Stay With Me Violet Season 1

Stay With Me Violet Season 1
Jangan Uji Kesabaranku!




Axel pun melihat ke arah tangan Violet yang tidak memakai cincin dan diapun langsung menyambar tangan Violet.


"Cih.. kenapa tidak memakai cincin berlian yang ayahku berikan padamu? siapa lagi yang sedang kau kelabui sekarang?"tanya Axel meledek.


Violet pun menarik tanganya dan terdiam. Axel nampak berjalan memutari tubuhnya.


"Heeh~ aku sungguh meremehkan kemampuanmu Violet."ucap Axel menyindir.


Violet perlahan menundukan kepalanya.


"Bisakah kau ceritakan kepadakau bagaimana saat pertama kali kamu jatuh cinta pada pria tua itu?"tanya Axel. pada Violet yang mematung dan membisu.


"Atau kau boleh ceritakan padaku apa saja yang sudah ayahku berikan padamu? sudah mendapatkan uangnya seberapa banyak mungkin? atau selain rumah mewah kau di beri mobil mewah? atau kau juga bisa beri tahu aku berapa kali kau tidur denganya??"tanya Axel yang menatapnya sangat rendah.


"Berapa kali aku tidur denganya?"tanya Violet dalam hati.


"Jika kau menyukai uang seharusnya kau bicara sejak awal kepadaku, aku bisa memberikan cek sesuai yang kamu inginkan untuk menjadi wanitaku. setidaknya aku lebih muda darinya."ucap Axel.


Axel pun menatap ke arah Violet yang hanya menunduk.


"Kenapa tidak bisa menjawab? apa kau punya malu sekarang?"tanya Axel sambil mengangkat dagu Violet lagi.


Sontak Axel kaget melihat Violet yang menangis lagi, dia pun melepaskan tanganya dari wajah Violet. dan Axel mulai mengontrol detak jantungnya yang berdegup kencang.


"Heeh~ Violet kenapa aku harus mencintai wanita yang menjijikan sepertimu."tanya Axel kecewa.


"Heeh~ aku pun begitu jijik dengan diriku sendiri."saut Violet.


"Keluar.."ucap Axel menatap Violet.


Violet pun berbalik arah dan melangkah menuju pintu. namun Axel dengan langkah cepat menyambar tanganya dan menariknya kedalam dekapan.


"Tinggalkan ayah dan menikahlah bersamaku."ucap Axel.


"Anda sudah tau aku calon istri ayah anda kenapa masih seenaknya memelukku? aku selalu di perlakukan seperti wanita murahan."ucap Violet yang mendorong tubuh Axel.


"Berapa uang yang kamu inginkan? aku bisa memberikanya padamu! aku punya bisnis properti milikku pribadi aku akan serahkan semua hartaku padamu jika kau menginginkanya tapi tinggalkan ayahku dan hiduplah bersamaku."ucap Axel dengan tatapan mata yang berkaca.


"Anda fikir semua ini tentang uang? aku tidak membutuhkan uang anda ataupun ayah anda sepeserpun!!"ucap Violet marah dia pun pergi dari ruangan Axel.


Axel nampak masih mematung melihat Violet yang pergi begitu saja tanpa menjawab semua pertanyaan-pertanyaanya. Axel pun merebahkan tubuhnya di sofa dan menghela nafas panjang.


Semenjak saat itu, Violet semakin menjauh dari Joe Nathan dan Axel. dia selalu menghindari kedua pria itu, menjauh dari semua orang.


Sedangkan Axel perlahan lebih sering menghabiskan waktu bersama Mikka, Axel mencoba membuka hatinya untuk Mikka karena Axel berfikir Mikka lebih baik. dan tidak pernah menghianatinya untuk bersama pria lain tidak seperti Violet yang selalu melukai perasaanya.


Namun Violet menjalani hari-harinya sendiri. tidak perduli Nathan berusaha seperti apa untuk mendekat kearahnya lagi. Violet menutup hati untuk semuanya.


Violet yang sekarang nampak tidak perduli terhadap dirinya sendiri, ia sering melewatkan makan siang dan jarang memakan makanan yang di siapkan para pelayan di rumah.


Dia lebih sering menghabiskan waktunya hanya untuk melamun. ditambah Zayn yang sering mengunjungi tempatnya membuat Violet merasa takut dan was-was setiap saat, melihat orang yang di bencinya dan selalu waspada membuat hidupnya tidak tenang dan mulai merasa lelah. Violet yang semakin putus asa ia berkali-kali berfikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri. namun ia masih punya Tuan Hari yang selalu di pikirkanya dan membuatnya terus bertahan untuk tetap hidup.


"Sayang."ucap Zayn yang datang menemui Violet.


Violet menoleh ke arahnya. Zayn nampak membuka tas Violet dan mengeluarkan amplop coklat yang tebal dari dalamnya.


"Kenapa kamu tidak memakai kartu dan uang yang aku berikan? pergilah bersenang-senag kau boleh menghabiskanya."ucap Zayn.


