
"Violet apa kamu yakin mau langsung pulang?"tanya Nathan yang sedang mengemudi.
"Kenapa memang?"tanya Violet.
"Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat."ucap Nathan.
"Kemana?"tanya Violet.
"Kamu akan mengetahuinya nanti."ucap Nathan.
"Baiklah."ucap Violet.
Violet dan Nathan menuju ke suatu tempat, tempat yang sering dikunjungi mereka semasa kuliah dulu.
"Ini kan jalan menuju danau kampus UNI?"tanya Violet.
"Ia, danau UNI sudah semakin indah kamu harus melihatnya."ucap Nathan.
Violet menatap Nathan yang sedang mengemudi, dia sejenak terdiam.
"Danau di bekalang kampus tempat aku dulu sama Nathan sering bertemu dan belajar, sekarang sudah seperti apa?"tanya Violet didalam hati.
Merekapun sampai dan bergegas keluar, Violet yang turun dari dalam mobil nampak langsung tercengan melihat pemandangan indah danau tempat yang sering di kunjunginya bersama Nathan. diapun menatap Nathan dan tersenyum kearahnya.
"Ayo."ucap Nathan mengulurkan tanganya.
Tanpa berfikir panjang Violet pun meraih tangan Nathan dan pergi mendekati kursi panjang di dekat danau itu.
"Lama tidak datang kemari, semua sudah nampak berubah."ucap Violet.
"Apa kau menyukainya?"tanya Nathan menatap Violet.
"Ia."saut Violet tersenyum.
Nathan dan Violet yang duduk di kursi panjang nampak menikmati waktu bersama, danau yang indah dengan air yang jernih, banyak tanaman dan bunga-bunga yang nampak terpelihara dengan baik. Mereka nampak mengingat semua kenangan di tempat itu. Violet pun merebahkan kepalanya di pundak Nathan dengan tangan yang masih dalam genggaman Nathan.
Nathan menoleh ke Arah Violet yang bersandar di bahunya dan perlahan wajah Nathan pun mendekat ke arahnya. Nathan mencium bibir manis Violet dengan penuh kelembutan dan perasaan. Violet tidak menolak apa yang di lakukan Nathan padanya, tidak seperti saat Axel yang melakukanya.
"Violet apa kamu masih mencintaiku?"tanya Nathan.
"Ia."saut Violet tanpa berfikir panjang karena perasaan itu sudah pasti dan tidak pernah menghilang.
Nathan pun memeluk Violet dan mengelus kepalanya.
"Aku ingin menikahimu secepatnya."ucap Nathan.
Nathan pun mencium kening Violet yang sedang berada di pelukanya. Violet yang masih mencintai Nathan ia sangat bahagia menghabiskan waktu bersamanya.
Setelah menghabiskan waktu yang lama Nathan pun mengantarkan Violet kembali kerumah karena hari mulai peteng.
"Masuklah."ucap Nathan.
Violet pun melepaskan sabuk pengamanya dan menatap Nathan yang ada di kursi kemudi, Violet mendekat ke arahnya dan mencium lembut bibir Nathan sangat lama. hingga Nathan kaget karena ini kali pertama Violet yang berinisiatif untuk melakukanya. Violet yang seperti itu membuat Nathan semakin mencintainya dan menyadari bahwa dirinya masih ada di dalam hati Violet.
"Berhati-hatilah."ucap Violet dengan nafas terengah dan wajah yang memerah.
"Ia, Violet... terimakasih karena kau masih mencintaiku."saut Nathan.
"Sejauh ini aku tidak pernah mencoba menghilangkanmu dari dalam hatiku Joe Nathan."ucap Violet.
"Istirahatlah dan jaga dirimu."ucap Nathan mencium kening Violet.
Violet pun tersenyum padanya dan keluar dari mobil, dia melambaikan tanganya dan masuk kerumah. Nathan masih belum pergi dari tempat itu, ia masih mengingat ciuman yang diberikan Violet padanya. Nathan terlihat senyum-senyum sendiri sambil memegangi bibirnya yang memerah.
Nathan pun mulai menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Violet masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia berendam dan menikmati waktu tanpa Zayn di rumah itu. setelah selesai Violet bergegas keluar dan memakai pakaianya. Violet yang lelah dia nampak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengingat apa yang di laluinya bersama Nathan hari itu, Violet sangat bahagia.
Ditempat lain Axel masih terdiam di kamarnya dengan perasaan gelisah, seolah dia sudah memastikan bahwa Violet tidak akan memilihnya jika Nathan masih ada di dekat Violet. perasaan itu membuatnya tidak bisa melewati malam dengan mudah.
