Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
"Cepat bangun sayang, aku rindu."




"Aku? menjaganya untukmu dan membirakanmu terus menerus bertentangan dengan ayah? kakak! aku mohon hentikan semua kegilaan ini!" Ucap Racel.


"Racel.."


"Cukup! aku tidak akan memenuhi permintaanmu! aku akan mengirim orangku untuk menjemputmu."


Iya! seperti itulah sifat Racel Zayn, ia keras kepala namun ia sangat menyayangi kakaknya. wanita muda itu tidak akan sudi membantu kakaknya untuk menjaga Violet. bagi Racel, Violet adalah sumber dari semua kekacauan di dalam keluarganya sejak awal maka sampai saat ini Racel masih mengganggapnya seperti itu.


Kini wanita muda itu sudah mengantongi alamat posisi Axel Zayn saat ini, ia tidak memberitahukan pada kakaknya jika 5 hari lagi Violet akan di nikahi ayahnya.


"Maafkan aku kakak, biarkan Violet menikah dengan ayah, dengan begitu tidak akan ada lagi pertentangan diantara kakak dan ayah. bagimanapun, selagi ayah masih ada di tengah-tengah kita, kakak tidak akan mempuh untuk melawanya dan aku tidak akan membiarkan ada pertumpahan darah di antara kalian, aku menyayangimu maka aku harus melakukan ini." Batin Racel.


Racel Zayn telah memutuskan untuk membiarkan ayahnya menikahi Violet, ia pikir dengan begitu maka ayahnya tidak akan melukai Axel Zayn lagi karena ia sudah mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan tanpa Axel bisa melakukan apapun lagi untuk merebut wanita milik ayahnya.


"Maaf kakak." Batinya lagi.


Percakapan mereka telah berakhir, Racel meletakan ponselnya di dalam tas dan ia masuk kedalam ruangan kerjanya sebelum ia mulai mengutus orang-orangnya untuk membantu Axel Zayn kembali ke Seoul Korea tanpa sepengetahuan Zayn Keenan.


Namun, Racel Zayn sendiri telah memiliki rencana lain. ia akan menahan kakaknya sebelum Zayn Keenan ayahnya menikahi Violet.


"Aku akan menjemputmu pulang, tapi aku pastikan kamu tidak akan menemui Violet sebelum ayah menikahinya." Batin Racel Zayn.


Dikediaman Zayn Keenan, pria paruh baya itu sungguh tidak bisa meninggalkan wanitanya. saat ini ia sedang berada di dapur untuk membuatkan Violet bubur organik buatan tanganya sendiri. iya! Zayn Keenan seorang CEO sebuah perusahaan terkemuka, untuk apa ia repot setiap hari pergi ke perusahaan sedangkan ia telah membayar banyak orang untuk menjalankanya.


"Tuan Zayn biar saya saja yang membuatkan bubur untuk nona  Violet." Ucap kepala pelayan.


"Tidak perlu, kau hanya perlu melayani semua yang aku minta." Sahutnya, ia bicara tanpa menoleh dan sibuk mengaduk bubur buatanya.


"Lalu bubur yang sudah di buat pela...."


"Buang." Sahutnya memotong pembicaraan.


"Baik." Ucap kepala pelayan, ia merunduk sopan dengan sepasang telapak tangan yang menyatu di bawah perutnya.


Kepala pelayan itu meminta pelayan lain untuk membuang bubur yang baru saja masak.


"Ini buang di tempat sampah." Bisik kepala pelayan.


"Tapi bubur ini baru saja masak, sayang sekali jika di buang." Sahut pelayan wanita lain, ia berbisik sambil melirik tuanya yang sedang sibuk.


"Lebih baik bubur yang di buang daripada kita yang buang." Sahut Kepala pelayan, ia membungkus bubur itu dan menyerahkanya padan pelayan lain.


Mereka pun bubar dan kepala pelayan kembali lagi berdiri di belakang Zayn Keenan, tidak hanya kepala pelayan, di sisi dekat dinding juga ada sekitar 6 pelayan wanita yang berjajar siap menerima perintah kapan saja, mereka semua diam dan menundukan kepala sangat dalam sepanjang waktu selama Zayn Keenan masih berada di dalam dapur itu.


"Mangkuk." Pinta Zayn.


Kepala pelayan lantas segera mengambilakan mangkuk lengkap dengan sendoknya, ia memberikanya pada Zayn Keenan.