Melihat wanitanya hanya diam Zayn pun melangkah ke arahnya dan memeluknya yang sedang berdiri di dekat jendela. namun Violet tidak pernah ingin di sentuh Zayn dia pun melepaskan tangan Zayn dari tubuhnya lagi. Zayn nampak menatap Violet dengan tatapan yang tajam.


Zayn pun membuka kancing jasnya di hadapan Violet dia membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang tempat. Violet yang menyadarinya dia pun menatap mata Zayn dan ia mulai ketakutan karena tatapan Zayn sangat mengerikan.


Zayn nampak mengendurkan dasinya dan membuka satu persatu kancing kemejanya, hingga perlahan Violet melangkah mundur.


Zayn melangkahkan kakinya mendekati Violet yang sudah terhenti di sisi tembok kamarnya. Zayn pun melepaskan kemejanya dan melemparnya ke lantai. melihat Zayn yang bertelanjang dada Violet pun mulai mencoba pergi dari kamarnya.


"Mau kemana?"tanya Zayn yang menahan Violet dan mendekapnya.


"Anda jangan lupakan isi surat perjanjian kita."saut Violet terbatah.


"Aku tidak melupakanya."saut Zayn dingin.


"Lepaskan aku!"ucap Violet berusaha melepaskan pelukan Zayn.


"Violet.. kau sungguh menguji kesabaranku."ucap Zayn mengelus kepala Violet.


Violet mencoba berontak untuk melepaskan diri. namun Zayn mendorngnya hingga terjatuh ke lantai. Zayn berdiri tepat di hadapan Violet yang duduk di lantai.


"Tanpa surat itu aku pun bisa mendapatkanmu. jika kau tidak patuh maka aku akan menakhlukanmu dengan caraku sendiri."ucap Zayn yang terus melangkah mendekati Violet.


Violet yang ketakutan ia nampak terus mundur hingga tubuhnya tertahan dinding dan meja di dekat tempat tidurnya.


"Jika anda macam-macam maka surat itu akan gugur!"ucap Violet berusaha menahan Zayn.


"Hahaha... sudah kukatakan tanpa surat itupun aku bisa mendapatkanmu Violet."ucap Zayn yang tertawa mengerikan.


"Aku mohon jangan mendekat!"ucap Violet marah.


"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara baik maka aku akan mendapatkanmu dengan cara kasar."ucap Zayn yang sudah ada di hadapanya.


"Violet kau semakin lama semakin manis"ucap Zayn meraih dagu Violet.


Zayn pun mendekatkan wajahnya ke wajah Violet, tangan kanannya nampak menggenggam tangan kiri Violet. Zayn hendak menciumnya, dia ingin mendapatkan Violet saat itu juga. Violet yang tidak dapat melepaskan diri ia nampak menangis saat Zayn menciumi lehernya dan berusaha melepaskan pakaianya.


Violet pun berusaha meraih Vas bunga yang ada di atas meja dengan menggunakan tangan kanannya dan..


Craannggg.......!! Violet memukul kepala Zayn dengan Vas bunga hingga membuat kepala Zayn bercucuran darah. Zayn nampak memegang kepalanya ia kesakitan dan melihat darah yang ada di telapak tanganya.


Melihat darah yang bercucuran di tanganya membuat Zayn sangat marah pada Violet hingga ia memukul wajah Violet yang ada di hadapanya. Violet pun kesakitan dan memegangi wajahnya.


"Kau! bisakah kau berpura-pura mencintaiku!"ucap Zayn mencekik leher Violet dengan seluruh tenaganya hingga membuat Violet memukul-mukul tubuhnya untuk mencoba melepaskan diri. namun Zayn belum juga sadar dan masih di kuasai amaranya. wajah Zayn memerah sangat mengerikan, urat-uratnya nampak sangat jelas dan dia menggertakan giginya. Zayn tidak bisa menguasai dirinya sendiri hingga tangan Violet yang ada di tubuhnyapun perlahan terjatuh ke lantai.


Zayn yang marah nampak mulai sadar saat menatap mata Violet yang sayup dengan tatapan kosong. Violet tidak bergeming dan ambruk saat Zayn melepaskan kedua tanganya dari leher Violet.


Zayn nampak gemetar, wajahnya merah dan meneteskan air mata. ia melihat wanita yang sangat di cintainya terbaring di lantai, Zayn yang mulai terlepas dari amarah diapun mendekap Violet dan menatapnya, perlahan Violet menutup matanya. melihat Violet menutup mata Zayn pun dengan cepat meraih tanganya untuk memeriksa denyut nadinya.


"Violet..! sayang! denyutnya.. sangat lemah... bertahanlah aku akan membawamu kerumah sakit!"Zayn pun membawa Violet kerumah sakit di sepanjang jalan menuju rumah sakit ia nampak menciumi tangan Violet yang tidak sadarkan diri. pria sekuat Zayn Keenan ia meneteskan airmata karena wanita di dekatnya.


***


Halo Readers..


Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐Ÿ˜€


mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™