
"Kenapa terburu-buru sekali Hari?"Tanya pria didepan pintu yang ternyata adalah Zayn Keenan.
Tuan Hari membatu, wajahnya pucat dan berkeringat. Violet dengan cepat menggandeng tangan ayahnya dia sangat khawatir. Violet masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi, Violet menatap wajah Tuan Zayn yang sedang berdiri didepan pintu. Zayn menggerakan jemarinya pada para pengawal seolah memberi isyarat. Para pengawal dengan sigap melaksanakan perintah tuanya, mereka menyeret Tuan Hari masuk kedalam rumah dan mengunci pintu. Violet yang melihat ayahnya diperlakukan dengan kasar dia berteriak memohon pada para pengawal itu untuk melepaskan ayahnya.
"Ada apa Tuan? Kenapa anda menyuruh orang-orang anda bertindak kasar pada ayah! Bukankah ayah temanmu?!"Tanya Violet marah pada Tuan Zayn.
Tuan Zayn menatap mata Violet dan menghampirinya, Zayn menyentuh wajah Violet yang sangat cantik namun dengan sigap Violet menepis tanganya.
"Patahkan tulang-tulang pria itu hingga dia tidak mampu lagi untuk berdiri!"Perintah Tuan Zayn pada semua pengawal setianya.
Dengan cepat para pengawal itu menyambar Tuan Hari, mereka menghujani tubuh Tuan Hari dengan pukulan dan tendangan hingga membuat Violet histeris. Violet mencoba menghampiri ayahnya yang mulai melemah namun Tuan Zayn dengan cepat menggenggam erat tangan Violet untuk menahanya. Violet menoleh kearahnya, dia manatap Zayn dengan tatapan penuh kebencian. Violet berusaha melepaskan tanganya dari genggaman Tuan Zayn. Namun dia tidak sekuat Zayn, Violet tidak bisa melepaskan diri. Violet pun berteriak lagi melihat ayahnya terbaring bercucuran darah dilantai.
"Katakan apa maumu Baji**an!"Teriak Violet diwajah Tuan Zayn, dia sangat marah hingga matanya membelalak.
"Tanda tangani dokumen ini!"Perintah Tuan Zayn dengan sebuah dokumen ditanganya.
"Jangan nak."Ucap lirih Tuan Hari yang kesakitan.
Tuan Zayn menoleh ke arah Hari, dia menyuruh orang-orangnya untuk melanjutkan memukulinya. Violet yang tidak tega melihat ayahnya dipukuli dia pun menatap Zayn lagi.
"Baik! Mana! Aku akan tanda tangan. Tapi lepaskan ayahku jangan menyakitinya lagi!"Ucap Violet tergesa-gesa.
Tuan Zayn menghentikan orang-orangnya, Violet menatap ayahnya yang terbaring kesakitan dilantai dengan dijaga para pengawal Tuan Zayn disekelilingnya seolah mereka mengawasi ayahnya. Tuan Zayn menarik tangan Violet dan mendorong tubuhnya kesofa, dia melemparkan dokumen itu dihadapan Violet.
"Baca dan tanda tangan!"Perintah Tuan Zayn pada Violet.
Dengan cepat Violet menyambar dokumen itu, dia membaca tiap lembar dari dari dalamnya. Sontak wajahnya seketika berubah melihat isi dari tiap lembar kertas itu. Violet gemetar dan menangis pilu. Melihat Violet yang menangis pilu sesungguhnya Zayn tidak tega, namun dia tetap keras kepala dan tidak mengurungkan niatnya.
"Ini, cepat tanda tangan!"Perintah Tuan Zayn melemparkan pulpen dipangkuanya.
"Jangan Violeeet."Pinta Tuan Hari lagi.
Melihat Hari yang tidak menyerah untuk menghentikan putrinya, Zayn pun bangkit dari duduknya dan dengan cepat menghampiri Hari yang terbaring kesakitan dilantai rumahnya. Zayn mengayunkan kakinya dan menendang Hari sekuat tenaga, tidak disangka Tuan Zayn menodongkan pistolnya dikepala Tuan Hari yang saat itu mencoba bangun.