"Ini tuan."


"Nampan." Pintanya lagi.


Kepala pelayan segera mengambilkan nampan untuknya, ia lantas menyerahkanya pada Zayn Keenan lagi.


"Bereskan!" Perintah Zayn pada kepala pelayan.


"Baik." Sahut kepala pelayan ia merunduk sopan seraya Zayn Keenan meninggalkan dapur dengan nampan berisi semangkuk bubur buatnya untuk menemui Violet di dalam kamarnya.


Melihat Zayn Keenan menghilang di balik pintu dapur, para pelayan yang semula membeku di sisi dekat dinding mereka kini berhamburan sambil menghela nafas panjang. bagaimana tidak? selama Zayn Keenan berada di dapur itu mereka semua tidak bisa bernafas dengan benar. mereka semua bahkan takut jika suara nafas mereka mengganggu tuanya dan membuatnya mengamuk.


"Kau lihat tadi? tuan besar Zayn tersenyum?"


"Iya, selama aku bekerja di rumah mewah ini, aku tidak pernah melihatnya tersenyum sangat tulus seperti itu."


"Iya, kita biasanya melihat tuan besar Zayn tertawa jahat."


"Demi apa pun aku sesak nafas!"


"Iya! aku takut meski hanya bernafas! tuan sangat mengerikan! aku takut ia akan membunuhku jika suara nafasku terdengar dan mengganggunya."


"Ya tuhan! kenapa hidup kami harus seperti ini? kami butuh uang dan pekerjaan, hanya di rumah ini kami bisa mendapatkan bayaran 4 kali lipat setiap bulanya, kami sangat bersyukur namun di sisi lain kami setiap waktu selalu merasa ketakutan."


"Bersabarlah, berdoa saja agar nona Violet mampuh merubah sifat tuan besar Zayn Keenan menjadi lebih lembut."


"Iya, kami sangat berharap."


Riuh mereka para pelayan di kediaman Zayn, saat itu Zayn membuka pintu kamarnya, ia masuk dan tersenyum saat melihat wanitanya masih tertidur. Zayn menghampiri wanita itu dan ia meletakan nampan berisi semangkuk bubur buatanya di atas meja di dekat tempat tidur Violet.


Zayn mendekat dan duduk di atas tempat tidur wanita itu, ia memandangi wajah Violet yang masih sangat pucat sejak semalam.


"Kamu masih sangat pucat, apa sangat sakit sayang?" Tanya Zayn pada Violet yang terlelap, pria itu mengelus keningnya dan terdiam seketika.


"Panas sekali." Batin Zayn.


Sadar jika saat ini Violet demam, Zayn lantas bangkit dari duduk dan keluar lagi dari dalam kamarnya, ia meminta pelayan untuk menyiapkan kompres air hangat. Zayn pun kembali lagi ke kamar dan tidak butuh waktu lama pelayan datang dengan membawa bak kecil berisi air hangat lengkap dengan handuk kecil di dalamnya.


"Tuan." Sapa kepala pelayan.


"Letakan saja di atas meja." Perintahnya.


"Biar saya yang merawatnya tuan."


"Tidak perlu, aku akan merawatnya sendiri." Sahutnya.


"Baik tuan."


Kepala pelayan lantas pergi meninggalkan kamar, ia menghilang di balik pintu dan Zayn Keenan menghampiri bak berisi air hangat itu, ia meraih handuk dari dalamnya, memerasnya dan mulai mengompres kening Violet sangat lembut.


Pria itu selalu berada di sampingnya, memandangi Violet yang sakit. "Semua ini karena aku yang memperlakukanmu sangat kasar semalam, maafkan aku sayang... cepatlah bangun, aku sangat merindukanmu." Ucapnya seraya air mata terjatuh dari kedua sudut matanya.


Zayn Keenan merebahkan tubuhnya di dekat Violet, ia bersandar di sisi tempat tidur di dekat kepala wanitanya, Zayn lantas meletakan telapak tangan kirinya di atas handuk yang saat ini berada di atas kening Violet dan tangan kanan pria itu meraih telapak tangan kanan wanitanya, ia mencium punggung telapak sangan wanita itu seraya memejamkan mata dengan tetes air mata terakhirnya.


🍁Stay With Me Violet🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE dan KOMEN sopan ya guys....