Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 37



"Aih, buset deh ah. Lama amat sih pakek kereta kuda, sampe encok ni gue. Huh, kalo nggak pakek teleportasi atau ilmu peringan tubuh kan masih enakan pakek mobil atau montor. Dasar ini sangat menyebalkan, nanti merah dah tu bokong ku gara gara terlalu lama duduk di dalam kereta yang kasar itu. Kasian dong nanti, mendingan pakek mobil yang cepet dan tempat duduknya lembut itu, " ucap Manami yang sekarang sedang berjalan masuk ke dalam istana kerajaan Kofuku untuk bertemu dengan keluarganya.


"Hahahahaha, Rin kalau kau mau kembali pakek mobil lalu nanti apa kata orang?, " tawa pecah dari Yuki yang ada di samping Manami.


"Biarin aja dong, kan tinggal nggak di dengerin aja," ucap enteng Manami.


"Ih, kamu emang gitu sih. Di ajak main main malah jawabannya mbosenin, " kesal Yuki.


"Biarin aja, kan suka suka gue, " ucap Manami santai.


"Iya deh iya deh, eh tapi tadi lucu banget ya sikapnya para pangeran hihihi. Tak ku sangka pangeran Raiden sangat mencintai mu, " ucap Yuki terkekeh.


"lh jangan bahas dia dong, jadi hancur mood ku ini nanti, " ucap Manami sedikit kesal kemudian mempercepat langkahnya menuju ruang keluarga.


"Iya deh iya deh, jangan ngambek dong nanti cepet tua loh, hei tunggu!, " ucap Yuki menyusul Manami.


"Yang ada tuh marah marah batu cepet tua, aku kan ngambek bukan marah huh, " ucap Manami kesal.


"Hahahaha, iya deh iya deh, " ucap Yuki yang sudah bisa mensejajarkan dirinya dengan Manami.


"Rin, kapan kita akan kembali ke istana mawar merah?, " tanya Yuki.


"lh anj*y, kita kan baru aja pergi dari sana, udah maen pengen kesana lagi nih. Tapi aku juga pengen ke sana lagi. Di sana aku bebas bersenang senang dan tugas ku sebagai pemimpin mereka juga bisa ku serahkan padamu, "ucap Manami sedikit sedih.


"Hei, kenapa aku yang harus ngurus semua pekerjaan mu?, kamu kan nggak sibuk, " protes Yuki.


"Karena kamu adalah orang terpercayaku, kau juga adalah wakil ku sekaligus asisten ku, " ucap Manami menujurkan lidahnya 😋.


"Ih dasar, " ucap pasrah Yuki.


"Hahahahahahaha, gitu dong jadi anak baik, " ucap Manami tertawa.


"Emang aku anak mu!?, " kesal Yuki.


"Kamu memang bukan anak ku tapi apa kau mau membuat anak dengan ku, " ucap Manami dengan gaya dan nadq yang sangat menggoda membuat Yuki gelagapan.


"Ap... apa yang kau maksud Ri...Rin?, kau ini sudah punya pangeran Raiden. La... lagi pula kita ini cewek mana mungkin bisa punya anak, hiiiiiiii nggak mau aku kalau di suruh jadi lesbian, amit amit dah masih waras aku, " ucap Yuki merinding.


"Heh, beneran nggak mau nih, " ucap Manami menggoda.


"Kau, kau jangan menggoda ku lagi dong, cepet masuk sana, nanti kau bisa cepet istirahat nya, " ucap Yuki sambil mendorong Manami mendekat ke arah pintu ruang keluarga.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya, sayang, " ucap Manami masih dengan nada menggoda lalu masuk ke dalam ruang keluarga itu.


"Hiiiiii, jangan goda aku lagi dong. Kalok sampai ketauan sama pangeran Raiden bisa habis aku. Lagian godaannya tadi malah bikin aku merinding dari pada tersipu, masak aku harus jadi lesbian, hiiiiiii nggak mau lah aku, " ucap Yuki bergidik ngeri di depan ruang keluarga, tepatnya di sebelah para penjaga pintu.


"Hei, Yuki apa yang sedang kau katakan itu?, " tanya penjaga satu yang ternyata kenal dengan Yuki.


"Iya, sedari tadi kau seperti orang gila yang bicara entah apa loh, " ucap penjaga dua.


