
Axel mengantar Violet sampai ke kediamnaya. Violet langsung keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Axel yang mematung menatap kepergianya.
Violet menuju ke kamarnya yang gelap dan duduk di lantai di samping tempat tidurnya, ia masih sangat sedih meratapi nasibnya dan ia merindukan sosok Hari yang biasa memeluknya saat ia bersedih, namun Hari berada jauh darinya dan bahkan Violet tidak tau bagaimana keadaan ayahnya yang berada di tangan Zayn.
Violet menghabiskan malamnya dengan tangan yang memeluk kedua kakinya di lantai dan bersandar di sisi tempat tidurnya. dia bahkan tidak memperdulikan panggilan telpon dari Nathan. Violet nampak tidak menghiraukan ponselnya yang menyala dan terus berdering di dekatnya.
Malam itu ia di temani angin malam yang masuk dari jendela kamarnya yang terbuka lebar dan nampak tirai-tirai panjang melambai terhempas angin malam dan menyentuh tubuhnya berulang kali. malam itu tidak ada bintang ataupun rembulan, malam itu hanyalah malam tenang di temani suara tangis pilu Violet.
Langit gelap merubah warnanya menjadi biru putih berteman mentari pagi yang indah, nampak Violet yang masih duduk di lantai di samping tempat tidurnya. dia tidak bergeming dan tatapanya kosong, airmatanya yang mengering nampak membuat matanya sembab. hari itu Violet tidak datang bekerja.
Sedangkan di kantor Nathan nampak bertanya-tanya kenapa Violet tidak datang dan tidak memberi kabar karena Violet tidak dapat di hubungi.
Sedangkan Axel nampak duduk di kursinya dan menatap meja Violet yang kosong. dia nampak memandangi ponselnya dan ragu untuk menghubungi Violet.
Tok.. tok.. Nathan untuk pertama kalinya datang keruangan Axel, dia membuka pintu dan melangkah masuk. Axel pun menatap Nathan yang menghampirinya.
"Duduklah."ucap Axel mengarahkan tanganya ke sofa.
Nathan pun duduk di sofa di dalam ruangan Axel. Axel bangkit dari kursinya dan duduk di sofa di depan Nathan.
"Ada apa?"tanya Axel.
"Aku tidak bisa menghubungi Violet sejak kemarin sore."ucap Nathan.
"Lalu apa urusanya denganku?"tanya Axel.
"Selain aku kau dekat denganya."ucap Nathan menatap Axel.
"Lalu?"tanya Axel yang memainkan pulpen di tanganya.
"Apa kau mengetahui sesuatu tentangnya?"tanya Nathan.
"Cih.."senyum kecut Axel.
"Apa ada yang lucu?"tanya Nathan.
"Pertanyaanmu sungguh lucu."ucap Axel.
Ben pun menghampiri dan memberikan Axel 2 botol kopi kemasan dingin yang ada di kulkas. Axel pun melemparkan kopi itu pada Nathan dan Nathan pun menangkapnya.
"Apa yang lucu dari pertanyaanku?"tanya Nathan meneruskan.
"Kau lebih dekat denganya seharusnya kau tau semua tentangnya bukan?"tanya Axel dengan kedua tangan yang merentang di sandaran sofa.
"Mungkin aku salah datang ketempatmu. aku akan cari tau sendiri."ucap Nathan yang bangkit dari duduknya dan bergegas menuju pintu keluar.
"Apa kau tau tentang Violet yang sudah menjadi calon istri orang lain?"tanya Axel yang duduk di sofa.
"Tentu saja."saut Nathan ia pun menoleh ke arah Axel.
"Kau tau calon suaminya adalan ayahku?"tanya Axel lagi dengan posisi yang sama.
"Lalu kenapa kau masih mau mendekatinya jika kau tau dia milik ayahku?"tanya Axel.
