
"Sudah ku bilang kau harus mencari tanunya sendiri. Dia adalah orang pertama yang bisa menaklukan hati ku setelah sekian lama. Bukan berarti jika aku bersikap keras kepadanya menandakan aku tak mencintainya karena kerasnya diri ku itulah yang menandakan cinta tulus ku kepadanya. Dan kau tadi juga melupakan satu nama yang belum kau sebutkan dan orang pemilik nama itulah yang mengisi ruang kosong dalam hati ku, " ucap Manami serius kepada pangeran Raiden.
"Apa?!, apakah masih ada satu orang lain lagi?, apakah itu salah satu dari adik ku?, apakah itu Hikaru?, ataukah Atsushi?, apa yang kau maksud adalah ayah ku?, sebenarnya siapa orang itu?," bingung pangeran Raiden.
"Woi mikir dikit ngapa sih lu, ayah mu itu udah punya istri mana mau aku sama dia dan terus nih ya, sejak kapan aku dekat dengan adik adik mu itu?, bertemu saja baru dua kali masak udah maen jatuh cinta aja. Kalau mau bilang cinta pada pandangan pertama, aku nggak setuju karena aku kan belum pernah bicara terlalu lama dengan mereka, liat mukanya aja udah bosen masak mau jatuh cinta, " ucap Manami kesal karena peria di depannya sangat tidak peka terhadapnya.
"Lalu jika bukan mereka siapa lagi yang kau sukai?, bukankah kau tidak terlalu dekat dengan banyak peria?," bingung pangeran Raiden.
"Siapa bilang?, aku dekat dengan banyak peria kok, ratusan malahan, " ucap Manami santai.
"Lo pikir tu anggota nightmare mafia kalo nggak kebanyakan peria apa?, banyak cewek nya gitu?, ya kalik kan, " batin Manami.
"Apa?!, siapa mereka?, kenapa aku sama sekali tidak mengetahuinya?, apakah orang yang mengisi tempat kosong di hati mu itu adalah salah satu dari mereka?, " kaget pangeran Raiden.
"Ya enggak lah, ya kalik aku mau sama para laki laki muka pasaran itu, walau kalau di tempat asal ku udah bisa jadi artis sih, " ucap Manami.
"Ih, ni orang nggak peka banget sih, beneran cinta sama aku nggak sih kok pekanya minus seribu kayak gini, " batin Manami sebel.
"Lah terus siapa lagi sih yang belum aku sebutkan namanya?, kalo gitu bisa tolong jelaskan saja bagaimana ciri cirinya?, " pinta pangeran Raiden.
"Enggak mau kau harus cari sendiri. Aku mau pergi mandi dulu udah sore soalnya bay, " ucap Manami lalu meninggalkan pangeran Raiden sendirian dengan muka yang amat lesu.
"Minus banget sih kepekaan tuh orang, lagian nih Yuki kenapa nggak balik balik sih?, apa dia beneran akan kembali ketika sudah satu tahun nanti?, ya kalik enggak kan?, " bingung Manami.
Manami pun pergi mandi lalu makan malam dan setelah itu tidur.
Dan begitulah hari hari Manami di istana kerajaan Anshin ia lalui hanya dengan makan, tidur mandi, kebosanan, mengajari para ibunda dan adik adiknya memasak, bermain bersama putri Shiera dan putri rika dan terakhir adalah mendapat banyak pendapat dari pangeran Raiden tentang siapa yang mengisi tempat kosong di hati nya dan itu semua ia lalui selama satu minggu.
Satu minggu kemudian, di pagi hari yang cerah di taman kediaman pangeran Raiden.
"Hah, kenapa Yuki nggak balik balik sih, dah bosen banget aku di sini. Pengen gitu main balap mobil sama main motor gunung di dekat vila. Hah, bisa bisa mati ke bosanan aku nih, " ucap Manami sambil meletakkan kepalanya di atas meja.
"Jika kau bosan kau kan bisa jalan jalan melihat lihat sekeliling istana ini, kenapa kau tidak mencoba melakukan itu?, " ucap Raiden yang baru datang sambil memegangi kepala Manami.