Sedangkan di kediaman Nathan, nampak Nathan yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk dan tubuh kencang Nathan nampak masih berlapiskan air. dia berjalan menuju meja di samping tempat tidurnya dan membuka laci teratas. Nathan mengambil sebuah kotak berwarna Merah maroon dari dalam laci itu dan membukanya. nampak cincin berlian indah nan cantik berada di dalamnya.
Nathan membeli cincin untuk melamar Violet jauh sebelum Axel menyadari perasaannya pada Violet.
Violet yang tersenyum bahagia perlahan senyumnya menghilang saat ia mengeluarkan cincin berlian yang di berikan Zayn padanya. cincin yang sudah lebih dulu melingkar di jari manisnya. Violet pun menaruhnya di atas meja dan menatapnya. perlahan dia mengalihkan pandanganya dan berbaring di tempat tidur dengan perasaan campur aduk semua rasa menjadi satu dan iapun memejamkan matanya menunggu esok pagi mentari datang menyambutnya lagi.
Di pagi hari, Violet nampak sibuk dengan design yang sedang di buatnya hari ini ia harus menyerahkanya pada Nathan dan setelahnya harus di serahkan pada Axel. Violet nampak sibuk dan tidak ingin di ganggu. ia melewati waktu yang terus berputar hingga melupakan makan siang.
"Violet.. Makanlah dulu, lanjutkan nanti saja."ucap Nathan.
"Ia, sebentar lagi Nadine akan datang dan makan bersamaku di kantin."ucap Violet.
"Jam makan siang hanya tinggal 40 menit."ucap Nathan.
"Kamu sendiri tidak makan siang?"tanya Violet.
"Aku tidak lapar tadi saat Meeting aku memakan jamuanya."ucap Nathan.
"Vio... ayo kita hampir kehabisan waktu istirahat."ucap Nadine dari jauh.
"Oke.. oke .. Aku makan dulu ya..."ucap Violet tersenyum pada Nathan.
"Maaf ya Boss aku pinjam wanitamu sebentar."ucap Nadine yang menarik pergi Violet.
Merekapun makan di kantin dengan cepat sambil mengobrol dan tertawa.
"Violet."ucap Axel yang berdiri di samping Violet yang sedang makan siang.
Sontak Violet kaget melihat keberadaanya.
"Tuan apa yang anda lakukan di kantin karyawan? anda menjadi pusat perhatian."ucap Violet.
"Pulanglah bersamaku hari ini."ucap Axel di hadapan Nadine dan karyawannya yang lain.
"Aku akan Chat anda tuan."saut Violet kaku.
"Baik aku tunggu."ucap Axel. dia pun pergi untuk kembali ke kantor.
"Waahhh... Boss dingin ngajak pulang bareng."ucap Nadine meledek Violet.
"Apa siiihh..."ucap Violet.
"Boss Axel kayaknya tulus deh sama kamu Vio."ucap Nadine.
"Ia, aku tau.. tapi bagaimanapun dia putranya Zayn, aku akan sulit melupakanya jika terus berada di dekatnya."ucap Violet di dalam hati.
Violet pun mengeluarkan ponselnya dan mengirim chat pada Axel.
"Aku pulang naik Taxi. tidak usah mengantarku pulang."isi chat yang di tulis Violet pada Axel.
Axel pun membacanya dan bersandar di kursinya. ia menghela nafas panjang dan melemparkan ponselnya.
"Ada apa?"tanya Ben yang sibuk di sofa bersama dokumen-dokumen di tanganya.
"Semenjak kehadiran Nathan di sini Violet semakin jauh dariku."ucap Axel pada Ben.
"Tidak bisa di pungkiri Violet sepertinya masih menyukai Nathan, sangat terlihat jelas dan Nathan pun masih menyukai Violet."ucap Ben.
"Kau bukanya membuatku tenang malah membuatku semakin kesal saja."ucap Axel.
"He~ Boss semenjak Nathan ada di sini aku pun memilih mundur. karena aku tau tidak akan bisa melawanmu dan Joe Nathan. aku yang mundur sebelum maju nampak lebih memalukan bukan?."ucap Ben yang sibuk dengan pekerjaanya.
"Violet selalu menolak saat aku ingin mengantarnya pulang, ini sedikit mencurigakan."ucap Axel dalam hati.
***
Halo Readers..
Kalau suka sama karya aku ini, mohon untuk Like, Komen, tekan tombol Favorit dan Vote yaa..๐
mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan supaya author semangat nulisnya๐๐