
"Karam, ayo makan! nasi gorengnya udah mateng." Ucap Jesi yang baru saja keluar memanggil suaminya. Ia berjalan menghampiri Rama yang sedang mengobrol di teras dengan Raka. Dengan santai ia bersandar di bahu Rama sambil mengelus perutnya.
"Katanya dede bayi pengen disuapin sama papi nih." Lanjutnya.
"Modus dede bayi, emaknya yang pengen disuapin paling." Cibir Raka, dia masih kesal usahanya sia-sia.
"Ish sirik aja Karak mah!" Balas Jesi.
"Yuk Karam..." Ajaknya kemudian menarik tangan Rama supaya mengikutinya.
"Lo juga ikut, Ka. Kita makan bareng." Ajak Rama sebelum masuk.
Raka beranjak dari duduknya tapi bukan untuk ikut masuk ke dalam rumah, melainkan pulang.
"Ogah, gue mau balik aja. Liat dede bayi gemoy beneran, si Khayla. Dari pada disini ntar mata gue tercemar liat calon emak yang berlagak kayak bayi so gemoy heuuuh." Cibirnya sambil melirik Jesi yang sudah balas melotot kesal padanya.
"Katanya dede bayi pengen disuapin sama papi nih." Ledeknya, mengulang kata-kata Jesi tadi. Tak lupa tangannya mengelus perutnya sendiri sambil tergelak. Entahlah melihat Jesi si bumil muda itu kesal sangat menyenangkan. Semacam hiburan tersendiri gitu.
"Gue balik yah. Liat noh aqua gelas udah mau ngamuk. Takut dilempar sendal gue." Pamitnya.
"Makasih yah, Ka. Sorry udah bikin lo jadi ikutan repot." Ucap Rama.
"Nggak apa-apa, Wan. Sumpah demi apa pun gue nggak apa-apa mesti punya temen dua tukang ngerepotin semua. Nggak lo nggak Naura, sama aja. Gue seneng kok. Selamat yah Wan, lo udah mau jadi bapak." Ucap Raka.
"Aqua gelas selamat yah bentar lagi lo punya aqua mini. Jaga baik-baik tuh calon ponakan gue." Lanjutnya yang kemudian berjalan keluar, tak lupa membayar kang cilor yang sudah ia ajak.
"Aa beneran nggak mau ikut makan malam bareng kita?" Tanya Alya kala lelaki jangkung yang baru saja membayar cilor borongan hendak memasuki taksi online yang sudah dipesan.
"Lain kali aja yah, Al. Aa mesti balik ke kantor ngambil mobil terus ke rumah Naura. Takut dia butuh apa-apa atau si Khayla rewel, papanya Khayla jadwal piket rumah sakit malam ini. Jadi Aa mau nginep disana sama mama juga." Jelasnya.
"Aa pulang dulu yah."
"Iya, hati-hati A. Kalo udah sampe kabarin aku yah."
"Iya, siap my baby."
Kedua pipi Alya selalu bersemu setiap kali mendengar Raka memanggilnya dengan sebutan my baby. Berasa jadi orang yang paling berarti dan disayang gitu.
Alya jadi menunduk dan tersenyum malu sambil berjalan masuk ke dalam rumah. Dia segera bergabung dengan keluarganya di meja makan. Raut wajah malu-malu yang masih kentara membuat Jesi yang sedang disuapi itu menggeleng aneh.
"Kenapa lo mesam mesem kayak gitu, Al? Kesambet lo yah udah mau magrib masih di luar?" Ucapnya sedikit tak jelas karena mulutnya penuh oleh nasi goreng.
Hari ini keluarga itu makan malam lebih awal karena Jesi yang ingin nasi goreng. Mama mertuanya itu sangat semangat empat lima demi calon cucu, sampai memajukan jadwal makan malam yang biasanya setelah magrib jadi sebelum magrib. Takut calon cucunya kelaparan katanya. Sedikit tak masuk akal, tapi begitulah kalo perasaan sudah mengalahkan akal sehat.
"Kalo lagi makan jangan sambil ngomong, Jas Jus. Minum dulu nih!" Rama menyodorkan gelas berisi air putih pada Jesi.
"Makasih, Karam." Jesi meletakan gelasnya kembali setelah meneguk setengah dari isi gelas itu.
"Si Arak beneran pulang, Al? Nggak ikut makan dulu?"
"Aa Raka, Jes. Jangan disingkat-singkat atuh. Malah jadi minuman keras ih." Jawab Alya.
"Suka-suka gue dong, Al. Dia aja belum apa-apa udah nyebut calon anak gue aqua mini. Apa-apaan coba? Jadi kesel ih." Jesi tak mau kalah.
"Ya udah deh terserah kakak aqua gelas aja." Ucap Alya seraya tersenyum, menyebut aqua gelas membuatnya ingat Aa Raka.
"Kenapa lo jadi ikut-ikutan manggil aqua gelas sih, Al?" Jesi merengut kesal, bibir mungilnya makin mengerucut kecil.
"Dasar Ale-ale serebuan!" Jesi tertawa puas, menemukan panggilan yang cocok untuk adik iparnya.
"Masih mending lah ale-ale seribuan, daripada kamu Jes. Jas Jus gopean." Alya jadi ikut tertawa.
"Eh yang seduh pake plastik di kasih es batu jadi seribu juga. Yang rasa jambu biji enak loh, seger." Lanjutnya.
