
Hello guys author balik nih, maap ya lama ga up soalnya author masih ujian pts sama remidi sekalian.
Hari ini author balik lagi bawa episode baru walau mungkin akan agak pendek karena emang masih ada halangan remidian pts.
Oke udahan dulu author ngebacotnya sekarang kita masuk aja ke cerita ya wkwkwkwkπ ( maklum author ga ada akhlak ya gini)
<\= Back to story \=>
Ini otak author lagi beku ga bisa mikir pikiran blong ga ada ide jadi di skip skip aja ya biar author kalian yang satu ini tambah terkenal sebagai author yang nggak ada akhlak π
Manami : ni si author dari tadi ngebacot mulu jadi mau cerita nggak sih?, mau ku tonjok tu muka jerawatanπ€.
Author : eh jangan duong nanti tambah benjol nih dahi author kalau kena pas bagian dulu waktu kecil pernah jatoh kesandung kena aspal panas berdarah darahπ£. Lagian nih ye sory wajah author masih mulus kok π.
Manami : heleh mulus apaan, palingan yang mulus juga kepala lu tuh yang selalu buat orang silau kalau kena cehaya matahari kek punya si saitama ππ.
Author : wisss ni anak keterlaluan banget sih, kalau ngejek ya ngejek aja dong yang realita jangan cuma banding bandingin aja sama tu kepala botak π€.
Manami : halah bacot lu thornado, mending cepetan tulis sono ceritanya, entar episode ini cuma habis buat bacotan lu doang lagi π.
Author : siapa gue lu nyuruh nyuruh?, emak? bukan, guru? bukan, kakak? bukan, tuhan? bukan, kepala sekolah gue?, bukan, temen gue? bukan, sahabat? bukan. Li tu bukan siapa siapa gue jadi lu ga berhak nyuruh nyuruh gue! π€.
Manami : woi jangan tereak tereak dasar toa masjid, gue selaku pemeran utama dari cerita ya berhak dong komplain ke lu author thornado yang buat ni novel hiatus beberapa hari! π€.
Author : heleh cuma beberapa hari juga π.
Manami : dah jangan banyak bacot cepet tulis sana kalo nggak bakal ku habisin lu nanti π.
Author : emang gue makanan ato minuman pake di habisin segala? π.
Manami : JANGAN BANYAK KOMPLAIN PERGI SANA LU BISANYA CUMA BIKIN ORANG EMOSI AJA!!!!!! π‘π π€
Author : waaaaa si emak marah kabur aja ah! π±π°π¨ππ¨ papay emak π
Ehem ehem..... Oke kita masuk ke cerita beneran ye kali ini ga kayak yang di atas. Oh iya yang di atas itu cuma debatnya thornado sama Manami kalau mau di lewati juga boleh, boleh banget malah.
Oke back to storyβΒ»
Skip hari pernikahan Manami dengan pangeran Raiden.
Jadi guys pernikahan si Manami ini di laksanakan dengan sangat mewah bahkan melebihi pernikahan putri Mika dan pangeran Daiki beberapa waktu lalu dan pelaksanaannya pun juga akan sedikit berbeda.
Pagi hari merupakan waktu para pelayan menyiapkan semua kebutuhan untuk acara sampai batas waktu jam sepuluh pagi.
Lalu setelah itu giliran para tamu berdatangan dan juga acara penyambutan tamu sampai batas waktu jam duabelas siang sekalian makan siang.
Di lanjutkan dengan acara inti yaitu pernikahan sampai jam tiga sore.
Selanjutnya acara pemberian syukur atau sekedar berjabat tangan atau memberi ucapan kepada pengantin oleh para tamu undangan berserta pemberian hadiah jika ada yang bawa berlaku sampai jam lima sore lalu setelah itu acara pun selesai.
Para tamu kemudian kembali ke rumah masing masing sementara pengantin wanita pergi menunggu kedatangan pengantin peria di kamar yang sudah di siapkan.
Ehem ehem, dari jadwal di atas mari kita saksikan kisah hari pernikahan si mc utama kita yang super duper menyebalkan itu, semoga tidak ada halangan dalam proses upacara pernikahan nya.
Di dalam hati author ( moga aja tu orang kecemplung kolam biar malu maluin aminnnnn, hei guys tolong ikut aminin ya biar kapok tu si Manami πππ ).
Manami tiba tiba nongol : woi thor kalo doa in orang itu yang baek baek nggak yang buruk dasar makhluk ga ada akhlak π.