"Waaaaaa, kalau cuma keliling istana nggak seru, gimana kalo kelilingnya di taman kerajaan Anshin aja, akukan belum pernah keluar istana jadi aku penasaran gimana bentuknya tu taman, boleh ya, " mohon Manami.
"Tidak boleh di dalam istana saja, nanti bagaimana kalau kau kena masalah di luar?, " tolak pangeran Raiden karena khawatir.
"Apa sih, aku kan hebat masak bisa kena masalah, bukan kah kamu sendiri yang bilang gitu beberapa hari yang lalu?, kenapa kau sekarang sangat over protektif kepada ku?," sebal Manami.
"Over protektif?, apa itu?, apa itu sebuah benda?, " bingung pangeran Raiden.
"Ooooo jadi gitu toh, lha nggak papa dong kalau aku over protektif sama kamu, kamu kan istri ku, Pokoknya aku tidak memberikan mu ijin untuk keluar, " ucap pangeran Raiden.
"Hehehehe, kau harus memberi ku ijin karena aku masih memiliki satu kupon meminta sesuatu bebas dari mu yang belum aku pakai jadi aku akan memakainya sekarang karena itu aku bisa pergi hahahahaha, " sombong Manami.
"Apa yang kau maksud?, aku tidak tau apa maksud mu, " ucap pangeran Raiden sok lupa.
"Jangan sok lupa gitu dong, aku mau pergi dulu bay, " ucap Manami hendak melangkah pergi tapi terhenti karena suara Yuki yang membuatnya kaget.
"Hei Rin kalau mau jalan jalan ajak aku dong, main pergi sendiri aja lu," ucap Yuki yang muncul di depan Manami yang kini sudah berdiri dari duduknya.
"Aataga, ada kodok rekotok rekotok di pinggir kali, mencari makan setiap hari, " kaget Manami.
"Ye malah nyanyi, udah ayo pergi. Aku sudah bosan nih ngurus tugas mu yang di sana, oh iya nih Shironya udah aku bawa, " ucap Yuki.
"Enak aja bawa bawa, emang aku barang apa di bawa bawa, " dengus Shiro.
"Kau sih ngagetin orang aja, kenapa kau tidak pulang lama sekali, aku udah mau mati kebosanan tau nggak sih lo," kesal Manami.
"Aku di sana ngerjain semua tugas mu, mengurus soal tu rumah makan baru ama tu para anggota yang sudah pada selesai berlatih, malah nyalah nyalahin orang lu," ucap Yuki tak terima.
"Kalian ini tidak terlihat seperti majikan dan budak malah terlihat sepeti teman saja, kalau mau pergi maka aku akan ikut juga, " ucap pangeran Raiden.
"Eh?, ternyata di sini ada pangeran Raiden yak?, ah maaf kan atas kelancangan hamba yang mulia pangeran, " ucap Yuki kembali formal.
"Udah nggak usah formal formal gitu kalik, dia juga udah tau kan, ya udah yuk berangkat tapi ganti baju yang ssderhana dikit yuk, nanti kita ke sana nya teleport aja males jalan, " ucap Manami.
"Baiklah, " ucap mereka berdua.
"Kenapa aku kemarin bilanh kayak gitu sih, nanti kalau dia kenapa napa gimana, " batin pangeran Raiden.
Sementara itu di sebuah istana yang kecil bahkan kalah besar dengan istana mawar merah milik Manami, seorang peria tua duduk di singgasana nya dan sedang ber bicara dengan laki laki lain yang sedang tunduk hormat kepadanya.
"Saat itu kalian gagal untuk menculik putri Manami untuk di jadikan tahanan, sekarang kirim orang untuk kembali menculiknya dan jika dia memberontak maka bunuh saja dia agar tetap diam. Aku harus mendapatkan kekuasaan di kerajaan Kofuku dan memperkuat kerajaan ku, " ucap orang yang di sebut yang mulia tadi.
"Baik yang mulia siap laksanakan, " ucap peria lain yang sedang tunduk hormat lalu pergi menjalankan tugas yang telah du berikan kepadanya.
"Aku akan membuat kerajaan terhebat dan terluas di daratan ini, dan aku akan menjadi kaisar yang amat terkenal di kalangan manusia manusia rendahan itu hahahahahhaha, " ucap peria yang ada di singgasana itu.