Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Apa kamu tidak menginginkanya??



Waktu terus berputar, Violet merebahkan kepalanya di atas meja.


"Sudah mau jam pulang, hari ini sibuk sekali. huft..."ucap Violet.


"Ayo pulang."jaka Axel berlalu pergi.


"Cih.. ngajak pulang bahkan tidak menoleh. jalan lurus seperti robot. kaku sekali."ucap Violet menggerutu.


Violet pun berkemas dan membawa buket bunga dan kotak berisi gaun yang di berikan Joe Nathan untuknya. Violet berjalan dan masuk ke mobil Axel.


Axel nampak menatap barang-barang yang di bawa Violet, barang yang membuat Violet terlihat sangat repot. Violet meletakanya di kursi kedua di dalam mobil.


"Apa itu?"tanya Axel.


"Bukan apa-apa."saut Violet.


"Aku mau lihat."ucap Axel mengambil kotak dan buket bunga yang ada di belakangnya.


"Jangan.."ucap Violet menahan tangan AXel.


"Diam."ucap Axel.


Axel pun menggenggam buket bunga mawar merah yang di berikan Joe Nathan pada Violet dan membuka kotaknya. Axel mengeluarkan gaun yang di erikan Nathan pada wanita yang di sukainya. Axel pun terdiam dan menatap Violet yang mematung di dekatnya.


"Heehh~ tidak usah menatapku seperti itu."ucap Violet tersenyum memaksa.


"Joe Nathan?"ucap Axel membaca kartu yang ada di dalam kotak.


"Kembalikan."ucap Violet merampas barang-barang miliknya yang diberikan Joe Nathan.


"Kau senang?"tanya AXel sambil menyalakan mesin mobilnya dan keluar dari One Zayn Group.


"Ia."saut Violet.


"Aku bisa memberimu lebih dari itu."ucap Axel.


Violet hanya diam dan memalingkan pandanganya keluar jendela.


"KIta kebutik, pakailah gaun yang aku berikan padamu. jangan pakai gaun itu."ucap Axel.


"Aku akan pakai gaun yang di berikan JOe Nathan."saut Violet.


"Aku akan membakarnya."saut Axel.


"Kenapa selalu memper besar hal yang tidak penting?"tanya Violet sedikit kesal.


"Itu sangat penting! kau menerima barang darinya. kau harus memakai barang yang aku berikan padamu."saut Axel.


"Bunga ini? lebih cocok di lempar keluar."ucap Axel sambil membuka jendela mobil dan melempar keluar buket bunga yang di berikan Nathan padanya.


"Tuan! anda sungguh keterlaluan!"saut Violet marah.


"Aku juga akan membuang gaun ini!"ucap Axel merampas gaun yang ada di pangkuan Violet.


"Turunkan Aku!"saut Violet.


"Jangan berharap."ucap Axel melempar gaunya keluar.


Violet pun membuka pintu saat mobil sedang melaju.


"Violet apa kau kehilangan akal?"tanya Axel yang menghentikan mobilnya tiba-tiba.


"Anda yang sudah tidak waras tuan Axel."saut Violet menutup pintu mobil sangat kasar.


Violet pun melangkah untuk mengambil Gaun dan buket bunga yang diberika Joe Nathan padanya. Violet nampak menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menghindari kendaraan lainya.


"Kumohon jangan injak gaun dan bungaku."ucap Violet dalam hati.


Axel pun keluar dari dalam mobilnya dan melangkah mendekati Violet yang sedang berusaha mengambil barang miliknya. setelah tidak ada kendaraan yang melintas Violet pun melangkah ke tengah jalan untuk mengambil gaun dan buket bunga itu.


"Bungaku untung tidak rusak, ah.. itu gaunya."ucap Violet melangkah mendekati gaunya.


Tinn....Tiiiiinnnn..................


"Aaaahhh............"


"Apa aku tertabrak? apa aku sudah mati?"tanya Violet dengan mata membelalak dan gemetar.


"Kenapa tidak berhati-hati?"tanya seorang pria yang mendekapnya.


"Suara ini...."ucap Violet dalam hati. dia pun menoleh ke atas untuk melihat wajah pria yang menyelamatkanya.


"Joe Nathan....."ucap Violet dalam hati.


"Apa kamu baik-baik saja?"tanya Joe Nathan yang masih mendekap Violet.


"Syukurlah."ucap Joe Nathan mencium kening Violet.


Axel yang berdiri di pinggir jalan pun mengepalkan kedua tanganya. Axel menghampiri Violet yang ada di pelukan Nathan.


"Ayo pulang!"ucap Axel menarik tangan Violet dan melangkah menuju mobil.


"Lepaskan tanganmu darinya!"ucap Joe Nathan membuntuti Axel dan Violet.


