Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 63



"Nah entu kau nggak mau, lalu kenapa harus ngajak ngajak kita?, lagi pula kau tadi bulang begitu bukan kah dulu kami sudah pernah melihatnya?, " tanya Fuki.


"Is, dulu kan aku hanya memakai pakaian renang yang sedikit ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuh ku dari atas sampai bawah dan aku tidak telanjang jadi ya itu terhitung nggak lihat dong, " ucap Manami lalu pergi ke kamar madi untuk membersihkan diri.


"Dasar, cuma cari alasan aja pasti nih tuan. Udah ah, aku mau mandi syantik dulu sebelum lihat pertunjukan penuh darah, "ucap Wolf lalu pergi dari sama menuju kamar yanh di sediakan untuknya di sana lalu pergi mandi syantik katanya.


"Hiiiii, jijik banget aku dengernya, kayak lagu milik Siti Badriah aja yang lagi nyanyi lagu syantik, emang lagi syantik tapi bukan sok syantik, syantik syantik gini hanya untuk diro mu.Emang lagi man-, " nyanyian lagu fales Aka terhenti ketika Ryu berkata......


"Suara mu fales, nggak enak di denger nggak usah nyanyi. Mending jadi bell tanda keamanan aja sana. Di jamin semua orang langsung dengar karena suara mu yang amat merdu merusak dunia itu, " ucap Ryu berlalu meninggalkan Aka.


"Issss, jahat banget sih jadi temen. Nggak ada muji mujinya malah di hina, " dengus Aka.


"Kan suara mu memang fales, mereka lebih suka sama lagu yang aku nyanyikan lah dari pada kau, hahahaha Manami gitu loh. Seorang profesor cantek dan bersuara merdu ini mana bisa ada yang menandingi nya, " ucap Manami dari dalam kamar mandi yang sedari tadi tau apa yang sedang mereka bicarakan.


"Dah ah, di sini ada bunglon nggak kelihatan. Ada suaranya tapi nggak ada wujudnya. Mending aku pergi saja bye bunglon, " ucap Aka lalu pergi bersama Tora dan Fuki.


"Hahahaha, kalian pasti pada lagi terkagum kagum ya sama aku jadi diem kayak patung gitu, " ucap Manami yang tidak sadar bahwa mereka semua sudah pergi termasuk Shiro yang sedang mandi di tempat mandi khusus untuk dirinya.


Krik...... krikkk......... krikkkkk..........


"Woi kalian lagi ngapain sih, kalau mau kagum kagumin aku ya biasa aja dong jangan diem lama kayak patung gitu. Apa jangan jangan aku di kacangin nih?, woi kalian di mana?!, " teriak Manami dari kamar mandi.


Krikkkk......... krikkk.........krikk..... krikkkkk.........


"Kok sepi amat kayak kuburan, jangan jangan mereka sudah pergi lagi. Woi sialan anjirrrrrrrr jadi aku dari tadi omong sendiri kek orang gila gitu ya, brakkk, " suara pintu kamar mandi terbuka dengan kasar menampakkan Manami yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan seutas handuk untuk menutupi tubuh telanjangnya.


"Ya emang dari tadi tuan bicara sendiri. Orang mereka semua saja sudah pada pergi mandi mau siapa lagi yang jawab. Aku juga baru selesai mandi tadi, " ucap Shiro yang dengan santainya melewati tempat Manami berdiri menuju ke sofa untuk lanjut mebonton tv.


"Lalu jika kau tau akan hal itu kenapa kau tidak memberitahu ku hah?!, untung tidak ada orang di sini. Jika tidak mereka akan melihat ku bertingkah seperti orang gila, " ucap Manami.


"Siapa yang orang gila?, " suara kombinasi dari tiga orang gadis membuat Manami kaget.


"Eh? hah?, Yuki, Naomi, Kiyomi? sejak kapan kalian ada di sini?, " tanya kaget Manami kepada tiga sosok gadis itu yang tidak lain adalah Yuki, Naomi dan Kiyomi.