"Karena aku mencintainya dan aku mengenalnya. tidak perduli dia bagaimana dan seperti apa. tidak perduli dia punya apa dan milik siapa. aku hanya tau jika aku harus menjaganya, membuatnya bahagia dan ingin menghabiskan sisa hidup hanya bersamanya. lalu... apa pentingnya sebuah status? bahkan jika dia benar-benar menikah dengan Zayn pun itu bukan berarti cintaku telah habis untuknya."saut Nathan dengan kejujuranya pada Axel.
Nathan pun berlalu pergi meninggalkan Axel. sedangkan Axel terdiam mendengar jawaban lantang dari Nathan. perkataan Nathan seolah menyadarkan Axel akan cinta yang sesungguhnya seperti apa. membuatnya sadar akan cintanya tak sedalam cinta Nathan pada Violet.
Axel pun mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Violet lagi. namun sayang ponsel Violet tidak aktif karena Violet mengabaikan ponselnya dengan batrai yang habis dia membiarkan ponselnya tergeletak di lantai.
Violet menghabiskan waktunya di atas tempat tidur, ia seolah melupakan segalanya dan tidak melakukan apapun. Violet menyembunyikan dirinya begitu saja.
Waktu terus berputar ini adalah hari ke 3 Violet tidak datang bekerja dan tidak memberikan kabar. Violet masih tidak bisa di hubungi hingga membuat Axel dan Nathan gelisah dan tidak semangat bekerja.
tidak hanya Nathan dan Axel, Zayn yang ada di Amerika pun memutuskan untuk kembali karena Violet yang tidak bisa di hubungi. Zayn kembali ke kediaman Violet dan melihat Violet yang hanya melamun di atas tempat tidurnya dengan makanan di atas meja di dekatnya, makanan yang nampak tak tersentuh olehnya.
Zayn pun menghampiri Violet, Zayn duduk di atas tempat tidur di samping Violet yang hanya diam dengan tatapan kosong. Zayn menggenggam kedua lengan Violet dan menyandarkan tubuh Violet ketubuhnya.
"Apa yang kamu pikirkan?"tanya Zayn lembut. Violet diam saja tidak menjawab pertanyaanya.
"Kamu terlihat lebih kurus apa makanan di sini tidak enak? apa kamu ingin makan di luar?"tanya Zayn pada Violet yang berdiam diri.
"Aku ingin bertemu ayah."saut Violet lirih.
Zayn pun terdiam dan menatap Violet lagi. Zayn pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pengawalnya untuk memberikan panggilan telponya pada Hari dan Zayn pun memberikan ponselnya pada Violet untuk ia berbicara pada ayahnya.
"Halo~ Violet, sayang."ucap Hari dari sambungan telpon.
Mendengar suara ayahnya Violet pun langsung menyambar ponsel Zayn dan melupakan kehadiran Zayn di sisinya.
Zayn nampak melihat Violet yang merindukan ayahnya, Violet yang menangis dengan ponsel di genggamanya. membuat Zayn membatu dan menundukan kepala. Violet banyak berbicara pada ayahnya, dia pun banyak bertanya pada Hari ayahnya. dia bilang "Aku sangat Merindukanmu ayah."
Membuat Zayn melemah dan merampas kembali ponselnya.
"Ayahmu baik-baik saja, kamu sudah mendengar suaranya jadi jangan bersedih lagi."ucap Zayn yang menyimpan kembali ponselnya.
Violet pun terdiam namun ia sudah sedikit lega setelah mendengar suara ayahnya. Violet pun beranjak mendekat ke arah jendela untuk melihat pemandangan di luar. Zayn pun mendekat ke arahnya dan memeluknya.
"Kau membuatku khawatir."ucap Zayn pada Violet yang terdiam.
"Lain kali jangan matikan ponselmu lagi."ucap Zayn pada Violet yang masih terdiam.
"Pelayan bilang kamu tidak bekerja selama 3 hari, ada apa?"tanya Zayn yang memutar tubuh Violet agar melihat ke arahnya.
Violet hanya menunduk dan tidak berniat untuk menjawab pertanyaan Zayn, Zayn pun meraih dagu Violet dan mendekatkan wajahnya pada Violet. Zayn hendak mencium bibir Violet namun Violet memalingkan wajahnya. dia tidak menginginkanya.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