Cetaakk...! Suara pistol ditangan Tuan Zayn yang mengarah kekepala Tuan Hari. Hari membatu dan gemetar dia tidak menyangka selama ini dirinya berteman dengan seorang monster psikopat.
"Heh~ Satu kali tekan maka kau akan berakhir."Ucap Tuan Zayn dengan pistol digenggamanya.
"Tidak! Jangan tuan! Aku mohon, jangan bunuh ayahku! Dia satu-satunya yang aku miliki didunia ini!"Pinta Violet yang memohon dikaki Tuan Zayn. Melihat Violet yang memohon padanya, Zayn mengurungkan niatnya untuk membunuh Hari. Perlahan Zayn menyimpan pistolnya lagi dibalik Jas yang dikenakanya, Zayn kembali duduk lagi.
"Kemarilah! Duduk di sini!"Perintah Zayn pada Violet, dia menepuk sofa seolah menyuruh Violet duduk disampingnya.
"Aku mau menambahkan isi dari surat perjanjian ini."Pinta Violet dengan suaranya yang gemetar.
"Aku ingin dengar!"Ucap Tuan Zayn yang menatapnya.
"1. Aku akan menikah dengan anda setelah 7 bulan sejak aku menandatangani dokumen ini.
2. Hubungan aku dan anda hanya kita berdua yang mengetahuinya.
3. Anda tidak boleh menyentuh tubuhku jika aku tidak mengizinkanya.
4. Aku mau tetap menjalani kehidupanku seperti biasa dengan rutinitasku tanpa pengawasan.
5. Jangan pernah sakiti ayahku lagi.
Jika semua syarat yang aku berikan pada anda bisa anda tepati maka aku tidak akan lari kemanapun. Tapi... Jika anda melanggar salah satu atau semua dari syarat yang aku berikan maka...Surat perjanjian ini dianggap gugur."Ucap Violet memberikan syarat pada Tuan Zayn.
Tuan Zayn menatapnya tajam. Dia nampak keberatan dengan syarat yang diberikan Violet padanya namun dia berfikir Violet tidak akan bisa melarikan diri dari genggamanya.
"Baiklah cepat tulis dan tanda tangan!"Perintah Tuan Zayn mengabulkan permintaanya.
"Kali ini aku bermurah hati padamu karena aku mencintaimu. Tapi jangan pernah kamu berfikir untuk bisa melarikan diri dariku! Jika kamu berani melarikan diri dariku maka jangan salahkan aku bertindak lebih kejam!"Ucap Tuan Zayn mengancam.
Violet mengangguk dia menyetujuinya, Violet mulai menambahkan syarat yang disebutkanya serta menandatangani dokumen itu. Maka mulai dari hari itu Violet adalah calon istri dari pemilik One Zayn Group yang tidak diketahuinya. Sekarang Violet adalah calon istri Tuan Zayn Keenan. Baginya dunia seolah terhenti, harapan seolah sirnah terkubur bersamanya. Violet pun menagis lagi.
"Sekarang kau adalah calon istriku, kau harus menuruti semua keinginanku dan mulai menjauhi pria lain. aku tidak ingin melihatmu dekat dengan pria manapun karena sekarang kau adalah milikku. Dan 5 poin yang kau tulis didalam surat ini aku akan mematuhinya. Sekarang kemasi barangmu karena aku sudah siapkan tempat tinggal untukmu, jangan tinggal ditempat busuk ini lagi."Ucap Tuan Zayn.
"Tidak. Aku mau tetap disini."Pinta Violet pada Tuan Zayn.
"Jika kau patuh maka aku akan memberikan perawatan untuk ayahmu! jika kau membangkang maka aku akan pastikan ayahmu membusuk ditempat ini!"Ucap tegas Tuan Zayn.
Violet tidak punya pilihan, dia menatap ayahnya yang terbaring lemah. Dia ingin ayahnya mendapatkan perawatan dan tetap hidup. Violet pun ikut pergi bersamanya meninggalkan ayah tercintanya. para pengawal membawa Tuan Hari.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