
Pagi ini Rama benar-benar tak masuk kerja, dia sudah memberi intruksi Naura untuk mengirimkan file-file yang perlu ia tinjau melalui email. Jesi, tentu saja sangat senang karena bisa seharian penuh berada di samping suaminya. Seperti saat ini, meski sudah pukul setengah tujuh tapi pasangan itu belum keluar dari kamar. Jesi masih berdiri di balkon sambil sesekali menganggu Alya yang setiap pagi selalu sibuk mengeluarkan kaktus-kastus mini yang ia perlakukan seperti anaknya sendiri. Semenjak insiden kaktus mahalnya disiram oleh Jesi dulu, mulai saat itu Alya melarang Jesi membantunya mengurus tanaman, bahkan mendekat saat dirinya mengurus tanaman pun tak boleh mengingat betapa cerobohnya kakak iparnya itu.
“Al, butuh bantuan nggak?” teriaknya hingga Alya yang sedang menjajarkan kaktusnya mendongak ke atas. Bumil dengan dres floral pink kekinian melambaikan tangan padanya.
“Aku bantuin yah?” lanjutnya.
Alya tak menjawab, dia hanya menggerakkan kedua tangannya membentuk huruf X tanda penolakan. Gadis berhijab itu anti teriak-teriak, tidak seperti Jesi.
“Ckck dasar Alya!” Jesi berdecak sambil menggelengkan kepala melihat adik iparnya yang begitu telaten mengurus beberapa kaktus mini dan tanaman lainnya.
“Karam, liat anaknya Karak makin banyak aja.” Ucapnya pada Rama yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri, suaminya meletakan tablet yang sedang ia pegang dan menghampiri Jesi.
“Iya, kalah kita sayang. Lihat kaktusnya Alya udah ada enam. Lah kita satu aja belum keluar. Nanti kalo dede bayi gemoynya udah di luar kita bikin lagi yah?” ucapnya seraya memeluk Jesi dari belakang, mengelus berulang kali perut besar Jesi.
“Anak papi sehat-sehat yah, bentar lagi kita ketemu.”
“Kakak udah nggak sabar deh pengen liat anak kita sayang.”
“Sama, Karam. Aku juga udah pengen banget ketemu anak kita. Aku ngebayanginnya aja udah geregetan, Karam. Dede bayi gemoy kita bakal mirip aku apa mirip Karam yah?” Tanya Jesi.
“Karam pengennya anak kita cewek apa cowok?”
“Laki-laki atau pun perempuan nggak masalah buat kakak sayang, sama saja. Kakak nggak pernah mikir anak kita harus perempuan atau laki-laki yang penting mami Jas Jus sama calon anak kita sehat semua.” Ujar Rama.
“Kita sarapan dulu yuk!” ajaknya kemudian.
Jesi menggeleng, “nggak mau ah. Ntar ada Karak, males aku. Karak ngatain aku aqua galon mulu. Lagian aku belum lapar, tadi kan udah ngemil biscuit.” Jesi cemberut mengerucutkan bibirnya.
“Tuh kan! Panjang umur banget sih.” Jesi langsung melengos masuk ke kamar begitu melihat mobil Raka memasuki halaman rumahnya.
Rama mengikuti Jesi masuk ke dalam dan duduk di samping Jesi.
“Kalo gitu kakak ambilin sarapannya yah? Kita sarapan disini hm?”
“Iya, Karam. Kita sarapan di sini aja. Kalo ketemu Karak aku bawaannya kesel mulu, takut ntar anak kita malah mirip Karak lagi, ih amit-amit!” Ucap Jesi dengan mengelus perutnya.
Rama mengulas senyum mendengar jawaban istrinya, dia beralih mengelus puncak kepala Jesi.
“Kamu tuh aneh-aneh aja! Ya nggak mungkin anak kita mirip Raka, kan anak kakak.”
“Tapi kata tetangga kita gitu Karam.”
“Siapa yang bilang?”
