
"Wah kakak ipar benda pusaka apa itu?, kenapa dia bisa menyala?, oh oh oh kenapa bisa ada gambar di dalamnya?,wah gambar nya bisa ganti ganti kayak gitu. Aku belum pernah melihat benda yang seperti itu dari mana kakak ipar mendapatkan nya?, " tanya antusias pangeran Atsushi ketika melihat Manami mengutak atik laptop.
"Hadeh orang pedalaman lain nih. Yuki bisakah kau jelas kan?, " tanya Manami.
"Ayy ayy kapten, " ucap Yuki menyetujui.
"Yuki jadi kau tau benda apa itu?, jelaskan dong itu benda pusaka apa, " ucap pangeran Atsushi antusias.
"Ehem.... ehem..., jadi begini. Alat itu bukanlah sebuah benda pusaka namun sebuah alat berteknologi canggih yang di sebut sebagai laptop. Laptop ini memiliki kegunaan untuk bla bla bla bla bla bla bla bla dan bla bla bla bla, apakah kalian sudah mengerti?, " ucap Yuki menjelaskan sentara Manami sedang sibuk dengan laptop nya.
"Wah ternyata kakak ipar punya benda yang sangat hebat seperti itu, lalu apa itu film horor?, " tanya polos putri Shiera.
"Kalau itu kalian akan tau nanti kalau sudah melihatnya, " ucap Yuki tersenyum lebar.
"Woi Yuki, Shiro bisa kalian kesini sebentar? ,aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian, eh salah lebih tepatnya meminta pendapat kalian!," ucap Manami pada Yuki dan Shiro yang sedang enak mengobrol dengan yang lain.
"Ada apa ibu bos?," tanya Shiro end Yuki mendatangi Manami.
"Jangan panggil aku ibu bos aku ini bukan seorang bos tapi seorang Queen, aku mau nanya nih, mereka kan baru pertama kali nih nonton film horor, kita mau putar yang nggak begitu seram apa yang level senior nih. Kalau aku sendiri maunya sih yang level senior biar greget gitu, kalau menutut kalian giaman?, " ucap Manami mengajukan pendapat.
"Huh ibu bos sama Queen kan artinya sama, sama sama pangkat yang tinggi dan lebih tinggi dari kami, " ucap Shiro.
"Muehehehehe, menurut ku sih kasih aja yang level senior biar mereka pada ketakutan dan nggak berani pergi ke kamar mandi. Nanti kan kita juga bisa menggoda mereka agar lebih takut lagi hihihihi, " ucap Yuki menyeringai devil.
"Muehehehehe, hihihihihihi, kau benar juga ya Yuki. jika itu terjadi akan menjadi hal yang menarik. Lagi pula film horor level pemula itu tidak akan menarik bagi kita jadi sekalian saja yang level senior agar jadi menarik, " ucap Manami dan Shiro tersenyum devil lalu mulai mencari cerita yang menurut mereka menarik perhatian ( oke di sini cerita horor nya anggep aja cerita yang paling kalian takuti ya para reder soalnya author sendiri juga jarang banget liat film horor yang tertalu serem hehehehehe ππ ) sementara di sisi lain pangeran Raiden dan kawan kawannya merasa firasat buruk akan mendatangi mereka karena aura seram yang di keluarkan oleh segerombolan orang yang tengah melihat layar laptop. Siapa lagi kalau bukan Manami, Shiro dan Yuki.
"Aku seperti mendapatkan firasat buruk. Sepertinya akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi nanti, " batin pangeran Raiden dan kawan kawannya sementara Manami, Shiro dan Yuki sibuk dengan laptop.
"Oke, film nya akan di mulai, kalian bisa melihat sambil makan cemilan tapi jangan banyak tanya karena nanti bisa membuat sensasi horor dari film nya hilang, " ucap Manami sambil duduk di dekat pangeran Raiden sedangkan Shiro dan Yuki memilih duduk di paling tepi agar dapat menambah kesan horor film.
Oke akan ku jelaskan bagaimana keadaan saat ini. Di ujung kanan ada pangeran Hikaru lalu pangeran Atsushi. Setelah pangeran Atsushi ada putri Mika lalu putri Rika dan setelahnya putri Shiera. Setelah putri Shiera ada Manami dan di sebelah Manami ada calon suami dan setelah calon suami ada pangeran Daiki. Nah yang terakhir ada Yuki dan Shiro yang sedang gikus menikmati film sambil nyemil kentang goreng.
Back to Story.
( Oke nih author ngarang cerita horor nya ngawur nanti kalau kurang greget bisa bayangin film yang paling kalian takuti saja ya para reder π )
Cerita fim horor on.......π»π
Di suatu tempat hidup lah seorang wanita cantik. Kini dia ada di kelas 2 SMA dan pagi ini dia sedang berada di dalam sebuah bus angkutan umum untuk pergi ke sekolahnya.
Saat ada di dalam bus mula mula semua berjalan lancar hingga pulpen yang di bawa gadis itu jatuh ke bawah kursinya. Karena pulpen nya jatuh, wanita itu membungkuk untuk mencari keberadaan pulpennya dan tanpa di prediksi saat si wanita mengambil pulpen dengan membungkuk sebuah angin berbentuk bulan sabit besar melintas membuat bus berhenti.
Wanita itu merasa aneh karena bus tidak bergerak jadi dia mendongkak kan kepalanya.
Namun lagi lagi saat ia mendongkak kan kepalanya, tanpa di sengaja itu juga berbarengan dengan pecahnya kaca kaca yang ada di bus, terbelahnya atap bus dan tertebasnya kepala semua orang yang ada di dalam bus tak terkecuali supir bus tersebut.
Betapa terkejutnya gadis itu saat melihat darah bercucuran bak air mancur, kepala menggelinding kesana kemari bak bola yang berserakan di mana mana dengan posisi mata melotot di setiap kepala membuat sang wanita ketakutan setengah mati.
Saat masih dalam keadaan syok akan hal yang ia lihat, tiba tiba angin bulan sabit itu kembali menghampirinya. Karena takut terbunuh wanita itu pun bergegas berlari keluar dari bus dan berlari menjauhi nya namun ternyata angin itu masih mengejarnya.
Dia terus berlari hingga terpojok di sebuah rawa berair dengan kondisi baju yang berantakan, penuh darah dan kumal karena dia beberapa kali terjatuh di jalan tadi.
Merasa tidak memiliki pilihan lain, sang wanita terjun ke dalam rawa berharap bahws dia akan mati dengan lebih layak namun nyatanya tidak.
Setelah mengalami sakitnya terbentur benda padat, kulit terkoyak gara gara ranting tajam dan bebatuan, wanita itu pungsan dan berharap bahwa itu adalah hari terakhirnya namun nyatanya tuhan berkehendak lain.
Saat wanita itu kembali membuka matanya yang ia lihat dan rasakan adalah sakit di sekujur tubuh tetapi tidak ada luka, baju basah dan kotor akibat darah dan air, dan beberapa mayat yang mengapung di dalam danau merah dan juga di luar danau merah tersebut.
Ya, wanta itu tidak bangun di dasar rawa namun di sebuah danau merah bermayat yang di sebabkan oleh darah para mayat tersebut.
Karena wanita itu tidak tau apa yang sedang menimpanya, ia memutuskan untuk mengganti pakaian dengan pakaian mayat yang masih bersih lalu pergi berjalan tanpa tujuan.
Namun tanpa di sangka.............