
Violet berjalan cepat menuju mobil, Axel yang berada dibelakangnya dia tersenyum melihat Violet yang ngambek. Mereka berdua duduk dikursi belakang sedangkan supir duduk sendiri didepan.
"Mana?"Tanya Violet yang mengulurkan tanganya.
"Segitu pentingnya ya?"Tanya Axel yang mengembalikan ponsel Violet.
Violet yang sudah mendapatkan ponselnya kembali dia mulai bisa bernafas dengan tenang dan mulai memeriksa isi ponselnya, dia kaget saat didalam ponselnya ada chat dari Zayn Keenan.
"Sayang untuk sementara waktu aku tidak menemuimu dulu karena aku harus kembali ke Amerika untuk beberapa minggu. Ingat untuk tidak melarikan diri dan membuatku marah!"Ucap Zayn didalam chatnya.
Violet yang selesai membacanyapun seketika terdiam dan menatap keluar.
"Cih.. Siapa juga yang perduli, kau tidak kembali justru aku lebih senang. Selalu saja mengancam, kau pergipun peliharaan setiamu pasti mengawasiku dengan ketat."Ucap Violet dalam hati.
Axel melihat Violet yang tiba-tiba diam setelah melihat ponselnya, diapun menaruh tanganya dipundak Violet.
"Ada apa?"Tanya Axel.
"Tidak ada."Saut Violet.
Merekapun sampai dilapangan Golf, Axel dan Violet bergegas mengganti pakaian untuk menemui seseorang yang sudah menunggunya, Violet masih belum tau siapa yang akan ditemui Axel. Dia tidak perduli, dia hanya menuruti perintah agar ponselnya kembali dan rahasianya aman.
Mereka mengganti pakaian dan berjalan menuju lokasi lapangan yang akan digunakanya main Golf.
"Kau cantik memakai kaos itu."Puji Axel yang berbicara pada Violet namun tidak menatap kearah Violet.
"Wanita kalau sudah cantik dari lahir maka memakai pakaian apapun pasti akan terlihat cantik."Saut Violet meninggikan diri.
"Cih.."Senyum Axel meledek.
Mereka terus berjalan ditanah lapang berlapis rumput yang rapih nan cantikpun mulai semakin dekat dengan orang yang akan ditemui Axel.
Violet dan Axel yang masih terus berjalan dari jauh Violet dapat melihat orang yang akan ditemuinya, Violet berjalan sejajar dengan Axel namun pandanganya semakin jelas dan diapun dapat melihat dengan jelas siapa orang yang akan ditemui Axel. Violet yang semula berjalan sejajar tiba-tiba melangkahkan kaki semakin melamban hingga tertinggal jauh dari Axel. Axel yang tersenyum melihat orang itu diapun berjabat tangan denganya.
"Ternyata memang kau....Joe....Nathan."Ucap Violet dalam hati.
Violet mematung dan menatap pria itu sangat dalam.
"Dulu saat aku bertemu denganmu, aku pasti langsung berlari kepelukanmu dan sekarangpun aku ingin melakukanya, tapi kau yang sekarang apa masih mengingatku?"Tanya Violet yang mematung dikejauhan.
Axel dan Joe Nathan berjabat tangan dan berpelukan untuk menyapa, mereka sedikit berbincang namun Joe Nathan menyadari jika masih ada orang lain dibelakang Axel, Joe Nathan pun menatap kearahnya dan seketika ia terdiam, Joe Nathan menatap Violet sangat dalam dan melangkahkan kakinya beberapa langkah dan berkata...
"Violet... Kemarilah."Pinta Joe Nathan yang merentangkan kedua tanganya.
Violet yang berdiri dikejauhanpun nampak tersenyum dan matanya berkaca, karena ia sangat merindukan sosok pria itu, tanpa berfikir panjang dan melupakan segalanya. Violet langsung menjatuhkan tas yang berada digenggamanya.
