
"Hmmmm, enak juga ya kalo gini walau ga di dunia asal gw tapi masih bisa liat berita terbaru, " gumam Manami yang sudah bagun dari tidurnya dan melihat ke arah layar HP nya.
"Wih ternyata virusnya belum ilang juga tu padahal udah ganti tahun, untung gw di sini jadi ga kena dampak hahahaha😂," candanya berbicara sendiri layaknya orang gila.
"Hahhhhh~, entar malem gimana lagi cara gw buat pergi dari sini, gw kan juga pengen ngebunuh orang, " gumamnya lagi masih sambil melihat ke layar Hp.
Brakkkkkk
"Eh tuyul tuyul, " latah Manami kala pintu ruangan di buka dengan bar bar oleh pangeran Raiden.
"Gunung es bisakah kau santai sedikit kalau sedang membuka pintu?, apa kau tidak kasihan dengan pintu yang tak bersalah itu?!, " kesal Manami menasihatinya.
Pintu be like : Makasih atas simpati mu Manamk hiks
Tidak menghiraukan ucapan Manami, pangeran Raiden berjalan ke arah Manami dengan cepat dan kepala tertunduk membuat Manami salah paham.
"Waduh si gunung es lagi marah ya? 😥," batinnya.
Saat pangeran Raiden sudah di dekatnya, Manami memejamkan matanya karena takut melihat muka marah suaminya itu.
Namun bukan ceramah atau kekerasan yang di dapat Manami tetapi sebuah ciuman panas dari pangeran Raiden sukses membuat Manami membelalakkan matanya kaget.
"Umm.... Um, " Manami mencoba protes dan mendorong tubuh pangeran Raiden menjauh tapi tenaganya tak cukup untuk membuat pangeran Raiden bergeming walau hanya sedikit.
Manami terus berusaha melawan namun usahanya sia sia hingga akhirnya ia pasrah saja kepada pangeran Raiden.
Tau kalau gadis di depannya sudah menyerah untuk memberontak pangeran Raiden lantas memperdalam ciumannya hingga membuat Manami kuwalahan.
Baru kali ini ia melihat lelaki yang ada di depannya itu sebuas ini. Namun karena ia tak bisa melawan ia lebih memilih menikmati ciuman itu dan juga membalasnya, ia juga melingkatkan tangannya ke leher pangeran Raiden sedangkan pangeran Raiden menahan tengkuk Manami agar tidak menjauhinya.
Beberapa saat kemudian, Manami mencubit bahu pangeran Raiden karena telah kehabisan nafas.
Mengerti akan apa yang Manami lakukan pangeran Raiden pun menyudahi ciumannya dan menjilat bibir merah Manami untuk sesaat.
Dengan sigap Manami pun menjauhkan kepala pangeran Raiden dari dirinya dengan satu tangan dan menggunakan tangan satunya lagi untuk menutupi mulutnya.
"Hah.... Hah.... Hah...., ap. ... Apa yang kau lakukan gunung es?!, " kesal Manami dengan nafas tersenggal senggal.
Ia merasa sangat malu dan takut lepas kontrol karena apa yang di lakukan oleh pangeran Raiden tadi hingga membuat pipinya memerah.
Tidak menjawab pangeran Raiden malah tersenyum manis melihat reaksi Manami yang begitu menggoda baginya lalu memeluknya erat sembari berkata.
"Tidak ada, aku hanya sangat senang karena Mi er juga mencintaiku seperti aku mencintai mu, " katanya.
"Hah?, apa?, apa maksud mu?, " bingung Manami.
Pangeran Raiden melepaskan pelukannya dan menceritakan apa yang dialaminya tadi kepada Manami.
Skip beberapa saat kemudian.
"Yuki sialan!, seneng banget ya dia dapet hukuman dari gw?, bikin orang malu aja tu anak satu, " gumam Manami kesal sendiri.
