
Sementara itu di istana kerajaan Anshin di depan gerbang istana.
"Ayah akhirnya kau pulang aku sangat merindukan mu!, apakah kau baik baik saja ayah?, tidak ada yang luka kan?, " ucap putri Shiera berlari ke arah gerbang dan langsung memeluk erat tubuh kaisar Jun.
"Hahahahaha anak ayah yang cantik, ayah tidak apa apa kok walau tadi di tengah jalan ada sedikit masalah, " ucap kaisar Jun lalu menggendong putri Shiera dengan kedua tangannya di samping pinggang ( kayak ibu ibu yang gendong anaknya itu loh, author ga tau apa namanya).
"Ayah selamat datang kembali, apa yang kau maksud dengan halangan tadi ayah?, " tanya pangeran Daiki yang datang bersama para ibu dan anak kaisar Jun yang lain.
"Oh tadi di tengah perjalanan kembali ayah di kepung olah puluhan perampok yang mengaku sebagai anggota organisasi Nightmare mafia yang terkenal itu, " jawab kaisar Jun santuy sambil mengelus elus kepala Shiera.
" Apa?, ayah tidak bercanda kan?, lalu apakah kau baik baik saja ayah?, " tanya khawatir pangeran Daiki, pangeran Hikaru, pangeran Atsushi, putri Rika, putri Shiera, permaisuri, dan selir Shu.
"Hahahahaha kalian tenang saja bukankah kalian melihat aku masih sehat sehat saja dan masih untuh di sini?, itu berarti aku baik baik saja, " ucap kaisar Jun.
"Walau aku sama sekali tidak tertarik dengan organisasi tapi setau ku organisasi itu hanya akan membunuh orang yang layak di bunuh dan tidak pernah mengganggu orang yang pantas hidup apa lagi merampok itu mustahil karena mereka kan sudah begitu kaya, " pendapat pangeran Raiden.
"Raiden benar, apakah anda yakin kalau mereka benar benar orang Nightmare mafia tuan ku?, " tanya selir Minami.
"Ah sebenarnya mereka memang bukan lah dari Nightmare mafia, mereka hanyalah perampok biasa yang mrnggunakan nama Nightmare mafia untuk menakut nakuti ku, " jawab kaisar Jun.
"Oh lalu apakah ayah membunuh mereka?, dan dari mana ayah tau kalau mereka bukan anak buah sang Queen berjuluk Shi no Megami itu?, " tanya pangeran Hikaru.
" Ah mereka tak menggunakan topeng setengah wajah yang biasanya di gunakan oleh organisasi itu di tambah tadi Queen Shi no Megami dan teman temannya datang membantu ku membunuu mereka. Dan mereka juga setuju untuk menghadiri pesta ulang tahun Shiera tiga hari lagi," ucap kaisar Jun santuy.
"Apa?!, jadi ayahanda bertemu dengan si Queen?!, dan dia juga menerima tawaran ayah?!, ayah tidak bercanda kan?, " tanya semua orang yang ada di sana kecuali pangeran Raiden.
"Jangan teriak teriak gitu suara kalian tidak seindah milik menantu, aku tidak bercanda pada kalian aku memang di tolong oleh nya. Melihat mereka menyiksa di depan mata ku sendiri membuat ku bergidik ngeri, "Ucap kaisar Jun jujur sambil menurunkan putri Shiera dari gendongan nya karena putri Shiera tadi berteriak tepat di telinga kaisar membuat gendang telinganya bergetar serasa mau pecah.
"Ayah?, ayahanda habis tertimpa gunung ya sampai bisa menaklukkan si Queen Shi no Megami itu?, " tanya ngawur pangeran Atsushi.
"Hah? Apa maksud mu Atsushi?," tanya kaisar Jun tak habis pikir.
"Habisnya ayahanda bisa mengundang Queen Shi no Megami yang terkenal misterius dan selalu menolak undangan itu, kalau bukan keberuntungan lalu apa?, " jelas pangeran Atsushi nderojos keluar dari mulutnya.
"Hahahaha mungkin Queen terkesan dengan ketulusan hati ku jadi menerima undangan nya, " sombong kaisar Jun.