Dengan tatapan dalam penuh kerinduan Violet berlari dan melemparkan tubuhnya kedalam dekapan Joe Nathan, Joe Nathan sangat bahagia hingga mendekap Violet sangat lama dan Violet pun mendekap Joe Nathan seolah tidak ingin melepasnya.
"Aku merindukanmu."Ucap Joe Nathan.
"Aku juga sangat merindukanmu."Saut Violet.
Mereka yang saling melepas rindu dan saling memeluk, lupa akan kehadiran Axel yang berada didekatnya.
Axel yang melihat Violet sangat bahagia dipelukan Joe Nathan membuatnya sangat marah dan tidak dapat berkata-kata. Axel sangat kecewa dan diapun menghampiri Violet.
"Apa-apaan ini!"Ucap Axel marah dan menarik tangan Violet dengan kasar.
"Jangan menyakitinya."Pinta Joe Nathan yang menahan tangan Axel.
"Katakan ada hubungan apa kau denganya Violet?!"Tanya Axel marah.
"Bersikaplah tenang."Ucap Joe Nathan, diapun menarik Violet dari genggaman Axel.
"Bukankah hanya mantan? Apa perlu saling memeluk sepeti itu dihadapanku?"Tanya Axel yang tidak dapat membendung amarahnya dan menarik Violet lagi dari genggaman Joe Nathan.
"Kau jangan pernah lagi menyentuhnya!"Pinta Axel mendorong Joe Nathan hingga membuatnya hampir terjatuh.
"Cih...Apa kau sedang mengancamku?"Tanya Joe Nathan yang juga mendorong tubuh Axel hingga membuatnya hampir terjatuh.
"Apa-apaan ini?"Tanya Violet marah.
Joe Nathan dan Axel serentak menoleh kearah Violet dan merekapun berjalan mendekatinya dengan tatapan tajam. Violet yang tidak mengerti dengan sikap kedua pria itu diapun berjalan mundur. Namun dengan cepat Joe Nathan meraih tangan kiri Violet sedangkan Axel meraih tangan kanan Violet hingga membuatnya kebingungan.
"Lepas!"Perintah Violet.
"Kau mau pulang bersamaku atau bersamanya?!"Tanya Axel tegas.
"Aku mau pulang sendiri!"Saut Violet yang menghempaskan tangan mereka berdua dari tanganya.
Melihat Violet yang berjalan meninggalkanya Joe Nathan dengan cepat mengejarnya dan menariknya kedalam pelukan, Violet yang kaget nampak tidak menolak pelukan Joe Nathan.
"Jangan pergi, aku masih merindukanmu."Ucap Joe Nathan memeluk erat tubuh Violet.
"Jika kau yang memintanya maka aku tidak akan pergi."Saut Violet.
Axel yang terbakar api cemburupun dia pergi begitu saja meninggalkan Joe Nathan dan Violet. Axel sangat marah wajahnya memerah.
Axel yang saat itu marah dia memutuskan kembali kekantor dan terdiam diruanganya, dia sangat kecewa pada Violet yang dengan sekejap melupakanya begitu saja.
"Violet, kau mempermainkan perasaanku."Ucap Axel dalam hati.
Ditempat lain Violet yang lupa akan Axel dia sangat bahagia menghabiskan waktu bersama mantan kekasihnya, mereka makan disebuah restoran Sushi yang terkenal enak dikota itu.
Mereka tertawa dan mengobrol sangat dekat sama seperti saat mereka masih berpacaran dulu.
"Violet."Ucap Joe Nathan.
"Ia."Saut Violet.
"Kau semakin cantik."Puji Joe Nathan menatapnya.
"Apa dulu aku tidak cantik?"Tanya Violet.
"Dulu kau juga sangat cantik dan cerdas"Saut Joe Nathan menggenggam tangan Violet.
"Apa kau akan menetap disini?"Tanya Violet.
"Ia, Sekarang aku menggantikan Pak Han."Saut Joe Nathan.
"Baguslah."Ucap Violet yang menatap mata Joe Nathan.
Joe Nathan pun menatap mata indah Violet dan mencium tanganya.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