Oke back to story βΒ»
Pagi itu Manami duduk di depan meja rias dengan raut wajah bosan plus gabut sambil memandangi ketiga ibunya yang dari tadi ngoceh nggak jelas dan para pelayan yang jalan sini jalan sana, berhenti sini berhenti sana membantunya untuk merias diri bersiap untuk nanti.
"Hadeuh mereka yang pada jalan bolak balik gue yang pusing liatin mereka. Gabut banget cuy lama amat sih cuma dandan ae udah kek orang lagi buang air besar, " batin Manami mengerucutkan bibirnya sambil menompang daunya dengan tangan semetara para pelayan sibuk menata rambutnya.
"Ini juga emak emak gue dari tadi nerocos ga kelar kelar pada ga aus apa?, " batin Manami lagi sambil memandangi selir Minami, permaisuri Mayumi dan permaisuri Ayumi yang sedang nerocos dari tadi ga kelar kelar.
Oh iya sekedar informasi ini pihak keluarga kandung Manami udah datang dari pagi ya.
Di sini permaisuri Mayumi, permaisuri Ayumi, dan selir Minami menemani Manami yang sedang di rias agar tidak terlalu bosan karena mereka dulu juga di gituin sama ibu mereka.
Selir Shu, selir Fukiko, beserta para putri sedang mengawasi dapur dan dekorasi pesta pernikahan.
Kaisar Jun dan kaisar Dai berbincang bincang santuy di tengah kesibukan di ruang tamu sambil tersenyum bahagia.
Sedangkan para pangeran turut serta menemani mempelai pria yang sedang duduk dekat jendela lantai dua sebuah ruangan di istana sambil meminum secangkir teh bersama pangeran lain melihat lihat para pelayan yang berlalu lalang menyiapkan semua keperluan.
Ouh dan jangan luapakan hanfu merah yang sudah menempel rapi di tubuh pangeran Raiden dan Manami mambuat kedua insan itu terlihat lebih tamvan dan cuantek dari biasanya. Sampai sampai author pun di buat iri dengan bayangan halu karakter mereka hiks hiks hiksπ’.
Oke back to story lagi dari tadi menceng dari cerita terus wkwkwkπ.
Skip lagi ga punya ide.
Waktu berlalu hingga waktu tamu berdatangan pun tiba.
Kereta kida mewah satu persatu memasuki gerbang istana kerajaan Anshin lalu segera di sambut hangat oleh para pelayan yang langsung mengantar para tamu terhormat yang berdatangan ke aula untuk menunggu waktu upacara peresmian pernikahan.
Begitu pula dengan pihak Nightmare mafia yang berdatangan dengan menarik banyak perhatian dari tamu undangan lainnya.
Bagaimana tidak menarik perhatian jika mereka datang menaiki dua lamborghini aventador yang sebenarnya adalah milik Manami dan sedikit berputar di tengah lapangan luas depan istana dengan suara mesin yang sangat keras dan ganas. Sungguh ga modal jadi orang.
Mobil yang di kendarai Tora.
Mobil yang di kendarai Wolf.
Setelah selesai bermain dengan mobil lamborghini milik Manami mereka pun memarkirkan kedua mobil itu lalu keluar dari mobil dengan gaya tegas dan dingin.
Midori yang berperan sebagai Queen Shi no Megami satu mobil dengan Naomi, Kiyomi yang duduk di bangku belakang sedangkan bangku depan di isi oleh Ryu dan Tora jadi mobil mereka beraksi tidak terlalu ngawur.
Tidak seperti mobil sebelah yang di huni oleh Juro, Jiro, Kenzo, Aka, Fuki dan Wolf yang sangat pecicilan karena emang yang pegang kemudi si Wolf ga ada akhlak itu.
Tentu saja karena memang Wolf sangat senang jika di pegangi mobil kek gitu.
Setelah keluar dengan aura tegas dan tak tersentuh, jangan lupa topeng yang sudah menempel di wajah mereka, mereka pun masuk dengan di dampingi seorang dayang yang menahan gugup setengah mati karena aura dari beberapa orang itu.
Sementara itu di tempat Manami berada.
Kini dia sudah selesai dengan acara berdandannya dan telah pindah ruangan dengan yang tadi. Kini dia sedang berada di sebuah ruangan yang cukup luas dan mewah dengan hanya di temani oleh Yuki dan Shiro karena yang lainnya pergi menyambut tamu begitu pula para pangeran yang sedang menemani pangeran Raiden.
Kini Manami sedang duduk menikmati secangkir teh di samping jendela.