Nathan pun meraih tangan Violet dan menghentikan langkah Axel. Axel pun terhenti dan menoleh ke arah Nathan yang sedang menatapnya.


"Kau keterlaluan dan hampir membuatnya celaka!"ucap Nathan dengan tatapan tidak biasa.


"Bukan urusanmu!"ucap Axel mendorong tubuh Joe Nathan.


"Kau jangan menguji kesabaranku."ucap Nathan dengan tatapan mengerikan.


"Ayo!"ucap Axel menarik tangan Violet lagi.


Joe Nathan pun meraih tangan Violet dan merebutnya dari Axel.


"Violet ayo pulang bersamaku!"ucap Nathan menarik tangan Violet.


"Singkirkan tanganmu darinya!"ucap Axel marah dan memukul wajah Nathan hingga ia terhempas dan hampir terjatuh.


Nathan memegangi wajahnya yang di hadiahi pukulan kuat dari Axel. Nathan pun melangkah cepat dan memukul wajah Axel hingga Axel terjatuh.


Axel pun bangkit dan mengepalkan tanganya lagi hingga wajahnya terlihat sangat mengerikan. dia melangkah cepat mendekati Nathan dan melayangkan pukulanya.


"Hentikan!"ucap Violet yang mengorbankan dirinya untuk melindungi Nathan dan menerima pukulan kuat Axel hingga membuatnya langsung tidak sadarkan diri.


"Violet!!"teriak Nathan dan AXe berbarengan.


"Singkirkan tanganmu!"ucap Nathan tegas.


Axel pun mematung dan Joe Nathan menggendong Violet pergi dari tempat itu.


"Aku memukulnya dengan seluruh kekuatanku.."ucap Axel yang menatap tanganya sendiri.


Axel nampak menatap mobil JOe Nathan yang melaju meninggalkannya. Axel pun bangkit dan masuk kedalam mobilnya. Axel hanya terdiam di dalam mobil mengingat apa yang baru saja dia lakukan pada Violet.


Sedangkan Joe Nathan membawa Violet pulang kerumahnya dan memanggil dokter pribadinya untuk memerika keadaan Violet.


"Tidak apa-apa, dia akan sadar sebentar lagi, pukulanya terlalu kuat dan membuatnya shok."ucap Doketer.


Setelah memastikan Violet tidak apa-apa dokterpun pamit. Joe Nathan pun menghampiri Violet yang berbaring di atas tempat tidurnya.


"Bodoh.. kau seharusnya tidak melakukanya."ucap Joe Nathan yang duduk di atas tempat tidur di dekatnya.


"Tapi... kau yang seperti itu, sungguh sangat manis."ucap Nathan mengecup kening Violet yang belum sadarkan diri.


Violet pun perlahan membuka matanya, dia melihat Nathan yang sangat dekat dengan wajahnya.


"Apa kamu baik-baik saja?"tanya Violet lemah.


"SEharusnya akulah yang menanyakan itu padamu."ucap Nathan menatap mata Violet.


"Aku tidak apa-apa."ucap Violet.


"Apanya yang tidak apa-apa? istirahatlah di sini."ucap Nathan mencium keningnya lagi.


"Jangan pernah lakukan itu lagi apa kau mengerti?!"ucap Nathan tegas.


"Aku tidak janji."saut Violet yang masih berbaring.


"Aku akan menghukumu."ucap Joe Nathan.


JOe Nathan menatap mata Violet dan memegang kedua sisi pipi Violet, dia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Violet sangat lembut, Nathan nampak menikmati ciuman itu dan tidak memberi Violet kesempatan untuk menghentikan ciuman manis darinya.


Mereka yang menikmati momen itu nampak sangat tenang hingga perlahan tangan natahan menyelinap masuk kedalam pakaian Violet, Violet pun menggenggam tangan nakal Joe Nathan menatap mata Joe Nathan yang juga sedang menatapnya.


"Berikan padaku Violet."ucap Joe Nathan mencium Violet lagi. kedua tangan Violet nampak berada di punggung nathan dan sesekali Violet meremas jas yang Nathan kenakan.


"Aku sulit bernavas."ucap Violet dalam hati.


Mereka yang seolah lupa diri nampak memejamkan mata satu sama lain dan perlahan Nathan membuka kancing baju Violet satu per satu.


Violet pun menggenggam tangan Joe Nathan lagi dan menatap matanya.


"Kau tidak menginginkanya?"tanya Nathan yang terengah dengan wajah yang memerah.


"Aku akan menyerahkan semua miliku padamu saat kita sudah menikah."ucap Violet terengah dengan wajah yang memerah.


"Aku mencintaimu. aku akan bersabar sampai hari itu tiba"ucap Jeo Nathan mencium lembut bibir Violet lagi.