
Violet yang tidak kunjung membuka pintu membuat Zayn menjadi khawatir dan mulai di kuasai pemikiranya yang liar, Zayn melangkah mundur dan bersiap, dia menggunakan kaki kananya untuk menendang pintu kamar mandi hingga pintu itu pun terbuka dengan satu kali tendangan kuat kakinya.
Braaakkk...!! Pintu kamar mandi terbuka lebar, Zayn melangkah cepat namun ia terhenti seketika saat dia melihat Violet hanya diam duduk diatas closet yang tertutup.
Violet pun perlahan menoleh ke arahnya, dia tidak bergeming bahkan tidak berniat untuk bangkit dari duduknya, air mata wanita muda itu masih terus menetes, membuat Zayn terdiam menatapnya.
Zayn masih berdiri di pintu kamar mandi sedangkan Violet masih duduk di atas closet yang tertutup, mereka tidak saling bicara dan hanya menatap sangat dalam, perlahan Violet mulai mengalihkan pandanganya lagi, dia tertunduk tidak berdaya.
Zayn melangkah maju dan berdiri tepat di hadapan Violet, dia meraih lengan Violet sangat kasar dan memaksa wanita muda itu untuk bangkit dari duduknya.
"Bangun Violet!" Ucap Zayn, dia mencengkram lengan Violet sambil menggoyang tubuhnya sangat kasar.
"Tatap mataku!" Perintahnya, namun Violet hanya menundukan kepala hingga Zayn mulai mencengkram kedua lengan Violet dan memaksa wanita itu untuk menatap matanya.
"Tatap mataku! kenapa kau membuatku khawatir! apa kau tau? aku sampai berpikiran buruk tentangmu hah?!! lihat kemari!!" Perintah Zayn sambil dia menggoyang kasar tubuh Violet.
Zayn menggertakan giginya menatap Violet yang hanya menundukan kepala, wanita itu sungguh tidak menggubris permintaanya, Zayn langsung meletakan telapak tangan kananya di kepala bagian belakang Violet, Violet yang terkejut dia pun mulai menatap mata Zayn. namun dengan gerak cepat Zayn langsung menarik kepala Violet untuk bersandar di dada bidangnya, Zayn mendekap tubuh wanita muda itu sangat erat.
"Aku sangat khawatir, tolong jangan seperti ini lagi sayang." Ucap Zayn, dia mencium kepala Violet berulang kali.
Namun apa yang di lakukan Zayn sungguh membuat Violet membeku dengan air mata yang terus mengalir, lelah.. itu yang saat ini Violet rasakan. dia lelah menangis namun seolah tidak satu orangpun bisa menolongnya terlepas dari zayn Keenan. dia tidak mau hidup menghabiskan sisa usia bersama pria yang tidak dia cintai. terlebih dia adalah Zayn Keenan, pria berusia sama dengan ayahnya.
"Joe Nathan.. Axel.. tolong aku." Batin Violet.
Zayn menarik diri, dia menggunakan kedua telapak tanganya untuk mengusap airmata Violet, dia meraih pinggang Violet dan mengajaknya keluar dari dalam kamar mandi.
"Duduklah di sofa." Pinta Zayn dan Violet pun patuh.
Zayn melangkah meninggalkanya, dia membuka pintu dan keluar, dia mendekat ke arah pagar pembatas tangga dan menatap ke lantai dasar.
"Pelayan!" Panggil Zayn.
Mendengar Zayn memanggil, semua pelayan langsung berkumpul dan meninggalkan pekerjaanya.
"Kau dan kau! bantu Violet menyiapkan diri. sekarang!" Perintah Zayn, dia menunjuk 2 orang pelayan dengan menggunakan ibu jarinya.
"Baik tuan."
Zayn kembali masuk kedalam kamar dan para pelayan kembali melanjutkan pekerjaanya, namun tidak dengan dua pelayan yang di tunjuk Zayn, mereka mulai menaiki anak tangga menuju kamar nona mereka Violet Grizelle.
"Nona, tuan.." Sapa kedua pelayan itu sopan.
"Masuk!" Perintah Zayn.
Para pelayan berseragam itu masuk dan menundukan kepala, mereka menghadap tuanya.
Zayn mengelus kepala Violet yang hanya diam, "Mereka akan membantumu bersiap, aku akan menunggu di meja makan bersama Racel dan Axel." Ucap Zayn.
Zayn menanti jawaban dari Violet, namun lagi... wanita itu sungguh tidak mau bercakap denganya, dia sungguh tidak bisa bercakap dengan Zayn Keenan calon suaminya.
Zayn pun bergegas pergi, dia menuju meja makan. Axel hanya diam dengan wajahnya yang masih lebam membiru, tertunduk menyesali betapa ayahnya memiliki kekuasaan dan harta melimpah, membuat Axel kesulitan mencari cara agar bisa melepaskan Violet dari genggaman ayahnya.
Disamping itu Racel hanya diam menatap kakak laki-lakinya yang tidak berdaya, "Kakak." Panggil Racel, dia mengelus lengan kekar kakaknya.