Jadi gini guys Manami itu berada di sebuah ruangan yang berjarak sedikit jauh dengan pangeran Raiden tetapi keduanya sama sama berada di lantai dua dan sama sama menghadap langsung ke gerbang istana karena itu Manami bisa melihat kedatangan teman temannya.
"Cih mereka sangat sombong dan sengaja pamer di depan orang orang padahal tu mobil punya gue, " sinis Manami.
"Kepengen lu?, kalo pengen naik tinggal pergi ke markas terus ambil buat muter muter hutan kan bisa, " saran Shiro.
"Lha kalo di hutan udah pada tau kalo di sini kan semua pada masih polos jadi memukau nanti saat aku beraksi seperti mereka, " gerutu Yuki.
"Lha itu namanya lu cuma mau sombong anying, " kesal Shiro.
"Biarin mereka aja boleh kok aku ga boleh, " ucap Yuki ga terima.
"Sudah sudah malah pada ribut entar orang orang di luar pada masuk gara gara suara kalian baru tau rasa, " lerai Manami santuy sambil menesap teh di cangkir kecilnya.
"Maaf Rin," ucap keduanya menumduk merasa bersalah.
Kita balik ke keadaan tokoh sampingan kita yaitu Midori dan kawan kawan yang sudah masuk ke dalam aula.
Kaisar Jun segera menyambut mereka dengan hangat lalu menyuruh mereka untuk duduk di kursi khusus yang telah di siapkan.
Walaupun para tamu undangan beserta keluarga kerajaan cukup bingung dengan pakaian yang di gunakan mereka, tapi mereka segera menepis pikiran mereka itu karena takut menyinggung pihak nightmare mafia.
Ya, mereka semua bingung karena Midori dan kawan kawan menggunakan pakaian modern bukan hanfu seperti saat pernikahan pangeran Daiki dan putri Mika dulu.
Tetapi berbeda dengan pangeran Raiden yang sedang dalam kondisi sama dengan yang tadi malah tambah penasaran dengan apa yang di lakukan calon istrinya ketika pergi.
Bagaimana tidak penasaran jika dia pernah melihat calon istrinya berpakaian aneh seperti anggota Nightmare mafia dulu?.
Ia mulai memikirkan ada hubungan apa Manami dengan Nightmare mafia karena walau sang Queen sediri yang bilang bahwa Manami adalah penyelamat nya itu masih terasa janggal bagi pangeran Raiden.
Tapi karena tak kunjung mendapatkan hasil ia pun memilih melupakan masalah itu dan beralih memikirkan apa yang akan ia lakukan setelah acara pernikahan selesai.
Karena memikirkan tentang hal itu wajahnya yang semula datar plus dingin menjadi sendu.
Bagaimana tidak sendu?
Bagi orang yang memiliki tingkat kepekaan akan cinta minus 1000 seperti dirinya yang merasa bahwa pujaan hatinya menyukai orang lain tapi harus mengikat pernikahan dengan dirinya pasti akan menjadi sedih untuk pasangannya bukan?
Dia yang terus memelihara penyakit tidak pekanya itu terus berpikir bagaimana ia akan menjalani hari hari berikutnya dengan sang pujaan hati. Walau pun ia mempunyai raga dari sang gadis tapi hatinya tidaklah ia miliki, begitulah pendapat pangeran Raiden yang membuat author thornado yang ngetik jengkel sendiri.
Apa lagi setelah malam ini segel milik Manami akan di buka olehnya yang bukan orang tercinta si pujaan hati.
Karena terus di hantui dengan rasa bersalah akhirnya pangeran Raiden memutuskan untuk tidak membuka segel Manami malam ini.
Biarkan suatu saat nanti orang yang memuliki hatinya lah yang membuka segel itu karena baginya walau hati si pujaan hati bukan miliknya selama dia ada di dekatnya maka itu sudah cukup untuknya.
Walau di dalam hati yang terdalam ia ingin mempunyainya secara lengkap dan menginginkan lebih dari raganya saja yaitu hatinya.
Oke kita skip skip mulu ae ya author ga ada ide.
Kini ritual peresmian pernikahan akan di mulai dan semua tamu pun sudah pindah lokasi ke tempat ritual atau bisa di sebut sebuah kuil besar nan mewah yang telah di hiasi kain kain berbentuk bunga dan lain lain yang berwarna merah campur putih dan kuning.
Wangi dupa yang sangat harum menyebar keluar dari dalam kuil dan pengantin peria pun sudah menunggu kedatangan pengantin wanita di atas karpet merah yang menghubungkan tempatnya berdiri dan tempat pelaksanaan ritual.
