
"Aaaaaaa, tuan marah...... tuan marah....... tolong....., Brakk ...... Dugh " ucap Aka sembari berlari kencang ke arah vila dan ingin membuka pintu namun dia malah menabrak pintu yang di buka oleh seseorang dari dalam.
Pintu vila Manami kalau dari luar bukanya di tarik tapi kalau dari dalam itu di dorong dan pas Aka ingin membuka pintunya dan masuk, pintunya malah lebih dulu terbuka membuat wajah tamvan nya bertabrakan keras dengan si pintu.
"Aaaaa, woi sakit tauk, gimana nanti kalau muka ku yang tamvan ini jadi jelek. Gue bunuh juga ku nanti, " teriak Aka marah yang sedang dalam posisi duduk di lantai karena jatuh tadi saat menabrak pintu.
"Oh ada pengemis ya di sini, kenapa dia bisa ada di sini?, maaf ya pak kami nggak punya uang receh dan nggak sudi memberi bapak uang yang berjumlah besar jadi sebaiknya anda pergi saja dari sini, " ucap Wolf santai yang baru keluar membuka pintu vila.
"Pufttttttt, hahahahaha sukurin lu, hahahaha pengemis pengemis. Mau ngepel apa bang kok duduk duduk di lantai kayak gitu, atau mau tidur di situ gara gara di usir ama bini wkwkwkwk, " tambah Shiro.
"Woi apa maksud mu dengan pengemis?, lu ngehina gue ya. Lihat orang dong kalau mau ngehina orang itu masak laki laki tamvan macam aju di bilang pengemis. Sory nggak lepel atau nggak,"ucap Aka sok bergaya.
"Eh?, oh di sini ada pengemis ya?, tunggu sebentar ya bang tak ambilan duit receh dulu, " ucap Ryu yang keluar setelah Wolf.
"Woi enak aja panggil orang ganteng kayak aku ini pengemis. Pengemis pengemis ndas mu kui, jahat vanget jadi orang. Temen lagi kena sial malah di hina kek gini, " ucap Aka sambil berdiri dari jatuhnya.
"Eh ada teman baru nih, mau nanya nih mas jelek, namanya siapa ya?, " ucap Fuki yang keluar setelah Ryu.
"Maaf apakah anda amnesia?, kok bisa bisanya melupakan ku, " ucap Aka berusaha tersenyum.
"Eh, kayaknya ada yang bicara tapi kok nggak ada orang nya ya?, jangan jangan mas pocong lagi, hihihihi serem amat sih, masuk aja yuk, " ajak Fuki.
"Tunggu sebentar. Kalian kenapa bisa ada di sini semua?, jangan bilang kalian semua menggunakan vila ini untuk di jadikan sebagai beskem dan selalu kemari ketika aku tak ada, " tanya Manami penuh selidik.
"Hahaha, kau benar sekali tuan. Vila ini sangat sepi dan sejuk enak untuk di buat beskem jadi kami sering datang ke sini deh, jangan marah ya bos, " ucap Wolf.
"Oke ku ijinkan kalian menggunakan tempat ini sebagai beskem kalian karena bagi orang yang baik cantik, tinggi, berbadan sexsy, berkulit putih, dan bersuara merdu bak suara asli dari sang pencipta alam seperti ku ini bukan sesuatu bagi yang penting kecuali keluarga dan hati nurani, " ucap Manami sembari masuk ke dalam vila dan duduk di sofa panjang bersama yang lainnya.
"Punya tuan kok ya narsis nya minta ampun.
Merdu merdu mbah mu, kalau merusak dunia mah aku percaya, " gunam Wolf.
"Wolf, apa yang kau katakan tadi?, mau ya kamu ku beri hukuman?,aku nggak jadi maafin kalian deh, " ucap Manami.
"Eh, ja... jangan dong tuan, aku hanya bercanda tolong jangan marah ya plisss, " ucap Wolf dengan mata berkaca kaca siap untuk meluncurkan air mata yang telah terbendung di matanya.
"Is ya udah deh karena lagi baik hati akan ku maafkan tapi cepat ambilkan camilan di dapur sana, sama minumannya sekalian yah. Oh iya kalian udah tau kan yang akan aku lakukan nanti malam?, " ucap Manami.
