Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Tangkap wanita itu !!




Violet melangkah cepat, dia mulai sedikit mendongak dan segera mengalihkan pandanganya lagi saat pengawal Zayn Keenan melangkah dari pintu utama restoran menuju ke arahnya. seketika Violet mengalihkan langkah kakinya, dia menuju pintu samping restoran dan mulai berlari kecil.


Violet keluar dari dalam restoran meninggalkan Joe Nathan, dia berlari kecil sambil menoleh ke belakang. dia melihat para pengawal menujuk ke arahnya, mereka mulai melangkah cepat membututi tiap langkah Violet di kegelapan malam itu.


"Mereka mengikutiku.. aku harus segera menyembunyikan diri." Batin Violet.


Violet bahkan tidak menyangka, para pengawal bertubuh kekar itu berlari sangat cepat. Violet semakin cepat melangkah, dia berlari sambil berusaha menghentikan taxi.


"Kenapa tidak ada taxi yang berhenti?" Batin Violet.


Violet menyusuri jalanan dengan kaki yang terbalut high hils tinggi 7 cm, dia bersembunyi di balik tembok yang gelap. Violet melekat ke sisi tembok, seolah dia menahan nafas saat melihat pengawal itu berada di dekatnya, Violet gemetar mendengar tiap langkah sepatu yang terdengar semakin jelas, Violet menjauh lagi saat dia merasa pengawal itu semakin dekat ke arahnya namun langkah Violet terhenti lagi saat dia melihat pengawal lain di hadapanya, dia segera menyembunyikan dirinya lagi.


"Ayaaah.. aku takut." Batin Violet.


Violet bergegas pergi lagi saat dia melihat pengawal yang mencarinya sedang berkomunikasi dengan pengawal lainya, Violet berlari sekuat tenaganya.


"Itu dia disana! wanita bergaun hitam, cepat kejar!" Perintah kepala pengawal.


Tak..tak..tak..tak..! Suara langkah kaki Violet yang berlari sangat cepat.


"Tangkap wanita itu!" Perintah kepala pengawal dengan sekumpulan pengawal lainya, mereka mengejar Violet. pria dengan wajah yang mengerikan, mereka berlari lebih cepat darinya.


"Hah~ hah..." Engah nafas Violet yang mulai merasa lelah, dia berlari sekuat tenaga dengan wajah yang berlapis keringat, Violet berlari sambil mengangkat dress panjang yang menyapu tanah dengan kedua tanganya menyusuri setiap lorong disebuah kota ditengah malam yang suram.


Para pengawal itu berlari sangat cepat mengejar dan berusaha untuk menangkapnya. perlahan mereka semakin mendekat hingga Violet tidak mampuh lagi untuk melangkahkan kakinya, dia terjebak disebuah lorong yang buntu.


Violet memutar tubuh dikegelapan malam, sontak wajahnya sangat ketakutan dan tubuhnya gemetar, para pengawal itu sudah ada dihadapanya dengan senyum-senyum mengerikan. Violet terengah dan perlahan melangkah mundur, tidak ada lagi yang dapat dilakukanya.


"Ternyata benar nona Violet. tangkap dia! cepat!"Perintah kepala pengawal pada pengawal lainya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"Batin Violet.


Para pengawal itu dengan sigap melaksanakan perintah dari tuanya dan mencoba membawa paksa Violet yang terisak tangis.


"Lepaskan! Lepasklan aku! Tolong lepaskan aku!"Pinta nyaring Violet yang berteriak memohon dan memberontak.


Kepala pengawal mulai sibuk dengan ponselnya, dia menghubungi tuan Zayn untuk memberitahunya akan berhasilnya mereka menemukan Violet.


Para pengawal itu tidak menghiraukan permintaan Violet, langkah demi langkah dilalui, mereka memaksa Violet masuk kedalam mobil untuk menemui seseorang. Violet yang ketakutan, dia nampak depresi dengan air mata dan tatapan kosong. Tidak ada cara untuknya bisa kabur lagi, membuatnya gemetar sekujur tubuh.


Mobil mewah yang ditumpanginya melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah seseorang, butuh waktu berjam-jam di perjalanan hingga sampailah mereka dirumah itu. Violet dipaksa keluar dari dalam mobil dengan kedua tangan yang terikat dibelakang tubuhnya, Violet memohon untuk mereka tidak membawanya masuk kedalam rumah mewah dan megah itu. Rumah milik seorang penguasa bisnis dikota itu, Violet membatu tidak bisa melangkahkan kakinya lebih jauh lagi, namun para pengawal itu memiliki tenaga yang sangat kuat, Violet tidak mampuh melawanya, dia dibawa mereka dengan paksa masuk kedalam rumah.


Krieeeett.....


Pintu terbuka lebar, nampak ruangan yang gelap dan menyesakan bagi Violet.


Ctaakk...! tap... tap... tap..