Tak lama menunggu sang pengantin wanita datang dengan tandu yang di bawa oleh beberapa orang dan di dampingi oleh Yuki di sampingnya.
Keadaan di dalam tandu:
"Rempong banget anying, mau nikah aja kek gini, mana tandunya goyang mulu lagi, " gumam Manami sambil mengelus lembut kepala Shiro.
"Ya namanya juga pernikahan jaman dulu, tapi aku ucapkan selamat tuan akhirnya kau menikah setelah sekian lama jomblo," ujar Shiro.
"Kau ini mau memberi orang ucapan selamat atau mau menghina orang hemmm?, " tanya Manami memelototi Shiro.
"Tentu saja aku memberi mu ucapan selamat oh iya tuan hati hati loh nanti matanya copot, " ucap Shiro setengah bercanda.
"Menyebalkan," Manami ngambek memanyumkan bibirnya lalu karena merasa tandu berhenti Shiro segera menutup muka Manami dengan tudung warna merah senada dengan baju yang ia kenakan.
Dan benar saja setelah tandu berhenti Yuki membuka gorden yang menutupi tandu dan tangan besar nan kekar terulur untuk membantu Manami turun.
Siapa lagi kalo bukan tangan pangeran Raiden yang dari tadi sudah menunggu.
Manami menerima uluran tangan itu dan turun dengan hati hati agar tidak keserimpet bajunya sendiri yang sangat berat dan berlapis lapis. Jangan lupakan hiasan kepala yang membuatnya tambah berat membuatnya tampak kacian beut wkwkwkwkππ.
Mereka pun berjalan bersamaan ke arah altar tempat seorang kakek kakek dengan jenggot dan rambutnya yang putih sempurna sedang menunggu.
Author kagak tau namanya tapi dia itu kek orang yang kasih arahan buat pengantin itu loh entah apa namanya.
Sedangkan Shiro lalu di ambil oleh Yuki dari dalam tandu lalu bergegas duduk di kursi yang masih tersisa sementara orang orang yang memikul tandu segera pergi.
Setelah mereka sampai di altar ritual pun di lakukan.
Ini author kagak tau gimana ritualnya, mungkin sejenis ijab kabul kalo di dalam islam tapi kalo di sana ya meneketehek thornado ga tau jadi di skip aja ya wkwkwkπ.
Setelah ritual selesai di lakukan kini mereka berdua resmi menjadi pasangan suami istri.
Author : Yeyyyy mc kita dah nikah guys. Selamat, sugeng, congrats, omedeto, chughahae, felicitations, gongxi la, semoga hidup tentram dan langgeng ye Manami ππ.
Manami tiba tiba nongol : owh thornado makacih, ucapin selamatnya sampai pake enam bahasa terhura akuh ππ.
Pangeran Raiden : terharu istri ku bukan terhura π .
Manami : biarin keseleo dikit kan ga papa.
Thornado & pangeran Raiden: Hadeuh serah dah π.
Back to story.
Karena ritual selesai kini waktu bagi pangeran Raiden membuka tudung kepala yang menempel pada kepala Manami di depan altar tempat ritual di lakukan di depan semua tamu undangan ( ini author tata cara pernikahan nya ngarang sediri ye kan ga tau).
Dengan sedikit gugup pangeran Raiden membuka tudung kepala Manami dan terlihat lah sesosok wajah cuantek bak dewi bahkan mungkin mereka juga akan pada iri membuat tidak sedikit kaum adam yang melijatnya mimisan karena tidak tahan.
Saat tudung miliknya di buka oleh pangeran Raiden dirinya menutup mata karena gugup dan setelah membuka matanya hal yang pertama kali di lihatnya adalah wajah tamvan seorang pria yang kini sudah resmi menyandang gelar sebagai suaminya.
Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu membuat para tamu yang melihatnya sangat terpana dengan dua makhluk sempurna yang resmi menjadi sumi istri tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Β»
Segini dulu ya guys author capek ngetik terus.π
oh iya author mau minta maaf karena lama ga up date dan juga maap kalo episode kali ini terlalu banyak bercandanya dan bertele tele.ππ π
tapi jujur dalam novel ini, episode inilah yang paling panjang dari episode sebelumnya. itu semua buat para readers yang sabar nunggu author up date ππ
maaf dan terimakasih buat para readers sampai jumpa di episode selanjutnya papay πππ
Jumlah kata : 2386
Tanggal : kamis 24 september 2020.