"Mereka ada di sini ya sejak tuan tadi bicara sendiri. Tapi karena mereka langsung masuk dapur sepertinya mereka tak terlalu menghiraukan nya, " ucap Shiro santuy.


"Gemez banget aku sama kamu Shiro, pengen nyekek jadinya, " geram Manami.


"Hahahaha, nggak papa kok jangan marah gitu dong. Hari ini aku tidak mempermasalahkan tentang apa yang sedang kau bicarakan tadi kok karena kau adalah seorang pahlawan bagi ku saat ini, " ucap Yuki sambil meletakkan kue kering di atas meja depan sofa.


"Maafkan kami karena tidak menyambut kepulangan mu tadi Rin,kam sibuk mengurus tentang rumah makan yanh sudah berdiri itu dan juga sibuk dengan para bawahan kami. Kami juga harus mengurus persiapan kita nanti tapi karena kami ingin bertemu dengan mu maka kami serahkan semuanya pada kak Juro, Jiro dan Kenzo," ucap Naomi sambil meletakkan jus nangka manis di meja lalu di susul oleh Kiyomi yang meletakkan puding coklat ke atas meja dekat sofa.


"Tidak apa, aku tau bagaimana kesibukan kalian, tapi apa maksud mu dengan seorang pahlawan Yuki?, " bingung Manami.


"Huh, apa kau lupa Rin?, saat tadi kau pergi, kau menitipkan calon suami mu pada ku untuk di bawa pulang. Dia memang mau pulang bersama ku tapi dia sangat cerewet saat sampai di iatana, untung seorang utusan mu datang menjemput ku membuat aku terbebas dari siksaan mendengar ocehan nyeleneh suami over protektif mu itu, nyamm... hem enak, " ucap Yuki sambil memakan kue kering yang ada di atas meja.


"Hahahaha, biarkan saja dia seperti itu sampai aku kembali. Mungkin setelah itu dia menjadi pebih peka. Sekarang kita bicara serius dulu. Bagaimana persiapan tentang nanti malam?, " tanya Manami serius.


"Kami telah menyiapkan duapuluh orang mawar hitam, sepuluh orang kegelapan, limabelas orang scorpio, lima orang bulan sabit,dan sepuluh orang lonceng biru yang akan memberikan kita informasi lengkap tentang kerajaan itu. Kami berlima selaku pemimpin dari kelima tim juga akan ikut bersama Queen untuk penyerangan tengah malam nanti, " ucap tegas Naomi dan Kiyomi.


"Hmmm, bangus. Tidak perlu menggunakan banyak orang untuk memusnahkan tempat kotor itu. Lebih baik sekarang kita bersantai dulu dan menunggu datangnya tengah malam untuk menjalankan rencana kita, " ucap Manami sambil duduk di sofa yang kemudian di susul oleh Naomi, Kiyomi dan Yuki.


Saat mereka sedang sangat asik dan fokus menonton film horor di tv tiba tiba........


"Helo epribady, seorang peria tamvan kambek nih. Mana Red karpet nya kok nggak di sambut, " teriak Aka sambil memasuki vila Manami tepatnya ruang santai tempat Manami dan kawan kawan sedang nonton film horor yang kemudian di susul oleh Ryu, Wolf, Fuki dan Tora membuat Manami dan kawan kawannya menjerit histeris karena kaget sekaligus sedikit takut karena suara Aka terdengar tepat saat hantu di film horornya menampakkan diri dengan penampilan yang sangat menyeramkan.


"Aaaaaaaaaaa mbak kunti, mas pocong, dek tuyul, mbah kuyang, tante sunder bolong, mbak cantik ratu pantai selatan, jangan makan kami!, pergi saja sana kami nggak nerima tamu!, daging kami nggak enak, " teriak mereka bersamaan membuat gendang telinga milik Wolf dan kawan kawan mau pecah.