“Mamanya Reret, terus Kak Miya juga bilang gitu. Katanya kalo kita hamil nggak boleh kesel-kesel sama orang takut anaknya mirip.” Ujar Jesi.
“Gitu?” Heran Rama, selama ini ia memang sering mendengar mitos itu tapi otak sehatnya tak menerima mentah-mentah. Yang jelas ia ketahui dari artikel kehamilan seorang yang sedang hamil tak boleh kesal atau emosi berlebihan karena tak baik untuk kesehatan dan bayinya.
“Yups Karam. Mamanya Retha juga ngajarin aku buat sering-sering nonton Drama Korea biar anaknya cakep. Dulu dia juga gitu katanya, makanya anaknya good looking semua.” Ucap Jesi dengan semangat.
“Emangnya Retha mirip orang Korea?”
“Nggak juga sih. Si Reret malah kayak foto kopian mamanya. Persis banget, cuma matanya aja yang mirip sama ayahnya.”
“Makanya jangan mudah percaya sayang. Orang anak kita yah pasti mirip salah satu diantara kita. Nggak mungin lah mirip orang lain apalagi jauh-jauh mirip orang Korea. Mau aja kamu dikerjain mamanya Retha.”
“Yah padahal aku udah nonton video Jungkook BTS tiap hari supaya anak kita mirip dia Karam. Sia-sia dong yah?”’
“Siapa-siapa? Jongkok?” Tanya Rama.
Jesi gregetan mendengar nama Jungkook malah di sebut jongkok oleh suaminya.
“Jeon Jungkook Karam! Member BTS.” Ucap Jesi.
“BTS yang boyband Korea yah, bukan BTS versi Karam yang Baso Tahu Siomay!”
“Kan ada tujuh tuh anggotanya.” Jesi mulai menyebutkan satu persatu anggota boyband itu dengan semangat.
“Andai anak kita mirip Jungkook aku pasti seneng banget deh. Secara jadi ada dua anggota keluarga yang mirip sama BTS. Punya suami mirip Taehyung dan anak mirip Jungkook dah lah definisi nikmat tuhan mana yang kau dustakan!” Cerocos Jesi panjang lebar.
Sumpah demi apa pun Rama sudah seratus persen malas kalo istrinya mulai membahas soal deretan pria yang menurutnya nggak jelas itu tapi malah digilai kaum hawa habis-habisan. Rama hanya memutar bola matanya merasa jengah.
“Karam dengerin aku nggak sih?” si beo mulai merasa diabaikan karena sedari tadi Rama hanya iya iya saja.
“Kakak denger kok.”
“Gimana kalo kita nonton video Jongkook nya bareng-bareng? Setelah aku pikir-pikir mungkin Retha nggak mirip artis Korea karena cuma mamanya aja yang nonton. Kali aja kalo kita berdua kompak nonton anak kita bisa mirip sama apa yang kita tonton? Kan dia happy. Gimana gimana?” Jesi sudah mengambil ponselnya dan siap-siap membuka koleksi video yang sudah dia download.
"Mami Jas Jus pengen calon anak kita happy kan?" tanya Rama dan Jesi mengangguk.
"Kita tengokin yuk!"
"USG? kan baru kemaren. Kata dokter dede bayinya sehat kok. Kan semingguan lagi juga lahir, Karam. Kita nonton dulu lah." balas Jesi.
"Kemaren kan USG dokter. Sekarang kakak yang mau USG langsung."
Jesi mencubit lengan Rama, "Jangan nakal deh Karam, ini masih pagi. Kita nonton yang bening-bening aja, cuci mata."
.
.
.
Jas Jus jangan so nolak yah. Sekalinya di USG sama Karam ntar kamu auto minta terus... terus... ngalahin tukang parkir.
Lagian reader disini kan juga pada pengen baca calon papi nge USG dede bayi gemoy. Cuma bedanya kalo dokter pake tranduser, Karam pake sosis 😛😛
Ya nggak? ngaku kalian!
Jangan lupa like, komen yang banyak!!!!