Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Tidak menginginkan hartamu



Deerrtt....ponsel Violet bergetar, Violet pun memerika ponselnya.


"Zayn?"ucapnya dalam hati.


Dengan persaan taku Violet pun mengangkat panggilan dari Zayn.


"Halo~"ucap Violet.


"Sayang.. kamu belum tidur?"tanya Zayn.


"Belum."saut Violet.


"Aku merindukanmu, besok aku akan pulang."ucap Zayn senang.


Mendengar Zayn akan kembali Violetpun membatu tak dapat berkata-kata.


"Aku akan memberimu kejutan."ucap Zayn dari dalam sambungan telpon.


"Ia."saut Violet.


"Kamu sedang apa?"tanya Zayn.


"Berbaring, aku lelah."saut Violet.


"Kalau begitu tidurlah. aku akan menemuimu besok."ucap Zayn.


"Ia."saut Violet mematikan panggilan telpon dari Zayn.


Violet yang berbaring nampak bangkit dan duduk di atas tempat tidur. dia meletakan ponselnya di dekatnya dan menoleh ke jendela yang terbuka di dalam kamarnya.


Violet melangkah dan berdiri di dekat jendela besar nan tinggi itu. ia menatap keluar dengan tatapan kosong dan air mata yang tak henti membasahi pipi.


"Dia akan kembali?"ucap Violet menagis lagi.


"Seandainya aku bukan wanita lemah. seandainya aku cukup kuat menhadapi semuanya. mungkin air mataku tidak akan habis terkuras setiap waktu."ucapnya sambil menatap langit malam yang indah berhias bintang dan rembulan yang senantiasa menemaninya.


VIolet pun merebahkan tubuhnya lagi dan tertidur.


Sedangkan Axel dan Nathan masih termenung di rumah mereka masing-masing. perasaan takut yang menghantui keduanya. membuat malamnya tak bisa di lewati dengan mudah.


Malam berlalu, semua yang telah terjadi telah menjadi kenangan dan bersiap menyambut pagi dan mulai menghadapi waktu untuk melanjutkan sisa hidup.


Violet nampak bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan diri, dia memakai pakaianya dan duduk termenung lagi di atas tempat tidurnya.


Hari ini adalah hari liburnya. Violet tidak tau apa yang akan terjadi hari ini, besok dan seterusnya jika dia ada di dekat Zayn Keenan yang mengerikan.


"Sayang.."ucap Zayn yang melngkah masuk kedalam kamar Violet.


Violet pun kaget dan berdiri. Zayn mengecup keningnya dan membuka Jasnya dia menaruhnya di atas tempat tidur.


Violet yang diam hanya menatap apa yang di lakukan Zayn. Violet meningkatkan kewaspadaanya lagi.


"Kamu sudah makan?"tanya Zayn.


"Sudah."saut Violet.


"Aku akan membawamu kerumahku. kita pergi 10 menit lagi."ucap Zayn.


Violet hanya diam, dia tau dia tidak punya hak untuk menolak keinginanya. Violet pun melangkah mengambil tasnya dan pergi bersama Zayn untuk menemui kedua anaknya.


Sesampainya di rumah mewah bak istana milik Zayn Keenan, Violet di ajak masuk dan menemui kedua anaknya yang sedang bersantai di dekat kolam berenang di taman rumahnya.


Axel menoleh ke arah Violet yang datang bersama ayahnya. Zayn nampak melangkah bersama dengan merangkul Violet. terlihat senyum bahagia di wajah Zayn sedangkan Violet hanya diam dan menundukan kepalanya.


"Cih..."senyum Racel yang melihat ayah dan wanitanya.


"Duduklah."perintah Zayn lembut pada Violet yang sangat di cintainya.


Violet pun duduk dan menatap Axel yang sedang menatapnya, perlahan Violetpun menundukan kepalanya lagi.


"Ayah kapan kau datang?"tanya Racel.


"Pagi ini sayang."saut Zayn yang duduk di dekat Violet.


Pelayan pun datang dan menyuguhkan minuman dan kopi untuk Zayn dan Violet.


"Violet kenapa kau memilih bersama ayah? apa kamu bahagia bersamanya?"tanya Axel dalam hatinya.


Axel pun menenggak habis minumanya dan meletakan gelasnya sangat kasar.


"Axel apa kamu baik-baik saja?"tanya Zayn pada putra sulungnya.


"Ada apa? ada masalah dengan Mikka?"tanya Zayn.


"Tidak. aku tidak pernah menyukai Mikka."saut Axel pada ayahnya.