"Ya kami tau, " ucap singkat mereka lalu kembali fokus pada televisi yang sudah menyala.
Sementara itu rempat Yuki berada tepatnya saat sore hari telah tiba.
"Apa kau yakin bahwa dia tidak apa apa Yuki?, sekarang ini sudah sore dan dia belum juga kembali atau memberi kabar.Bagaimana kalau nanti dis beneran kena culik?, atau terluka parah jadi tak bisa kembali?, pokoknya aku harus pergi mencarinya, " ucap khawatir pangeran Raiden sambil berjalan mondar mandir.
"Dasar suami over protektif, ya tuhan tolong kirimkan lah seorang pahlawan untuk menjemput saya dari tempat ini, " batin Yuki berharap.
Saat pangeran Raiden masih dalam keadaan khawatir dan Yuki dalam keadaan menenangkan pangeran Raiden, tiba tiba............
"Salam hormat nona Yuki. Saya ke sini untuk menjemput anda kembali atas perintah dari Queen, " ucap seorang anggota nightmare mafia yang bertugas menjemput Yuki.
"Memangnya kenapa Queen memanggil ku kembali?, apakah dia sedang terluka atau sedang dalam bahaya?, " tanya Yuki datar.
"Queen telah membunuh beberapa orang yang berani membuat masalah dan menyinggung nya. Karena itu Queen akan menyerang markas mereka dan membumi hanguskan tempat itu nanti malam. Karena itu nona Yuki di mohon hadir untuk melihat jalannya proses penghancuran, " ucap anggota nightmare mafia itu.
"Oke ayo kita pergi, " ucap Yuki singkat lalu pergi bersama si anggota nightmare mafia itu tapi ssbelum benar benar pergi dia berbicara pada pangeran Raiden.
"Jangan khawatir kan Rin,dia sudah berhasil membunuh semua orang yang mengawasi kita tadi dan sekarang dia sedang ingin bermain dulu sebelum pulang. Aku akan pergi menemuinya dan akan kembali bersamanya nanti, "ucap Yuki lalu ia aegera menghilang dari pandangan pangeran Raiden.
"Huh, semoga yang di katakannya adalah benar. Kalian memiliki sangat banyak rahasia, aku malah jadi bingung kalau lagi berurusan dengan kalian, "ucap pangeran Raiden.
Sementara itu di istana mawar merah.
"Ouh ouh ouh, thenks ya bro, kalau tidak ada kau yang menjemput ku tadi aku pasti akan menjadi gila karena seorang suami yang over protektif itu," ucap Yuki pada orang tadi.
"Tidak apa Yuki, kita kan harus saling membantu sesama anggota keluarga Rin, " ucap si orang tadi.
"Ya udah aku akan pergi ke ruang informal dulu ya, mau necek detail pekerjaan yang akan kita lakulan nanti. Kau bisa kembali pada tugas mu sekarang, " ucap Yuki.
"Oke Yuk, sampai jumpa nanti kalau ketemu lagi bye, " ucap orang itu meninggal kan Yuki yang berjalan pergi ke ruang informasi.
Sementara itu di vila Manami.
"Tuan sepertinya sudah sore, lebih baik kita segera membersihkan diri dan lalu makan agar dapat bekerja dengan maksimal, " ucap Tora.
"Kau benar, ya audah sana kalian pada mandi. Aku juga mau mandi nih. Atau kalian ingin mandi bersama ku, " goda Manami.
"Ya enggak mau lah, emang diri mu sendiri mau?, " tanya Aka.
"Ya nggak mau lah, kalau kalian ikut aku mandi itu berarti kalian harus melihat tubuh telanjang ku. Sedangkan aku hanya akan memperlihatkan semua anggota badan ku tanpa terkecuali kepada suami ku kelak, " ucap Manami.
"Nah entu kau nggak mau, lalu kenapa harus ngajak ngajak kita?, lagi pula kau tadi bulang begitu bukan kah dulu kami sudah pernah melihatnya?, " tanya Fuki.
"Is, dulu kan aku hanya memakai pakaian renang yang sedikit ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuh ku dari atas sampai bawah dan aku tidak telanjang jadi ya itu terhitung nggak lihat dong, " ucap Manami lalu pergi ke kamar madi untuk membersihkan diri.