
Waktu terus berputar malam itu Violet tidur di dalam dekapan hangat seorang pria yang sangat mencintainya sekaligus pria yang telah menghabisi nyawa ayah dan calon suaminya, bahkan pria itu yang telah melenyapkan putra sulungnya sendiri. semua menghilang begitu saja.
Malam itu sangat sunyi, rumah mewah bak istana kini mulai gelap hingga Violet kembali membuka kedua kelopak matanya saat menjelang fajar di pagi hari.
Pandangan samar mengawali paginya, Violet merasakan lagi kehangatan dekapan seseorang yang selalu membuat sekujur tubuhnya menjadi lemas. Violet menoleh ke belakang saat pandangan matanya mulai jelas dan benar saja, kini wanita itu membeku lagi di dalam dekapan pria yang sangat mengerikan baginya.
Violet kembali mengalihkan pandanganya, ia kembali membelakangi wajah pria tampan itu, ia sedang tidur sangat lelap terlihat begitu lelah namun sungguh Violet sangat ingin melempaskan diri darinya. sepasang tangan Violet pagi ini kembali menyatu terbelenggu, sungguh sangat sakit karena ikatanya yang sangat kuat dari tenaga seorang pria yang kuat. kini Violet meringis dan memilih untuk diam, jika ia banyak bergerak maka ia akan membangunkan pria gila itu, jika pria gila itu bangun maka ia tidak akan merasa tenang lagi.
Meski kini degup jantung Violet berdetak kencang, jujur saja ia ada sedikit rasa bersyukur. sungguh pria itu meski mengerikan tapi ia menepati ucapanya untuk tidak bertindak langsung ke intinya pada Violet yang bisa kapan saja ia makan sampai benar-benar telah habis.
Sepasang tangan terikat wanita itu sedikit bergerak perlahan, ia membuka selimut untuk memeriksa kondisi tubuhnya yang kini menyatu dengan tubuh kekar Zayn Keenan di balik selimut tebal. Violet memejamkan mata seraya bernafas lega, ia masih mengenakan pakaian, itu sungguh menenangkanya.
Kini Violet termenung tidak bergerak meski sedikit, ia menatap kosong kamar yang sangat gelap. sungguh ia tidak pernah menyangka jika ia harus merasakan jerat cinta yang sangat kuat seorang pria dari kalangat elit, Violet tau.. hidupnya tidak akan mudah.
Lamunan menguasai diri Violet saat ini, tentu mengantarkanya menyambut mentari yang akan hadir di pagi hari. Violet sungguh sangat ingin bertanya pada pria yang saat ini mendekap hangat tubuhnya, ia ingin bertanya...
"Dimana Axel Zayn." Batin Violet.
Sejujurnya, meski ia sangat mencintai calon suaminya Joe Nathan. Violet pernah mengucap jika ia pun memiliki perasaan yang sama pada putra sulung pria yang mendekapnya malam ini. Violet juga memiliki perasaan yang sama pada Axel Zayn. namun rasa itu selalu di patahkan olehnya, Violet menyangkalnya. ia membohongi dirinya sendiri untuk menyakiti pria itu agar mau menyerah.
Kini ia di kuasai rasa rindu akan wajah dan senyuman mereka, Joe Nathan, Axel Zayn dan tuan Harry.
"Aku rindu." Batin Violet.
Zayn tiba-tiba memeluknya semakin erat, Violet pun segera memejamkan matanya lagi. rupanya Zayn Keenan sudah terbiasa bangun tidur di pagi buta. kini pria itu telah terjaga, Violet dapat merasakanya.
"Dia bangun? apa yang harus aku lakukan?" Batin Violet.
Zayn Keenan memandangi wajah wanitanya yang masih terlelap, ia tersenyum karena telah berpikir, "Apa tubuhku berhasil menghangatkanmu? kamu tidur sangat pulas." Ucapnya sambil ia mencium pipi wanita muda itu.
"Dia menciumku lagi.. apa aku harus membuka mataku?" Batin Violet.
Baru saja Violet berniat untuk membuka mata, ia merasa jika kini pria itu berada di atas tubuhnya dan sungguh, ia membuat Violet kembali mengurungkan niatnya.