"Belajarlah mencintainya Axel."ucap Zayn.


"Tidak ayah. wanita yang aku cintai bukanlah Mikka."saut Axel.


"Lalu siapa wanita itu."tanya Zayn pada putranya.


"Wanita itu sudah punya calon suaminya sendiri ayah."saut Axel menatap Violet yang duduk di samping ayahnya.


Zayn yang mencicipi kopinya pun dia meletakan cangkirnya lagi di atas meja.


"Apa wanita itu mencintaimu juga?"tanya Zayn.


"Ia, dia sangat mencintaiku.. aku dapat melihat semuanya dari sorot matanya."saut Axel menatap Violet.


"Tapi dia sudah punya pilihanya."ucap Zayn.


"Aku akan merampasnya dari calon suaminya ayah."saut Axel menatap Violet yang hanya diam.


Mendengar perkataan Axel, Violet pun mengangkat kepalanya dan menatap Axel.


"Anakku kamu sangat menyukai wanita itu?"tanya Zayn.


"Ia, aku sangat mencintainya."saut Axel menatap mata Violet.


Violet pun menundukan kepalanya lagi.


"Kau sudah dewasa. jika dia belum menikah maka kau masih punya kesempatan."ucap Zayn meminum kopinya lagi.


"Sayang.. minumlah minumanmu."ucap Zayn memberikan segels minuman pada Violet.


"Ia tuan."saut Violet menerima gelas itu dan meminum minumanya langsung habis.


"Kamu haus? apa mau lagi?"tanya Zayn tertawa.


Axel pun mengalihkan pandanganya dan menatap indah suasana pagi itu, namun suasana hatinya tak seindah apa yang di lihatnya.


"Violet aku sangat terluka melihatmu bersama ayah dengan cincin yang melingkar di jari manismu."ucap Axel dalam hati.


Racel nampak menggandeng tangan kakaknya dan bersandar di bahunya.


"Kau baik dan akan mendapatkan wanita yang baik."ucap Racel pada kakaknya.


"Lupakan dia kakak."ucap Racel lagi.


Axel hanya diam dan Violet pun hanya diam.


"Sayang ini kejutan untukmu."ucap Zayn pada Violet. Zayn memberinya sebuah kotak.


"Dan Racel ini untukmu."ucap Zayn memberikan kotak untuk putrinya.


"Bukalah."ucap Zayn pada kedua wanita muda itu.


Violet dan Racel membuka kotak dari Zayn. Violet terdiam menatap benda yang ada di tanganya. sebuah kunci mobil.


"Aku memberimu hadiah mobil mewah itu agar kamu tidak naik bus atau Taxi lagi, jika kamu tidak bisa membawanya aku akan memberimu supir pribadi."ucap Zayn pada Violet.


"Aku..Aku tidak bisa menerimanya."ucap Violet memasukan lagi kunci mobil mewah itu kedalam kotak dan menyerahkanya pada Zayn.


"Kenapa?"tanya Zayn pada Violet.


"Aku tidak membutuhkanya."saut Violet.


"Aku tidak mau kamu menggunakan kendaraan umum tang kotor."saut Zayn.


"Jangan paksa aku aku tidak mengginginkan apapun darimu."saut Violet.


"Cih.. Munafik."sambar Racel.


"Violet..kenapa kamu tidak mau menggunakan fasilitas yang aku berika? kau tidak menggunakan uang dariku, kau tidak memakai kartu yang aku berikan dan sekarang kau menolak hadiahku? aku hanya ingin kau bersenang-senang dan tidak menghabiskan waktu untuk melamun di kamar saja. bersenang-senaglah bersama Axel dan Racel sebentar lagi kita akan menjadi keluarga Violet. pakailah semua kemewahan yang aku berikan padamu."ucap Zayn menatap Violet.


perkataan Zayn membuat Racel dan Axel menyadari bahwa Violet tidaklah menginginkan harta Zayn Keenan. Axel dan Racel nampak menatap Violet yang hanya diam.


"Jika kamu tidak menginginkan kemewahan dan harta lalu apa sebenarnya alasanmu mau menikah dengan ayah Violet? kau membuatku menebak-nebak hingga pikiranku sangat liar. tapi... saat kau bersama ayah, aku merasa jika kamu tidaklah bahagia Violet."ucap Axel dalam hati.


"Violet tidak menggunakan semua Fasilitas yang ayah berikan padanya? itu berarti Violet tidak mengincar harta ayah? lalu.. apa dia benar-benar mencintai ayah?"tanya Racel dalam hati.