"Sombong nya itu loh, pantesan anaknya juga pada sombong, " sindir putri Rika.
"Kau bilang begitu padahal kau juga anak ku loh Rika, " jelas kaisar Jun.
"Ayah apakah menurutmu kak Manami akan pulang merayakan hari ulang tahun ku besok?, " tanya putri Shiera dengan mata yang berkaca kaca menampakkan kerinduan yang mendalam dengan sang kakak tercinta.
Semuanya terdiam hening karena pertanyaan yang di lontarkan oleh putri Shiera.
"Ayah tidak tau dia akan datang atau tidak tetapi semoga saja dia datang dan merayakan ulang tahun mu bersama dirinya, " ucap kaisar Jun menyemangati putri Shiera sambil mengelus lembut pucuk kepalanya.
Suasana menjadi sangat hening dengan penuh rasa tanda tanya.
Karena merasa tidak nyaman dengan keadaanya pangeran Raiden pun pergi ke kediamannya dan lalu duduk di kursi yang biasanya di gunakan Manami untuk duduk dengan tatapan sendu dan rindu.
"Sayang kapan kau akan kembali bukankah kau hanya bilang akan pergi selama beberapa bulan lalu kenapa kau pergi sampai satu tahun lamanya?, aku mencari mu di semua tempat tetapi tidak ada hasil sebenarnya di mana kau berada? "
"Apa kau tau aku sangat rindu dengan mu?, sangat rindu sifat konyol mu dan kau yang suka teriak teriak marah. Aku tidak peduli jika hati mu bukan milik ku tetapi tolonglah tetap berada di sisi ku untuk menyemangati ku, aku sudah puas jika kau bisa berada di sisi ku dan menyemangati ku jadi tolonglah segera kembali dengan keadaan selamat, " ucap pangeran Raiden sendu sambil memandangi langit biru berhiaskan awan putih yang tertiup angin sepoy sepoy membuat suasana sendu menjadi lebih pekat.
Dan begitulah pangeran Raiden menghabiskan waktu siangnya untuk menenangkan diri dari rasa rindu terhadap kekasih yang sedikit lagi tak mampu ia bendung.
Oke skip sore hari sekitar jam enam di kediaman pangeran Raiden tepatnya di ruang kerja pribadinya.
"Kakak ayo pergi makan apa kau tidak berniat untuk makan malam?, " tanya putri Shiera kepada pangeran Raiden yang sedang sibuk membaca dokumen yang seharusnya tugas dari kakaknya putra mahkota tetapi karena kakaknya terlalu sibuk jadi Kakaknya meminta bantuannya.
"Baiklah ayo kita pergi, " ucap pangeran Raiden keluar dari ruangannya lalu pergi ke ruang makan.
"Hore tunggu dulu dong kok ninggal orang gitu sih?, "teriak putri Shiera mengejar pangeran Raiden.
"Syukurlah aku masih sempat menarik kakak dari rasa rindu yang mendalam. Ini semua gara gara mulutku tadi yang ceplas ceplos tanpa di rem, " batin putri Shiera tenang.
"Kak Manami cepat lah kembali dan temui kami. Kami sudah sangat merindukan mu dan kak Yuki. Ayo kita bersenang senang seperti dulu lagi bermain bersama, nonton film horor bersama, bercanda tawa, dan melakukan hal hal yang menyenangkan lagi. Kakak kami akan selalu menyambut kedatangan mu jika kau ingin kembali, "batin putri Shiera lagi.
Sementara itu di kamar Manami di waktu yang sama.
Manami terbangun dari tidurnya secara tiba tiba karena suasana hatinya tiba tiba campur antara rindu, bersalah, seduh, dan merasa bahwa dia tidak lah pantas untuk bahagia.
"Apa yang terjadi dengan diri ku?, hati ku terasa gundah dengan tibs tiba, " gumam Manami.
✨ Sejauh apa pun tempat kalian berada, sedalam apa pun kalian coba menepisnya itu tidak akan mengubah kebenaran bahwa hati kalian terhubung satu sama lain dengan orang yang kalian sayangi dan cintai ✨