Killer Scientists And Other Worlds

Killer Scientists And Other Worlds
EPISODE 43



"Baiklah kalau begitu, kalian belajar yang benar dan berusahalah menjadi lebih kuat, kalian harus ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Kalo gitu aku pergi dulu ya bye bye, " ucap Manami lalu menghilang kembali ke istana kerajaan Kofuku yang kemudian di susul oleh para hewan dan Yuki.


"Yes, My lord, " ucap mereka bersamaan.


"Hah, udah sore nih, Yuki tolong siapin air mandi dengan bunga higanbana ya, kalo udah nanti bilang ke aku, cepetan nggak usah pakek lama ya, nanti keburu ada yang ngelihat aku pakek baju kayak gini, "ucap Manami membanting tubuhnya ke ranjang empuknya sedangkan para hewan masuk ke ruang dimensi.


"Oke Rin, tunggu sebentar ya, " ucap Yuki lalu pergi.


"Weh weh weh, lagi gabut nih, maen game aja lah, " ucap Manami lalu mengambil hp dari saku celana nya.


la membuka hp nya dan mulai bermain mainan game piano lagu Bts hingga tak sadar ada yang sedang memperhatikan nya.


"Hmmmmmm, apa yang sedang dia lakukan?," ucap orang yang sedang memperhatikan Manami.


Orang itu masuk dan lalu mendekat ke arah ranjang Manami di mana sekarang ia berada. Karena sangat fokus pada game yang ia mainkan. ( lh dasar, giliran lagi main game aja jadi lalai )


Orang itu mendekati Manami dan cukup terkejut dengan apa yang di lihatnya.


Bagaimana tidak terkejut jika seseorang dari zaman antah berantah melihat Manami menggunakan pakaian zaman modern, tentu saja ia akan terkejut. Apa lagi di zaman itu menggunakan pakaian yang terlalu ketat itu sangat tidak sopan dan aneh.


"Apa yang sedang kau lakukan?, dari mana kau medapatkan baju aneh itu?, dari mana asal musik yang aneh ini datang?, jangan pernah gunakan pakaian itu lagi, sayang, " ucap orang itu sambil menutup mata Manami dengan tangan kekar nya membuat Manami tak bisa melihat dan akhirnya mati bermain game.


"Woi, anjin* sialan, jangan gitu dong, mati kan gue, " ucap Manami emosi sambil menyingkirkan tangan kekar itu dari wajahnya.


"Weh siapa to ini ganggu orang lagi maen game aja, "gumam Manami kesal.


Ia pun memutuskan untuk melihat siapa yang mengganggunya dannnnnnn.


"Astogek, hei Raiden kenapa kau bisa ada di sini?, lo kayak maling tau nggak tiba tiba ada di rumah orang?, lain kali kalo mau masuk ke rumah orang itu ya ngetuk pintu dulu baru masuk, " nasihat Manami.


"Apa yang kau katakan dan apa yang kau lakukan sayang?, kau tidak boleh menggunakan pakaian itu di depan orang lain lagi, " ucap orang itu emosi. Ya, orang itu adalah pangeran Raiden yang menyelinap masuk ke dalam kamar Manami.


"Et dah buset, cuma pakaian umum kayak gini doang ributnya minta ampun, terus gimana nanti kalo yang lebih nggak umum, " batin Manami nggak suka.


"Emang kenapa?, ini juga bukan pertama kalinya aku memakai pakaian kayak gini.Apa kamu lupa kalo aku ini bukan dari sini, " ucap Manami santai.


"Lagian aku kan cuma ada di kamar, nggak bakalan ada yang lihat aku juga kan, lalu kenapa kau ribut ribut gitu?, " lanjut Manami heran.


"Kau terlalu memperlihatkan bentuk tubuh mu. Aku tidak mau ada orang lewat yang melihatnya, kau adalah gadis kecil ku, hanya aku yang boleh melihat lekuk tubuhmu dan dirimu yang sedang telanjang, " ucap pangeran Raiden memeluk erat Manami seakan akan dia akan di rebut oleh orang lain.


