dan sepi hanya terdengar suara hembusan angin dari jendela kamar yang terbuka.
Zayn Keenan lantas meraih sebatang rokok dari dalam bungkusnya, ia menikmati rokoknya sambil memperhatikan Violet yang perlahan mulai tenang, ia melihat wanitanya kini merebahkan tubuhnya lagi di atas tempat tidur. ia melihat wanita itu tidak memejamkan matanya, ia hanya diam dengan pandangan kosong menatap langit-langit kamar.
Waktu terus berputar hingga sebatang rokok itu telah memendek tersisa beberapa cm saja, Zayn mematikan rokoknya di atas asbak, ia meminum air mineral yang tersaji di atas meja dan bangkit dari duduk untuk menghampiri wanitanya yang sejak tadi hanya diam dengan air mata yang terus mengalir tanpa ia mendengar suara tangis wanitanya.
Zayn duduk di dekat Violet dan Violet merubah posisi tidurnya, ia kini tidur menyamping membelakangi Zayn Keenan seraya ia menghapus air mata dengan menggunakan telapak tangan kananya.
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu bahagia dan tidak tersiksa saat berada di dekatku?" Tanya Zayn Keenan, ia menggenggam pergelangan tangan kanan Violet.
Violet lantas menoleh dan berusaha menarik tanganya agar terlepas dari genggaman tangan Zayn. namun seketika ia terdiam saat telapak tangan pria itu mendarat di pipinya, Zayn menghapus air matanya dan mengatakan..
"Aku sangat menyayangimu, aku sangat mencintamu sayang... aku sangat ingin kamu bahagia saat bersamaku dan aku ingin sekali saja melihatmu tersenyum saat melihatku."
Violet hanya diam dengan air mata yang masih saja mengalir, bagaimana mungkin ia bisa tersenyum pada pria itu? Violet tidak bisa!
"Apa yang kamu inginkan dariku? apa yang harus aku rubah agar kamu bisa menerimaku? dengarkan aku Violet, selama aku masih hidup, selama aku masih mampuh melindungimu, aku tidak akan membiarkanmu mati. dan selama aku masih hidup, kamu hanya milikku seorang. kamu milik Zayn Keenan." Ucapnya.
"Jadi... sampai kapanpun aku ini milik anda tuan?" Tanya Violet seraya air mata wanita itu kembali deras mengalir.
"Iya, sampai kapanpun."
"Selama anda masih hidup?" Tanyanya lagi.
"Selama aku dan kamu masih hidup, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. aku akan membunuh siapapun yang ingin merampasmu dariku. jadi... lebih baik kamu menyerah." Ucapnya.
Mendengar ucapan Zayn Keenan padanya, Violet lantas merubah posisi tidurnya lagi, ia tidur menyamping membelakangi Zayn Keenan lagi seraya air matanya semakin lama semakin deras. ia tidak berdaya melawan pria itu, tapi ia tidak mau manghabiskan sisa hidupnya persama denganya.
"Apa yang harus aku lakukan? pria ini semakin kuat menjeratku dengan cintanya." Batin Violet.
Zayn Keenan memandangi wanitanya, ia lantas merebahkan tubuhnya di dekat Violet yang saat ini membelakanginya. Zayn pun memeluk tubuh wanita itu dari belakang seraya ia mengecup kepala wanita itu dan mengucapkan..
"Aku sangat mencintaimu, aku tidak mau jauh darimu.."
Mendengar ucapan itu, hati dan perasaan Violet semakin remuk tak berbentuk.
"Ya tuhan, jika memang dia tercipta untukku, jika memang aku tidak bisa terlepas darinya. aku mohon... buatlah aku jatuh cinta padanya." Batin Violet seraya ia meneteskan air mata tanda kesedihan.
πππππ
Zayn Keenan
πStay With Me Violetπ
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....