"Al, lo pacaran sama Karak jadi ketularan gila ih. Nggak sopan sama gue. Karam, cabut aja tuh ijin pacaran si Ale Ale."
Alya hanya tersenyum menanggapi ucapan Jesi, ia tau kakak iparnya itu hanya bercanda. Pantes aja Aa Raka seneng banget ngeledek Jesi, kakak ipar aku emang ngegemesin batin Alya.
"Aaa lagi yuk..." Potong Rama dengan memberikan suapan selanjutnya.
Jesi menggelengkan kepala, "aku udahan makannya, Karam."
"Nggak mau. Abisin buat Karam aja. Aku pengen liat Karam makan nasi goreng." Jesi mendorong sendok yang sudah di depan mulutnya menjauh.
"Sini biar aku suapin gantian, Karam." Jesi mengambil sendok dari tangan Rama dan balik menyuapi suaminya.
"Aaa... karam..." Rama menengok pada mama dan adiknya sebelum membuka mulut, baginya ini sangat memalukan. Tapi baiklah demi calon anaknya dari pada ngiler apa pun kemauan istrinya akan ia turuti.
Mama Yeni begitu senang melihat anak dan menantunya begitu akur. Sejak kehadiran Jesi, keluarganya jadi makin ramai. Tiada hari tanpa ocehan Jesi, menantunya itu manja, cerewet, ngeselin tapi juga nyenengin. Bener-bener pasangan super cocok untuk putranya yang datar dan bicara seperlunya, nyatanya kini Rama mulai ketularan Jesi. Dan kehadiran calon buah hati mereka menambah kebahagiaan yang berlipat.
Mereka selesai makan malam bertepatan dengan adzan magrib. Mama dan Alya sudah kembali masuk ke kamar mereka sejak tadi, menyisakan Jesi yang sedang menunggu suaminya membuat susu untuknya.
"Masih panas, dibawa ke kamar aja yah. Nanti minumnya abis sholat."
"Iya, Karam."
Selepas sholat magrib seperti biasa Jesi mencium tangan suaminya dengan khidmat. Begitu pun Rama yang balas merengkuh dan mencium kening Jesi penuh sayang. Hal rutin yang sudah menjadi kebiasaan untuk mereka setelah menikah. Jesi begitu senang berada di pelukan Rama, selalu menenangkan. Namun kini ada hal baru diluar kebiasaan mereka. Rama dengan pelan mengelus perut datar Jesi.
"Anak papi, baik-baik didalam yah."
"Siap, papi." Jawab Jesi.
"Malah mami nya yang jawab." Rama jadi gemas dan mencubit kedua pipi Jesi.
"Yah kan aku wakilin hehe..." Seloroh Jesi dia masih betah memeluk suaminya, meski belum melepas mukena yang ia pakai.
"Minum susunya dulu gih, ntar keburu dingin."
"Biarin aja. Ntar aku minum. Dede bayinya masih pengen nemplok ke papi." Rengeknya manja.
"Dede bayi apa mami nya hm?"
"Dua duanya." Balas Jesi yang makin mengeratkan pelukannya.
"Dasar." Rama mengecup sayang puncak kepala Jesi.
"Tadi kamu pengen konser BTS kan sayang? Kakak udah chat BTS buat ke rumah kita besok pagi-pagi sekali."
"Hah? sumpah? demi apa? Beneran, Karam?" Demi apa pun Jesi langsung melepas pelukannya dan menatap lekat-lekat suaminya.
Antara senang luar biasa dan setengah tak percaya. Dia tau suaminya itu sultan, tapi tak pernah menyangka jika suaminya punya koneksi yang super sekali sampai dengan mudahnya menyuruh BTS datang ke rumah besok pagi. Sedangkan acara-acara besar yang mengundang BTS saja harus melewati beberapa tahap yang super ribet, itu yang ia ketahui dari media sosial. Selama ini, dia yang sudah jadi ARMY saja sering gagal dapat tiket nonton karena baru beberapa detik launching langsung habis, walhasil Jesi jadi Army modal kuota.
"Iya beneran dong sayang. Apa pun yang kamu mau kakak turutin." Jawab Rama.
"Mau pake kol sama pare nggak besok? Sekalian dikasih jeruk purut juga nggak? Biar kakak pesenin sesuai selera kamu." Lanjutnya.
Kening Jesi mengerut mendengar ucapan suaminya, dia mulai merasa ada yang aneh.
"Kok jadi bawa kol sama pare segala, Karam?"
"Yah kan BTS itu ada yang cuma Baso Tahu Siomay ada juga yang suka ditambah pake pare sama kol. Kamu mau BTS nya aja apa pake kol sama pare juga sayang?" Jelas Rama.
"Atau mau ditambah telor sama kentang juga bisa." lanjutnya.
"Karaaaaaaam!" Teriak Jesi kesal.
"Bisa-bisanya Karam nyamain BTS sama Baso Tahu Siomay!"
"Ya ampun, Nak. Papi salah lagi." Batin Rama. Pasrah dia mendengarkan ocehan Jesi yang misuh-misuh sambil menjelaskan soal BTS yang sama sekali tak ia tau.
.
.
.
Udah gitu aja dulu, BTS udah nungguin di depan. aku mau ambil piring dulu. makan BTS minumnya Tea Jus gulbat, udah osis banget dahπππ
JANGAN LUPA TAMPOL JEMPOL, LOPE SAMA KOMEN!!!