Dia kemudian menatap ke arah pangeran Raiden yang melihatnya dengan penuh aura kebahagiaan dan senyum yang lebar seketika keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Aa.... Ehem ehem, kau sudah tau kan jadi aku akan pergi sekarang, " ucap Manami canggung hendak berjalan pergi dari ruangan itu namun tangannya sudah lebih dulu di tarik oleh pangeran Raiden membuatnya jatuh dalam pangkuan pangeran Raiden.
"Tidak boleh, kau harus bertanggung jawab karena telah membuat ku menunggu sangat lama sayang, " ucap pangeran Raiden sembari tersenyum manis.
"Perasaan gw ga enak, ni orang kok jadi gini yak?, " batin Manami menelan ludahnya kasar.
"Sayang apa kau tau?, laki laki itu sangat buas apa lagi jika terdapat mangsa di dekatnya, ia akan melahapnya hingga habis, " bisik pangeran Raiden ke telinga Manami lalu meniupnya membuat Manami merasa geli.
"Sepertinya- tidak dia terbukti bukan lagi gunung es tapi hewan buas kelaparan yang menemukan mangsanya😨," batin Manami merinding sembari mencuri curi pandang ke arah pangeran Raiden.
"Hmmm?, ada apa sayang?, jika kau ingin melihat ku maka lihat saja sepuas mu aku tidak akan keberatan kok, " goda pangeran Raiden lalu kembali mencium Manami.
Tangannya pun tak tinggal diam, satu tangannya menahan tangkuk Manami dan satunya lagi mengelus elus pantatnya.
Refleks Manami lalu menggunakan aura kultivasinya untuk melarikan diri dari cengkeraman pangeran Raiden dan lalu mengambil lima langkah mundur.
"Ja... Jangan lakukan hal yang macam macam aku nanti malam ada urusan, " peringat Manami.
"Urusan apa?, kenapa aku tidak tau?, " bingung pangeran Raiden menatap Manami tajam.
"Ja... Jangan salah sangka aku hanya ingin membasmi musuh dari organisasi ku saja, aku tidak berani macam macam kok, " jelas Manami terburu buru karena takut dengan tatapan pangeran Raiden .
"Organisasi mu?, kau punya organisasi apa?, " tanya pangeran Raiden penuh selidik.
" Kau tau kan organisasi bernama Nightmare yang sangat tersohor itu?, itu adalah milikku dan selama ini aku ada di sana saat pergi dari sini, " jelas Manami.
"Kalau kau tak percaya ya tak apa tapi jangan tertawakan aku lho hump, " lanjutnya karena merasa lelaki di depannya ini tidak akan percaya dengan mudah.
"Puft tenang saja aku percaya kepada mu kok, karena dari awal aku sudah punya firasat bahwa Queen mereka adalah kau, " ucap pangeran Raiden.
"Bagaimana kau bisa tau itu aku?, " tanya Manami.
"Aku hafal betul dengan wangi tubuh mu yang berbeda dari wanita lain dan juga kau adalah satu satunya wanita yang aku cintai jadi mana mungkin aku tidak bisa mengenali mu hanya karena penampilan mu berubah, " ucap pangeran Raiden jujur.
"Jangan menggoda ku, aku akan pergi mandi dan aku nanti malam akan pergi jangan halangi aku ya, " ngambek Manami.
"Tenang saja aku akan menemani mu, " sahut pangeran Raiden sembari tersenyum.
____________________
Drama kecil Yuki.
Setelah mengatakan unek uneknya kepada pangeran Raiden ia ingin bergegas pergi ke tempat pangeran Raiden dan Manami berada untuk melihat adegan romantis secara live.
Tetapi ia tak bisa karena tugasnya sebagai pelayan yang menumpuk membuatnya terjebak dalam keputus asaan dan ketakutan yang nyata.
"Padahal gw udah rela kena hukuman nona hanya demi liat adegan romantis live yang panas tapi malah tugas numpuk ,sial bat gw cuma bisa nunggu hukuman doang nih hiks (╥﹏╥)," tangis Yuki.
"Aku tidak tau apa yang membuat mu menangis tapi pasti ada hikmah di balik apa yang kau alami, " hibur pelayan lain yang ada di dekat Yuki.
"Makasih, " ucap Yuki di balas senyuman oleh pelayan itu.