"Ih lu apan sih, cuma gini doang juga," ucap Manami mencoba melepaskan dirinya dari pelukan pangeran Raiden.


"Aku tidak suka sebuah bantahan dan tidak mau ada bantahan, jika aku bilang gitu ya berarti gitu. Kalau kau berani membantah maka aku akan memberikan mu sebuah hukuman, " ucap serius pangeran Raiden sambil mengeratkan pelukannya.


"Kau salah, aku tidak akan memberikan mu hukuman yang seperti itu, " ucap pangeran Raiden.


"Hah?, lalu hukuman macam apa yang kau maksud?, " tanya Manami mendongkakkan kepalanya ke atas agar dapat melihat wajah pangeran Raiden.


Pangeran Raiden tersenyum lalu berkata, " hukuman yang akan ku berikan pada mu adalah harus memberi ku ciuman selamat pagi, ciuman selamat siang, ciuman selamat sore dan ciuman selamat malam ๐Ÿ˜‰", ucapnya tersenyum manis.


"Hah? ๐Ÿ˜ณ," ucap Manami sedang dalam proses mencerna perkataan pangeran Raiden.


"Apa yang kau mak-, eh emm~," belum sempat Manami menyelesaikan kalimatnya, bibir halus nan lembut milik pangeran Raiden sudah mendarat di bibir merah nya.


"Whattttt, apa yang di lakukan oleh nya, woi jangan main nyosor nyosor aja dong, emang lu bebek apa pakek nyosor nyosor segala, " batin Manami sambil berusaha melepaskan dirinya tapi tak ada hasil.


Semakin Manami memberontak malah semakin dalam pangeran Raiden menciumnya, bahkan pangeran Raiden mulai meluma* bibir Manami membuat sang empu kaget setengah mati.


"Kau adalah milik ku seorang, tidak akan ku biarkan seseorang merebut dirimu dari ku, " batin pangeran Raiden.


"Woi, cok hei lepasin dong, rasanya geli sendiri nih aku, pernahnya cuma lihat di komim komik belum pernah ngalamin gue woi, lepasin dong nggak bisa napas aku, " batin Manami.


"Aduh, gimana nih mataku yang suci udah tercemar nih, " ucap Aka dari ruang dimensi lewat pikiran Manami.


"Wah punya ku juga nih, " tambah Fuki.


"Hei jangan banyak baco* dong, emang aku mau di gini in sama dia, ih ogah lah tapi aku nggak bisa ngelawan huwaaaaaa, " batin Manami dalam pikiran sambil menangis transparan.


Saat dua insan itu sedang asik memadu kasih tiba tiba suara Yuki dari luar kamar membuat keduanya lengah.


"Nona air nya sudah siap di kamar mandi, " ucap Yuki dari luar kamar.


Merasa bahwa pangeran Raiden sedang dalam keadaan lengah, Manami lalu mendorong pangeran Raiden dengan segenap kekuatanya dan kemudian meninggalkanya di dalam kamar. Manami berlari dengan keadaan pipi yang sudah merah merona dan nafas yang sangat tidak teratur ke kamar mandi meninggalkan Yuki yang sedang kebingungan.


"Dasar bajing*n mesum sialan, " batin Manami kesal.


"Huhuhu mata polos ku kini sudah ternoda," batin para hewan dan Midori yang ada di ruang dimensi.


"Hmmmmmm, gadis kecil ku memang adalah orang yang sangat menarik dan juga lucu, " batin pangeran Raiden tersenyum.


"Hah, Rin kenapa sih, kok kayak lagi lari dari sesuatu. Dah ah, aku harus mengambilkan baju untuk nya setelah mandi nanti, " batin Yuki.


Yuki pun masuk dan melihat ada pangeran Raiden yang sedang duduk di kursi dalam kamar Manami. "Hehehehe, ternyata alasan Rin lari terbirit birit itu karena ini toh, " natin Yuki tersenyum nakal.