"Apa yang akan dia lakukan padaku kali ini?" Batin Violet, demi apapun degup jantung wanita itu sangat kencang dan tidak beraturan.
Violet mencoba menerka di dalam gelapnya ia yang masih memejamkan mata. ia merasakan semua yang pria itu sentuh dari dirinya.
"Apa aku akan segera berakhir? iya... jika aku masih di dekatnya, capat ataupun lambat aku pasti akan berakhir." Batin Violet.
"Apa yang akan di lakukanya padaku? tolong... siapapun tolong aku, aku takut." Batin Violet.
Dibalik selimut tebal yang menutup perut hingga sekujur tubuh terbawah pasangan itu, Violet telah sadar jika Zayn saat ini berada di atas tubuhnya, itu benar. Zayn memandangi wajah Violet di kegelapan, hanya sisi yang terkena cahaya lampu duduk yang menerangi separuh wajah wanitanya saat ini bahkan mampuh menoreh senyum bahagia di wajah Zayn Keenan.
"Kamu sangat cantik." Ucapnya, ia mulai menggunakan jemari tangan kirinya untuk meraih beberapa helai anak rambut yang menutupi wajah Violet, pria itu menyelipkanya di antara telinga wanitanya.
Pandangan Zayn kembali pada bagian tubuh wanita itu, ia mulai melorotkan pakaian yang telah ia buka dua kancing bagian teratasnya hingga separuh tubuh ter atas wanita itu bisa di nikmati oleh pandangan mata Zayn.
Tubuh indah wanita itu memang sangat sempurna, bagaimana bisa Zayn Keenan melepaskanya jika semakin lama wanitanya sangat menggoda dirinya, membangkitkan gairahnya.
Tangan pria itu kini mulai menarik dasi yang membelenggu sepasang tangan Violet, ia telah melepaskan ikatanya.
Sepasang kelopak mata wanita itu kini terbuka hingga bola matanya membulat sempurna, ia kini menatap jelas langit-langit kamar yang begitu mewah sambil merasakan geli sekaligus jijik. pria itu kini telah berani membasahi dadanya bahkan kini mencoba melepaskan pakaian dalam teratasnya, dia telah melihat indah separuh tubuhnya.
"Tuan Zayn.. apa yang anda lakukan?" Tanya Violet, ia sungguh ketakutan.
Zayn mendengar, ia sadar Violet telah terbangun namun ia tidak menggubrisnya, Zayn masih melakukan perbuatanya pada Wanita itu.
"Tuan Zayn! jangan!" Pinta Violet, kini sepasang tangan wanita itu mendarat di kedua sisi kepala bagian samping seorang Zayn Keenan yang terus menikmati tubuhnya.
"Jangan!!" Pinta Violet, ia berusaha menyinkirkan kepala Zayn dari dadanya hingga Zayn pun mendongak untuk menatap indah sepasang bola mata Violet Grizelle yang telah membutakanya.
Violet berusaha bangkit, ia menyeret tubuhnya mundur kebelakang sambil segera menutup kembali pakaianya dengan tangan yang meremas kuat dua kancing teratas yang telah terbuka.
Zayn mendekat seraya Violet semakin mundur kebelakang hingga tertahan oleh sisi tempat tidur, kini wanita itu semakin merasa takut oleh sosoknya. Violet memejamkan mata dengan degup jantung yang sangat kuat, ia semakin erat meremas pakaianya sambil mematung merasakan hidung pria itu kini menyentuh lehernya lagi, nafas hangat pria itu menembus pori-porinya lagi. tubuh harum dan wajah tampan Zayn Keenan sungguh sangat dekat denganya saat ini.
"Siapapun tolong aku... Joe Nathan... Axel Zayn... tolong aku." Batin Violet.
"Jangan tuan Zayn!"
"Kamu hanya perlu diam dan memejamkan mata sayang, kamu hanya perlu menikmatinya."
"Tidak! tolong jangan perlakukan aku seperti ini..."
"Kamu akan menginginkanya lagi."
🍁Stay With Me Violet🍁
Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....