Lampu satu persatu menyala hingga semua yang ada didalam rumah bak istana itu terlihat nampak sangat jelas. Violet melihat seorang pria yang usianya sekitar 49 tahun dengan setelan Jas dan rambut yang rapih, pria itu terlihat tampan diusianya yang sudah tidak muda lagi. Pria yang sedang duduk santai diruang utamanya, perlahan dia bangkit dari duduk, dia memutar tubuh dan menatap mata Violet dengan matanya yang sangat tajam seperti elang, pria itu menoreh senyum mengerikan diwajahnya dan perlahan dia melangkah mendekatinya.


Dengan nafas terengah seolah ia tidak mau menemui pria itu, Violet perlahan melangkah mundur, namun para pengawal utusan pria mengerikan itu menggenggam erat kedua lenganya hingga dia tidak dapat melakukan apapun.


"Ada apa ini ayah?"Tanya pria muda itu , dia adalah Axel Zayn. putra sulung Zayn Keenan.


"Ayah akan mengurungnya dirumah ini agar dia tidak bisa kabur lagi."Saut tegas Zayn pada putranya. namun tatapan matanya masih sangat tajam menatap Violet.


Mendengar ucapan ayahnya, Axel menoleh kearah Violet yang sedang menatapnya dalam-dalam dengan pakaian dan rambut yang berantakan, air matanya bahkan masih mengalir membasahi pipi, dia gemetar disekujur tubuhnya.


"Bawa dia masuk kekamar! Pastikan semua jendela dan pintu terkunci rapat! Tidak boleh ada celah untuknya bisa kabur dariku lagi! Cepat!" Perintah Zayn pada semua anak buahnya, suaranya berat dan sangat menakutkan, dia sangat berwibawa dan ditakuti semua orang.


Para pengawal dengan sigap melaksanakan perintah dari tuanya, mereka memaksa Violet pergi kekamar yang sudah dipersiapkan untuknya dirumah mewah itu.


"Tidak tuan! aku mohon lepaskan aku! biarkan aku pergi tuan Zayn! Tuan Axel tolong aku! tolong lepaskan aku! tuan Axel aku mohon tolong aku! bawa aku pergi dari tempat ini! tuan Axel! bawa aku pergi dari tempat ini!" Pinta Violet, dia memohon kepada Axel.


Axel menatapnya sangat dalam, Violet perlahan semakin jauh dari pandanganya. Para pengawal itu membawanya menaiki satu persatu anak tangga disisi sebelah kanan ruangan yang mewah bernuansa moderen classic itu, Violet pun menagis lagi.


"Lepaskan Violet ayah." Pinta Axel memohon pada ayahnya.


"Tidak akan pernah!" Saut tegas Tuan Zayn.


Tuan Zayn memutar tubuh dan beranjak meninggalkan Axel, dia menuju kearah kamarnya.


"Aku mohon hentikan semua ini ayah! Dia tidak mencintaimu! Jangan renggut kebahagiaanya lagi!" Pinta Axel tegas dengan suara yang semakin tinggi.


Tuan Zayn menghentikan langkahnya dan dia menoleh kearah Axel yang kala itu mengepalkan kedua telapak tanganya.


"Aku mencintainya ayah! lepaskan dia untukku!"Pinta Axel menatap tajam mata ayahnya.


Sontak tuan Zayn melangkahkan kakinya dengan cepat mendekati Axel dan dengan kuat Tuan Zayn memukul wajah Axel hingga dia terlempar kelantai, Axel nampak menahan amarah pada ayahnya, dia memegangi wajahnya yang dihadiahi pukulan sekuat tenaga dari tuan Zayn ayahnya, dengan gerakan cepat tuan Zayn menarik kerah baju Axel dan dia menatap mata putranya dengan tatapan mematikan.


"Lancang sekali kamu! berani menyukai calon istri ayahmu sendri! aku sudah mengampunimu saat itu! dan kau masih tidak patuh! anak kurangajar! Ayah tidak akan melepaskanya meskipun kamu mencintainya Axel!"Ucap tegas tuan Zayn pada Axel dengan sepasang bola mata yang membelalak.


Tuan Zayn mendorong tubuh Axel hingga ia terhuyung hampir terjatuh, Axel tertunduk kesal, perlahan dia mendongak dan menatap ayahnya yang sedang beranjak pergi meninggalkanya lagi.


"Aku akan merebutnya darimu! tidak perduli bagaimanapun caranya! tidak perduli aku harus melawanmu seperti apa!"Ucap Axel tegas pada ayahnya.


Tuan Zayn terhenti lagi, namun dia tidak menoleh kearah Axel putranya, dia memilih untuk meninggalkan Axel sendirian diruangan besar itu.


🌸Stay With Me Violet🌸


Jangan lupa dukung author:


Vote


Like


Love


Komen positif


🙏