"Yeeeeee, lo kira lagu 'entah apa yang merasuki mu hingga kau tega menghianati ku yang tulus mencintai mu' itu apa, aku tuh lagi mikirin akibat yang di tanggung nanti kalau pangeran Raiden tau apa yang terjadi. Moga aja dia nggak bakalan tau, kalau iya bakalan abis nanti aku, " ucap Yuki main main namun di akhir malah takut sendiri.


"Lah, kamu ngomong apa lagi sih dan lagu apa itu coba?, " bingung penjaga satu.


"Yeeeee, lu mah terlalu ndeso, wong ndeso aja tau masak lo nggak, " sinis Yuki.


"Adeh aleh, ngomong sama orang yang terlalu ndeso tu nggak bakalan selesai selesai, mending ngobrol yang lain aja deh, " ucap Yuki.


"Kok kamu aneh banget sih, " ucap kedua penjaga itu.


"Hei siapa yang aneh!?, lu tuh yang aneh semua keluarga kalian tu aneh. Enak aja bilang orang secantik aku ini aneh, " sombong Yuki.


"Ih, sombong nya minat ampun, " ucap penjaga itu.


"Biarin ngapa, aku akn emang cantik, " ucap Yuki.


"lya deh, kamu emang cantik, " pasrah kedua penjaga.


"Nah gitu dong, " sombong Yuki lagi.


Sementara itu di dalam ruang keluarga.


"Hai my family, aku sudah pulang. Apa yang sedang kalian lakukan sekarang, " suara cempreng milik Manami membuat semua yang ada di dalam ruangan kaget setengah mati.


"Manami bisakah kau bilang bilang dulu kalau mau teriak teriak yang cempreng gitu?, mau tuli nih telinga ku, " kesal pangeran Kazuki.


"Nak, apa kau mau kehilangan ayah mu ini karena terkena serangan jantung, " ucap kaisar Dai sambil memegangi dada kirinya.


"lya nak, kami berdua juga sampai mau pingsan dengar suara kamu yang tiba tiba itu, kalau jalan bikin suara dong biar nggak kayak hantu yang tiba tiba muncul, " ucap permaisuri dan selir Fukoko.


"lya tuh, kakak jadi kayak hantu karena nggak ngeluarin suara saat berjalan, " timpal putri Akane.


"Iya deh iya deh, aku minta maaf yak, aku nggak sengaja tadi gara gara kesenengen sendiri mau ketemu sama kalian, " ucap Manami cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Huh, untuk sekarang kami akan memaafkan mu tapi jangan pernah ulangi lagi ya, jika kau mengulanginya maka jantung ayah mu ini akan loncat keluar, " ucap kaisar Dai sedikit bercanda.


"Hehehehe, baik ayah ku tersayang, " ucap Manami sambil tersenyum manis lalu duduk di kursi sebelah putri Akane duduk.


"Oh iya aku mau tanya, Manami apa pelayan pribadi mu itu bisa beladiri dan berkultivasi?, kenapa dia bisa ilmu peringan tubuh dan mengikuti kau dan pangeran Raiden tadi?, " tanya penasaran kaisar Dai.


"Hehehehehe, tentu saja dia bisa ilmu bela diri dan memiliki tingkat kultivasi yang cukup tinggi. Jika tidak dia tidak akan menjadi pelayan pribadi ku, Lagi pula jika dia tidak bisa berkultivasi dan tidak bisa ilmu bela diri maka siapa yang akan menjadi pelindung ku saat sedang ada di luar istana, " ucap Manami penuh ke banggaan.


"Oh, jadi begitu. Pantas saja dulu kamu menolak untuk di temani para penjaga saat ingin keluar istana. Ternyata kamu punya pelayan yang hebat, " puji kaisar Dai.


"Siapa dulu, Yuki gitu loh, " bangga Manami.


"Aku kecewa kepada diri ku sendiri karena telah memuji dirimu dan pelayan mu, " gumam kaisar Dai saat melihat reaksi dari putrinya itu.


"Hah?, ayah tadi kau bilang apa?, " tanya Manami yang sebenarnya masih bisa mendengarkan gumaman kaisar Dai karena indera pendengarannya yang sangat tajam.


"Eh.. ahhh, tidak apa apa kok, " ucap kaisar gugup.


"Bener nih?, " ucap Manami penuh selidik.


"Eh... ah.. itu... itu, " ucap kaisar takut.


"Hah, ya udah deh. Sekarang ceritain aja yuk hal apa saja yang terjadi ketika aku pergi, " ucap Manami antusias membuat kaisar Dai dapat benapas lega.


"Baiklah, " ucap mereka semua serentak.