Axel pun menoleh, dia menatap adik wanita kesayanganya tersenyum manis padanya seolah memberinya kekuatan untuk tetap semangat dalam mencapai tujuan.
"Kamu semakin kurus, nanti makan yang banyak ya." Pinta Racel.
"Selamat pagi anak-anak ayah." Sapa Zayn Keenan, dia tersenyum pada putra putrinya seolah tidak ada yang terjadi di antara mereka sebelumnya.
Racel dan Axel hanya diam, di ruangan megah itu hanya ada Zayn Keenan dan kedua anaknya Axel dan Racel, mereka hanya diam tidak saling mengobrol menunggu kedatangan Violet.
"Sayang, kemarilah.." Ucap Zayn, dia bangkit dari duduknya.
Zayn menarik kursi dan Violet pun duduk di dekatnya, dia duduk di hadapan Axel, mereka hanya terpisahkan sebuah meja makan yang besar dan panjang. Axel selalu memperhatikan Violet yang hanya tertunduk diam di hadapan menu sarapanya, perlahan Axel pun tertunduk lagi.
"Mari sarapan." Ucap Zayn, dia mulai meraih garpu dan sendoknya untuk hendak menikmati sarapan pagi. namun Zayn terhenti, dia menatap Axel putranya yang terdiam, Racel yang juga hanya diam, bahkan wanitanya yang bahkan tidak menyentuh garpu dan sendoknya yang ada di atas meja.
Braaakkkk!!!
Zayn Keenan menggebrak meja makan, "Cepat habiskan sarapan kalian!" Perintahnya.
Sraaakkk....suara kursi yang bergeser ke belakang, rupanya Axel bangkit dari duduknya, dia melangkah pergi meninggalkan meja makan dan ia bahkan melewatkan sarapan pagi. tidak hanya Axel, Racel pun bangkit dari duduk dan pergi menuyusul kakaknya.
Zayn yang sangat kesal dengan sikap kedua anaknya, dia hanya diam untuk menahan amarahnya. perlahan Zayn menoleh ke arah Violet yang tidak bergeming, Zayn bangkit dari duduk dan dia menghampiri wanitanya. dia menarik kursi dan duduk di dekat Violet.
"Sayang, habiskan sarapanmu." Pinta Zayn, dia meraih sendok dan mulai hendak menyuapi Violet.
"Aku tidak lapar." Saut Violet.
Deeerrrttt.... ponsel Zayn bergetar, dia bangkit dari duduk dan menghampiri ponselnya.
"Halo tuan Zayn." Sapa salah satu pengawal di bagian gerbang.
"Heemm." Saut Zayn.
"Seorang pria bernama Joe Nathan datang tanpa melakukan janji temu dengan anda, apa anda kan menemuinya tuan?" Tanya pengawal.
"Hahahaha~ biarkan dia masuk." Saut Zayn.
"Baik tuan Zayn."
Zayn tertawa karena dia berhasil memancing orang yang berada di belakang Harry dan Violet keluar untuk menampakan diri di hadapanya.
"Joe Nathan." Ucap Zayn, dia tersenyum bak psikopat yang haus akan darah.
"Joe Nathan?" Tanya Violet, dia mulai duduk tegak menatap Zayn yang saat ini tersenyum mengerikan.
Zayn menoleh dan menghampiri Violet yang berajak bangkit dari duduknya, " Sayang, aku akan menghukum siapapun yang telah membantumu melarikan diri dariku." Ucap Zayn sambil dia menyelipkan tiap helai anak rambut yang menutupi wajah Violet ke sela telinganya.
Kedua bola mata Violet melirik mengikuti arah kemana tangan pria yang saat ini berada di dekat wajanya, Violet bahkan membeku saat mendengar Zayn Keenan akan menghukum siapa saja yang membantunya melarikan diri.
"Kemarilah." Ucap Zayn, dia meraih pinggang Violet dan menariknya masuk kedalam pelukan. Violet refleks langsung menggunakan kedua tanganya untuk menahan diri. Zayn meraih kedua perggelangan tangan Violet yang saat ini berada di dada bidangnya.
"Hahahaha, Joe Nathan." Ucapnya sambil tertawa, dia menarik Violet kembali ke kamarnya.
"Lepaskan aku tuan Zayn! aku mohon jangan aku tuan Zayn..." Ucap Violet, dia terus memberontak tidak ingin terkurung di kamarnya lagi.
Langkah Zayn Keenan terhenti, dia menoleh ke belakang dan melihat Axel putranya menggenggam erat tangan Violet, Zayn mengalihkan pandanganya, dia menatap mata Axel yang juga sangat tajam menatapnya.
"Tuan Axel, tolong bawa aku pergi dari sini." Pinta Violet.
"Tentu aku akan membawamu pergi dari sini." Saut Axel pada Violet, namun tatapan matanya masih beradu tajam menusuk dengan tatapan mata Zayn Keenan ayahnya.
🌸Stay With Me Violet🌸
Jangan lupa dukung author:
Vote
Like
Love
Komen positif
🙏